
"Nona?!" lirih semua orang melihat sosok Chihi sudah berada di sana.
"Kenapa kalian terkejut dengan kehadiran gadis yang sakit-sakitan sepertiku?"
Mereka semua sungguh tak menduga jiga bos mereka akan hadir secepat itu. Orang-orang yang sudah memberontak kini menelan ludah kasar. Tubuhnya tidak bisa berbohong kalau mereka takut pada Chici. Namun berbeda halnya dengan mereka yang sudah sangat menantikan kehadiran Chici.
"Masuk ke ruang khusus sekarang juga" kata Chici dingin.
Beni melotot pada mereka yang sudah melangkah, bermaksud untuk mempersilahkan bos Mereka terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa, kalian masuk saja duluan" ucap Chici lirih.
Beni merasa ada yang aneh dari gerak-gerik Chici. Ia menunggunya untuk masuk duluan. Namun Chici masih diam dan menutup mata rapat-rapat seolah menahan sakit.
"Nona,apa nona baik-baik saja?" Tanya Zhan keheranan dengan sikap Chici.
Merasa apa yang ia ingin tanyakan sudah disampaikan Zhan, ia menghampiri Chici.
"Aku tidak apa-apa. Ayo masuk"
Ruang rapat khusus tampak sangat mencekam. Ruangan itu memang sengaja dibuat khusus agar muat untuk menampung lebih banyak karyawan, bahkan hampir muat untuk semua karyawan yang bekerja di sana.
Chici sengaja tidak langsung bicara, ia mondar-mandir di hadapan mereka berharap merekalah yang memulai pembicaraan. Chici ingin tahu siapa yang sudah berulah. Dan rencananya berhasil. Tampak beberapa orang dari barisan karyawan itu menahan kesal.
"Maaf, Presdir apa tidak bisa mulai saja rapatnya. Kami tidak punya banyak waktu" Ucap seorang pria dengan suara yang lantang menggema di ruangan tersebut.
Chici tersenyum tipis melihat Rencana nya berhasil.
"Kau kira hanya kau yang tidak punya banyak waktu? Aku juga sibuk mengurus CRX pusat yang kalian demo tadi pagi. Aku sedikit kecewa pada penanggung jawab yang sudah ku tunjuk untuk mengurus masalah karyawan. Tapi ntah karena mereka terlalu baik hati atau mereka terlalu bodoh untuk mempertahankan tikus-tikus yang kotor. Hufff amat disayangkan."
__ADS_1
Ada lima orang penanggung jawab yang ditunjuk Chici untuk mengurus hal-hal yang bersangkutan dengan karyawan. Kelima orang itu adalah Beni, Veli,Weni, Diki dan satu lagi sahabat Chici yaitu Aisyah. Namun untuk saat ini Aisyah sedang mengurus salah satu proyek di luar negeri. Hanya kelima orang itu yang Chici percaya di perusahaan.
Ke tiga orang itu menunduk merasa bersalah. Mereka amat menyesal tidak langsung memecat karyawan yang sudah membuatnya pusing.
"Kalian bisa mengambil gaji kalian bulan ini. Tidak dikurangi kok. Pikirkan baik-baik, jika kalian ingin hidup dengan damai bekerja dengan baik. Bagi kalian yang sudah bosan bekerja di CRX Group silahkan keluar. Pintu keluar saya buka lebar-lebar tanpa syarat. Namun kalian juga sudah tahu, siapapun yang keluar dari tiga perusahaan terbesar akan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan lagi. Pertimbangkan baik-baik."
Hening.Semua orang tampak menimbang keputusan. Mereka tahu resiko apa yang akan terjadi dalam hidupnya jika keluar dari CRX Group. Meskipun mereka yang memutuskan untuk keluar, masyarakat, pebisnis lain, bahkan pemerintah tidak akan ada yang percaya kalau mereka keluar sendiri. Mereka hanya akan berfikir Orang bodoh mana yang akan keluar dari perusahaan terbesar seperti itu?.
Chici membuka samurai dari punggungnya. Akan tetapi seluruh karyawan salah menafsirkan tindakan Chici.
"Baik, Presdir , baiklah kami akan tetap bekerja disini. Maafkan atas kelancangan kami" Ucap mereka tergesa-gesa.
Siapa yang tidak tahu akan kemampuan Chici? Apalagi mereka karyawan nya sendiri. Zhan,Beni, Weni, dan Diki tersenyum-senyum menahan tawa. Tentu saja mereka tahu kalau Chici tidak akan sembarangan menggunakan samurainya meskipun selalu dibawa kemana-mana.
"Bagus. Dan kau, siapa yang menyuruhmu?"Tanya Chici pada pria yang tadi protes.
"A.Apa maksdumu? Aku..Aku tidak tahu apa-apa, Presdir." Pria itu gelagapan dengan tubuh yang berkeringat dingin.
"Fa.. Fazriel yang menyuruhku,Nona."
"Jangan kira aku bodoh. Kau kira aku tidak tahu kalau Fazriel tidak akan bisa ditemui siapapun selama dalam hukuman. Katakan atau kau akan kehilangan keluargamu"
"Jangan! jangan sakiti keluargaku. Aku mohon. Baiklah akan ku katakan. Ada seorang wanita yang menyuruhku menghancurkan reputasi perusahaan ini atas nama Pak Fazriel. Tapi aku tidak tahu apa tujuannya. Bahkan namanya saja aku tak tahu. Aku setuju karena istriku sedang sakit dan dia berjanji akan mengurus semua administrasi selama istriku di rumah sakit." Pria itu menjelaskannya dengan detail.
Lebih baik aku mati daripada harus melihat keluargaku tersiksa,fikir pria tersebut.
"Wanita?" tanya Chici heran.
"Iya benar,nona. dia seorang wanita kira-kira usianya 20 tahun. Sedikit lebih tinggi dari nona namun rambutnya hanya sebahu." katanya memberikan ciri-ciri orang yang menyuruhnya.
__ADS_1
'Sedikit lebih tinggi dariku? 20 tahun? rambut sebahu? kenapa terasa mirip dengan pacar kak Farka?' Batin Chici.
"Baiklah. Hubungi aku jika ada apa-apa dengan keluargamu. bukannya mencari masalah denganku. kamu pikir dia akan benar-benar membantumu setelah dia mendapatkan apa yang dia mau? pikirkan baik-baik. Ini bukan hanya untukmu, ini berlaku untuk semuanya. Jangan sungkan meminta bantuan ku. Aku akan membantu jika memang pantas untuk di bantu. Jangan membuat masalah yang hasilnya belum tentu mengguntungkan dirimu dan keluargamu. Kebaikanmu hanya akan dimanfaatkan orang-orang licik." Chici memberi arahan. Ia jelas-jelas tak ingin ada karyawan melakukan hal memalukan seperti yang dilakukan pria itu.
"Tapi, dia sudah berjanji padaku. Kalau tidak, istriku..dia.."
"Ini adalah dunia yang tidak selembut kalian lihat. Tipu muslihat bukan hal aneh lagi saat ini. Saat kita melakukan apa yang diminta seseorang,belum tentu ia akan menepati janjinya. Terkadang mereka hanya menjadikanmu sebagai jembatan untuk memperoleh keuntungan. Kalian mengerti?"
"Mengerti" Jawab seluruh karyawan serempak.
"Dan untuk biaya istrimu. Kau bisa meminjam uang padaku, kembalikan saat kau sudah punya.Zhan akan mengurusnya."
"Baiklah, terimakasih dan maaf untuk segalanya Presdir"
"Tidak apa-apa. Kalian harus bekerjasama untuk menyelesaikan masalah ini. Katakan masalahnya satu persatu. Aku akan memberikan sedikit solusi."
Mereka pun bergantian menjelaskan masalah di perusahaan. Dan dengan lihainya Chici mampu memberikan solusi atas masalah-masalah tersebut, membuat mereka semakin mengagumi bosnya itu.
'Jika saja aku bisa memilikimu,Chici. Aku akan menjadi pria yang paling beruntung di dunia.' batin Beni tanpa sadar.
Ruang rapat itu kini tampak sudah lebih baik. Suasananya tidak mencekam seperti tadi.
Kring..Kring..Kring
"Ya,Ada apa Suzu?"
"....."
"Apa? Baiklah aku segera kesana tunggu sebentar" Teriak Chici tergesa-gesa.
__ADS_1
"Rapat kali ini sudah dulu. Ada hal yang harus kuurus. Sisanya terserah kalian bertiga saja." Ucap Chici lalu bergegas pergi.
-----------------------#🕊️TBC...