Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.5 Pemuda Menyebalkan..


__ADS_3

"Ice cream." Jawab Farka pelan dengan wajah puppy eyes nya, bermaksud menghibur Chici.


"Yang benar saja.Ekspersi itu buruk sekali di wajahmu" ejek Chici tertawa kecil.


"Hhaha bercanda. Kakak mau beli jam tangan tapi keluaran terbaru" kata Farka malu sendiri atas leluconnya.


"Hhahaha beliin Lamborghini buat aku tapi kau sendiri tak mampu membeli sebuah jam? Oh Tuhan,apa uang mu habis untuk mobilku? Makanya jangan so mau beliin mobil. Kena batunya kan?Hahaha" Oceh Chici mendramatisir mengejek kakaknya.


"Ishh yang penting kan kau senang. Bukannya terimakasih malah mengejekku. Dasar adik sial*n,bawel sekali kau." jawab Farka menyentil kening Chici.


"Aduhh aduhh. Iya deh iya kakakku sayang aku belikan. Ishh sakit sekali." Keluh Chici meringis menahan sakit karena sentilan dari kakaknya tadi.


"Dasar aneh. Kau bisa membuat orang babak belur tapi disentil sedikit saja sudah meringis begitu"ejek Farka.


"Ishh sudah sudah ah aku akan bersiap"


"Yasudah sana pergi. Dandan yang cantik" jawab Farka mengelus kepala Chici.


Chici hanya mengangguk lalu masuk lift menuju kamarnya untuk bersiap.


Sedangkan Farka kembali duduk menghabiskan sarapannya yang tertunda tadi.


"Kalian ini lucu sekali. Saat jauh terus saling khawatir dan mengeluh rindu tapi saat bertemu malah seperti kucing dan tikus yang nggak pernah akur." kata Paman Dani tertawa geli dengan sikap keduanya.


"Begitulah,Paman. Kadang teman rasa saudara lebih baik daripada saudara rasa teman. Bahkan kebanyakan orang lebih dekat dengan teman daripada saudaranya sendiri." jawab Farka.


"Itu benar. Bibi bangga bisa tinggal dengan kalian. Meskipun bukan keluarga yang sesungguhnya,tapi bibi merasa sangat bahagia."Bi Meta ikut mengobrol.


"Kau jaga Chici baik-baik,Far. Paman hanya bisa ikut melindungi nya saat dirumah,kau kan bisa memantaunya dari jauh."Pinta Pak Dani.


"Tanpa paman pintapun aku akan selalu melindungi adikku. Paman tenang saja"ucap Farka.


Paman Dani dan Bi Meta tersenyum lalu melanjutkan makannya.


Sedangkan Chici sedang mondar-mandir di depan cermin lalu duduk memandang pantulan dirinya di cermin.


Chici kembali berdiri dan memutar badannya memperhatikan dari atas sampai bawah.


Makeup cool ala Chici sudah rapi. Rambut panjangnya dibagi menjadi tiga,kiri dan kanan atas masing-masing diikat dan rambut bawahnya dibiarkan terurai serta poni yang menutupi sudut sebelah matanya membuat wajah baby face nya terlihat semakin manis.


Dress selutut tanpa lengan berwarna biru langit dipadu dengan Widges Heels di kaki mungilnya serta jam tangan dengan warna senada.


Ntah kenapa saat berhias tadi Chici merasa harus berdandan sempurna.

__ADS_1


'Ntah apa yang akan terjadi lagi hari ini. Aku tidak mendapatkan firasat yang buruk,tapi kenapa hatiku gugup sekali?' batin Chici gelisah.


Chici memilih turun melewati tangga berharap bisa mengusir rasa gugupnya. Tapi nihil,sampai di bawahpun perasaan itu masih ada di hati Chici.


Farka yang memperhatikan Chici sedari tadi melotot tak berkedip.


'Apa dia benar Chiyo adikku?'tanya Farka membatin.


Prangg...


Farka tersadar dari ketakjubannya saat gelas yang dia pegang terjatuh dan pecah.


"Kakak kenapa?"tanya Chici lirih.


"Ahh. Maaf. Apa kau benar Chiyo adikku? Kau cantik sekali. Kau mau pergi ke mall apa mau pergi berkencan?"


Chici hanya menunduk menyembunyikan rasa gugupnya.


"Tunggu dulu. Hei. Kenapa kau murung?" Farka mengangkat dagu Chici agar menatap wajahnya.


"Kakak.. Ntah kenapa dari tadi aku merasa sangat gugup."jawab Chici tetap lirih.


"Ooo.. Sini duduk dulu.." kata Farka menepuk kursi disampingnya.


"Biiii.. Tolong bawakan jus kesukaan Chici kemari."pinta Farka pada pelayan.


"Terimakasih,Bi. Tolong sekalian bersihkan pecahan gelas ini ya,Bi."


"Sama-sama. Akan saya bersihkan,tuan."


"Minumlah"kata Farka sambil menyodorkan jus tadi.


Chici meminum jus itu hingga habis setengahnya.


"Mungkin kau masih terbawa suasana tadi. Sudahlah, Chi. Lupakan saja. Dimana sifat tegasmu itu? Jangan terlihat lemah,atau nanti ayahmu akan sedih disana. Emmm atau mungkin kau akan bertemu seseorang yang akan menjadi teman hidupmu nanti" goda Farka.


Chici diam dan merenungkan kata-kata kakaknya yang menyebut ayhanya lagi. Chici tidak tergoda dengan candaan Farka.


"Baiklah aku berangkat sekarang,kak.Habiskan saja jusnya." pamit Chici.


"Hati-hati,Chi"


Chici hanya melambaikan tangan membalas kata-kata Farka.

__ADS_1


Di halaman rumahnya sudah ada tiga mobil yang sudah siap berangkat.Tentunya mobil baru Chici yang paling depan diikuti dua mobil pengawalnya.


Chici memasukkan satu samurainya terlebih dahulu baru dirinya masuk.


Ketiga mobil itu mulai melaju meninggalkan rumah Chici. Sepanjang perjalanan Chici tampak bahagia bisa mengendarai mobil impiannya.


Sesampainya disana, Chici memasuki satu persatu toko yang ia tuju tanpa terlewat.


"Mmmm..Sepertinya sudah semua. Tinggal membeli jam tangan untuk kakak."Gumamnya.


Saat Chici hendak berjalan menuju toko jam, tiba-tiba Chici menabrak orang.


Bughhh.. Prakkk..


"Aduhh. Ponselkuuuu"


Chici hendak meraih ponselnya yang terjatuh tetapi didahului orang yang ditabrak Chici.


"Maafkan aku,Nona."kata pemuda itu lalu menyodorkan ponsel Chici.


"Kau ini punya mata tidak sih? Lihat ponselku rusak gara-gara kamu! Asal kau tau ini adalah ponsel pemberian pamanku! Susah payah dia mengumpulkan uang menabung hanya untuk ponsel ini,kau malah menabrak ku dan membuat ponselku rusak seperti ini."Teriak Chici.


Chici marah-marah dengan tempo cepat dalam beberapa tarikan nafas sambil berkacak pinggang dan menunjuk-nunjuk ponselnya yang retak hingga berhenti saat merasa nafasnya sudah habis.


'Dia yang menabrakku dia juga yang marah-marah padaku.Dasar betina' batin pemuda itu kesal.


"Baiklah,Nona.Mari ikut aku,akan kuganti. Kau boleh memilih yang manapun kau suka." Bujuk sang pemuda menyadari dirinya sudah menjadi pusat perhatian orang-orang.


Mendengar itu Chici hanya menatap tajam dan mengerutkan dahi.


Sebelum Chici buka suara,pemuda tersebut melotot dan memberi kode kalau mereka sudah jadi pusat perhatian.


Chici melirik sekeliling dan alangkah terkejutnya saat menyadari tatapan heran orang-orang disana.


"Baiklah ayo cepat aku tidak punya banyak waktu." kata Chici gelagapan.


Merekapun pergi menuju tempat yang menyediakan berbagai macam ponsel. Setelah cukup jauh dari tempat tadi Chici mendadak berhenti membuat pria dibelakangnya menabrak Chici karena sedang melamun.


"Ohh astaga. Bisakah kau tidak berhenti mendadak seperti ini?"bentak sang pemuda sangat kesal.


"Pergilah"jawab Chici singkat.


'Oh tuhan kenapa makhluk yang bernama wanita itu sangat sulit dimengerti? Tadi dia marah-marah karena ponselnya rusak,sekarang malah menyuruh ku pergi sebelum tiba disana untuk mengganti ponselnya. Oh tuhanku kuatkanlah hati para lelaki saat berhadapan dengan betina' batin pemuda itu lalu mengangkat-angkat tangannya seolah benar-benar sedang berdoa.

__ADS_1


Melihat sikap pria itu yang aneh Chici semakin kesal. Pria yang kini ada dihadapannya menatap Chici tajam-tajam.


--------------------#🕊️TBC...


__ADS_2