Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.24 Rahasia..


__ADS_3

Sore hari terasa begitu sejuk. Matahari yang mulai bersembunyi memberikan kehangatan terakhir di hari itu. Digantikan dengan kedinginan yang menusuk tulang.


Seorang pria yang tengah minum coklat hangat menikmati suasana saat itu. Hawa dingin yang mulai menembus jaket tebalnya tak ia hiraukan.


Fikiran yang penuh dengan semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Masalah-masalah yang membuatnya menjadi lebih dewasa. Hinaan-hinaan yang terus terlontar untuknya membuat dirinya yang sekarang, kuat dan percaya diri. Namun tidak bisa dipungkiri jika semua itu membuatnya menjadi dingin.


"Apa yang kau Fikirkan?" Tanya Chici duduk disampingnya.


"Hmm? Tidak ada. Hanya mengingat masa laluku saja." Suzu tersenyum pahit.


"Hhaha.. Masalalu?!!" Ucapnya lirih tak kalah pahitnya.


Untuk sesaat keduanya terdiam. Menyaksikan orang-orang yang mulai membubarkan diri. Kini taman itu tampak sepi.


Suhu yang sudah dingin menjadi semakin dingin dengan adanya kesunyian. Chici menunduk menyeka air matanya.


"Kenapa kamu menangis?" Suzu jadi merasa bersalah telah membuat Chici ikut larut dalam kenangan.


"Kau tahu? Aku selalu merindukan kehadiran orang tua di hidupku. Tapi.. Ada yang lebih menyakitkan dibanding itu semua..."


Suzu tak mengerti maksud perkataan Chici. Ia menengok menatap Chici meminta penjelasan.


"Kesepian.." Ucap Chici singkat dan lirih.


Kini Suzu mengerti apa yang ingin Chici ceritakan. Terlihat sangat jelas dari raut wajahnya kalau ia ingin menumpahkan rasa yang selama ini ia rasakan.


"Bukan hanya itu.. Penantian... Kadang semua orang menyepelekan dua kata itu. Mereka tidak akan pernah mengerti bagaimana sakitnya perasaan itu."


"Hidup di dunia yang penuh dengan berbagai drama dan hal-hal yang baru mencari kebahagiaan"


"Menantikan sebuah cahaya yang menerangi masa depanku"


"Namun aku tidak menemukan apapun."


"Waktu berlalu tanpa ku pedulikan"


"Menghancurkan hatiku."


"Menghancurkan duniaku."


"Hahhh..Membuatku kehilangan segalanya"

__ADS_1


"Menciptakan jurang dalam kehidupan ku"


"Rasanya lebih baik mati" "Rasanya lebih baik pergi" Ucapnya bersamaan.


Keduanya saling menatap beberapa saat.Lalu tertawa hampa mengingat apa yang baru saja mereka katakan.


Sudah malam namun tidak satupun dari mereka bangkit dari duduknya. Rasa kantuk mulai menghampiri Chici. Tanpa Chici sadari, ia tertidur di bahu Suzu.


"Hhehe dasar bodoh" gumam Suzu mengelus kepala Chici.


'Sepertinya hidupku akan berubah setelah ini. Rin'er. Semoga kehadiran kamu membantuku menjadi seperti dulu. Mengembalikan kehidupanku yang indah. Dan yang paling penting, bisa membantu ku memberikan kebahagiaan bunda yang hilang selama ini.' batin Suzu penuh harap.


***


"Hmmm?!! Sudah pagi ya?!" Chici menggeliat dari tidurnya.


"Ehh? bukankah semalam aku di taman? Kenapa bisa disini?" Celingukan mengamati seisi ruangan.


"Ooo mungkin Suzu mengantarku pulang. Yasudah" Chici mengangkat bahu tak peduli.


Ya semalam memang Suzu yang mengantarkannya pulang. Awalnya ia mau membawa Chici ke rumahnya, namun takut Farka Tidak setuju jadi di antar ke rumahnya saja.


Sangat sunyi di sana. Chici yang mulai merasa bosan bernyanyi sendiri sambil mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi.


Ting...


Sebuah pesan masuk. Tertulis nama Nugi disana.


“Sayang, maaf baru mengabari sekarang. Belakangan ini aku sibuk sekali. Oh ya aku dengar kemarin-kemarin kamu sakit ya? Maaf aku tidak menjengukmu. Kalau saja aku tidak di luar negeri pasti ke sana kok. Maaf ya.. Besok malam aku pulang kok.. Nanti aku bawain makanan kesukaan kamu sama hadiah ya. Jaga diri dong,sayang biar gak sakit lagi.oke?”


"Cihh habis enak-enakan kamu bilang sibuk? Dasar brengsek" Chici membanting ponselnya hingga retak.


Chici kembali teringat akan kejadian kemarin saat Farka menceritakan segalanya.


Flashback On


Sejak tadi pagi Farka sudah sangat gelisah. Ia tidak ingin membohongi adiknya terus-menerus. Akhirnya Farka menelpon Chici untuk pulang dengan alasan Farka kecelakaan, bermaksud agar Chici cepat datang. Dan ternyata berhasil.Tak lama kemudian Chici tiba di rumah.


Awalnya Chici sangat marah karena dibohongi, apalagi di saat dia sedang mengadakan rapat dengan salah satu anak perusahaannya.


Di tengah kebingungan menyelesaikan masalah, Farka malah memberikan kabar buruk. Dan lagi itu adalah kebohongan.

__ADS_1


"Maaf,Chi. Aku nggak tahu kamu lagi rapat. Tapi aku ga bisa lama-lama menyimpan rahasia ini dari kamu."


Chici teralihkan dengan kata rahasia. Akhirnya ia memaafkannya. Farka mulai menjelaskan hal yang selama ini dia pendam.


Farka menceritakan bahwa Nugi bukanlah pria baik-baik. Baru saja mendengar satu kalimat Chici langsung marah tak menyetujui apa yang baru saja dikatakan kakaknya.


Namun Chici berusaha menahan diri dan mendengarkan semuanya sampai selesai.


Nugi, Fazriel dan pacarnya Farka yaitu Melisa ternyata punya rencana yang saling berhubungan.


Nugi adalah adik laki-laki Melisa satu-satunya. Ia memanfaatkan Nugi untuk merampas semua harta benda yang dimiliki Chici, dengan alasan balas dendam atas kematian sang ayah.


Tentu saja Nugi akan mengikuti semua permintaan kakaknya jika itu berhubungan dengan kematian ayahnya.


Sama halnya dengan Fazriel. Fazriel sangat menyukai Melisa. Karena itulah ia memberikan syarat pada Fazriel.


Jika Fazriel berhasil membunuh Chici dan merampas semua kekayaannya, maka ia berjanji akan meninggalkan Farka.


Sejak saat itulah Fazriel bertekad akan melakukan apa pun yang diminta Melisa asal bisa menjadi kekasihnya.


Farka sudah menduga Chici tidak akan percaya begitu saja. Ia menunjukkan beberapa foto dan video kebersamaan Melisa dan Nugi maupun Melisa dan Fazriel.


Sejak saat itulah Chici menyadari motif permintaan Nugi yang selalu memohon agar Chici memberikan uang maupun barang.


Selama beberapa bulan ini Nugi bukan bekerja di luar negeri tapi sedang berlibur di kota xx yang terkenal kaya akan keindahannya. Ia juga sering bermain di bar-bar terkenal di sana dengan wanita yang berganti-ganti.


Chici amat kecewa setelah mengetahui kebenarannya. Tapi ntah kenapa ia sama sekali tak meneteskan air mata.


Farka meminta maaf karena telah merahasiakan itu semua. Ia meminta agar Chici tidak bertindak langsung. Maksudnya mereka harus menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semua rencana mereka.


"Tapi kak, kita tidak membunuh ayahnya."


"Aku tahu tapi mereka memberikan foto seseorang yang memakai pakaian sama seperti anak buahmu."


Chici mengerti. Setelah menyelesaikan percakapannya dengan Farka, ia bermaksud pergi ke taman untuk menenangkan fikirannya. Dan secara tak sengaja ia bertemu dengan Suzu.


Flashback Off


Chici berdecak kesal ia masih tak bisa menerima kenyataan itu. Dengan Emosi yang masih di puncak ia bergegas pergi ke kantor.


--------------------#🕊️TBC...

__ADS_1


__ADS_2