Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.29 Tuan-V II


__ADS_3

"Suzu! Kembali! Dengarkan aku! Suzu!" Chici teriak-teriak membentak Suzu yang tak mengindahkan perintahnya.


"Suzu kembali atau.."


"Atau apa? Kau mau membunuhku?" Bentak Suzu dengan keras.


Chici tersentak. Ia tak menyangka akan menjadi seperti itu.


"Kalian! Kenapa diam saja?! Seret dia kembali!" Bentak Chici pada yang lainnya.


"Diam disitu atau aku akan membunuh kalian juga" Hadang Suzu.


Semua orang sangat bimbang. Perintah mana yang harus mereka patuhi. Di satu sisi, Chici sebagai bos. Di sisi lain Suzu yang sedang di selimuti amarah dan dendam. Tentu keduanya mempunyai resiko yang sama besar.


"Chihhh.. Keras kepala sekali." Chici duduk bersila.


Chici membiarkan Suzu melakukan apapun yang ia mau. Menurutnya orang yang sedang diselimuti amarah tidak akan bisa dikontrol dengan mudah. Ia akan menyerah dengan sendirinya saat tahu posisinya. Itu juga dijadikan kesempatan bagi Chici untuk mengumpulkan tenaga.


Farka menghampiri Chici dan memberi minum. Zhan membantu menyumbat darah yang terus mengalir.


"Halo anak muda. Siapa kamu? kenapa ikut campur urusanku dengannya hemm??" Tuan-V mendekati Suzu.


"Urusanmu dengannya? Ini juga urusanku. Kau pasti ingat dengan Path Su Mieko" Ucap Suzu.


"Ah?!Hmm hhahaha ternyata kau anaknya ya? bagus sekali dua orang yang kucari ada di hadapanku sekarang. Menyenangkan sekali. Tak sia-sia aku datang kemari jauh-jauh. Hahaha"


"Hehh sekarang kau takkan bisa pergi lagi dari sini." Ejek Suzu.


Chici benar-benar kaget mengetahui bahwa Suzu adalah anak dari Tuan Path. Kini Chici mengerti akan amarh yang ditunjukkan Suzu. Akhirnya Chici memberikan kesempatan pada Suzu untuk mencicipi rasanya balas dendam.


Suzu mengambil dua buah pistol dari balik pakaiannya. Ia mengangkat tangannya sejajar dengan dada Tuan-V. Tak lama kemudian I menarik pelatuknya dan meluncurlah peluru-peluru mengincar jantung Tuan-V.


Akan tetapi Suzu salah perhitungan. Gerakannya kalah cepat dengan lompatan Tuan-V. Tuan-V berlari ke arah Suzu mengibas ngibaskan pedangnya. Suzu tak mau kalah, ia terus berusaha mengincar jantungnya namun pelurunya selalu meleset dan hanya merobek pakaian Tuan-V saja.


Tuan-V tertawa puas merasa berhasil mempermainkan Suzu. Ia berhasil mendaratkan pedangnya di tubuh Suzu. Suzu sangat kewalahan. Tentu saja. Meskipun senjata api berbahaya, kan tetapi benda itu dapat berfungsi sesuai kemampuan pemakainya. Dan sialnya lagi Suzu tidak terlalu mahir menyeimbangkan gerakan dan bidikan yang selalu berpindah-pindah,bergerak dengan cepat.

__ADS_1


Suzu mulai kehabisan tenaga. Tubuhnya mulai bergetar lemas kehabisan darah. Ia terduduk lemas. Tuan-V memanfaatkan keadaan itu. Ia melompat ke arah Suzu.


Trangg...


Pedang Tuan-V berhenti tepat di atas dada Suzu tertahan oleh pedang milik Chici. Suzu menelan ludah kasar. Jika Chici terlambat sebentar saja, nyawanya pasti sudah melayang.


"Tuan..Kamu melupakan ku." Ujar Chici mendorong pedang Tuan-V menjauh dari Suzu.


"Bod*h!! Sudah ku bilang jangan gegabah.!" Farka dan Zhan bergegas membantu Suzu.


'ternyata aku yang lemah, bukan kamu Rin'er. Betapa malunya aku sebagai laki-laki. Ayah maafkan Putramu yang tak berguna ini.' batin Suzu penuh penyesalan.


Trang trang Trang


suar pedang berbenturan terdengar sangat nyaring. Orang-orang meringis ngilu saat kedua senjata itu bergesekan.


"Nona manis. Sampai kapanpun kmu tidak akan pernah bisa mengalahkan aku. Kau terlalu lemah" Ejek Tuan-V.


Chici menggertakkan giginya. Ia sangat benci disebut lemah. Ia meningkatkan kekuatannya. Kini kekuatan fisik Chici sudah hampir mencapai batasnya.


Chici tak menghiraukan ucapan itu. Tuan-V semakin geram melihat gertakannya tak berpengaruh pada Chici.


Tuan-V tersenyum tipis. Ia mengendurkan pertahanannya, membiarkan Chici dengan mudah mendekati dirinya.


Chici tahu itu adalah jebakan. Akan tetapi ia sama sekali tak menyangka kalau Tuan-V juga punya pistol. Dan dalam sekejap peluru itu menembus dada Chici.


"Aaarghhh" Teriak Chici.


"Nona.."


"Bossss"


"Chiciiii"


"Rin'er"

__ADS_1


Teriak semua orang bersamaan, berlari menghampiri Chici.


Tuan-V berdecak kesal karena tembakannya tidak berhasil mengenai jantungnya.


Chici terduduk memegangi dadanya yang mengucurkan darah. Pandangannya mulai kabur. Air matanya menetes. Ia masih bisa melihat kecemasan dari orang-orang yang mengelilinginya.


'Tidak! Aku tidak boleh mati jika dia masih hidup. Ayah Ibu berikan aku restumu. Ya Dewi Jika benar kau ada dalam diriku maka bantulah aku' batin Chici perih sebelum akhirnya menutup mata perlahan-lahan.


"Tidakkk!! Nona bangun.. Kau tidak boleh begini..Bangunlah nona" Teriak orang-orang mengguncang-guncangkan tubuh Chici, namun tak mendapat jawaban.


"Sudahlah.. Orang mati tidak akan bangun lagi..Jangan buang-buang air mata. Hahaha" Tuan-V tertawa puas.


Farka menutup matanya rapat-rapat. Hatinya amat ngilu melihat Chici seperti itu. Kemarahan amat jelas terlihat di mata semua orang.


Farka menggendong Chici ke samping Suzu. Suzu meraihnya dan berusaha menolong Chici dengan menyumbat lubang kecil yang mengucurkan darah segar itu.


Farka dann Zhan Tak bisa menutupi amarahnya. Mereka berdiri tegap menatap semua anggota Blood One yang masih terduduk melingkar di tempat bekas Chici tergeletak tadi. Tak satupun dari mereka yang tak meneteskan air matanya.


Farka menatap anggotanya lalu mengepalkan tangannya. Salah satu dari anggota Blood One melihatnya. Ia menepuk pundak teman di sampingnya. Sedangkan yang lain menengok ke arahnya. Ia memberi kode untuk melihat Farka.


Kini semua mata tertuju pada Farka yang sedang menatap tajam pada Tuan-V. Mereka kembali melirik temannya yang memberikan kode. Orang itu mengangguk.tak lama kemudian semuanya mengangguk serempak mengangguk. Mereka semua berdiri dan berbaris rapi di samping kanan dan kiri Farka dan Zhan.


Farka menengok ke arah kirinya. Orang yang di tengok tersenyum lalu menggenggam tangan Farka, disusul yang lainnya. Hal yang sama terjadi pada Zhan, mereka saling berpegangan tangan satu sama lain.


Zhan dan Farka saling tatap. Merekapun akhirnya saling menggenggam satu sama lain, menatap tajam ke arah Tuan-V.


"Kau sudah membunuh salah satu keluarga kami, membunuh orang yang amat berjasa dalam hidup kami, orang yang amat kami sayangi, kami kasihi. Kau merenggut nyawanya di hadapan kami dengan keji dan licik." Ucap salah satu dari mereka.


"Hahaha.. Keluarga? Jangan bercanda.. Dia tidak punya siapapun di dunia ini. Bahkan ayah dan ibunya pergi meninggalkannya sendiri. Dia hanya sendiri di sini.."


"Tidak!! Kau salah. Dia punya keluarga. Keluarga yang besar melebihi seluruh anggota keluargamu." Bentak Zhan.


"Wah wah wah.. kalian ini sangat lucu. Sudahlah biarkan dia pergi dengan tenang menyusul ayah ibunya"


"Diam!! Dia tidak mati!!! Dia belum mati" Teriak Farka dengan emosi yang sudah memuncak.

__ADS_1


--------------------#🕊️*TBC...


__ADS_2