Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.12 Harapan Farka..


__ADS_3

"Akhirnya aku melihat air matamu" Ucap Hendra tiba-tiba.


"Sejak kapan kau berdiri disini?" Tanya Farka terperanjat.


"Sejak kau hanya berdiri disini dan menguping ocehan anak itu" Ejek Hendra.


"Kau juga mendengarnya" Ucap Farka ketus.


"Ehh sepertinya aku datang di waktu yang salah?!" Kata Hendra hendak kembali.


"Pasti ada hal penting hingga kau datang sendiri ke sini" Kata Farka,duduk disamping pintu.


"Emm..Tidak. Aku hanya ingin menjenguk Chiyo.Dan.." Ucapan Hendra terpotong.


Farka heran melihat Hendra yang tampak ragu-ragu mengatakan sesuatu.


"Sepertinya aku harus memperingatkan mu,Fazriel pasti datang kemari dengan alasan menjenguk Chiyo. Kau jangan jauh-jauh darinya. Aku takut dia melakukan hal buruk padanya."


"Cihh jadi sudah berani ya? Hmm Bagus juga. Lagi pula aku sudah menyiapkan kejutan untuknya. Hhahaha"


"Terserah kau saja mau melakukan apa. Tapi...Apa aku tidak boleh masuk?"


"Baiklah kita masuk. Tapi jangan sampai mengganggu mereka Istirahat"


Farka dan Hendra masuk perlahan lahan. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat Suzu tertidur sambil memeluk tangan Chici.


Farka berjalan cepat menghampiri Suzu dan hendak membangunkan nya. Hendra cepat-cepat menghentikan langkah Farka.


"Tunggu! Jangan bangunkan dia"


"Kenapa?" tanya Farka heran.


"Siapa dia?" Hendra balik bertanya.


"Chieko Suzume." Jawab Farka lirih.


"Sssttttt! Kita duduk disana." Ajak Hendra menarik tangan Farka menuju sofa.


"Biarkan saja dia begitu. Dia terlihat menyayangi adikmu.Raut wajahnya sangat tenang,tidak menunjukkan tanda-tanda niat jahat." Kata Hendra sambil menatap Suzu yang tertidur lelap memeluk tangan Chici.


"Cihh. Sejak kapan kau jadi so bijak begini hah?" Tanya Farka ketus.


"Yeee,ini adalah pelajaran dari adikmu. Lagipula bagus kalau dia menyayangi adikmu bahkan kalau dia mencintainya justru sangat bagus. Dari pada Chiyo terus bersama dengan si brengs*k Itu, Sepertinya Chieko lebih baik."


"Kau benar, pak tua. Nugi tidak pantas berada disampingnya. Sudahlah! kau pulang saja,ini sudah larut. Biarkan mereka Istirahat,aku akan berjaga disini."

__ADS_1


"Baiklah. Semoga nona lekas sembuh. Jangan sampai ada celah buat orang jahat menghampirinya. Aku pulang dulu,Far."


"Oke" jawab Farka singkat.


Hendra berjalan keluar ruangan. Sebelum menutup pintu, Hendra menatap Chici lekat lekat. Ada rasa bangga padanya, ia tak salah memilih setia pada Chici. Justru ada penyesalan yang sangat dalam mengingat pengkhianatan yang ia lakukan beberapa waktu lalu.


Tanpa Hendra sadari, air matanya menetes mengingat semua kejadian itu.


' Maafkan aku nona. Sungguh aku sungguh sungguh menyesal telah mempunyai niat jahat padamu. Ampunilah aku. Demi bunda ku, aku berjanji akan setia disamping mu, mengabdi padamu. Nyawaku adalah milikmu. Jika nanti aku berkhianat lagi aku bersumpah aku akan mati ditangan mu tanpa penyesalan.' batin Hendra penuh haru.


Farka mengerti apa yang difikirkan Hendra. Dia duduk di sofa menatap adik dan temannya. Ada rasa bangga terhadap Suzu. Dia langsung mengerti kondisi Chici, ia memberikan perhatian dan kasih sayang secara terang-terangan, seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih.


' Tak kusangka kau lebih cepat mengerti apa yang Chici mau hanya dalam waktu sesingkat ini. Aku yang sudah bertahun-tahun hidup dengannya saja masih sulit mengerti alur kehidupannya. Apa yang dia mau, aku masih sulit mengerti. Aku tak salah menceritakan tentang hidup Chici padamu. Kau memang pantas memanggilnya Dewi mu, bahkan jika kau bilang kau adalah Dewa-Nya aku setuju. Sangat setuju. Aku yakin kau akan menjaganya dengan baik' Batinnya.


"Huhhh.. Aku tak mau kehilangan momen ini. Aku akan meminta paman dan bibi tidak kemari" gumam Farka dari kejauhan.


Farka meraih ponselnya untuk menelpon Bi Meta.


Tutt..Tutt..Tutt..


"Ehh?? Tidak diangkat?? Coba sekali lagi"


•|***→Telepon Tersambung←*|•


Farka** : “Halo?”


Farka : “ Bi, Bibi dimana sekarang? Apa sudah berangkat ke sini?”


Bi Meta :“Belum. Ini baru saja mau berangkat. Memangnya kenapa?”


Farka :“ Emm.. Begini,Bi. Sebaiknya Bibi sama paman istirahat di rumah saja. Besok pagi saja datang ke sini. Besok kupastikan akan ada kabar baik untuk kalian berdua.”


Bi Meta :“Tapi Farka,Chici...”


Farka : “Chici baik-baik saja,Bi. Bahkan lebih dari baik. Dia didampingi Dewa-Nya.”


Bi Meta : “Ma..Maksudmu?”


Farka :“ Sudahlah. Pokoknya bibi istirahat di rumah dengan tenang. Oke?”


Bi Meta : “Yasudah. Kau harus benar-benar menjaga nya dengan baik.”


Farka : “Iya,Bi. Lagian apa yang akan terjadi jika ada Dewa disisinya?!”


Bi Meta : “Ishhh.. Kau ini bicara apa? Dewa? Disisinya? Kau jadi stres setelah melihat kondisi Chici begini ya? ckk”

__ADS_1


Farka : “Hhehe.. Bibi juga jadi semakin bawel sejak Chici sakit. Ha.ha.ha.”


Bi Meta : “Ckk.. Kau ini!!!”


Farka : “Hhihi..Selamat Malam Bibi ku.”


Bi Meta : “Yasudah. Selamat malam. Jaga Dirimu.”


•|→Telepon Terputus←|•


Memang sulit bagi Farka Untuk menerima kondisi Chici sekarang. Terbaring lemas tak bertenaga. Tapi sejarang,sejak Suzu menunjukkan perhatiannya secara terang-terangan,ntah kenapa Farka merasa sedikit lebih tenang.


Tapi tak bisa dipungkiri jika masih ada rasa cemas dihatinya. Farka sedikit takut, kalau-kalau Suzu punya niat buruk pada Chici.


Namun perkataan Hendra barusan meyakinkan Farka kalau Suzu orang yang baik. Tidak ada sedikitpun kebohongan atau pun niat jahat yang terpancar dari Suzu.


Bagi Farka, Chici adalah dunianya. Chici adalah hidupnya. Dia segalanya bagi Farka. Selama ini Farka Selalu melindungi Chici dari jauh.


Farka bahkan menyiapkan geng sendiri untuk terus memantau Chici. Geng itu dibentuk untuk membantu Chici memberantas segala sesuatu yang menghalangi tujuan Chici dalam segala hal.


Betapa sakit hatinya saat tau dia kecolongan akan kondisi Chici. Farka mengutuki dirinya sendiri. Betapa bodoh dirinya mementingkan segalanya namun masih lalai dalam menjaga kesehatan Chici.


Kesehatan adalah hal paling penting dalam hidup. Bergelimang harta namun tubuh dalam kondisi yang buruk?Maka Itu semua tak ada gunanya.


***


Farka menghampiri Suzu dan menyelimutinya. Dia sungguh berharap Suzu benar-benar menyayangi Chici. Karena selama ini, baik dirinya, paman Dani maupun Bi Meta tidak berhasil membuat hidup Chici menjadi lebih berwarna,meskipun sudah hidup bersama selama bertahun-tahun.


Jangankan Farka atau yang lainnya, Chici sendiri bingung harus bagaimana agar hidupnya tak terasa hampa. Mereka hanya mengharapkan sebuah keajaiban.


Setelah melihat Suzu, timbul sebuah harapan agar hidup Chici lebih baik. Hidupnya yang putih polos dan hampa akan berubah menjadi penuh warna.


***


Pagi-pagi sekali Fazriel sudah siap berangkat ke markas Zhan. Namun, sebelum ke sana, Fazriel hendak mengunjungi Chici dulu ke rumah sakit.


Sesampainya di lobi rumah sakit,Fazriel melihat paman Dani dan Bi Meta sedang berjalan ke arahnya. Fazriel cepat-cepat berbalik badan menghindari temu pandang dengan mereka.


' Apa yang harus ku lakukan? Mereka pasti sudah tahu tentang Pengkhianatan ku...'


--------------------#🕊️TBC...


--------------------------------------


Maaf sering telat up ya,soalnya repot sama tugas sekolah juga jadi sering gak sempet buat nulis.. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya yaa semuanya..🙏😇


#🕊️***


__ADS_2