Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.2 Pengkhianat..


__ADS_3

Mendengar teriakan Chiyo,semua diam membisu dan menelan ludah kasar.Ntah kenapa mereka tiba-tiba merinding.Tak terkecuali ketua Hen.


"Aku belum selesai bicara,paman. Seharusnya kau pertimbangkan lagi jika mau berkhianat.Kau juga tau,siapapun yg mengusikku tidak pernah bisa kembali dengan selamat,itu berlaku untuk siapapun tak terkecuali pengkhianat seperti diri mu."


Selesai mengucapkan itu, Chiyo mengeluarkan tenaga dalamnya..


Wushhh


Angin kencang menerpa tubuh Hen hingga memaksanya mundur beberapa langkah.


' Si**alan!! Aku baru tau dia juga menguasai tenaga dalam. Aku terjebak. Seberapa banyak lagi rahasia mu yang tidak ku tahu nona?' batin Hen geram.


" Hhahaha.. Bagaimana paman? Kau suka hadiahku?" tanya Chiyo sinis.


"Ternyata rumor yang beredar memang benar.Bahkan lebih dari kebenaran.Julukan reinkarnasi Dewi perang ternyata sangat cocok untuk mu. Tidak ada gunanya lagi banyak bicara."


Dorr.. Dorr.. Dorr..


Tiga peluru melesat cepat mengincar jantung,kepala dan lambung Chiyo.


Bukan Chiyo namanya jika tidak mampu menangkis ketiganya. Dengan gesitnya Chiyo melenggak lenggokkan tubuhnya menghindari peluru tanpa bergeser sedikitpun dari pijakannya.


"Ck ck ck. Kau gegabah selali pman.Bagaimana jika aku terlambat bergerak? Kepalaku sudah pecah pastinya. Tapi sayangnya kau bukan tandinganku. Kau lihat heels yang kupakai. Hanya dengan ini maka leher mu akan berlubang dan matamu sudah menggelinding seperti kelereng." kata Chiyo mengakat kaki nya memperlihatkan keruncingan sepatu High heels yang dia pakai.


"Sombong sekali kau gadis kecil. Baiklah,kalau begitu siapa yang harus kuhajar terlebih dahulu?" tanya Hen sangat kesal merasa diremehkan.


"Huuu takut. Paman kejam sekali.. Aku hanya akan mengajakmu bermain."


Chiyo menjentikkan jari,lalu Zhan menghampiri dan memberikan remote kecil padanya,dan...


klikk


tanah yang Hen pijak tiba-tiba bergetar dan perlahan mulai naik sebuah jeruji persegi mengurung Hen didalamnya.


Ternyata Chiyo menghempaskan angin memang sengaja agar masuk dalam perangkapnya.


"Apa maksu..." kalimat Hen terpotong saat Chiyo mengatakan sesuatu.


"Hallo,Leo.Apa kau lapar?" tanya Chiyo menatap lurus kedepan.


Hendra yang merasa ditatap Chiyo mengkerut kan dahi tak mengerti.


'grrrrr'


Suara itu mengagetkan Hen.Dia baru sadar ternyata dia tak terkurung sendiri,melainkan dengan seekor harimau.

__ADS_1


"Bagus. Aku punya tikus pengganggu. Tolong bersihkan untukku."


Seolah mengerti maksud Chiyo,Leo menatap tajam pada Hendra.


"Grrrrrr"


" Baiklah kemari kucing sialan" teriak Hen menutup rasa takutnya.


Dorr..Dorr..


Peluru peluru melesat cepat tapi tak berhasil mengenai Leo. Saat menyadari Hendra kehabisan peluru,Leo melompat dan mendaratkan cakaran di tangan Hendra.


' Sialan.. Peluruku habis. Aku tidak mungkin melawannya dengan tangan kosong' batin Hen ketakutan.


sretttt.. cleb..


Leo menyeret dan menggigit leher Hen.. namun terhenti saat Chiyo mencegahnya.


"Jangan makan dia dulu Leo. Bawa dia kemari."


Leo akhirnya menahan hasratnya untuk memakan Hendra,lalu menyeretnya kehadapan Chiyo setelah jeruji nya turun.


"How is Uncle?Are you satisfied playing with my cat?" tanya chiyo.


Melihat Hendra diam saja,Chiyo mengangkat dagunya dengan samurai agar menghadap ke wajahnya.


Sekujur tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit dan takut.


"Kenapa aku harus percaya pada pengkhianat?"


"Percaya lah nona.. Aku akan melakukan apapun yang kau minta. Saya mohon."


"Katakan padaku siapa yang memintamu melakukan Pengkhianatan ini padaku?" tanya Chiyo tegas tanpa melepas samurai dari dagu Hen.


"Fa. Fazriel yang menyuruhku melakukan ini,nona." kata Hen ragu.


Chiyo hampir saja menusuk leher Hen mendengar nama sahabatnya disebut.


"A.akaan aku ce.ceritakan semuanya,nona.Be.begini..."


Flashback On


6 bulan yang lalu, Fazriel meminta Hendra menemuinya di cafe.


"Ada apa,Faz?" tanya Hen penasaran.

__ADS_1


"Aku sudah tak sanggup berada di ujung telunjuk Chiyo. Bocah itu sudah keterlaluan. Dia selalu seenaknya menyuruhku melakukan apapun yang dia mau tanpa melihat kondisiku. Terlambat satu menit saja samurainya sudah ada di leherku.Untung saja ada si bod*h Zhan yang bisa membuat emosi nya mereda" kata Fazriel mengeluarkan isi hati nya.


"Aku tau. aku juga merasakan hal yang sama,tapi kita harus ingat jasanya. Dia yang memberikan kita pekerjaan,hidup kita jadi tidak susah seperti dulu."jawab Hendra.


"Ya memang benar.Tapi ini semua sudah cukup bagiku. Aku ingin memberinya pelajaran agar tak seenaknya memerintah,bahkan jika bisa akan kubunuh.. Aku ingin kau melakukannya untukku." ucap Fazriel geram di akhir kalimatnya.


Brakk


Hendra menggebrak meja refleks. Orang-orang Disana kaget melihat sikap Hen yang tiba-tiba itu.


Hendra terkejut sendiri melihat respon orang-orang.


"M..Maafkan aku. Silahkan kalian lanjut makannya" kata Hen Malu Lalu kembali duduk dan menarik nafas menenangkan diri nya sendiri.


"Apa kau sudah gila Hen? Kau li.."


"Kau yang gila Fazriel. Kau juga tau kemampuan dia. Dia bahkan mampu menundukkan hewan buas dan menjadikannya hewan peliharaan. Aku tidak mau ikut campur" Bentak Hendra setengah berbisik.


"Bagaimana dengan satu apartemen ku,satu villa di puncak dan satu pesawat pribadi. Jika kau berhasil membunuhnya kau akan mendapatkan semua itu dan kita akan terbebas dari tekanan" Fazriel tersenyum licik.


"Akh ekhmm.. Baiklah aku setuju jika kau bisa menjamin keselamatan ku.." kata Hendra salah tingkah mendengar imbalannya.


' Hehh.. dasar mata duitan,mudah sekali dijadikan boneka.semoga kebodohan mu selalu begini agar aku untung besar. Hhahaha' batin Fazriel gembira melihat bujukannya berhasil.


"Baiklah. Kau tenang saja. aAku akan membantu persiapannya"


Flashback off


"....jadi begitu.Setelah itu aku menyiapkan pasukan dan rencana penyerangan sedangkan Fazriel menggelapkan dana di anak perusahaan CRX Group yang dia awasi agar dia untung besar" Hen menutup ceritanya.


"Aku tak menyangka kau akan tergiur dengan jumlah kecil.Apa kurang uang yang rutin ku berikan untukmu?Apa kau yakin Fazriel tidak akan membunuhmu setelah kau berhasil melenyapkan diriku?"


Hendra hanya menunduk malu menyadari kebodohannya.


' Fazriel.. lihat saja akan ku balas kelicikan mu.Kau akan membayar lebih dari ini' batin Hendra geram.


"Dari mana kau punya nyali mengkhianati nona? Heh sungguh menggelikan. Nona berjasa pada nyawamu tapi kau malah ingin membunuhnya.Bajing*n" bentak Zhan geram dengan kelakuan Hen.


"Maafkan aku. Aku terlalu bodoh" kata Hen lemah sambil terisak.


"Hehh sadar juga.. Kau harus bertanggung jawab atas perilaku mu hari ini pada nona.." kata Zhan dingin.


Sementara Hen hanya mengangguk lemas.


"Paman,Kau tau sendiri kan aku tidak suka memberi kesempatan kedua,tapi kali ini aku akan membebaskan mu,dengan syarat..."

__ADS_1


--------------------#🕊️TBC...


__ADS_2