
Leo berhasil diselamatkan. Kini Chici tengah duduk mengelus-elus kepala Leo yang terbaring di pangkuannya. Leo menatap mata Chici yang berkaca-kaca.
"Grrr" ('Kumohon jangan menangis. Maafkan aku menyusahkan mu ')
Leo bangkit dan menunduk di hadapan Chici. Anggota Blood One yang menemani Chici di sana tampak kebingungan melihat Chici yang tiba-tiba menangis lalu tersenyum ke arah hewan buas di hadapannya.
"Nona, jika aku boleh tahu, apa yang dia katakan?" tanya salah satu dari mereka tak kuasa menahan rasa penasarannya.
"Hmm?? Dia meminta maaf karena sudah menyusahkan aku untuk mengobati luka-lukanya." Jawab Chici sambil kembali merebahkan kepala Leo ke pangkuannya.
"Ooh begitu. Kok nona bisa berkomunikasi dengan 'mereka' ?"
"Sebenarnya itu mudah. Kalian bisa belajar. Hanya saja aku tidak bisa mengajari kalian. Aku belajar cara berkomunikasi dengan makhluk lain saat masih kecil. Aku belajar dari seorang kakek yang ku tolong di pinggir jalan."
"Grrrrrr" ('Ikut campur urusan orang saja! memangnya apa haknya menanyai hal begitu? Kalau aku sama seperti dirimu, aku akan melemparnya ke tengah laut. Huhhh dasar').
Chici tertawa kecil mendengar nya.
"Sebaiknya kalian jangan bertanya hal seperti itu di hadapan Leo atau nanti kalian akan dikutuki Leo." ujar Chici terkekeh-kekeh.
Merasa di ejek, mereka menatap Leo yang kebetulan juga melirik mereka sambil menjulurkan lidahnya.
"Cihh Harimau sial*n. Kalau kau bukan kesayangan nona, akan ku cincang kau" Gerutu mereka.
('Cihh dasar manusia bod*h-!! Sebelum kau bisa mencincang ku, kau duluan yang sudah mengenyangkan perutku')
"Hahaha sudah sudah kalian ini! sebaiknya istirahat saja. Aku tidak apa disini dengan Leo, aku mau membicarakan sesuatu dengannya" lerai Chici yang mengerti percakapan mereka tanpa sepengetahuan yang lainnya.
"Baiklah, jaga dirimu nona. Kalau Kucing ini menyakitimu teriak saja, akan ku jadikan dia sate untuk peliharaan ku"
__ADS_1
('Sial*n-! siapa yang mau menyakitinya?! ') Leo berlari mengejar anak buah Chici keluar dari ruangan itu.
"Hmm..Sudahlah Leo. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu."
('Apa mengenai Chiyo Ryuu?') tebak Leo.
"Ya.. Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Chici terkejut dengan tebakan Leo.
('Aku mendengar saat kau bilang sudah bertemu orang tuamu tadi. Aku sudah menduga ini akan terjadi. Kau juga tahu aku bukan hewan sembarangan, bangsa kami disebut sebagai hewan suci.')
"Ya..Tapi bukan itu maksudku..."
('Aku tahu. Dengarkan aku dulu. Bangsa kami punya kehidupan yang sama dengan manusia. Kami juga punya leluhur sepertimu. Kau tahu kenapa kau bisa bicara denganku? ')
"Aku sudah bilang aku belajar dari seorang kakek"
('Tidak-! Kau salah. Kemampuan itu sudah hilang 5 abad yang lalu saat dunia kami di hancurkan. Sekarang hanya ada dua hewan suci di muka bumi ini. Yaitu aku dan Weirnix. Weirnix adalah seekor ular raksasa, namun ia mempunyai anugerah dari Seorang Dewi. Ia mampu mengecilkan ukurannya setara dengan ular pada biasanya.')
('Aku menanyakan asal usul keluargamu pada leluhurku. Dan mereka bilang, Chiyo Ryuu adalah selir seorang pangeran dulunya. Namun setelah kenyataan bahwa dirinya seorang Dewi terungkap, ia banyak diincar hendak di ambil darahnya untuk kabadian hidup mereka. Akhirnya ia diselamatkan oleh seorang Dewa...')
"Dewa Naga Emas" Guman Chici.
('Ya. Dan dari pernikahan keduanya, mereka punya dua anak. Laki-laki dan perempuan. Namun kekuatan nya tidak diturunkan pada satu anak. Anak perempuan mewarisi kekuatan sang Dewi, dan anak laki-lakinya mewarisi kekuatan Dewa Naga itu. Asal kau tahu, anak perempuan itulah leluhurmu. Jiwa Dewi Chiyo Ryuu bereinkarnasi pada dirimu adalah yang pertama kalinya. itu adalah karunia terbesar sepanjang sejarah. ')
"Ibu bilang kekuatanku tidak akan bertahan selamanya, itu artinya aku hanya akan menjadi seorang Dewi hanya sementara?!"
(' Ya.. Dewi Chiyo Ryuu tidak akan sembarangan bereinkarnasi. kakekku bilang kekuatan itu akan hilang saat kau melakukan hubungan badan.')
"Baik. Itu artinya masa terberat dalam hidupku adalah saat ini. Dimana aku harus memecahkan misteri kekacauan bertahun-tahun yang lalu. Baru setelah itu aku bisa hidup dengan normal."
__ADS_1
('Benar. Dan saat kau sudah menikah nanti, aku akan mati bersama dengan kekuatanmu. Sebelum kau kembali ke China, kau harus menemukan Weirnix terlebih dahulu. Kami memiliki tugas yang sama yaitu membantumu. Kami hidup di dunia ini hanya untuk itu.')
Leo menunduk. Ia sangat nyaman hidup dengan Chici. Perasaannya seertib tercabik-cabik saat terbayang saat-saat ia akan meninggalkan Chici. Ada rasa takut untuk meninggalkan Chici. Namun dia tidak bisa berbuat banyak. Dunia mereka berbeda.
"Apa tidak ada cara agar kau tetap hidup?" Chici ikut sedih mendengarnya.
('Ada satu cara. Tapi ku sarankan kau jangan pernah mencibanya')
"Katakan saja. Akan ku pertimbangan" ujar Chici setelah melihat setitik harapan.
('Kau harus pergi ke pulau teratai api dan mengambil bunga teratai api itu. Bunga itu hanya tumbuh 5 tahun sekali dan hanya ada 3 buah setiap tahunnya. Tapi di sana tidak seperti pulau pada biasanya, banyak hewan buas berkeliaran dan juga racun-racun dari beberapa jenis tumbuhan yang hidup disana. Dengan pertumbuhan bunga itu yang sangat langka akan membuat semua orang memburunya. Bukan hanya manusia,hewan juga banyak yang mengincarnya. Tapi..."
"Tapi apa?" Tanya Chici sedikit ragu.
('Meskipun aku akan tetap hidup setelah memakan bunga itu, aku tidak akan bisa lagi berkomunikasi denganmu Seperti sekarang. Meskipun begitu, ini adalah kesempatan bagus untukmu. Aku yakin Weirnix akan datang kesana juga. Ajak dia pulang bersamamu, katakan saja kau orang spesial bagiku.')
"Baiklah. Kapan waktu yang tepat untuk mengambil bunga itu?"
('Satu bulan lagi, bertepatan dengan bulan purnama')
"Bagus. Aku akan pergi ke sana." Ucap Chici mantap.
Leo mencoba melarang Chici agar tidak pergi ke pulau terkutuk itu. Ia tahu benar bagaimana keadaan di wilayah itu. Akan tetapi Chici bersikeras ingin kesana.
Di satu sisi Leo bahagia, Chici peduli padanya. Di sisi lain ia juga cemas akan keselamatan Chici. Akhirnya, Leo mengijinkan Chici pergi asal ia ikut bersamanya.
Dengan perginya ia dengan Chici akan lebih cepat dan mudah menemukan lokasi-lokasi tempat tumbuhnya bunga teratai api tersebut. Juga dapat meyakinkan Weirnix untuk ikut pulang bersama mereka.
"Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak ingin kehilangan satu lagi yang berharga bagi hidupku." lirih Chici setelah keluar dari ruangan.
__ADS_1
Chici berpamitan pada anggotanya untuk pulang beristirahat. Hari-hari yang berat membuatnya kelelahan. Banyak sekali teka-teki tak masuk akal dalam hidupnya. Akhirnya Chici pulang dengan rasa yang tak menentu.
--------------------#🕊️TBC...