Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.44 Perjalanan VI [ Hutan Hitam ]


__ADS_3

Perjalanan sungguh menyenangkan bagi mereka. Kali ini, mereka semua akan melakukan petualangan kecil di sebuah hutan.


Konon kata orang-orang yang mereka temui di jalan menuju hutan, hutan tersebut sangat menyeramkan bagi masyarakat setempat. Dari sana sering terdengar suara-suara aneh, bahkan tak sekali warga mendengar jeritan seseorang di dalamnya.


Hutan tersebut bernama Hutan Hitam. Bukan tanpa alasan, hutan itu selalu gelap meskipun di siang hari. Sinar matahari yang bisa menembus dedaunan hanya sedikit. Sinar yang masuk ke dalam hutan hanya bisa menyinari sebagian jalan saja.


Meskipun dapat dilewati dengan menggunakan kendaraan, jarang sekali ada yang mau melewati jalan itu. Mereka lebih memilih memutar jalan daripada harus melewati hutan mengerikan itu.


Namun hal sebaliknya terjadi pada anggota Blood One yang dipimpin oleh Chici. Mereka tampak semangat memecahkan misteri yang ada di hutan hitam itu, dengan harapan agar masyarakat setempat dapat tenang.


Selain itu, amat disayangkan bagi mereka jika hutan yang begitu subur tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Tak sedikit sumber daya alam yang terdapat di sana.


Andai saja hutan tersebut dapat diperbaiki maka akan terlihat cantik. Chici punya rencananya sendiri.


"Berhentiii-!!" teriak seseorang menghadang mobil Chici dan yang lainnya yang hampir mencapai tengah hutan.


Melihat ada yang menghadang, Chici meminta Zhan untuk keluar dan memeriksa.


Tak lama kemudian Zhan kembali, ia mengatakan kalau orang tadi hanya memperingatkan agar tidak melewati jalan hutan. Zhan menjelaskan kalau mereka sudah tidak asing lagi dengan alam liar ataupun misteri. Akhirnya dengan penjelasan Zhan, orang itu pergi juga.


***


"Hahhh, lelah sekali rasanya tubuhku. Aku akan tidur dulu sebentar. Kalian juga istirahat ya. Jangan lupa buatkan api unggun agar suhunya tidak terlalu dingin dan juga menerangi sekitar kita." ujar Chici menghela nafas panjang.


Zhan, Wixi, dan Fino berbagi tugas. Zhan akan mencari kayu bakar, Wixi menjaga Chici yang tengah terlelap dalam tendanya yang sudah lebih dulu didirikan, sedangkan Fino membantu yang lainnya memasang tenda dan menyiapkan bahan makanan untuk makan malam mereka semua.


"Fino, apa kau merasa kalau hutan ini biasa saja? Kenapa masyarakat sekitar sini sangat takut melewati hutan ini?" tanya Wixi pada Fino yang berdiri tak jauh darinya.


"Menurut informasi yang kudengar, banyak orang-orang yang hilang di hutan ini. Katanya sih hutan ini dapat kutukan oleh seseorang dulunya." jawab Fino sambil terus memasang tenda.


"Kutukan? Konyol sekali, selain kekuatan Nona Chiyo aku tak percaya mitos seperti itu." timpalnya terkekeh.


"Jangan sembarangan bicara, kita sedang di wilayah orang. Dulu hutan ini amat cantik, banyak jenis tanaman tumbuh di sini. Namun beberapa tahun silam ada seseorang yang datang ke hutan ini dan merusak hutan ini hingga membunuh orang-orang yang tengah berkebun disini, serta mengutuk hutan ini menjadi angker" Fino menceritakan secara singkat.

__ADS_1


"Cihh aku merasa tak percaya kutukannya benar-benar terjadi. Mungkin saja bukan karena kutukan itu hutan ini menjadi seram begini." elak Wixi tak percaya.


Fino hanya mengangkat bahu tak peduli. Tak lama kemudian semua orang berkumpul mengelilingi api unggun. Chici berdiri dan berbicara dengan lantang agar didengar seluruh anggotanya.


"Kita akan mencoba memecahkan misteri hutan hitam ini. Tapi meskipun begitu kita sambil berlatih, melemaskan otot-otot kita dengan latih tanding.


Kalian bebas memilih teman untuk berlatih,tapi jangan menggunakan pedang gunakanlah ranting-ranting agar tidak melukai satu sama lain.Jika kalian menemukan sesuatu segera hubungi yang lainnya agar segera berkumpul ditempat kalian." ujar Chici menjelaskan.


"Siap,Bos" ucap mereka serempak.


Setelah selesai makan malam dan duduk sebentar, mereka kompak langsung memilih teman latih tanding.


Ada yang berpasangan dua orang, tiga orang, bahkan lima orang, sesuai kemampuan mereka.


Chici meminta Zhan, Wixi, dan Fino untuk menemaninya melemaskan otot. Ketiganya menelan ludah dengan susah payah. Sudah pasti akan sulit mengalahkannya,pikir mereka.


"Ck. Apa kemampuan kalian menurun? Kenapa kalah terus?" tanya Chici berdecak kesal setelah beberapa saat mereka bertarung dan Chici selalu berhasil memojokkan ketiganya.


"Hahh..Hahhh..Hahh..Bukan..Bukan kami yang melemah, tapi, tapi kemampuan Nona yang semakin bertambah. Hahh lututku lemas sekali, sebentar sebentar duduk dulu." ujar Wixi terengah-engah disambut anggukan kedua rekannya.


"Aduhh aduhh shhh duri! duri sialan! Tajam sekali! Aduhh pantatkuuu!" teriak Wixi kaget dan mengelus pantatnya yang tertusuk duri.


"Hhahaha rasakan!" ucap Fino dan Zhan bersamaan sambil tertawa lantang.


Chici menghampiri Wixi dan melihat duri apa yang ia maksud. Alangkah terkejutnya saat ia melihat jenis tanaman berduri tersebut.


"Hei. Kemari lah, lihat ini" teriak Chici pada ketiganya.


"Apa itu nona?" tanya Wixi tak henti-hentinya mengelus pantatnya.


"Ini tanaman duri langka, lihat ujung dirinya amat runcing dan berwarna hitam kemerahan. Wixi cepat pergi olesi bekas tusukan duri dengan penawar racun yang kita bawa." ucap Chici dengan cepat.


Wixi segera berlari ke tenda dan melakukan seperti yang Chici katakan dengan rasa takut akan terjadi hal buruk karena racun itu.

__ADS_1


Sedangkan Chici tak henti-hentinya menatap tanaman kecil merambat di bawahnya.


"Zhan, kau ingat aku pernah bilang kalau ada tanaman berduri yang cantik namun mematikan?" tanya Chici tak melepaskan pandangannya dari tanaman itu.


"Ya aku ingat"


"Inilah tanaman yang kumaksud. Ini adalah Duri Merah Neraka" ujar Chici tersenyum misterius.


"Apa?" celetuk Zhan dan Fino setengah berteriak.


Chici hanya mengangguk. Mereka bergegas mendekati Chici dan ikut jongkok mengamati tanaman berduri bak anak kecil yang penasaran.


Belum lama mereka berjongkok tiba-tiba ada yang berteriak dari arah selatan.


"Tolong! Tolong! Siapapun tolong aku!" teriak seorang wanita cukup jauh dari sana sehingga suaranya terdengar samar-samar tapi cukup di dengar oleh Chici dan yang lainnya.


"Nona,kau dengar sesuatu?" tanya Zhan berbisik.


"Ya. Ayo kita cari." ujarnya sambil berdiri.


"Kalian semua segera menuju arah selatan. Berhati-hatilah saat melangkah, banyak yang kita tidak tahu tentang hutan ini" ucap Chici pada yang lainnya memalui mikrophone kecil yang terhubung pada semua anggotanya.


Tak lama kemudian anggota Blood One semuanya berkumpul di tempat Chici yang tengah mengamati sekitar.


"Sini, pinjamkan aku senter atau apapun yang bisa menerangi seterang mungkin." pinta Chici.


Semua orang berkumpul didekat Chici, ada yang membawa obor, senter, maupun cahaya flash dari hp.


Berkat gabungan semua cahaya itulah semuanya nampak terang benderang disana dan hal mengejutkan mereka semua secara bersamaan.


------------------------#🕊️TBC...


Sekedar info aja, saya menulis novel baik yang ini maupun yang satu lagi hanya sekedar hobi semata. Saya menulis disini juga tanpa terikat kontrak dengan pihak MT/NT, tujuan saya cuma satu, karena saya masih pelajar SMA akhir jadi saya cuma ingin menambah pengetahuan saja.

__ADS_1


Terimakasih buat yang udah ngasih saran dan yang udah mau berbagi ilmu serta pengalamannya, baik di FB maupun WA. 🙏😇


Chapter berikutnya nyusul satu jam lagi oke..😉💕


__ADS_2