Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.32 Tuan-V V ( Berakhirnya Pertarungan 'Kecil' )


__ADS_3

Benturan dua senjata tajam terdengar sangat nyaring memekakkan telinga.


Tuan-V mundur menjauhi lemparan pedang satu lagi. Nafasnya tersengal-sengal, tangannya bergetar.


"Tu..Tunggu..Sejak..Sejak kapan..." ucapan Tuan-V terbata-bata.


"Sejak kau membunuh ayah dan ibuku" jawab Chici mengetahui apa yang akan ditanyakan Tuan-V padanya.


Chici berlari mengejar Tuan-V dan melanjutkan perkelahian yang sempat terjeda. Tuan-V mencoba menahan serangan Chici dengan sisa kekuatannya. Ia sudah mencapai batasnya.


Ia mengira kalau setelah pertempuran tangan kosong dengan anggota mafia itu akan segera selesai, namun nyatanya Chici malah sadar dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Hahh.. Padahal kita baru saja akan bersenang senang dengan formasi andalan kita" celetuk salah satu anggota Blood One.


"Sudahlah yang penting sekarang bos sudah pulih" yang lainnya tampak bahagia melihat perkembangan bos-nya.


Mereka duduk membentuk lingkaran yang sangat besar mengelilingi Chici dan Tuan-V yang sedang bertarung. Sedangkan anak buah Tuan-V kebingungan, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Akhirnya mereka ikut duduk saja menyaksikan pertaruangan dua orang itu.


Anggota Blood One saling bertatapan saat melihat gerakan baru yang digunakan Chici. Bak sedang mendapatkan pelajaran baru dari seorang guru, mereka hanya diam dan manggut-manggut saja menyaksikan pertaruangan itu. Mereka mencoba menghafal dan memahami pola gerakan penyerangan dan pertahanan baru.


"Hehh ternyata kekuatanmu meningkat sangat pesat setelah bangun dari kematian" Gerutu Tuan-V mulai kewalahan menahan serangan-serangan yang diluncurkan Chici.


"Hhahaha terimakasih tapi aku tidak membutuhkan pujianmu."


"Jangan kira kau bisa mengalahkan ku meskipun kekuatanmu sudah meningkat sangat pesat." Tuan-V mencoba membalikkan keadaan.


Trang Trang.. Mereka benar-benar sedang menguji kekuatan masing-masing sepertinya. Luka yang diterima Tuan-V tidaklah sedikit dan dan lumayan dalam.


Chici melompat dan menendang dada Tuan-V hingga terjatuh. Ia tidak ingin membiarkan dia melarikan diri. Namun sebelum Chici melancarkan serangan-serangan berikutnya, tiba-tiba asap tebal muncul diantara Chici dan Tuan-V.

__ADS_1


Penglihatan Chici jadi terbatas, namun pendengaran Chici yang tajam membuatnya cepat menyadari gerakan Tuan-V. Ia belum sempat menghindar karena tidak tahu apa yang ada disekitarnya.


Jleb..Sebuah belati menancap tegak. Chici membuka matanya, ia kira tusukan itu akan mengenainya namun ia tidak merasakan apapun ditubuhnya.


Belum sempat Chici menyadari situasinya, ada sesuatu yang menimpa kakinya. Chici terkejut merasakan sesuatu yang lembut dan hangat menimpa kakinya. Perlahan-lahan Chici menunduk memastikan apa yang menimpa kakinya.


"Leo.."Lirih Chici melihat Leo yang tergeletak memandang nya dari bawah.


"LEO" Teriak Chici kaget melihat sebuah belati menancap di perut Leo.


"Grrrrrr" Raung Leo lemah seolah mengerti kecemasan Chici.


"Leo kau baik-baik saja? Apa tusukannya dalam?" Tanya Chici terburu-buru.


Leo hanya diam saja. Akan tetapi setitik air mata disudut mata leo menjelaskan semuanya. Chici semakin kalang kabut.


"Suzu suruh dokter Ilham kemari dalam 10 menit bersama dokter Mei." Teriak Chici.


Tuan-V merasa mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri dengan anak buahnya. Namun Chici bergerak lebih cepat dari rencana Tuan-V.


"Jangan pernah berfikir kau akan selamat setelah mengganggu kehidupan ku dengan orang-orang disekitar ku..." Ancam Chici menatap tajam ke arah Tuan-V yang sudah berbalik badan hendak berlari.


"Zhan.." Lanjut Chici melirik ke arah Zhan dan 10 ketua lainnya.


Mereka yang dilirik mengerti perintah Chici. Mereka semua berkumpul membentuk lingkaran kecil. Tuan-V berdecak kesal, ia membalikan lagi tubuhnya dengan sangat hati-hati. Ia kembali di buat bingung dengan pergerakan Anggota Blood One yang menurutnya aneh.


"B.. Bos..Mereka..Mereka akan..Me.. Melanjutkan fo.Formasi S.sayap Dewa.." Ucap salah satu anak buahnya mengingatkan.


Tubuh mereka semua bergetar hebat, meskipun tidak ada yang tahu jurus pamungkas formasi Sayap Dew, Tapi mereka yakin itu adalah mimpi buruk bagi mereka semua di akhir hidupnya.

__ADS_1


Suzu tahu akhir dari formasi itu. Ia berdiri dan menghampiri Zhan.


"Tunggu. Aku akan membantu kalian" Ucap Suzu saat melihat mereka akan mengatakan sesuatu.


Mereka tidak tahu harus bagaimana. Zhan menengok ke arah Chici yang tengah memberikan pertolongan pertama pada Leo, Chici mengangguk.


"Baiklah" Ucap Zhan singkat membiarkan susu bergabung dalam formasi, meskipun Suzu tidak ada dalam barisan formasi tapi ia masih dalam batas lingkaran formasi.


"Kami memujamu wahai Ratu alam semesta tunjukkanlah kekuatanmu yang abadi, menebas kejahatan, mengubur dendam, dan mendatangkan karunia yang sangat dahsyat. Berikanlah kami kesempatan untuk memberantas kejahatan." ucap anggota Blood One bersamaan.


"Wahai Dewa alam semesta, berlatihlah aku. Tunjukkanlah kesucian mu pada dunia. Karuniai kami dengan sinar keabadian mu. Aku memujamu wahai Dewa Naga dan aku selalu menghormati mu wahai Dewi Phoenix. Berlatihlah kami untuk mengubur kegelapan dalam dunia ini" Ucap Suzu setelah mereka.


Mereka merasa ada yang aneh pada tubuh mereka saat Suzu mengucapkan kalimat-kalimat itu. Namun sayangnya mereka tak punya banyak waktu untuk memikirkan hal itu.


Mereka mengeluarkan potongan-potongan magnet dan digabungkan menjadi sebuah magnet yang besar. Mereka mengelilingi magnet itu dan memegangnya erat, lalu mempraktikkan ajaran Chici untuk menyalurkan tenaga dalam pada magnet itu.


Suzu duduk bersila seperti orang yang sedang bermeditasi. Tuan-V dan yang lainnya semakin tak mengerti dengan keadaan tersebut. Tak lama kemudian tubuh mereka terasa sakit , terutama pada bagian tubuh yang tertancap senjata-senjata kecil tadi.


Wushhh...Angin kencang menabrak mereka semua hingga terjatuh. Senjata-senjata kecil itu terasa seperti meronta-ronta ingin melepaskan diri. Mereka mengaduh kesakitan.


Lalu...srttt.. Senjata-senjata kecil itu tercabut dari tubuh mereka semua dan melesat tertarik pada magnet besar itu. Dengan lepasnya senjata rahasia itu meninggalkan bekas yang terlihat sangat jelas. Daging mereka seperti habis dilubangi meninggalkan rasa sakit yang amat sangat menyiksa, belum lagi ravunnya mulai bereaksi membuat kulit disekitar luka mereka menghitam.


"Tuan-V ini belum seberapa jika dibandingkan dengan darah keluargaku yang kau tumpahkan. Meskipun itu tidak akan membunuhmu, setidaknya kau tidak akan hidup lebih dari 3 bulan lagi." Ucap Chici memperingatkan.


"Sial*n kau bocah. Tunggu saja jika aku harus mati maka aku akan membawa mu mati." Tuan-V berlari ke dalam hutan.


Anak buah Tuan-V tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Selain karena kehabisan tenaga mereka juga sudah kehabisan darah.


Pertempuran berakhir, akan tetapi masih meninggalkan jejak di hati Chici. Ia dibuat mengulang kejadian bertahun-tahun yang lalu, namun bedanya kini tidak ada yang mati akibat pertempuran 'kecil' itu. Itu lebih baik.

__ADS_1


--------------------#🕊️TBC....


__ADS_2