Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.30 Tuan-V III


__ADS_3

Tuan-V memanggil anak buahnya yang tersisa. Mereka siap-siap memberi dan menerima serangan dari lawan.


Senjata api melawan pedang, sudah pasti tidak seimbang. Situasi akan saling berbalik.


"Senjata d kita tidak seimbang. Jika kalian berani mari bertarung dengan tangan kosong" Tantang Zhan menghilangkan kekhawatiran anggotanya.


"Hahaha baiklah.. Kalian semua! simpan pedang kalian. Hadapi mereka dengan tangan kosong. Mari bersenang-senang." Ucap Tuan-V sambil melesat meluncurkan tendangan ke arah Farka.


Dengan cepat Zhan menghalau tendangan itu. Zhan tahu kalau Farka masih kurang dalam ilmu beladiri. Kemampuannya jauh di bawah Zhan apalagi Tuan-V.


Farka tahu diri. Ia berlari ke arah lawannya yang lain. Selama ini Farka Selalu berlatih ilmu bela diri tanpa sepengetahuan Chici. Dan hari ini ia akan menguji kemampuannya sendiri, melihat hasil latihannya selama ini.


Bukkk...Farka menendang perut lawan dengan keras. Lawannya terbaring, mengaduh kesakitan. Farka tak ingin memberikan kesempatan pada lawannya untuk sekedar bernafas saja. Ia melanjutkan aksinya, menendang dan menginjakkan kakinya ke punggung lawan.


Krekkk..


Terdengar seperti ranting yang di patahkan. Pria yang diinjak Farka Tak sadarkan diri setelah tulangnya patah.


Hanya dalam beberapa detik setelah itu sudah ada lagi lawan ya g mengincar Farka. Farka tak gentar melihat dirinya dikepung 4 orang. Ia mengamati satu persatu orang yang mengepungnya.


Setelah mendapat sasaran pertama, Farka bergegas memukul salah satu dari mereka bermaksud untuk mengecoh. Rencananya berhasil, Sebelum tinjunya mendarat di wajah lawan, Farka memutar badan menendang dagu lawan dibelakangnya.


Farka berbalik melanjutkan tendangannya pada yang lainnya. Namun Farka lengah, sebelum tendangan itu mendarat, sebuah pukulan keras mendarat di pundaknya.


"Akhhhhhh" Teriak Farka kesakitan.


Lawan-lawannya mengambil kesempatan. Mereka menghujani Farka dengan pukulan dan tendangan. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Farka berusaha menghindar. Akan tetapi dengan posisinya yang terkepung membuatnya kewalahan.


Keadaan Zhan juga tak kalah repot. Ia sama-sama di kepung lawan. Bahkan lebih banyak, ditambah lagi dengan Tuan-V.


"Tua Bangka. Apa kau tidak malu bermain keroyokan?" ejek Zhan mencoba membuat lengah.

__ADS_1


"Cihh bilang saja kalau kau takut"


Dengan cepat Zhan menendang dagu Tuan-V dan mengincar lawannya bersamaan. Pukulan-pukulan Zhan berhasil mendarat tepat sasaran. Kini 5 orang yang mengepungnya tadi terduduk memegangi lukanya masing-masing.


Tuan-V berdecak kesal, ia berlari ke arah Zhan dengan tangannya yang sudah mengepal kuat.Zhan sudah siap untuk menghalau pukulan itu dengan tendangannya.


Tinjuan Tuan-V meleset. Zhan mengambil kesempatan itu. Ia menarik pergelangan tangan Tuan-V lalu memutarnya kuat-kuat. Ia menendang bagian belakang lututnya membuat Tuan-V dalam posisi berlutut.


Sretttt


"Akhhh,,Sial*n kau tua bangka. Kau curang" Ringis Zhan merasakan perih yang ditimbulkan akibat Sebuah sayatan yang mendarat di betis Zhan.


"Hahaha. Aku tahu kau sangat hebat bertarung dengan tangan kosong. Tapi kau terlalu naif" Ucapnya.


Suzu yang masih memiliki kesadarannya semakin diam seribu bahasa melihat belati yang di pegang Tuan-V.


Amarahnya kembali muncul, namun ia sadar ia tidak akan bisa berbuat apa-apa.


Pertarungan berhenti serentak saat mendengar teriakan Zhan. Anak buah Tuan-V tersenyum licik. Secara bersamaan mereka menarik belati masing-masing dari balik jubahnya.


Di tengah kebingungannya, seseorang menepuk pundak Farka. Farka menemukan salah satu anggotanya tersenyum padanya.


"Tuan muda, sekarang pertempuran yang sebenarnya baru dimulai, terimakasih sudah membantu kami. Sekarang lebih baik beristirahat saja dan bantu Nona, semoga Dewi mendengar do'a kami, seorang Dewi tidak akan mati semudah itu. Serahkan sisanya pada kami."


Farka Bingung harus berbuat apa. Ia menengok lagi ke arah Zhan. Zhan mengerti kebingungan Farka, ia mengangguk menyetujui saran dari bawahannya.


Farka yang masih terduduk berusaha untuk bangkit. Ia juga tahu betul batasannya.


"Baiklah.. Ku serahkan ini pada kalian. Tolong berjuanglah demi setiap darah Chici yang sudah mengering" Farka menepuk pundak anggotanya.


"Ck ck ck.. Sungguh orang-orang yang baik hati. Aku terkesan dengan sikap kalian. Tapi sayangnya itu tidak akan bertahan lebih lama lagi." Ucap Tuan-V.

__ADS_1


Anggota Blood One tidak mengindahkan perkataan itu. Mereka kompak bergerak melangkah sebanyak tiga kali ke arah kanan.


Awalnya Tuan-V tidak curiga atas pergerakan yang serempak itu. Ia sangat yakin akan berhasil mengalahkan mereka semua. Namun sayangnya ia tidak tahu kalau Itu adalah formasi terkuat Blood One.


"Tuan.. Mereka menggunakan Formasi terkuat mereka." Ucap salah seorang anak buah Tuan-V yang mengetahui formasi itu.


"Ohh benarkah? kalau begitu mari kita lihat apakah sekuat yang dibicarakan orang-orang"


Anggota Blood One tersenyum tipis. Mereka berhasil membuat lawannya cemas. Anak buah Tuan-V tahu betul kelebihan formasi itu. Namun mereka juga tak berani menentang tuannya.


Anggota Blood One meraih sesuatu di saku masing-masing. Tampak segenggaman benda-benda yang amat kecil. Ukurannya yang sangat kecil itu tidak lebih dari 1 cm.


"Hahaha kalian main-main denganku ya?" Tuan-V tertawa keras melihat benda-benda itu.


Tapi tawanya berhenti saat Zhan dan 10 orang lainnya mengeluarkan benda dengan bentuk yang berbeda.


Benda-benda yang di pegang anggota Blood One berbentuk lingkaran dengan sisinya yang tajam. Akan tetapi berbeda dengan yang dipegang oleh Zhan dan 10 orang lainnya. Mereka tidak lain adalah 10 ketua tertinggi dari setiap tim dalam Geng Blood One.


Jika yang dipegang anggota biasa berbentuk lingkaran dari perak maka yang dipegang oleh Zhan dan 10 ketua berbentuk sayap dan terbuat dari emas.


"Dari..Dari mana kalian mendapatkan benda itu?" Teriak Tuan-V mengenali bentuk sayapnya.


"Hey jangan so bodoh di hadapan kami. Memangnya dari siapa lagi? Kau lihatlah baik-baik orang yang kau sebut lemah itu." Ejek Zhan.


Tuan-V menengok ke arah Chici. Betapa terkejutnya ia melihat sebuah tanda yang sama dengan bentuk senjata kecil itu di sudut matanya Chici.


"Benda apa sebenarnya itu?" Bentak Tuan-V sedikit gemetar.


"Hmm kau tidak tahu? Blood One menyebutnya sebagai Sayap Dewa. Tapi tidak sedikit juga masyarakat menyebutnya sebagai Sayap Surga & Neraka. Nona bilang, sayap dewa ini adalah senjata andalan nenek moyang nya dalam bertahan hidup di saat bertarung kalah jumlah, Kami memberikan sedikit sentuhan pada andalannya dengan formasi andalan Seorang Dewi." Zhan melirik semua anak buahnya membentuk sebuah pola.


Tuan-V mencoba mengikuti arah pandang Zhan membentuk pola itu. Jantungnya seakan meronta didadnya saat mengetahui pola yang dibuat lawannya itu.

__ADS_1


--------------------#🕊️TBC...


Bonus Weekend bulan ini...🤗♥️


__ADS_2