Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.45 Perjalanan VIII [ Terpecahnya Misteri ]


__ADS_3

**


Pagi-pagi buta di kediaman Chici.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu dengan tidak sabar. Apalagi setelah tak mendapat jawaban. Dengan kesal karena tak mendapat jawaban, ia meraih ponselnya lalu menelpon seseorang.


"Heh kurangajar sekali. Masih tidur kah?" gerutunya karena teleponnya tidak diangkat.


Tak mau menyerah ia kembali menelpon orang tersebut hingga di angkat.


"Cihh cepat turun buka pintunya, gue di bawah cepetan ada hal yang mau gue kasih tau ke Lo" ucapnya dengan cepat.


Tak lama kemudian seseorang membuka pintu dengan malasnya.


"Cepat katakan ada apa" ucapnya sangat malas.


"Sebenarnya.. Sebenarnya..Itu..Emm ini..." jawabnya dengan malu-malu.


"Cihh cepatlah gue masih ngantuk."


"Gue numpang ke kamar mandi ya." teriaknya sambil berlari menerobos ke dalam rumah mencari kamar mandi.


*


Farka tidak peduli atas tingkah Suzu barusan yang tidak sopan itu. Ia lalu berbaring di kursi.


"Hahh leganya. Thank you ya udah ijinin gue numpang ke kamar mandi, he he" ujarnya cengengesan.


"Heh siapa juga yang ngijinin? Lo kali yang nerobos gitu aja." celetuk farka sambil duduk dengan wajah yang masih mengantuk.


"Hhehe sorry deh, lagian gue gak kuat banget. Oh ya kenapa rumah ini kok sepi?" tanyanya setelah sadar situasi.


"Hmm?? Ohh Itu, gue kasih mereka libur kemarin. Nanti siang juga pada balik lagi."


Suzu hanya mengangguk-angguk, dan Farka yang masih terkantuk-kantuk sesekali menguap.


Suzu menyusuri setiap senti di ruangan itu, seperti kehilangan sesuatu. Ntah apa itu, namun segera ia tahu apa yang hilang dari rumah itu saat pandangan nya terhenti pada sebuah foto gadis yang tersenyum manis.


Suzu tersenyum tipis melihat foto itu, ntah kenapa hatinya merasakan hal yang tidak biasa, rasa kehilangan.


"Gimana yah keadaan Rin'er disana? Apa dia baik-baik saja?" Gumamnya pelan, namun terdengar jelas di telinga Farka.


Seketika rasa kantuk yang sedari tadi menyerang kini hilang total.

__ADS_1


"Emm.. Sebentar ya gue ke kamar mandi dulu" ujarnya.


Suzu berdiri dan menghampiri foto tersebut dan mengelusnya.


"Hahh baru saja kau pergi beberapa hari, hati ku terasa kehilangan sesuatu. Ku harap kau baik-baik saja disana." lirihnya.


Farka kembali duduk diikuti Suzu. Untuk menghilangkan suasana rindu itu, Farka membahas masalah perusahaan dan anggota Blood One yang tidak ikut serta.


"Perusahaan tidak ada masalah akhir-akhir ini, itu bagus. Markas Chici juga tampak baik-baik saja." ucap Farka pelan.


"Apa kita akan memberitahu Rin'er kalau sudah diprediksi akan terjadi penyelundupan senjata?" tanya Suzu khawatir.


"Aku tidak tahu. Ntah ini kabar baik atau kabar buruk bagi Chici. Jika saja kabar baik, tidak masalah memberitahunya, tapi jika kabar buruk baginya aku takut akan mengganggu konsentrasi dia dalam misi" ujar Farka tak kalah cemas.


"Yaa baiklah kalau begitu jangan beri tahu dia, biar kita jelaskan nanti saat dia pulang saja"


"Benar. Lagi pula orang yang bersangkutan dengan hal ini juga orang yang sudah menyakitinya"


Sore hari Suzu pamit pulang karena sudah seharian ia disana menemani Farka. Suzu pulang dengan perasaan yang tak jelas. Ada rasa takut bersembunyi di hatinya.


***


Chihi tampak terkejut dengan apa yang ia lihat di depannya, bahkan ia hampir saja terjatuh. Yang lain pun tak kalah terkejutnya, bahkan beberapa dari mereka sampai meloncat ke belakang.


"No..Nona.. Li..Lihat i..ituu..Jurang.." ucap seseorang dengan gemetar.


Semua orang bingung dengan apa yang mereka lihat itu. Ditengah kebingungan itu, kembali terdengar suara lirih meminta tolong.


"To..long.."


Ntah kenapa bulu kuduk mereka tiba-tiba berdiri mendengarnya. Tak sedikit dari mereka yang sudah bergetar hebat.


"Apakah..Apakah itu..Itu..Han..hantu?"


Zhan, Wixi dan Fino tampak menelan ludah kasar.


"Aku tidak takut jika harus melawan para penjahat ataupun yang lainnya yang lebih kuat dariku, tapi jika aku harus berhadapan dengan hantu rasanya...rasanya..aku...Tidak mau." ujar Fino bergidik di belakang Chici.


SRAKKK


Muncul tangan dari bawah mereka meraba-raba rumput bak mencari sesuatu.


"Kyaaaaa" teriak mereka berbarengan hingga menggetarkan seisi hutan.


"Ha..Ha..Hantuuuuuu" teriak salah satu dari mereka berlari ke tenda.

__ADS_1


"A..Apa..Apakah ada..orang..di..disana?" tanya seorang wanita lirih terbata-bata.


"Hey, dia manusia. Ayo cepat bantu aku menariknya ke atas."


Chici berusaha menariknya dibantu Zhan. Zhan semakin bergetar saat memegang tangan itu yang dingin.


Tak lama kemudian seorang gadis berhasil ditarik ke atas. Chici segera membawanya ke tenda lalu mengobati luka lebam dan goresan di tubuhnya.


Setelah makan dan beristirahat, gadis itu ikut duduk melingkari api unggun kecil.


"Hey nona, apa kau bukan hantu?" tanya salah satu dari mereka.


"Hahaha, bukan. Aku mengerti kalian akan bertanya seperti itu, pasti kalian sudah mendengar rumor tentang hutan ini" ucap gadis itu.


"Baiklah, ceritakan siapa dirimu dan kenapa kau disana?" ujar Chici.


"Namaku adalah Lina. Aku disini karena tersesat dan masuk jeratan setan"


"Jeratan setan?" tanya mereka serempak.


"Yaa, benar. Lubang yang seperti jurang tadi kami sebut dengan jeratan setan. Semua orang sudah tau, tapi tidak pernah ada yang tahu lokasi tepatnya. Jeratan setan sudah memakan banyak korban. Aku adalah orang kedua yang selamat, orang pertamalah yang membocorkan tentang adanya jeratan setan ini tapi tidak ada yang percaya, masyarakat di sini hanya percaya pada mitos itu saja." Lina menjelaskan detailnya.


"Jika kau sudah tahu ada jeratan setan, kenapa kau memasuki hutan hitam?" tanya Chici heran.


"Aku penasaran, makanya aku datang kesini untuk membuktikan kebenarannya." jawabnya.


"Oooohhh" ucap mereka bersamaan.


"Baiklah aku mengerti sekarang. Wixi, mintalah beberapa anak buahmu untuk memanggil orang-orang agar berkumpul disini besok pagi." perintah Chici.


"Baiklah, nona" ujar Wixi lalu pergi mengumpulkan anak buahnya.


Lina dan Chici kini tengah berbincang di tenda Chici.


"Oh,ya tadi aku dengar merek ada yang memanggilmu nona dan juga bos. Siapa kau sebenarnya?" tanya Lina penasaran.


"Hmm..Namaku Chici, aku adalah ketua geng mafia Blood One dari kota Timur." ujarnya singkat.


"Uhukk uhukk. Ka.kau?! Berarti kau juga Presdir di CRX Group?" tanyanya terbelalak.


Chici hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Ya Tuhan..Aku adalah penggemamu, senang bertemu denganmu nona muda, terimakasih tadi sudah menolongku dan juga maaf sudah merepotkan kalian, lalu aku juga minta maaf sudah lancang padamu tadi, aku tidak tahu, sungguh maafkan aku." kata Lina memohon.


"Sudahlah tidak apa. Jangan begitu padaku, bersikaplah layaknya teman" ucap Chici.

__ADS_1


Bagaimana perasaan Lina? Sungguh tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


-------------------------#🕊️TBC...


__ADS_2