
"Kak, nanti malam Nugi pulang. Dia pasti Dateng ke sini. Aku harus ngapain?" Chici bingung harus bersikap seperti apa setelah tahu segalanya.
"Hmphh bersikaplah sepantasnya saja.. Lagian buaya kok di pelihara sih?" celetuk Suzu.
Chici dan Farka kompak menengok ke arah Suzu dan menatapnya lekat lekat seolah berkata 'Tidak ada hubungannya dengan mu'.
"Ya maaf. Aku hanya memberikan saran saja. Tidak usah serius begitu." Suzu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bukannya melanjutkan pembicaraan, Farka Dan Chici malah semakin tajam menatap Suzu.
"Sudah sudah lanjutkan saja diskusinya.Aku tidak ikut campur" ucapnya sambil pura-pura serius makan cemilan.
Chici akhirnya kembali ke topik.
"Bersikap seperti biasanya saja. Kita tunggu sebentar lagi. Aku sudah menyuruh orang mencari pelaku pembunuhan ayahnya. Baru setelah itu kita bongkar semuanya."
"Hmm baiklah. Tapi...Kak Melisa.. dia..Emm kakak.." Chici khawatir dengan perasaan kakaknya yang sama tertipu.Apalagi ia sangat menyayangi Melisa karena menurutnya wanita yang baik. Namun ternyata sebaliknya, ia pasti sangat kecewa.
"Jangan pedulikan dia. Sudah tua juga." Suzu kembali ikut campur. Menyadari aura pembunuh dari Farka, ia cengengesan mengangkat dua jari membentuk V.
"Kecoa ini benar. Jangan pedulikan aku. Kita sama-sama kecewa. Tapi ini bagus untuk membuka mata kita untuk dunia yang luas ini"
"Heyy! Siapa yang kau maksud kecoa?" Teriak Suzu tak terima.
"KAU!" Jawab Chici dan Farka serempak.
Melihat kekompakan kedua orang dihadapannya mengejek membuatnya semakin jengkel. Ia mengembungkan pipinya dan menghentakkan kakinya keras-keras.
"Apa kakak tidak sadar? kau juga seperti tiang listrik tahu. lihat tubuhmu yang tinggi itu. Kau bahkan harus sedikit membungkuk saat melewati pintu." balas Suzu mengejek Farka.
"Jangan sembarang bicara dasar kecoa!" Farka melempar bantal kecil ke arah Suzu.
"Kau yang asal bicara. Dasar tiang listrik!" Balas Suzu melemparkan kembali bantal yang dilemparkan Farka.
Mereka terus berkelahi kecil. Saling mengejek dan melempari bantal. Merasa kesal, Chici tiba-tiba berdiri dan meraih dua samurainya di atas meja lalu berbalik menatap kedua lelaki didepannya.
"Apa boleh aku ikutan bertengkar?" Tanya Chici menodongkan senjata ke leher keduanya.
"Tidak tidak tidak.. Kami udahan kok bertengkarnya. Lihat? lihat?" bantal yang sedang mereka angkat langsung dijatuhkan lalu saling berpelukan dan menepuk pundak satu sama lain seolah tidak pernah terjadi pertengkaran sebelumnya.
__ADS_1
Chici menurunkan senjatanya. Ia berlalu hendak meninggalkan mereka.
"Hmphh Dasar bocah kecil" Gumam Chici lirih, namun tetap terdengar oleh keduanya.
"Ehh??" Suzu dan Farka saling tatap merasa ada yang aneh dengan ucapan Chici.
"HEYY!!! SIAPA YANG BOCAH?? KAU YANG BOCAH. USIAMU LEBIH MUDA DARI KITA" teriak keduanya pada Chici yang sudah di ambang pintu.
"Usia boleh muda. Tapi sikap dan perilaku tidak selalu berdasar pada usia. Kau lihat dirimu. Usiamu lebih tua dariku tapi kau lebih kekanakan dari anak-anak sekolah dasar. Hahaha" Balas Chici teriak juga.
Untuk sesaat, mereka tampak berfikir. Suzu menengok ke arah Farka, Begitu pula dengan Farka.
"Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?" Tanya Suzu dengan wajah datar.
"Hmm.. Sepertinya begitu." jawab farka tak kalah datar.
"Kalau bukan karena usia, lalu dari apa kita melihat kedewasaan?" Suzu tampak berfikir keras.
"Apa kau tidak disekolahkan? Mungkin saja dari ukuran tubuh" jawab Farka Sok tahu.
"Heii jangan bergurau dulu. Kau tidak lihat tubuhmu lebih besar dari Chici? dia bilang kalau kita lebih kekanakan dari anak-anak sekolah dasar." Elak Suzu tak setuju.
"Lalu? Lalu apa? Tentu saja dari itu..Hehehe.."
"Ckk.. Jangan konyol. Chici masih kecil. Mana mungkin mengerti hal-hal dewasa begitu." Farka memukul kepala Suzu.
"Lalu?" kini Suzu yang menemukan jalan buntu itu.
"Lalu apa?" Farka masih belum menemukan jalan keluarnya.
"Kenapa aku jadi bingung ya?" Suzu heran sendiri.
"Aku juga"
Suara klakson mobil Chici menyadarkan mereka dari kebod*han. Mereka kembali saling tatap.Laluuu...
"Heiiiii!!Tungguuuuu.."Berlari sekencang-kencangnya hendak mengejar Chici.
Mereka memang sudah sepakat mau menengok proyek pembangunan di kota sebelah.
__ADS_1
CRX Group memang sedang menjalankan sebuah proyek besar. Mereka akan membangun sebuah hotel mewah di pinggir pantai dan membangun dua buah taman yaitu taman hiburan untuk anak-anak dan taman multi fungsi.
Di taman itu orang bisa menjadikannya sebagai tempat berolahraga,seperti jogging, menikmati berbagai macam kuliner-kuliner enak, menjadikan spot berfoto yang cantik, dan masih banyak yang lainnya. Semuanya bisa dinikmati sesuai dengan suasana hati ataupun selera mereka.
Proyek ini bukan asal dibuat. Chici punya alasan sendiri membuatnya, namun tidak ada yang tahu. Orang-orang hanya tahu kalau proyek itu dibuat atas kerjasama dengan perusahaan besar.
Tahun depan akan ada acara besar. Belum ada bocoran acara seperti apa. Pihak-pihak yang bersangkutan hanya memberikan informasi bahwa acara tersebut diperuntukkan bagi semua perusahaan, baik perusahaan yang baru ataupun perusahaan-perusahaan besar.
Chici berharap apapun itu, ia bisa mendapatkan yang terbaik.
*
Setibanya di kota tersebut, Chici menengok ke pembangunan taman terlebih dahulu.
"Hei! Berhenti mengekori ku!" Bentak Chici yang merasa risih terus diikuti.
"Ta..Tapii Kita harus kemana?" Suzu tidak tahu lokasi tersebut. Ia takut akan tersesat jika berjalan sendiri.
"Tidak tidak. bukan itu maksudnya. kita hanya khawatir ada yang jahat padamu. Biar kita menjagamu ya" Farka mAlu jika harus mengakui tidak tahu jalan di daerah situ.
"Jangan mempermalukanku. Dasar kecoa! berfikir lah sedikit" bisik Farka pada Suzu. Suzu kini menyadari perilakunya.
"Ohh ya ya kak Farka benar." Ucap Suzu dengan cepat.
"Hmphh jangan berlagak di depanku. Aku tahu kalian tak tahu jalan. Jalan-jalan ke luar nergi terus tapi jalan di negara sendiri tak tahu." Ejek Chici.
Farka Dan Suzu malah cengengesan tak tahu malu. Mereka akhirnya memutuskan untuk menunggu Chici di mobil saja.
Chici berkeliling melihat perkembangan pembangunan. Ia ingin semuanya berjalan sesuai Rencananya.
Dari semua laporan yang diberikan penanggung jawabnya, pembangunan tersebut akan berjalan sesuai rencana. Semua bahan dan alat-alat sudah sempurna kualitasnya.
Lahan yang digunakan juga sangat bagus. Dengan posisi yang sangat strategis akan membuat suasana taman itu dapat dirasakan dari berbagai sudut pandang.
Posisi taman multi fungsi yang sedikit jauh dari pusat keramaian namun tidak terlalu pinggir juga. Sedangkan taman hiburan anak-anak sengaja di buat di pusat kota.
Para pedagang yang ingin berjualan di taman-taman sudah menghubunginya untuk menyewa lahan. Tidak kurang dari 20 pedagang akan bergabung di setiap taman.
--------------------#🕊️TBC...
__ADS_1