
".....Oh ya Bunda, aku permisi dulu ya. Badanku lengket sekali rasanya. Aku mau mandi dulu." Kata Suzu gelagapan.
Pipi Suzu jadi merah karena malu. Suzu segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Bunda Shina hanya terkekeh geli melihat putranya yang salah tingkah.
"Aduuhhh.. Kenapa bisa keceplosan sih! Bod*h bod*h bod*h!!! Bagaimana aku menjelaskan nya pada Bunda kalau sudah begini. Kenapa tiba-tiba gugup juga?!! Aishhh Ciekoo kau ini payah sekali."
Suzu terus mondar mandir dan memaki kecerobohannyaa. Ia juga jadi bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Dia ragu sekaligus malu jika ia harus mengatakan bahwa wanita idaman yang selama ini ia cari sudah di depan mata.
Setelah cukup lama memikirkannya namun tak menemukan satupun jalan untuk menyampaikannya pada sang bunda, Suzu memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Di sisi lain, Bunda Shina sedang menyiapkan makan malam seperti biasanya, spesial untuk Suzu.
Suzu sangat menyukai rendang buatan sang bunda. Ia tidak akan mau makan kalau tidak ada rendang buatannya. Meskipun ada tapi bukan buatan sang bunda, ia akan mogok makan sebelum sang bunda memasak rendang untuknya.
"Sayang.. Cepat turun, kita makan malam dulu." Teriak bunda Shina memanggil Suzu untuk segera turun dan makan.
Tak lama kemudian Suzu turun dengan setengah berlari. Tentu saja bunda Shina heran melihatnya. Turun dengan terburu-buru dan penampilan nya yang tidak seperti biasanya saat malam. Suzu memang memakai pakaian non formal tapi tampak sangat rapi seperti hendak pergi.
"I'm sorry,mommy. I can't dinner with you tonight. I have to come back to the hospital,soon. I was late, mommy!!!" Kata Suzu buru-buru menghampiri bunda Shina.
"What?? Now? What's wrong,dear?" Tanya bunda Shina sedikit membentak karena terkejut.
"It is nothing,mommy. Aku harus menemani Rin'er lagi malam ini sama kak Farka. Boleh ya?! boleh ya?!" rengek Suzu bak anak kecil.
"Haishhhh.!!! Baiklah. But you have to go home at 6:00, it can't be too late!!!" Kata Bunda Shina tegas.
"Okay,mommy! I'm promise. Thank you,mommy."
Suzu segera membungkus makanan nya tentu saja dengan rendang buatan sang bunda tercinta.
__ADS_1
"Aku pergi dulu, mommy. Good Night. Bye-bye."
Ia segera berangkat karena sudah malam. dia pasti sudah terlambat, kak Farka Pasti sudah menunggunya.
Suzu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ia takut Farka akan marah-marah karena dia terlambat.
Sesampainya disana, Suzu segera berlari menuju ke kamar dimana Chici di rawat.
"Hahh. Hahhh.. Maaf..M.Maaf aku terlambat kak.. Ehhh????"
Suzu yang terengah-engah sangat terkejut melihat wajah dan tubuh Chici yang agak memerah. Ditambah lagi seluruh tubuhnya bergetar hebat dan berkeringat banyak.
Farka Dan Dokter Ilham yang sangat cemas dengan keadaan Chici tak menyadari kehadiran Suzu. Farka tampak sedang mengompres kening Chici dengan handuk kecil. Sedangkan dokter Ilham sedang mengipasi Chici, padahal suhu disana sudah sangat dingin bagi Suzu dari AC.
Untungnya paman Dani dan Bi Meta sudah pulang sejak tadi. Kalau tidak,mereka pasti akan kembali menangis dan susah untuk dihentikan.
Suzu segera berlari menghampiri farka dan dokter Ilham. Ia terpikirkan sesuatu yang sedikit buruk resikonya. Jika hal itu terjadi akan sangat bagus bagi Chici namun resikonya pada saat proses nya terjadi.
Sudah jelas sekali kalau suhu panas pada tubuh Chici tidak wajar. Panasnya melebihi suhu panas manusia pada umumnya.
Dokter Ilham menjelaskan bahwa dari kondisi Chici secara medis tidak ada yang salah. Bahkan setelah diperiksa berulang-ulang tidak ada hal yang memicu meningkatnya suhu tubuh Chici.
"...ini sangat aneh.Sepanjang aku mendalami dan menjalani hidup di dunia kedokteran,tidak pernah menemukan hal seperti ini. Dalam dunia medis,segala sesuatu yang bersangkutan dengan penyakit pasti ada penyebabnya. ini kali pertama aku menemukan kejanggalan."
"Kak Farka! Katakan padaku apa Chici sudah pernah mengalami hal seperti ini?" tanya Suzu sedikit was-was.
"Tunggu biar ku ingat-ingat dulu.. emm. Ahh ya!!! Dia pernah ini pernah terjadi tahun lalu. Kau ingat dokter Ilham? saat itu tengah malam Chici tiba-tiba menggigil tapi suhu tubuhnya sangat panas. seperti sekarang."
Ucap farka setelah mengingat kejadian yang sama di tahun lalu.
"Apa saat itu malam bulan purnama?"
"Benar!" jawab Farka Cepat.
__ADS_1
"Lihat! Sekarang juga bulan purnama. Mungkinkah Rin'er gagal waktu itu? ini mustahil. kalau seseorang gagal melewatinya sudah dipastikan ia akan mati saat itu juga. Tapi Rin'er?! dia sangat istimewa..." Ucap Suzu hampir terjatuh menyadari hal itu.
"Apa yang kau bicarakan?" Bentak Farka yang tak mengerti maksud dari perkataan Suzu.
Suzu tak menggubris pertanyaan Farka. ia justru menyingkirkan Farka dari samping Chici. Farka ingin sekali memukul Suzu atas sikapnya barusan,namun dokter Ilham mencegah nya.
Dokter Ilham memberikan isyarat agar farka diam dan lihat saja apa yang akan dilakukan Suzu.
Akhirnya farka menahan emosinya. Rasa takut, khawatir, dan kesal bercampur jadi satu di dadanya.
Suzu mengambil handuk kecil yang digunakan Farka Untuk mengompres Chici tadi. Tapi bukannya menempelkan handuk itu ke kening Chici, ia malah mengelap sudut mata Chici sampai terlihat memerah.
Farka yang melihat ada bercak merah semakin geram pada Chici.
" Apa yang kau lakukan pada adik ku hah? kau Mau me..."
"SHUT UP PLEASE!!!! Akan Ku jelaskan nanti soal kondisinya. Lihatlah baik-baik! jangan sembarang bicara padaku!" Teriak Suzu yang kesal karena merasa terganggu saat berusaha menolong Chici.
Farka yang masih begitu kesal mendekati Chici. Ia mengusap perlahan-lahan bercak merah itu. Alangkah terkejutnya dia saat tau itu bukanlah darah.
"Tanda? Sayap? Apa ini?" Tanya Farka heran melihat sebuah tanda yang aneh di sana.
"Jangan banyak bertanya dulu. Cepat bantu dia duduk. Dokter Ilham tolong segera matikan AC nya. Kak Farka Tolong kau lepaskan pakaian atasnya"
"Bajing*n! Mau apa kau hah? Jangan coba-coba untuk me..."
"DIAM!!! Kau tidak tahu apapun tentang adikmu! Apa saja yang kau lakukan selama ini hah? Cepat lakukan atau adikmu tidak akan bertahan lebih lama lagi!"
Suzu berkata sambil teriak karena sudah sangat geram terhadap Farka yang sama sekali tidak mengerti pada diri Chici.
Ia menyadari apa yang dimaksud Suzu. Ia tampak berfikir keras. Sudah pasti ada rasa khawatir jika Suzu punya niat buruk terhadap adiknya..
----------------------#🕊️TBC...
__ADS_1