
"I..Ini?! Bagaimana.. Bagaimana bisa begini?? bukankah.."
"Apa sebenarnya yang ada di kepalamu Fazriel? Kenapa kau menuduhku yang baru saja bergabung di perusahaan ini? Apa kau merasa punya dosa hingga kau mengira aku akan balas dendam padamu?" Tanya Hendra berpura-pura tak percaya dan teraniaya.
"Bu..Bukan begitu.Bukankah.K.Kauu.. Aishhh bagaimana bisa begini?"
Semua karyawan yanfb di bawa Fazriel saling berbisik. Hendra tersenyum mengejek.
Fazriel memang menemukan bahwa semua data keuangan asli masih lengkap tak ada satu pun yang hilang. Semuanya bisa menjadi saksi karena mereka juga ikut mengecek kelengkapan data-data tersebut.
"Bos,kenapa kau berbohong pada kami? Bukankah Anda bilang bahwa tuan Hendra kemari untuk mencuri data perusahaan kita?" Tanya salah seorang karyawan.
"Iya. Aku yakin sekali dia mencuri datanya. Kalian jangan tertipu dengan sikap ramahnya" Bentak Fazriel.
Ia sangat kesal karena merasa telah dipermainkan. Fazriel berniat kembali ke ruangannya.Tapi tidak mungkin di saat seperti itu. Jika dia benar-benar pergi dari sana maka orang-orang akan semakin yakin kalau Fazriel hanya memfitnah Hendra saja.
"Tapi,bos, di sini tidak ada satupun data yang hilang. Semuanya lengkap." Timpal karyawan yang lainnya.
"Fazriel..Ohh sorry.Bos Fazriel, bukankah Nona Presdir menaruh CCTV di setiap sudut perusahaan ini? Kau bisa mengeceknya lewat CCTV Itu. Jika aku terbukti mencuri maka aku siap untuk di penjara." Hendra mencoba meyakinkan karyawan yang lainnya.
"Baiklah ayo kita lihat. Aku pegang kata-kata yang kau ucapkan tadi. Jangan coba-coba mempermainkan aku."
Dengan kesalnya ia menuju ruang pengawas. Ia meminta karyawan disana untuk memutar ulang kejadian di ruang rahasia itu.
Semua orang disana memperhatikan dengan seksama. Mereka seolah tak ingin ketinggalan barang satu detik pun. Setelah tayangannya selesai mereka sangat terkejut. Ternyata tayangan itu bukan dari cctv yang di pasang Chici, melainkan kamera tersembunyi.
Fazriel semakin geram melihat rekaman itu tak bisa membuktikan bahwa Hendra sudah mencuri.
"Sudah ku bilang aku tidak mencuri. Kau keras kepala sekali. Apa begini caramu menyambut karywan baru heh?"
"Lalu apa itu? lihat kau membelakangi kameranya. Jongkok di depan berkas-berkas itu. Sedang apa kalau bukan mencuri?" Teriak Fazriel sangat kesal.
__ADS_1
"Maafkan saya bos. Tapi itu tidak bisa dibilang kalau dia mencuri. Anda juga sudah mengecek kelengkapan data-data perusahaannya sendiri"
Veli semakin muak dengan tingkah
Fazriel yang selalu menggunakan cara licik untuk menjatuhkan orang yang tidak di sukai.
"Nona Veli benar. Lagi pula aku mana tau kamera pengintainya berada. Kalau aku tahu, aku bukan mau mencuri data-data itu tapi aku akan mencuri perhatian di depannya." Ujar Hendra sedikit genit mengedipkan sebelah matanya ke arah gadis yang memntau semua pergerakan karyawan disana.
"Kau jangan bercanda!" Teriak Fazriel kehabisan kata-kata.
"Tuan Hendra benar bos. Kita semua juga tidak ada yang tahu ada kamera pengintai selain CCTV yang dipasang Nona Presdir." Ucap yang lain.
"Sejak kapan bos memasang kamera tersembunyi?"
"Apa bos tidak keterlaluan ya?"
"Ya. Menurutku ini terlalu berlebihan."
"Benar. Lagipula Tuan Hendra adalah karyawan baru disini mana dia tahu urusan rahasia di ruangan khusus itu"
"DIAM!! Sedang apa kalian di sini? Bubar! Bekerja yang benar!" Bentak Fazriel pada karyawan yang tadi ia bawa.
"Cihh Bos memang selalu begini pada siapapun. Bukankah dia sendiri yang mengajak kita? Sekarang dia membentak kita setelah ketahuan di memfitnah orang. Menjijikkan sekali." Celetuk salah satu karyawan yang memang tidak suka pada sikap Fazriel yang semena-mena.
Akhirnya semua karyawan yang di ajak Fazriel tadi segera bubar. Hendra dan Veli tersenyum penuh kemenangan.
"Sudahlah Fazriel tidak akan ada gunanya kau mempersulit aku. Sudah ku bilang,aku bekerja untuk uang."
"Hmphh.. Jangan kira aku bodoh,pak tua. Kali ini kau lolos,tapi nanti jangan harap kau bisa lepas dariku." Ucap Fazriel dengan penuh penekanan.
Fazriel berlalu dari ruangan itu dengan rasa kesal dan amarah yang besar. Ia sama sekali tak menduga kalau membodohi Hendra tak semudah yang ia bayangkan.
__ADS_1
Sedangkan Veli dan Hendra diam mematung dan saling menatap. Tak lama kemudian keduanya tersenyum penuh kemenangan. Keduanya berjingkrak jingkrak bak anak kecil yang dapat hadiah.
"Yeayyy yeahhh kita berhasil" Teriak Veli kecil lalu tos dengan Hendra.
"Hhaha..Yaa kita berhasil,Veli. Ini semua berkat bantuan darimu.Kau pintar." Puji Hendra.
"Tidak aku hanya membantu sedikit. Kaulah yang sudah bekerja keras. Ehh tapi ngomong-ngomong kamu kok ngga ngambil berkas-berkas itu? katanya itu untuk bukti lalu.. "
"Ssstttt...Hhehe saat itu aku sempat mau mengambilnya tapi ntah kenapa aku merasa kalau Fazriel akan kembali kesana. Jadi aku tidak mengambilnya tapi aku sudah memotretnya untuk bukti itu."
"Whoaa Kau licik juga ternyata hhaha.. Tapi itu bagus kita akan bisa membuktikan kesalahan Fazriel pada Nona Presdir.Hhehe"
Keduanya terus saling berbisik dengan rencana-rencana jahatnya. Mereka berlagak seperti orang jahat yang sedang merencanakan pembunuhan.
Sedangkan di ruangan lain tampak seseorang sedang marah besar. Ya. Itu Fazriel. Ia mendorong semua barang-barang yang ada di meja kerjanya.
Ia marah bukan main. Rencananya kali ini gagal untuk membuat Hendra takluk padanya. Jika saja Hendra sudah punya semua bukti itu, maka sekeras apapun dia menjatuhkan Hendra, Ia sendiri akan ikut terseret di dalamnya. Apalagi berhadapan dengan kuasa Chici, bukan hanya polisi mungkin saja presiden pun akan menghormati dia.
"Sial sial sial.. Kenapa bisa begini. Aku sangat yakin dia sudah mengambil bukti-bukti itu. Tapi kenapa semua berkas di antara masih lengkap? Aakhhhh jika saja bukti itu sampai ke tangan Chici maka aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi."
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Fazriel. Ia adalah orang yang Fazriel suruh untuk mengawasi Hendra.
Ia sudah melaporkan kalau Hendra sudah berencana mencuri data-data itu tapi ternyata itu tidak terbukti.
"Apa yang kau lakukan sebenarnya hah? Apa yang kau lihat sebenarnya? kenapa kau memberiku informasi yang salah?" Teriak Fazriel sambil menendang lutut pria yang sedang bersimpuh di hadapannya.
"A..Ampun bos. S..saya benar-benar melihat dan me..mendengar semuanya." Kata pria itu memohon.
"Lalu kenapa itu tidak terbukti? Aku sudah memasang kamera tersembunyi hanya untuk menjebaknya! Tapi apa? apa? dia tidak terbukti mencuri."
"Sa..Saya yakin bos. Kalau dia sendiri dia tidak akan menyadari kamera itu. pasti ada seseorang yang sudah membantunya."
__ADS_1
"Kau benar. Tapi siapa yang berani berontak sejauh ini? Emm..Ahh mungkinkah....Veli????"
----------------------#🕊️TBC...