Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.9 Kesalahan Farka..


__ADS_3

"Cukup! Ini adalah rumah Chici,bukan rumahku." kata Farka memotong deretan pertanyaan Suzu.


Suzu tersedak ludahnya sendiri mendengar pernyataan Farka.


"Kau jangan bercanda! Bagaimana anak sekecil Chici bisa membangun rumah sebesar ini?" tanya Suzu sedikit membentak tak percaya.


"Hahhh.. Baiklah akan aku ceritakan, dengarkan ceritaku baik-baik. Nama aslinya adalah Chiyo Rin Xia. Tujuh tahun yang lalu saat Chici berusia 10 tahun,dia mengalami peristiwa yang sama denganmu. Orangtuanya dibunuh orang. Kejadiannya begitu cepat dan diluar dugaan mereka. Setelah orangtuanya meninggal,Chici memutuskan untuk pergi dari negerinya. Tapi sayangnya Chici terpisah dari keluarganya saat di bandara. Setelah itu aku tidak tahu dia hidup dimana. Tapi katanya dua minggu setelah terpisah dari keluarganya, Chici bertemu denganku. Saat itu aku sedang dihajar habis-habisan oleh preman karena tidak memberikan uang. Chici yang kebetulan lewat membantuku menghajar mereka habis-habisan. Ditengah pertarungan itu aku tak sadarkan diri. Saat aku bangun, aku sudah ada di tengah kebun tebu. Aku melihat Chici tergeletak disampingku penuh luka dan memar. Aku mengobati lukanya dengan tanaman herbal yang ada disana.


Sejak saat itu kami hidup bersama sebagai kakak beradik. Tempat yang sekarang menjadi markas Chici adalah tempat kejadian saat itu. Kami hidup di ruang bawah tanah. Ntah siapa yg membuatnya tapi itu cukup luas dan nyaman.


Tanpa aku tahu, Chici ternyata diam-diam bergabung dengan geng mafia. Saat aku mengetahuinya, Chici sudah menjadi ketuanya. Yang ku tahu, Chici menjadi ketuanya karena bakat dan kemampuannya yang melebihi semua anggotanya di usia sebelia itu. Lalu seluruh anggotanya sepakat mengangkat Chici sebagai ketua, lagipula ketua saat itu sudah tua. Dan yang membuatku sempat tak percaya adalah ketuanya sendiri yang mengusulkan hal itu. Setelah itu, kehidupan kami perlahan mulai menjadi lebih baik.


Satu tahun kemudian, kami bertemu Bu Meta dan Pak Dani di jalan. Mereka di usir dari rumah dengan tuduhan mencelakai anak kakaknya. Mereka di usir tanpa membawa apapun oleh kakak iparnya.


Hati Chici sangat mulia,mereka dibawa pulang oleh Chici. Chici mulai menabung dan membangun rumah ini. Lalu satu tahun kemudian rumah ini selesai dibangun sesuai keinginan Chici.Kami tinggal bersama sampai saat ini. Kami memang bukan keluarga sedarah Chici, tapi kami sangat menyayanginya. Kalau bukan karena dia, mungkin kami jadi gelandangan sekarang."


Farka tak henti-hentinya meneteskan air mata mengingat kehidupan mereka selama ini. Suzu dibuat haru dan terkagum-kagum karena cerita Farka.


"Lalu kondisinya kenapa?" tanya Suzu penasaran.


"Ini salahku. Aku tak memperhatikan kesehatannya. Satu bulan yang lalu dia memintaku memantau pembangunan salah satu anak perusahaan CRX Group di Jepang. Aku kira dia benar-benar memintaku melakukannya hanya karena bisnis. Tapi ternyata dia menutupi deritanya dariku. Lalu tiga hari yang lalu markasnya mendapat serangan dan itu dilakukan sahabatnya sendiri. Aku yakin hal itu yang membuat fikirannya kacau. Esoknya aku berlatih fisik dengannya mengelilingi rumah 8 putaran. Aku kira Chici pura-pura lemah dan parahnya lagi kemarin malam dia pulang larut malam dengan penampilannya yang kusut"


"Astaga! Kau bilang kemarin malam?" tanya Suzu terkejut.


"Ya.kenapa?" tanya Farka heran.

__ADS_1


"Apa adikmu bercerita tentang mobil yang mogok malam kemarin?" tanya Suzu lagi sedikit cemas.


"Ya. Jangan-jangan kau.."


"Benar. Kemarin aku bertemu dengannya di mall, aku kira dia bukan adikmu. Lalu aku melihat dia bertemu seseorang di cafe. Saat keluar ekspresinya buruk sekali. Sepertinya barusan sudah membahas sebuah masalah. Saat aku pulang, mobilku mogok, adikmu kebetulan lewat lalu membantuku. Aku memang tak tahu urusan otomotif karena dari kecil aku hanya bergelut dengan berkas-berkas." kata Suzu menjelaskan dengan sangat hati-hati takut Farka marah.


"Kau!" bentak Farka melotot.


"Sorry..Sorry.. Gue gak tau dia sakit. Kakak juga gak tau kan? Kita sama-sama salah."


Farka menghembuskan nafas kasar.


"Huhhh.. Oke. Gue mau ngasih tau sesuatu sama Lo tentang Chici. Ikut gue" ajak Farka.


Farka menaiki lift menuju kamar Chici. Baru saja pintu lift terbuka, deretan pertanyaan bermunculan di kepala Suzu.


"Ini adalah kamar tamu khusus pilihan Chici dan yang itu adalah kamar Chici. Selain gue, paman dan bibi, tidak ada yang berani menginjakkan kaki di lantai ini." jawab Farka.


"Apa? kalau begitu aku?" tanya Suzu sedikit terkejut.


"Kau disini denganku. Ayo masuk."ajak Farka seraya membuka pintu.


" Kamar Chici paling besar dan berbeda dari kamar lainnnya. Kau pasti heran kenapa kamar seorang gadis hanya bercat putih tanpa warna lain." kata Farka menebak fikiran Suzu.


Suzu mengangguk. Memang aneh,pikir Suzu.

__ADS_1


"Hidup Chici tak sempurna. Harta kekayaan dan jabatan dimana-mana hanya sebuah hiburan bagi Chici. Dia hanya merindukan kehadiran sosok orang tuanya. Sosok yang bisa membuatnya tersenyum dan tertawa bahagia, bukan senyum dan tawa sinisnya. Dia sangat merindukan kasih sayang dan dukungan. Karena itulah hidupnya sangat hampa ditengah ramainya dunia, seperti cat ini."


Farka terus saja terisak sambil menjelaskan semuanya. Suzu mengelus punggung Farka mencoba menyemangatinya.


"Kak,kenapa dinding sebelah sana retak?" tanya Suzu ditengah sedihnya Farka.


"Hehh.. Ternyata matamu cukup tajam. Kemari, akan kutunjukkan."ajak Farka lalu membuka pintu rahasia itu.


Alangkah terkejutnya Suzu saat melihat dinding itu bergeser. Suzu berlari dan meraba dua dinding yang berdempetan itu.


"Ini... Ini...Astaga.." Suzu mundur beberapa langkah lalu berhenti saat punggungnya terasa menabrak sesuatu.


"Ini adalah ruang rahasia Chici. Ruang senjata pribadi milik Chici. Kau adalah orang luar pertama yang tahu, dan ku harap kau juga orang terakhir yang tahu rahasia ini. Kau harus merahasiakan ini dari siapapun"


"Ini...Baagaimana..Akhhh.. Baru kali ini aku melihat senjata sebanyak dan seantik ini secara langsung. Apa.. Apa ini miliknya juga?" tanya Suzu menyelidik.


Farka mengangguk membenarkan dugaan Suzu.


Mendapat anggukan dari Farka, Suzu terduduk lemas.


'Bagaimana aku kalah dalam segala hal oleh gadis kecil?Malunya diriku' batin Suzu.


"Senapan-senapan dan pistol-pistol ini diberikan seseorang padanya. Sedangkan samurai-samurai ini, Chici yang merancang sendiri bentuk dan ukurannya. Dan yang terakhir, tiga pedang naga. Dua peninggalan orangtuanya dan satu miliknya sendiri. Keluarga Chici sangat kental dengan sejarah dan legenda di zaman kuno,menyangkut leluhurnya. Chici bilang pedang pedang ini adalah berkat dari leluhurnya. Terlihat sederhana tapi tak mudah dibuat, bahkan pandai besi profesional sekalipun tidak sanggup membuatnya saat diminta Chici. Akhirnya Chici membuatnya sendiri selama satu tahun untuk sepuluh buah samurai"kata Farka menjelaskan.


"Kenapa banyak darah mengering di ruangan ini?" tanya Suzu bergidik.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, Farka tersenyum sinis.


---------------------#🕊️TBC...


__ADS_2