
"Kenapa kau kesal begitu,Leo" tanya Chici tak mengerti atas sikap Leo.
Leo yang biasanya manja saat bersamanya, kini terlihat sangat kesal padanya.
"(Nona, sejak dulu aku heran, kenapa kau memberiku nama Leo? Itu kan berasal dari kata Lion?!)" tanya Leo mengutarakan keheranannya yang selama ini ia pendam, juga rasa penasaran dari banyak orang.
"Hhahaha akhirnya kau bertanya juga. Apa kau sudah bosan dipanggil Seperti itu?." celetuk Chici tertawa.
"(Bukan bosan. Aku tidak mau dipanggil dengan nama orang lain)" elak Leo.
"Hhahaha aku sengaja mengambil nama dari kata Lion. Ya memang aneh, tapi aku punya alasan sendiri." ujar Chici menunduk.
"(Katakan alasannya.)" tak sabar.
"Aku memberimu nama Leo karena aku pernah bertemu seseorang bernama Leo. Dia sangat kuat, berani dan juga bijaksana. Tak ada seorangpun yang berani berbuat sesuatu padanya. Dia orang yang sudah berjasa dalam hidupku, Leo. Dia adalah ayah keduaku"
"(Jangan-jangan ketua geng mafia dulu?)" tebaknya.
"Yaa.. Paman Leo, dia yang menyelamatkan aku dan kak Farka. Sebelum aku bertemu denganmu, aku sudah hidup dengannya sampai aku diangkat menjadi penggantinya.
Hingga saat itu, istri paman meninggal. Dia memintaku meneruskan segalanya. Geng mafia dan perusahaannya diserahkan semua padaku setelah bimbingannya beberapa tahun itu.
Lalu setelah itu, aku berusaha mengembangkan geng mafia dan bertemu denganmu dalam misi." ujar Chici menjelaskan.
"(Ohh..Ternyata begitu, ya sudahlah tidak apa kalau begitu. Lalu dimana paman Leo itu sekarang?")
"Dia ada di AS sekarang. Lima bulan lagi dia akan kembali menjengukku. Hahhh sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Ntah bagaimana kabar paman sekarang. Dia hanya mengabari ku sekali, itupun lewat orang lain. Menjengkelkan sekali, tapi aku rindu sekali padanya" Chici membaringkan tubuhnya berbantalkan punggung Leo.
"(Lima bulan tidaklah lama. Kau tidak akan menyangka setelah lima bulan itu berlalu.)"
"Kau benar." jawab Chici lemah.
"(Ehh?? Kau tidur?! Cihh dia cepat sekali tidur)"
***
Pagi hari yang hangat mulai menyapa Chici yang tertidur didepan bekas api unggun semalam
"Nona, nona, bangunlah. Sudah siang" Zhan membangunkan Chici.
__ADS_1
"Hmm?!" Chici menggeliat.
"Kenapa kau tidur diluar nona? Kau bisa sakit nanti" ujar Wixi khawatir.
"Oh?! Aku ketiduran saat mengobrol dengannya tadi malam. Baiklah ayo bersiap."
Mereka segera bersiap untuk memulai pencarian bunga teratai. Kini mereka tengah berkumpul melihat peta lengkap pulau itu.
"Dari peta ini, kita berada di tepi selatan pulau ini. Sayangnya kita tidak bisa mengambil jalan pintas. Kita harus memutar jalan" ujar Chici memberitahu posisi mereka.
"Lalu kemana kita harus pergi terlebih dahulu,nona?" tanya Zhan mewakili yang lainnya.
"Emm.. Barat. Kita harus menuju barat terlebih dahulu, lalu menuju arah Utara 45° dan dari sana kita bisa berjalan lurus ke arah timur. Di wilayah timur lah kita akan mendapatkan bunga itu." Chici kembali menjelaskan.
"Baiklah! Ayo kita mulai pencarian" celetuk Fino.
Bukkk..
Sebuah pukulan mendarat di kepala Fino.
"Dengarkan dulu! Nona pasti belum selesai bicara" bentak Zhan.
"Huhh.. Pencarian ini memang sesuai perkiraan kita sampai disana tepat waktu. Itupun jika kita tak mendapat halangan yang berarti.
Selama perjalanan kita, kita akan menghadapi hewan buas dan juga banyak tanaman beracun. Kalian harus mendengar perintahku." Chici menjelaskan situasinya.
Mereka semua sudah mengerti segalanya. Sekarang mereka tengah berjalan ke arah barat.
"Nona! Nona, tunggu! Nona, tunggu kami!" teriak beberapa orang menghentikan langkah Chici dan yang lainnya.
"Ada apa tuan?" tanya Chici keheranan.
"Emm begini nona, apakah kami boleh ikut bergabung dengan kalian? Kalian pasti akan mencari bunga teratai api bukan? Ka.. kami akan membantumu" ujarnya tersipu-sipu.
'Cihh dia mau menggoda nona? Kurangajar' batin Wixi dan Fino.
"TIDAK BOLEH!" bentak keduanya bersamaan.
Tiga pemuda itu tersentak, bahkan Chici dan yang lainnya pun ikut kaget.
__ADS_1
"Ehh?! Kenapa kalian marah?" tanya Zhan curiga.
"Ehh?! Emm..anu..tidak..ituu..hanya..hanya..Emm" ujar mereka gelagapan.
"Hhahaha lihat wajahnya memerah" Zhan tertawa keras.
"Sialan!" bentak keduanya sambil memukul kepala Zhan.
"Hhihi sudah sudah kalian akan membuatnya pingsan. Biarkan saja mereka ikut asal tidak merepotkan saja. Katakan, siapa nama kalian" kata Chici.
"Terimakasih,nona. Kami akan berusaha agar tidak jadi beban dalam perjalanan ini. Aku Dian, ini Toni dan ini Yodi" ujar Dian memperkenalkan diri dan teman-temannya.
"Baiklah ayo jalan. Kita tak punya banyak waktu. Jangan menyesali keputusan kalian bergabung denganku" ucap Chici dingin di akhir kalimatnya.
Dari peta yang dibaca Chici, pulau Teratai Api dibagi menjadi 4 bagian, Barat, Selatan, Timur, Utara.
Bagian Selatan pulau itu dibagi lagi menjadi tiga wilayah membentuk segitiga. Dari tempat Chici berangkat, ia berada di titik ke dua yang artinya ia harus melewati dua wilayah.
Dua wilayah itu adalah wilayah yang kini ditempati Chici dan satu lagi ada di depannya yang berada dalam jangkauan jalur perjalanan Chici.
Menurut rumor, bagian selatan pulau adalah bagian yang paling aman di seluruh pulau terkutuk itu. Hanya ada beberapa jenis tanaman racun, itupun tidak membahayakan nyawa.
Karena itulah banyak orang luar yang memilih perjalanan utama dari selatan terlebih dahulu. Selain menggunakannya untuk istirahat, mereka juga harus memahami situasi terlebih dahulu.
Kini Chici dan yang lainnya punya kesempatan untuk mempersingkat waktu sampai di tujuan, namun resikonya juga tidak kecil. Beberapa tanaman beracun tidak terlalu mengganggu bagi mereka.
Dari informasi yang Leo berikan, tanaman beracun di bagian ke dua wilayah selatan hanya ada lima (5) jenis tanaman beracun. Dari kelimanya hanya ada dua yang menyebarkan racun dari gasnya.
Itu artinya, mereka cukup untuk tidak menyentuh tanaman disana maka satu masalah dapat diatasi. Sedangkan masalah berikutnya, mereka hanya perlu menahan nafas saat mencium aroma yang dihasilkan tanaman disekitarnya.
Konon, banyak yang terlena akan aroma beracun itu. Aroma dari tanaman beracun itu akan menyesuaikan dengan pemikiran orang disekitar tanaman itu.
Jika aroma yang tercium sangatlah harum, itu artinya orang yang menciumnya memiliki hati yang kotor. Begitu juga sebaliknya, jika orang yang mencium aroma busuk maka hatinya suci.
Di satu sisi, aroma itu sangat mematikan. Di sisi lain, aroma itu juga menunjukkan jati diri setiap orang pada yang lainnya.
Bukan hanya sekedar rumor, semua itu sudah terbukti bagi semua orang. Orang-orang berhati busuk akan mencium aroma yang sangat harum, namun setelah itu mereka akan menjadi sangat brutal dan menyerang siapapun yang ada didekatnya.
Karena itulah Chici membiarkan ketiga orang itu bergabung. Mereka punya niat tersendiri, hingga saatnya nanti mereka melewati wilayah gas beracun maka semuanya akan menjelaskan maksud dan tujuan mereka mendekati Chici.
__ADS_1
-----------------------#🕊️TBC...