Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.28 Tuan-V I ( Dimulainya Pertaruangan 'Kecil' )


__ADS_3

Ditengah cerita-cerita hangat itu, Zhan mengingatkan waktu untuk bekerja. Semua orang langsung bersiap-siap dan saling menyemangati satu sama lain terutama pada Chici.


Baru saja mereka semua hendak membubarkan diri, tiba-tiba ada seorang pria paruh baya berlari tergopoh-gopoh menghampiri Chici.


"Nona..Nona..Boss..Gawat Boss.." Teriaknya dari jauh.


Ia berteriak-teriak memanggil Chici sambil berlari sekuat tenaga, bahkan sesekali ia tersandung kakinya sendiri. Meskipun lututnya terluka, ia tak menghiraukannya. Seluruh tubuhnya bergetar hebat membuat lari nya tak seimbang.


"Ada apa,Wixi?" Tanya Chici sedikit cemas.


Wixi adalah salah satu anggota Blood One yang tidak ikut party semalam. Ia ditugaskan untuk berjaga-jaga di markas. Akan tetapi ia Sekarang berlari tergopoh-gopoh dengan tubuh yang terluka.


"Ada..ada pe..penyusup..Me.mengacau di dimarkas.. Pa..pasukan kita ke.kewalahan.To.Tolong mereka,bos." Ucapnya terbata-bata dan langsung ambruk.


"Senata, cepat bawa dia ke rumah sakit. Zhan, Kak Farka dan anggota Blood One segera menuju markas. Bunda, sebaiknya bunda dan yang lainnya diam dulu di vila. Jika pulang sekarang situasinya berbahaya. Disini keamanannya sudah terjamin. Fery,Gilfa dan Toni kalian berjaga disini saja." Suzu memberi aba-aba.


"Tunggu!!.. Rin'er aku ikut denganmu" Ucap Suzu menghentikan langkah Chici.


"Tapi bunda.."


"Tidak apa-apa. Biarkan putraku membantumu." Ucap Bunda Shina dengan cepat menyela ucapan Chici.


"Baiklah.Ayo bergegas." Teriak Chici sambil berlari ke mobil.


Semua bergerak sesuai arahan Chici tadi. Tak terkecuali para karyawan dan pembantu di rumahnya.


***


Sesampainya di depan markas, mata Chici memerah, dadanya terasa amat sesak. Ia melihat seseorang yang pernah ia temui bertahun-tahun yang lalu.


Chici menarik kedua pedangnya. Ia berjalan perlahan-lahan dengan menyeret pedangnya di tanah meninggalkan bekas.

__ADS_1


"Hhahaha akhirnya aku menemukanmu,nak. Bagaimana? apa kau merindukanku?" Pria itu membalikkan tubuhnya menghadap Chici.


Chici melihat 5 pasukan yang ia tugaskan menjaga markas kini tergeletak penuh luka.


Hatinya terasa seperti tersayat sayat.


Baru saja ia mendapatkan kebahagiaan dari keluarga barunya, kini sebagian keluarga nya tergeletak tak berdaya.


"Lama tak jumpa, Tuan V.." Sapa Chici dengan suara yang berat. Air matanya mengintip di sudut matanya. Bukan air mata kesedihan tapi air mata kemarahan.


"Ooow.. Gadis lemah apakah kamu sudah siap bertemu dengan ayah dan ibumu? aku sudah sangat menantikan hari ini. Selama bertahun-tahun aku mencarimu, sekarang kau sudah di depanku" Ucapnya penuh drama.


Orang-orang di belakang Chici menarik senjatanya masing-masing bersamaan. Mereka bermaksud menyerang pria bertopeng itu.


Chici mengangkat sebelah tangannya menghentikan langkah mereka semua. Chici benar-benar faham kekuatan orang yang disebut sebagai Tuan-V itu.


Ya.. Tuan-V adalah orang yang berhasil membunuh kedua orangtuanya Chici dengan keji. Chici berlatih mati-matian untuk menjadi orang terkuat adalah untuk hari ini. Membalaskan dendam orangtuanya.


Tuan-V..Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Meskipun ada yang tahu, mereka tidak akan berani buka mulut, karena sebelum itu terjadi nyawanya akan melayang.


"Hhohoho Tidak anak muda. Lemah tetaplah lemah. Sampai kapanpun itu tidak akan berubah." Ucap Tuan-V dengan sombong.


Orang-orang menelan ludah dengan susah payah. Bagaimana orang sekuat Chici disebut lemah? pikir mereka. Diantara orang-orang yang bingung dan ketakutan, hanya ada satu orang yang tampak biasa saja,Suzu. Dia tahu betul kekuatan Chici masih kurang.


"Ohh? Benarkah? Baiklah, Tuan-V. Semoga kamu puas bermain dengan gadis lemah sepertiku." Ucap Chici sedikit mengejek.


"Jangan banyak bicara lagi anak lemah!!Terima saja ajalmu dengan tenang" Teriaknya sambil berlari mengayunkan pedang ke arah Chici.


Chici dengan gesitnya menghindari tebasan tebasan pedang yang mengarah padanya. Pada awalnya pertarungan Chici dan Tuan-V tampak seimbang. Tetapi lama-kelamaan perbedaan kekuatannya semakin terlihat.


Chici tampak semakin terdesak. Chici dipaksa untuk bertahan, karena Tuan-V tidak memberikan kesempatan bagi Chici untuk menyerang balik.

__ADS_1


Tuan-V tersenyum penuh kemenangan. Ia mengira dengan begitu Chici tidak akan mampu bertahan lagi. Bukan hanya satu atau dua goresan pedang yang berhasil mendarat di tubuh Chici.


Anggota Blood One semakin geram saat melihat darah bercucuran membasahi pakaian Chici. Mereka ingin sekali membantu Chici, meskipun ada rasa takut di hati mereka karena perbedaan kekuatan yang begitu jelas.


Rasa takut itu perlahan hilang bersamaan dengan menetesnya darah Chici sedikit demi sedikit. Suzu menghentikan langkah mereka saat hendak menyerang Tuan-V.


Suzu mengerti jika mereka maju sama. dengan memecah konsentrasi Chici dan sekaligus mengantarkan nyawa. Akhirnya mereka diam. Sesekali mereka menutup matanya saat sayatan pedang mengenai kulit Chici.


"Tuan tolong biarkan kami membantu bos." Seseorang memohon pada Suzu.


"Tidak. Ini adalah urusan mereka pribadi. Sepertinya ada dendam lama. Kit tidak boleh sembarangan ikut campur." Ucap Farka menggantikan Suzu yang masih diam seribu bahasa.


"Benar. Lagi pula Rin'er sudah bisa disebut sebagai Dewi. Reinkarnasi Jiwa dari Dewi Phoenix sudah sempurna. Darah-darah yang menetes itu bagaikan kehidupan Chici yang gelap." Suzu memberi pengertian walaupun ia sendiri merasa ada yang aneh.


Ntah kenapa Suzu juga merasakan amarah yang begitu besar di hatinya. Akan tetapi ia tak mengerti kemarahan karena hal apa.


"Hahaha. Kau lihat? sudah ku bilang, lemah tetaplah lemah." ejek Tuan-V.


Mendengar ejekan itu, Chici tersenyum lebar. Tuan-V yang melihat senyum itu menjadi sedikit waspada.


"Kenapa aku merasa aku mengenalnya ya? Kak, siapa sebenarnya dia?" Tanya Suzu tak tahan dengan perasaan yang aneh didadnya.


"Kalau tidak salah ingat, Chici pernah bilang kalau orang yang membunuh ibu dan ayahnya Chici dulu bernama Tuan-V. Orang misterius. Dan kalau tidak salah dengar tadi Chici memanggilnya Tuan-V. Itu artinya..." ucap Farka terpotong saat mendengar dengusan nafas Suzu yang sangat keras dan berat.


Farka menoleh, ia melihat mata Suzu merah berair serta nafasnya berat dan tidak teratur.


"Itu artinya dia yang membunuh ayahku" ucap Suzu penuh penekanan.


Perlahan-lahan Suzu berjalan mendekati Chici yang berdiri tegak bertumpu pada pedangnya.


"Suzu! apa yang kau lakukan? Kembali! Jangan ikut campur urusanku!" Teriak Chici penuh amarah dan kecemasan melihat Suzu berjalan menghampirinya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku diam saja melihat seorang wanita membalaskan dendam untuk orangtuanya sedangkan aku hanya diam dan menyaksikan? Aku merasa sungguh tak berguna menjadi seorang lelaki sekaligus....seorang putra" ucap Suzu dengan suara yang bergetar.


--------------------#🕊️TBC...


__ADS_2