
Daun-daun berjatuhan diterpa kencangnya angin berhembus. Kesibukan di pagi hari nampak begitu jelas di rumah Chici. Paman Dani dan Bi Meta tengah duduk di ruang keluarga, menanti Chici untuk segera turun.
"Paman, Bibi. Ada apa kalian memanggilku pagi buta begini? Hoaaamm.. Aku masih ngantuk" Chici berjalan lesu sambil sesekali menguap dan mengucek matanya.
"Apa? Ngantuk? Ck biasanya juga kau bangun dini hari, sekarang sudah pukul delapan kau bilang ngantuk?"
"Hmm yasudah bilang saja ada apa memanggil aku ?"
"Cihh jadi kau tidak merindukan bibi dan pamanmu? Semenjak kau keluar dari rumah sakit kau tidak punya waktu mengobrol dengan kami." Ujar Bi Meta dengan kesal.
"Hmm? Oohhh Jadi Bibi merindukanku?Hhahaha baiklah ayo akan ku peluk untuk menghilangkan rindu itu" Kata Chici lalu memeluk erat bibinya.
"Kenapa belakangan ini kamu sibuk sekali,Chi? Pergi pagi pulang dini hari. Apa ada masalah?"
Paman Dani dan Bi Meta sangat khawatir. Mereka selalu melihat raut wajah Chici yang tampak murung.
"HM? baiklah, akan ku ceritakan" ujar Chici dengan malas.
"Begini paman, bibi. Aku mau pergi ke suatu pulau Minggu depan. Jadi aku harus mempersiapkan segalanya dari awal. Kita harus benar-benar siap jadi kita tidak punya banyak waktu untuk bersantai. Nanti setelah sarapan bersama, aku harus kembali ke markas." Chici memberikan penjelasan dengan malas, bahkan sesekali tampak menguap.
"Pulau mana Chi? Jangan sembarang pergi!" Bentak Paman Dani tak setuju, Bi Meta pun mengangguk membenarkan apa yang dikatakan suaminya.
"Aku harus pergi,paman. Kalau tidak, aku akan mati nanti" jawabnya mendramatisir.
Mereka ingin sekali mencegah Chici agar tidak pergi jauh-jauh. Akan tetapi mereka tahu sifat Chici seperti apa. Jika Chici sudah bilang tidak maka tidak, iya maka harus iya. Keputusan Chici mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
***
Tang.Tang.Tang.
Suara dua besi berbenturan memekakkan telinga. Lima pasukan dibawah pimpinan Wixi tengah membuah senjata senjata. Tidak hanya pedang yang mereka buat. Pedang hanyalah senjata pendukung. Bagi anggota Blood One, senjata rahasia yang lebih penting.
__ADS_1
Wixi juga tengah menempa, membuat sebuah senjata yang berbeda dari yang lainnya. Ia tampak begitu semangat. Tak lama kemudian senjata yang ia buat selesai. Bentuknya sangat menawan. Ia segera memasangkan pegangan dengan berbentuk sayap mengelilingi pegangannya. Warna emas kemerahan sangat mencolok, ditambah lagi dengan bentuk mata pedangnya yang ramping.
Meskipun terlihat ramping, Wixi yakin pedang tersebut yang paling tajam diantara pedang yang lainnya. Wixi memilih bahan yang berkualitas nomor satu, ia sudah sangat percaya diri kalau pedang tersebut akan tahan lama meskipun di pakai dalam perang besar besaran.
Wixi berencana akan memberikan pedang itu pada Chici, sebagai semangat awal sebelum menjalankan Petualangan.
"Hei-! Bawakan aku tiga buah bambu." Teriak Wixi tanpa berpaling dari pedang ditangannya.
Enam orang berjalan tergesa-gesa menghampiri Wixi masing-masing memegang sebuah bambu dibantu temannya.
Wixi menghampiri ketiga bambu yang bertumpuk di depannya dan..
Slasshhhh...
Dalam satu tebasan tiga bambu terpotong bersamaan. Anak buah Wixi menahan nafas bersamaan dengan terbelahnya tiga bambu yang dipegang temannya. Mereka bahkan lupa untuk berkedip beberapa saat sebelum tawa Wixi menyadarkan mereka.
"Bos, pedangnya bagus sekali"
"Bos ajari aku membuatnya"
"Bos, bolehkah aku mendapatkan satu?"
Mereka berlari mengerumuni Wixi yang tengah mengelus permukaan atas pedangnya menghilangkan debu-debu.
"Pedang ini aku buat secara khusus untuk bos besar kalian. Dengan susah payah aku membuatnya, akhirnya aku berhasil membuatnya dengan sempurna." Ujar Wixi dengan bangga.
Mereka bersorak Sorai dan bertepuk tangan melihat keberhasilan Wixi. Selain tampak mewah, ternyata juga amat tajam.
Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka sesuai arahan Wixi. Selain pedang, mereka juga membuat ribuan anak panah tak lupa dengan busurnya, belati kecil,dan tentunya senjata rahasia andalan mereka.
Bukan puluhan atau ratusan yang mereka buat, tapi ribuan. Mereka benar-benar mempersiapkan nya dengan sempurna.
__ADS_1
Ditengah kegembiraan Wixi, ia meminta bantuan beberapa anggotanya untuk membawa bahan bahan yang akan ia buat untuk senjata berikutnya. Tentu saja khusus untuk Chici.
Ia berencana akan membuat panah dan senjata rahasia juga untuk Chici. Meski kualitasnya tidak sama, tapi mereka yakin senjata apapun yang mereka buat selama beberapa hari itu bukan tandingan senjata manapun.
Selain karena teknik yang khusus diajarkan Chici, kualitas bahan yang digunakan juga amat langka dan berharga,juga sangatlah berkualitas.
"Halo,Bos besar" Sapa salah seorang di luar
Mendengar Chici tiba di sana, Wixi buru-buru menutupi semua senjata khusus untuk Chici yang sudah jadi. Dia berpura-pura tidak tahu kalau Chici datang ke sana.
Wixi menempelkan telunjuk pada bibirnya mengisyaratkan agar mereka semua tidak memberitahu rencananya untuk Chici. Mereka semua mengangguk dan tersenyum. Mereka tahu kalau wixi punya perasaan pada bos besar mereka yaitu Chici.
Tak lama setelah Wixi memberi isyarat, Chici masuk seraya memperhatikan situasi di sana. Semua orang berhenti bekerja dan membungkuk hormat, tak terkecuali dengan Wixi dan ketua lainnya yang ada disana.
"Bagaimana? Apa saja yang sudah kalian buat?" Tanya Chici memeriksa satu persatu peralatan yang sudah selesai di buat.
"Kita membuat pedang, belati, dan senjata rahasia andalan kita saja,nona. Aku pikir itu akan cukup. Setiap orang akan memegang dua pedang dan yang lainnya bisa kita bagi rata saja. Untuk jumlahnya, selama tiga hari ini kami berhasil membuat seribu senjata rahasia. Kami memutuskan untuk tidak membawa terlalu banyak senjata yang besar, karena senjata rahasia sangat kecil maka kami memilih untuk memperbanyak jumlah senjata rahasia saja. Sedangkan pedang dan belati kita membawanya hanya sebagai senjata pendukung saja. Kemampuan kita dalam bertarung jarak dekat masih kurang, itu juga yang menjadi alasan keputusan kami tadi" Wixi menjelaskan detail rencananya sambil menunjukkan tumpukan senjata rahasia yang jumlahnya kurang lebih ada seribu buah.
"Hmm.Bagus. Masuk akal juga. Kualitas pedang yang kalian buat cukup bagus dalam tahap menengah. Ketajamannya yang seperti ini bisa membantu dalam situasi yang mendadak. Ohh?! Senjata rahasia yang kalian buat semakin baik kualitasnya. Pertahankan ini, jangan sampai menjadi menurun lagi suatu hari nanti." Puji Chici sambil memeriksa satu persatu sampel dari setiap jenis senjata.
"Terimakasih,bos. Kami senang kau menyukainya. Akan kami usahakan agar kualitasnya tidak menurun nanti." ucap salah seorang membungkuk.
"Ya. Bagus. Wixi aku tidak bisa lama lama di sini. Aku harus pergi memeriksa pasukan dua yang sedang menyiapkan racun dan penawar racunnya." Pamit Chici
"Oh,ya Wixi. Jangan lupa membuatkan ku senjata yang bagus. Ingatlah. Kualitas nya harus sempurna.Kalau tidak, biarkan aku memotong tanganmu" Ujar Chici sebelum menutup pintu mobilnya.
Wixi hanya mengangguk dengan nafas tertahan.
-------------------------#🕊️TBC...
Ini Bonus Malam Minggu..😄♥️
__ADS_1