
"Sayap Phoenix?!" Ucap Tuan-V lirih.
"Akhirnya kau menyadarinya.Hahaha." Zhan tertawa kecil.
"Emm.. Memangnya apa kemampuan formasi seperti itu?" Tanya Tuan-V dengan bod*hnya.
Semua orang menepuk jidatnya sendiri. Merek tak mengerti dengan orang tua itu. Mereka kira ia terkejut karena takut, tapi malah sebaliknya. Mereka jadi meragukan IQ-nya.Hhihi.
"Dasar tua bangka yang bod*h" Gumam Zhan terkekeh geli.
Anggota Blood One tertawa keras mendengar pertanyaan bod*h Tuan-V. Bahkan tak sedikit dari mereka yang sampai memegangi perutnya yang sakit karena tertawa terlalu keras.
"Hei pak tua! Apa kau tidur saja selama ini? Hhuhuhu lucu sekali. Orang yang tadi begitu sombong tidak tahu kelebihan formasi ini?!" Ejek salah satu dari mereka.
"Dari mana julukan Master yang kau punya itu hah? Apa hasil mencuri? Hhahaha" Yang lain ikut menertawakan.
"Jangan bergurau pak tua. Julukan master adalah julukan yang amat dihormati karena kekuatan, ketangkasan, kecerdasan,dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,seperti Nona Chiyo. Kau sudah menodai julukan itu." Ucap Zhan sedikit meledek.
Mendengar ejekan itu, Tuan-V naik pitam. Ia mengambil pedangnya bersiap untuk menyerang.
"Semuanya! Ambil posisi!" Teriak Zhan setelah melihat lawan sudah siap dengan senjatanya.
"Kalian cari mati sendiri. Kalian tidak akan menang melawanku hanya dengan mainan itu." Ucap Tuan-V membalas ejekan tadi.
Anggota Blood One mengambil ancang-ancang. Mereka memasang kuda-kuda, setiap senjata rahasia terselip diantara jari-jari mereka, berjajar dengan rapi. Dalam satu kepalan tangan terdapat 10 buah senjata rahasia bagi anggota biasa. Sedangkan Zhan dan 10 ketua lainnya hanya 7 buah saja, karena ukurannya yang sedikit lebih besar dari yang lainnya sehingga menciptakan jarak yang lebih sempit.
"Lempar!" Teriak Zhan memberi komando.
__ADS_1
Anak buah Tuan-V terkejut. Mereka menduga kalau orang yang paling dekat dengan mereka yang akan di lempari terlebih dahulu. Namun dugaan mereka salah, itulah salah satu kelebihan Formasi Sayap Phoenix. Anggota Blood One akan mengambil ancang-ancang seolah mereka akan menghabisi lawan terdekat merek dulu sehingga lawan hanya akan fokus menghadapi serangan dari depan. Setelah berhasil membuat lawan terkecoh, mereka melompat dan berputar melemparkan senjata rahasia pada lawan yang sedikit lebih jauh dari mereka.
Mereka juga tidak mengincar organ intim lawan, namun hanya melumpuhkan bagian yang perlu diatasi untuk melemahkan kekuatan lawan. Bagi mereka, meskipun organ intim terluka, orang masih tetap mempunyai kesempatan dengan kekuatan yang tersisa dan bergerak cepat. Berbeda halnya dengan alat gerak mereka yang rusak atau terluka, meskipun mereka punya kekuatan yang masih maksimal, kekuatan itu tidak akan bisa digunakan sebab alat gerak mereka sudah lumpuh. Begitulah pemikiran Anggota Blood One.
Dari posisi formasi Sayap Dewa, posisi anggota Blood One akan terlihat seperti terkepung. Namun sebenarnya itulah kekuatan yang sebenarnya dari formasi itu, karena sasaran mereka bukanlah orang yang paling dekat melainkan orang yang memiliki jarak cukup jauh dari mereka.
Orang yang berada dalam posisi pangkal sayap akan berhadapan dengan orang terdekatnya, namun orang yang akan melumpuhkannya bukanlah dia, melainkan rekanya yang ada di ujung bulu sayapnya.
Di tengah terkejutnya mereka atas tipuan serangan lawan, mereka terbahak-bahak karena benda-benda kecil itu hanya menimbulkan rasa ngilu sesaat.
"Hhahaha sudah kubilang jangan berharap menang hanya dengan mainan kecil ini" Tuan-V tertawa lantang.
"Jangan senang dulu tua bangka, senjata rahasia buatan Nona Chiyo mengandung racun di dalamnya. Dan satu lagi cabutlah Sayap Dewa itu jika kau berani" Ucap Zhan tersenyum mengejek.
Tuan-V mengerutkan keningnya. Ia mencoba mempraktikkan apa yang baru saja dikatakan Zhan. Ia meringis kesakitan saat berusaha mencabut Sayap Dewa itu, hasilnya nihil. Saat mencoba untuk di cabut, sayap dewa itu seperti berakar dalam daging mereka.
Kini kecemasan tampak begitu jelas di mata anak buah Tuan-V. Mereka juga yakin raut wajah Tuan-V tidak berbeda jauh dari bawahannya di balik topeng tersebut.
Sedangkan Tuan-V berdecak kesal. Ia merasa telah diremehkan. Ia kembali menyerang. Dengan cepat anggota Blood One menarik belati masing-masing berusaha menebas serangan lawan.
"Meskipun kami mati sekarang, kalian pun akan ikut mati bersama kami setelah racun itu menyebar di seluruh nadi kalian. Tunggu saja setelah 30 menit." Teriak Zhan menakuti semua lawannya.
Merek tak mempedulikan teriakan Zhan. Dengan kekuatan penuh mereka berhasil memecahkan formasi Sayap Dewa. Kini anggota Blood One benar-benar terkepung dan sulit menemukan jalan keluar.
Dalam sekejap anggota Blood One terluka parah. Tuan-V sangat gembira. Namun kegembiraanbitu tak bertahan lama setelah mendengar suara seorang gadis.
"Ck ck ck.. Pak tua, kau keji sekali. Berani-beraninya kamu melukai keluarga-keluargaku." Ucap Chici menghentikan serangan Tuan-V pada Zhan.
__ADS_1
"K..Kau? Bagaimana bisa?" Tuan-V amat terkejut dengan bangunnya Chici.
Setelah Chici sadar tampilannya juga berbeda. Wajahnya bercahaya dan tubuhnya menjadi lebih sempurna, seperti wanita dewasa.
"Kau yang memintaku menemui ayah ibuku, dan aku sudah menemui mereka. Bahkan aku bertemu dengan orang yang amat spesial."
"Si. siapa??"
"Dewi Chiyo Ryuu.. Aku yakin kau tahu siapa dia.." Chici tersenyum bangga.
"Ti..tidak mungkin.. ji..jiwa.."
"Yaa.. Pemurnian Jiwa ku paling spesial karena itu adalah waktu dimana kekuatan Sang Dewi bereinkarnasi di tubuhku. Aku berterima kasih karena kau sudah membantuku menemuinya dan mengetahui cara menggunakan kekuatan sang Dewi."
Chici perlahan-lahan terbang. Tuan-V sampai terduduk tak percaya. Chici membalikkan tubuhnya membelakangi Tuan-V dan anak buahnya memperlihatkan sepasang gambar sayap yang indah berkilauan.
"Kau belajar sihir? bagaimana mungkin tanpa sayap kau bisa terbang?"
"Ini bukan sihir. Sayap ini nyata. Hanya saja aku belum menyelesaikan Reinkarnasi Jiwa-nya, sehingga sayap ini tidak memiliki wujud aslinya."
Chici menengok ke arah anggotanya. Mereka tersenyum manis mengabaikan rasa sakitnya. Chici tahu luka yang mereka terima sudah parah. Chici menutup mata sebentar lalu menghujani anak buahnya dengan serbuk berwarna keemasan. Mereka terkejut sebab serbuk itu hanya mendarat di luka-luka mereka, tidak ada yang jatuh ke tanah. Serbuk itu menyembuhkan luka-luka itu dalam sekejap. Mereka bersorak kegirangan.
Tuan-V menjadi bergetar hebat melihat kekuatan Chici benar-benar nyata. Chici berbalik menatap Tuan-V yang gemetar ketakutan.
"Kau sudah merenggut nyawa orangtuaku, merenggut kebahagiaan di hidupku, dan sekarang kau melukai keluargaku. Nyawamu saja tidak akan bisa menebus dosa yang sudah kau buat." Ucap Chici dengan geram.
Chici melemparkan dua pedang sekaligus ke arah Tuan-V.
__ADS_1
--------------------#🕊️*TBC...
Happy weekend..🌸*