Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.20 Wanita Yang Dicari


__ADS_3

Suzu menggeliat dari tidurnya. Ia menatap chici yang ada di depannya. Ia mengelus kepala Chici, menyingkapkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya.


Farka sangat takjub padanya. Kelembutannya pada Chici sangat membuatnya tersentuh. Namun tiba-tiba senyum Suzu hilang. Farka pun mengerutkan keningnya melihat perubahan mimik wajah Suzu.


"Ada apa?" Farka mengambil minuman di depannya.


"Sepertinya aku melupakan sesuatu."


"Ohh Tidak!! Aku lupa. Sekarang jam berapa?"Suzu bangkit dari duduknya tiba-tiba.


"Pukul 05:58" Jawab Farka singkat.Mendengar Itu Suzu bergegas membereskan bekas makannya.


Farka sedikit heran melihat Suzu yang buru-buru merapikan kotak makan dan jaketnya. Terlihat sangat jelas ia harus segera pergi. Ia merapikannya sambil menggerutu tak jelas.


"Oh my God! oh my God! terlambat terlambat terlambat. Ayo cepat. Aduuhhh.. sshhhh..sialan! haahhhh berdarah lagi.. Bunda.. Aduhh semoga tidak marah. semoga tidak marah. Dewa-ku Dewa-ku" Gerutu Suzu sambil buru-buru mengobati jarinya yang tergores sudut kotak makannya.


"Hhahaha rasakan! emang enak! hhahaha" Ejek Farka puas melihat Suzu yang terluka di waktu yang salah.


"APA??" Bentak Suzu kesal. Bukannya membantu mengobati lukanya ia malah mentertawakan Suzu yang kesulitan mengoleskan obat.


"Hehh..Salah siapa buru-buru sekali. Kau seperti kucing yang ketahuan habis mencuri ikan.Hah hah."


"Haishhhh diam dulu kak aku sedang buru-buru. Jam berapa sekarang?"


"Buru-buru mau apa? kawin lari? hhahaha. Sekarang udah jam 06:05"


"APAAAA??? baiklah kak aku pulang dulu. jaga Rin'er baik-baik. Nanti aku kesini lagi.. Oh my god! oh my God! " Teriak Suzu sambil berlari meninggalkan kamar itu.


Suzu bukannya takut bundanya marah, tapi omelannya yang seperti kereta api. Telinganya bisa-bisa panas mendengar omelannya.


Farka yang melihat Suzu berlari ketakutan tertawa lepas. seolah ia sangat bahagia melihat Suzu menderita seperti itu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Suzu membuka pintu perlahan-lahan. Dan benar saja, sang bunda sudah berdiri tegak di balik pintu. Dia terkejut,tak menyangka kalau sang bunda akan benar-benar menunggunya.


"Ehh..Hhehe Good Morning mommy.." Sapa Suzu cengengesan.


"Apa good morning hah? sudah janji masih berani ingkar pada ibumu ini hah? Kau pergi berhari-hari, pulang cuma makan mandi makan mandi! Kau sudah lupa pada ibumu? Dasar anak durhaka! kau membuat ibumu menunggu? Kau tahu menunggu itu menyebalkan?! Kau pulang cuma mau makan dan mandi saja kan? Heh ayo kemari akan ku mandikan kau. Lalu aku memakaikan baju paling bersih untukmu. Putih bersih cocok untukmu. Ayo ikut!" Bunda Shina memukul-mukul pantat Suzu lalu menjewer nya.


"Aduhh aduhh sakit.. Bunda,bunda stop. I'm sorry. Bunda kira aku sudah mati apa? dimandikan dan di kafanin? Ishh bunda sudah tak sayang lagi sama Suzu. Bunda jahat." Suzu berlagak lagi memasang wajah puppy eyes nya.


"Heii!!! Kau berakting lagi?!!! Mau kupukul lagi hah? Dasar anak menyebalkan! Biar saja aku mengkafanimu biar kau tidak meninggalkan lagi bundamu di rumah sendirian. Dasar kau ini. Sudah ingkar janji berakting pula."


"Ooo..Hhehe..Jadi bunda tidak mau sendirian di rumah? kenapa tidak menikah lagi saja biar ada yang nemenin? Suzu kan masih muda,masih pengen main-main." Ujar Suzu memberi saran dengan penuh semangat.


"Menikah lagi kepalamu!! Mengurus kau satu-satunya saja aku sudah kelabakan. Bagaimana jadinya kalau ada satu lagi? kau mau membuat ibumu cepat tua? Kau ini!!!"


"Ehh..Emm..Bu..Bukan begitu maksudku. aishhh ya sudah biarkan putramu ini mandi dulu oke. Bunda juga belum mandi ihh" Suzu sedikit mengejek.


"Kau!!Dasar anak tak tahu diri pergi sana" Teriak Bunda Shina melemparkan sandalnya.


Yaa..Mereka memang selalu begitu.Ketemu lalu bertengkar. Lalu salah satu pergi,tapi saling merindukan dan saling mengkhawatirkan.Tapi saat bertemu lagi keduanya bertengkar lagi.


Tapi di balik pertengkaran kecil itu keduanya saling menyayangi. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya.


Pertengkaran tidak selalu di dasari oleh kebencian. Terkadang pertengkaran itu adalah sebuah cara menunjukkan rasa sayang kita pada seseorang.


Tidak sedikit orang yang jatuh cinta pada teman bertengkarnya.Dari pertengkaran itulah yang menumbuhkan rasa sayang. Tidak semua pertengkaran memunculkan permusuhan atau penyebab dari pertengkaran itu sendiri.


Setelah selesai membersihkan diri, Suzu sarapan bersama dengan Bunda Shina. Keduanya bercakap-cakap kecil.


"Oh ya,Suzu. Bagaimana keadaan Adiknya Farka? siapa namanya? APA sudah membaik? Ohhh begini saja. Kau berhutang janji pada mommy tadi pagi. Sebagai gantinya bunda mau kamu anterin bunda jenguk dia"


"Namanya Chiyo. Bunda bisa manggil dia Chici atau Rin'er/Rinrin sepertiku. Baiklah setelah makan, bunda bersiap kita akan ke sana."

__ADS_1


"Ohhh.. Bagaimana bunda memanggilnya itu gimana nanti aja kalo udah liat orangnya biar nyaman. Ayo cepat selesaikan makannya"


Bunda Shina selesai makan lebih dulu. Ia bergegas ke kamarnya untuk bersiap. Ia sangat penasaran dengan wanita yang selama ini ia temani di rumah sakit.


Melihat dari reaksi Suzu,ia yakin wanita yang selalu ia ceritakan adalah wanita yang baik.


"Nak,siapapun dirimu, hari ini aku akan menemuimu. Semoga kau orang yang baik. Semoga kau bisa menghilangkan penderitaan Suzu-ku selama ini. Ia tidak akan bahagia menikah dengan wanita yang tidak dia cintai. Apalagi ini pernikahan karena bisnis. Aku berharap banyak padamu."


Tanpa ia sadari air matanya menetes. Di belakang pintu, Suzu nampak terharu melihat bunda nya yang selalu berjuang untuk kebahagiannya. Ingin sekali ia berlari dan memeluk sang ibu. Namun ia ingin membuktikan terlebih dahulu harapan ibunya.


"Ayo,bunda. Bunda sudah siap?" tanya Suzu sambil mengetuk pintu kamar ibunya.


"Iya sebentar sayang. Gak sabaran banget sih." Jawabnya dari dalam dengan suara sedikit parau. Ia segera mengelap air matanya dan merapikan kembali makeup nya.


"Apa bunda baik-baik saja? apa bunda menangis?" tanya Suzu khawatir.


"Tidak tidak! Bunda nggak nangis kok. Sebentar bunda ngambil tas dulu"


Suzu tersenyum hangat melihat bunda Shina keluar.Keduanya segera berangkat menuju ke Rumahsakit dimana Chici dirawat.


Perjalan yang cukup jauh tak dirasakan keduanya.Merek menikmati perjalanan yang mulus tanpa kemacetan.


"Bunda,aku saranin nanti bunda jangan terlalu terkejut ya. dia sangat istimewa. Bunda pasti menyukainya"


"Hmm kita lihat saja nanti sayang."


Mereka tiba di rumah sakit. Tepatnya di depan pintu kamar Chici. Ntah kenapa Bunda Shina tampak sedikit gugup. Namun akhirnya mereka tetap masuk.


Saran yang tadi Suzu bilang ternyata benar. Bunda Shina amat terkejut melihat siapa wanita yang selama ini putranya temani.


-----------------------#🕊️TBC...

__ADS_1


__ADS_2