Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.46 Akhir Perjalanan


__ADS_3

Setelah tadi pagi mengobrol dengan beberapa warga dan memberi arahan agar hutan dapat kembali cantik, mereka melanjutkan perjalanannya.


Namun sebelum berangkat, Chici tiba-tiba menghilang. Semua orang mencarinya ke seisi hutan.


Setelah mencari cukup lama akhirnya mereka menemukan Chici. Teriakan teriakan Chici terdengar cukup jauh dari tempat istirahat semalam.


"Aaaaaaakkhhh. Ayaaaahhh Ibuuuuu" teriak Chici tak jelas penyebabnya.


Mereka sudah berkumpul tak jauh di belakang Chici, namun tak ada satupun yang berani mengganggunya.


"Kenapa nona teriak-teriak ngga jelas gitu ya?"


"Iya, apa ada masalah,Zhan?"


Zhan tidak menjawab pertanyaan itu, tapi raut wajahnya terlihat sangat terpukul. Ia ingin sekali menghampiri Chici dan menenangkannya, tapi ntah kenapa ia merasa harus membiarkan Chici menumpahkan perasaannya.


"Ibuu.. Aku ingin pulang denganmu. Ayah, jemput putrimu ini" ucapnya lirih ditengah isak tangisnya.


"Bos, jawab kami. Sebenarnya ada apa dengan nona?" tanya mereka sekali lagi.


Zhan menghela nafas berat.


"Ini semua hanya karena cowok sebenarnya. Di usia nona yang masih muda, ia masih labil dengan hatinya. Hal yang paling merusak suasana hati nona hanya satu, masalalu." ujar Zhan.


"Ma.maksudmu dia ada kontak lagi?"


"Bukan, Nugi menelponnya semalam dan bilang kalau dia tidak menuruti semua kemauannya, ia akan mempublikasikan hubungan nona dengan mantannya, lalu membunuh kakaknya. Selain itu ia juga membahas semua tentang orangtuanya, luka lama terbuka kembali.


Kita berusaha menghibur nona mati-matian agar bangkit dari rasa sakit di masalalu, tapi usaha kita digagalkan hanya karena ocehan bocah brengsek itu" ucap Zhan geram.


Semua orang tampak tersulut emosi mendengar cerita itu. Belum lama mereka berhasil membuat Chici bangkit, kini mereka menyaksikan air matanya kembali berurai menghujani pipinya.


"Sialan! Berani-beraninya dia merusak suasana hati nona. Sepulang dari sini akan kuhabisi dia" celetuk salah satunya sangat marah.


"Ya! siapa dia? Dengan santainya dia membuat nona menangis. Lihat saja nanti" sahut yang lainnya.


"Sudahlah. Kita biarkan nona menenangkan diri terlebih dahulu. Lebih baik kita siapkan keberangkatan kita yang menyenangkan untuk nona" ujar Zhan dengan suara yang berat.


Mereka pun akhirnya kembali dan mempersiapkan keberangkatan selanjutnya. Setelah cukup jauh, Chici berbalik badan.


"Aku tahu aku tidak sendiri lagi. Terimakasih untuk semuanya. Aku tak peduli lagi masalah cinta, memang sejak dulu aku selalu menyimpan perasaan ini. Heh aku cukup bodoh selama ini hanya diam saja." celetuk Chici, menghampiri anggotanya.

__ADS_1


"Nona! Nona, ayo cepat kita lanjutkan perjalanan kita" teriak Wixi dengan semangat.


"Baiklah baiklah tunggu, aku datang" jawab Chici teriak juga sambil berlari.


Mereka menuju ke hamparan rumput yang luas setelah keluar dari hutan hitam. Tiga buah pesawat pribadi sudah menunggu mereka. Pilot-pilot dan beberapa orang sudah berdiri tegak menunggu kedatangan mereka.


"Selamat siang nona muda" sapa mereka membungkuk.


"Siang juga semua. Ayo langsung berangkat saja. Kalian tolong bawa mobil kami kembali ke kota ya." ucap Chici tersenyum ramah.


"Loh? bos kenapa tidak angkut pesawat saja?" tanya Zhan keheranan.


"Yah anggap saja ini bonus liburan untuk kalian. Santai lah saat pulang, tapi jangan lupa hati-hati."


Orang-orang yang ditugaskan pun tersenyum dan membungkuk berterimakasih.


Chici dan yang lainnya langsung berangkat menuntaskan perjalanan. Perjalanan melalui udara cukup membuat mereka mengantuk, akhirnya mereka menggunakan kesempatan itu untuk beristirahat.


***


"Hoaammm.. Akhirnya sampai juga" ujar Zhan menggeliat bangun dari tidurnya.


Tiga puluh menit berlalu, kini mereka mulai mempersiapkan segala kebutuhan dalam misi.


"Yaahhh.. Ayo kita berangkat! Semua perlengkapan tidak ada yang kurang.


"Ayooo! Misi Blood One,dimulai!" teriak semuanya kompak.


Zhan, Wixi, dan Fino berjalan paling depan. Sedangkan Chici dibelakang mereka diikuti semua anggotanya.


Baru saja mereka menginjakkan kaki di pulau itu, masalah sudah menanti di depan mata. Tampak segerombolan orang berdiri menghalangi jalan.


"Halo tuan-tuan. Sepertinya kalian baru tiba." ucap salah satu dari mereka.


Baru saja kalimat itu selesai diucapkan, semua orang disekitar sana mulai saling berbisik dan mengerumuni geng Chici.


"Hei. Lihat itu, mereka mulai mencari masalah lagi." celetuk seseorang dalam kerumunan menunjuk orang-orang yang menghalangi Chici.


"Iya, kita lihat apakah mereka bisa menaklukkan geng baru itu" timpal yang lainnya.


"Hahhh.. Gue harap anggota baru bisa mengalahkan mereka biar kagak belagu lagi sama orang-orang" celetuk yang lainnya dan langsung mendapat tatapan tajam dari orang yang dimaksud.

__ADS_1


Zhan, Wixi, dan Fino saling berpandangan lalu menengok ke arah Chici.


"Hmm?! Sepertinya kita harus memulai petualangan dengan pertaruangan, nona muda." ucap Zhan tersenyum tipis.


Bukan hanya Zhan, semua anggota Blood One tampak tersenyum tipis mendapat sambutan dari orang itu.


Orang-orang yang menghadang dibuat kesal sekaligus heran dengan tanggapan orang didepannya. Raut wajah keberadaan pun tampak pada mereka yang mengerumuni, namun tidak sedikit dari mereka yang ikut tersenyum karena merasa yakin mereka bisa mengalahkannya.


"Cihh.. Lo semua jangan so kuat dihadapan kita semua, kalau tidak..."


"Kalau tidak kenapa?" tanya Zhan memotong kalimatnya.


"Berani sekali kalian! Siapa bos kalian? Kemari dan hadapi kita!" bentaknya.


Zhan hendak membalas bentakan itu, namun Chici menepuk pundaknya. Zhan memberikan jalan agar Chici dapat berdiri dihadapan mereka bertiga.


Orang-orang kembali dibuat heran dengan tindakan itu. Namun tak lama setelah itu, tawa yang begitu keras terdengar menggema disana.


"Hhahaha. Nona kecil, jangan bercanda disini. Ini tempat yang berbahaya untuk anak-anak. Banyak hewan buas dan tanaman beracun disini, pulanglah"


"Hmm.. Yang bahaya bukan hewan dan tanaman beracun, tapi kalianlah yang membuat tempat ini menjadi berbahaya." ucap Chici dengan tenangnya.


"Cihh sombong sekali. Aku tidak suka melawan anak kecil dan orang lemah, minggirlah dan biarkan orang tua itu yang melawanku"


"Hahaha. Tuan, kau terlalu memandang tinggi dirimu. Lawan aku setelah kau berhasil mengalahkan nona muda kami" jawab Zhan dan yang lainnya terbahak-bahak.


"Apa kau takut tuan?" ejeknya pada Zhan.


"Sudah kubilang, lawan aku jika kau berhasil membuatnya terjatuh, itupun jika kau berhasil hhahaha"


Merasa diremehkan ia maju kedepan Chici. Chici melirik Zhan, Zhan mengerti maksudnya. Ia segera bertepuk tangan tiga kali, mendengar kode dari Zhan, seluruh anggotanya bergerak melingkari Chici dan orang itu.


Orang-orang tak henti-hentinya dibuat heran. Kenapa hanya pertaruangan antar dua orang harus dikelilingi seperti itu?, pikir mereka.


"Haihh kau terlalu sombong nona kecil. Pertarungan kita tak seharusnya dijaga seperti ini."


"Cihhh, bukan aku yang sombong tapi kau yang terlalu takut. Kita lihat saja nanti" ucap Chici tersenyum sinis.


Kembali merasa kesal, ia langsung melesatkan serangan pada Chici sekuat tenaga.


------------------#🕊️TBC...

__ADS_1


__ADS_2