
"K.Kamu?? Nak..Boleh saya tahu apa margamu?" Bunda Shina langsung melontarkan pertanyaan saat melihat Chici.
"Mommy,Jangan gitu dong. Datang-datang bukannya nanya kabar malah nanya gituan. Kan bisa nanti bunda,nggak enak tahu Bun." Ujar Suzu yang menjadi sedikit canggung pada Chici.
"Gak apa-apa Suzu. Marga saya adalah Xia,tante. Ada apa tante nanyain marga Chici?" Katanya dengan sopan.
"Ahh..Maafkan tante yah, Dateng-dateng nanyain ini. Kalo boleh tahu,kamu keluarga Xia utama atau kedua?"
"Saya keturunan keluarga Xia yang pertama,Tante."
"Apaa?" Teriak Bunda Shina terkejut.
"Ada apa Bunda?" "Ada apa,tante?" Tanya Suzu, Chici dan Farka bersamaan.
Bukannya menjawab ia malah bergegas menghampiri Chici dan mengecek suhu tubuh Chici.
"Suzu apa dia disini karena pemurnian jiwa?"
"Emm.. Ceritanya panjang mommy. Awalnya karena efek depresi yang bikin kondisinya down banget. Tapi tadi malam dia sudah menjalankan proses pemurnian jiwa nya."
"Ya Dewa.. Rin'er apa kamu sudah baikan? Apa ada efek negatif yang kamu rasakan setelah pemurnian jiwa?"
'Kenapa Mommy jadi lebih perhatian sama dia dibandingkan sama aku? Sebenarnya siapa anaknya? Aku atau dia sih?' Batin Suzu sedikit gemas.
"Tidak,Tante. Tidak ada cedera. Saya baik-baik saja yang sekarang. Terimakasih sudah perhatian sama Chici."
"Yang sekarang?Maksudmu ini yang ke-dua kalinya?" Tanya bunda Shina tak mengerti.
'Kalau begitu ini bukan yang pertama kali nya terjadi? Tapi...itu...mustahil.. Jangan-jangan...'
Ia menoleh ke arah putranya seolah minta penjelasan. Suzu yang mengerti tatapan sang ibu segera mengangguk membenarkan apa yang ada di fikiran ibunya.
Mendapat anggukan dari putranya, ia terbelalak.Beliau terkejut bukan main, Tubuhnya bergetar hebat,bahkan matanya seperti panas, merah berkaca-kaca, bahkan sampai terduduk lemas.
Farka dan Chici tentu saja terkejut. Bahkan Suzu yang sudah tahu ibunya akan terkejut,sama sekali tak menyangka kalau reaksi ibunya akan sejauh itu.
"Mommy tidak apa-apa?" Suzu segera membantu ibunya berdiri.
__ADS_1
"Tante,Tante kenapa?" Tanya Farka membantu Suzu menuntun Bu Shina.
"Bunda tidak apa-apa. Tante baik-baik saja. Suzu bantu bunda duduk di samping Rin'er saja ya" Suzu mengangguk lalu menuntun ibunya ke samping Chici.
"Tante,Tante kenapa? Ada apa? Apa tante tahu sesuatu?" Tanya Chici cemas sambil berusaha untuk duduk.
"Berbaring saja.Tubuhmu masih lemah Rin'er."
"Jawab Tante. Ada apa?" Chici jadi semakin gelisah.
"Iya tante.sebenarnya ada apa? kenapa Tante terkejut sampai gemetaran begini?" Kata Farka yang tak kalah penarasan.
Bunda Shina merasa ragu dan heran. Bukankah Chici keturunan utama? Bagaimana ia tidak tahu hal sebesar itu? Fikirannya.
Ia hanya menoleh ke arah putranya. Karena hanya ia yang sudah faham dengan situasinya.Suzu mengerti apa yang difikirkan ibunya.
"Rin'er pergi dari negri kita sejak dia masih sangat kecil,Bun. Jadi mungkin saja. dia belum tahu hal itu. Ayah ibunya sudah meninggal. Wajar saja Rin'er lebih kental dengan budaya disini daripada di negeri asalnya."
"Ohh..Begitu..Nak,orang yang mengalami pemurnian jiwa lebih dari satu kali itu sangat jarang,bahkan nyaris tidak ada. Kamu orang yang spesial.Kamu adalah Reinkarnasi Dewi Phoenix,leluhurmu."
"Kamu yakin? Lalu dari mana tenaga dalam sebesar itu? Apa menurutmu orang biasa akan mampu menampung kekuatan sebesar itu? Lalu tanda sekeping sayap di sudut matamu dan sayap di punggungmu? kamu kira orang biasa mampu memilikinya? Jangan konyol nak. Ini sudah ada di garis takdirmu"
"....."
"Rin'er..Emm..Maksudku Rinrin, mommy benar. Tadi malam kamu mengalami Pemurnian Jiwa yang kedua kalinya. Itu juga memperkuat alasan kamu disebut Reinkarnasi Dewi Phoenix. Karena pemurnian jiwa yang sudah kamu alami adalah proses Reinkarnasi Jiwa-nya."
"Kamu tidak perlu memaksakan diri. Lagipula di zaman dan negeri yang berbeda.Magic yang ada dalam dirimu tidak digunakan pun tidak apa-apa.Gunakan saat mendesak saja."
"Baiklah aku mengerti. Terimakasih Tante."
"Sama-sama..Jangan panggil Tante dong panggil bunda saja."
'Oh Dewa-ku.. Tadi mommy memanggilnya Rin'er sekarang minta dipanggil bunda? ada apa ini?' batin Suzu curiga.
Disaat sedang hangat-hangatnya berbincang, Hendra tiba di sana.
"Wahhh seru banget ngobrolnya."
__ADS_1
"Hmphh seru kepala mu. Kau tidak lihat hanya mereka berdua yang seru ngobrol?" Ujar farka kesal. Suzu mengangguk setuju.
"Hhahaha rasakan. Selamat siang,Nona Presdir. Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Siang, Hendra. Aku sudah lebih baik.Ada apa kemari?"
"Ada kabar baik. Semua bukti penggelapan dana sudah aku kirimkan ke polisi. Sekarang Fazriel akan dipenjara"
"Bagus! Kita juga sudah punya bukti atas tindakan kriminal pada Chici. Dengan begitu hukumannya akan lebih berat" Celetuk Farka penuh semangat.
"Tapi kita harus tetap hati-hati. Saat aku berusaha mengumpulkan semua data-data di sana, dia sudah mempersiapkan segalanya untuk menjebak ku. Untung saja aku punya ide untuk memotretnya saja. Kalau tidak,aku pasti sudah di tangkap dan dihajar habis-habisan oleh karyawan lainnya." Hendra menjelaskan apa yang terjadi di perusahaan Fazriel tadi.
"Tapi...Kamu tidak mungkin secepat itu mendapatkan semuanya. Apa ada sesuatu?"
"Emm..Yaa.Aku tidak sendiri. Ada seseorang yang membantu ku. Dia juga punya dendam ke Fazriel. Dia bahkan sudah merencanakan semuanya selama bertahun tahun. Kalian tidak usah hawatir,dia tidak akan macam-macam." Ucap Hendra menjelaskan tentang Veli.
"Hmm..Baiklah. Chi, aku dan Hendra akan ke kantor dulu untuk mengecek keadaan di sana. Suzu dan bunda-nya akan menemanimu dulu disini.Tidak apa-apa kan Suzu?Tante?"
"Tidak apa-apa,Farka. Tante akan menjaga Rin'er disini."
"Baiklah terimakasih Tante. Kami permisi dulu."
Farka Dan Hendra akhirnya pergi menuju ke perusahaan. Seperti mendapat angin,Bunda Shina tersenyum penuh arti menatap putranya. Suzu yang ditatap menjadi malu.
'Astaga kenapa aku tidak ikut Farka Ke kantor saja tadi' Batin Suzu sudah mengerti apa yang akan dilakukan ibunya.
"Hhehe..Rin'er, apa kamu tahu? Suzu dari kecil kalau tidur harus ditemenin bunda terus lho. Hhahaha. Dia itu manja banget tahu. Dia bakalan mogok makan kalau bukan bunda yang masakin makanan kesukaannya dia." Bunda Shina mulai mengerjai putranya.
"Bundaaaaa" Ucap Suzu memelas dengan wajah yang sudah Semerah tomat.
"Hhihi lihat itu? Dia selalu memasang wajah konyol itu kalau ada maunya."
"Hmphh pokoknya bunda keterlaluan."Dengus Suzu kesal dan malu.
"Tapi kamu harus hati-hati kalau dia marah.. Dia akan terlihat seperti Dewa Naga yang sedang murka.Hhihi"
----------------------#🕊️TBC...
__ADS_1