Mafiaku Yang Cantik

Mafiaku Yang Cantik
Ch.50 Pulau Teratai Api [Part 4]


__ADS_3

Sinar bulan yang hampir bulat sempurna menyinari hutan yang gelap gulita. Nafas tersengal karena lelah terdengar jelas dari mulut setiap pendekar yang datang ke pulau itu.


Chici dan anggotanya tengah bersandar pada pohon pohon. Mereka tampak kelelahan sekali setelah berhasil memasuki wilayah barat.


Hewan demi hewan, racun demi racun yang mereka temui tanpa henti, berhasil mereka atasi bersama-sama. Sejak mulai memasuki wilayah Barat halangan dan rintangan terus saja berdatangan silih berganti.


Untungnya semua rintangan tersebut tidak terlalu mengganggu perjalanan mereka menuju timur. Di tengah lelahnya tubuh mereka, Wixi tiba-tiba bertanya, dan pertanyaan itu berhasil membuat yang lainnya heran sendiri.


"Gitu jantungku terus saja maraton sejak memasuki bagian barat. Kenapa kita tidak langsung ke timur saja waktu kita tiba di selatan?"


Teman-temannya kompak saling berpandangan dan menepuk jidat bersamaan.


"Kenapa pertanyaan itu tidak terlintas di pikiranku ya?" celetuk Zhan.


Mereka jadi ribut, saling berbisik dan berbagi keheranan. Hingga Chici melemparkan pedangnya ke tanah. Mereka langsung diam karena mengira Chici marah.


"Ehh?! Oh maafkan aku mengganggu diskusi kalian. Aku tidak sengaja tersandung dan..."


"Tidak apa,nona. Lalu kenapa kita tidak langsung ke timur saja tadi,nona?" tanya Fino.


Chici menghela nafas pelan lalu meraih pedangnya yang jatuh. Semua orang jadi menahan nafas saat Chici melakukannya.


"Kenapa kalian tegang begitu?" tanya Chici saat melihat mereka menahan nafas.


Mereka menghembuskan nafas lega.Mereka kira Chici akan melakukan sesuatu yang akan melukai mereka.


"Di setiap perbatasan bagian pulau ini akan selalu ada rintangan. Dan perbatasan selatan ke timur adalah rintangan yang paling berat bagi kita, jadi aku memilih tiga jalur ini.


Selain itu, kita masih punya dua hari lagi sebelum bulan sempurna. Jadi manfaatkan waktu kalian untuk berlatih mulai besok pagi." ujar Chici menjelaskan sambil ikut duduk melingkari api.


"Lalu satu hari nya lagi?" tanya Wixi menanggapi penjelasan Chici yang menggantung menurutnya.


"Pulau Teratai Api tidak terlalu luas. Kita bisa melewati setiap bagian dalam satu hari. Lagipula kita membuat jalur yang melingkar.


Satu hari sisanya kita bisa lebih rileks. Disana tidak banyak hewan buas, tapi disanalah kerajaan tanaman beracun di pulau ini"


"Apa maksudnya itu nona? Tidak banyak hewan buas tapi kerajaannya tanaman beracun?"


"Kau ini kenapa selalu bodoh di saat serius sih?" celetuk Zhan pada Wixi.


"Jadi maksudnya, bagian Utara sama seperti bagian selatan?" tanya Wixi sekenanya.

__ADS_1


Chici mengangguk pelan sambil mengelap mata pedang nya.


"Oohh begitu rupanya. Tapi rintangan apa yang ada di perbatasan bagian selatan dan timur?"


"Aku tidak tahu." jawab Chici berbohong.


"Oh ya, aku baru teringat. Seharusnya kita tidak boleh menyalakan api di bagian barat." lanjutnya tampak merasa bersalah.


"Kenapa?" tanya mereka kompak.


Sebelum Chici menjawab, Leo lebih dulu bangun dan tampak bersiaga.


"Sepertinya mereka sudah datang." ujar Chici nyengir kuda.


"Siapa yang..." kalimat Zhan terhenti saat terdengar dengusan keras satu meter dari depan mereka.


"Bagian barat adalah satu-satunya bagian pulau ini yang tidak ditumbuhi tanaman beracun." kata Chici sambil membidik sesuatu.


"Nona tolong jangan bercanda di saat seperti ini" ujar Zhan gemetaran.


Bukan hanya Zhan yang tampak tegang hingga tubuhnya bergetar, tapi semua orang kecuali Chici.


"Aku tidak bercanda, Zhan." jawab Chici singkat dan melesatkan anak panahnya.


"Ada apa Zhan?" tanya Wixi dan Fino bersamaan.


"Tunggu tunggu,nona, ini tidak benar kan?" tanya Zhan memastikan apa yang terfikir olehnya.


"Itu benar." jawab Chici singkat sambil berlalu ke arah suara tadi.


"Zhan katakan apa sebenarnya yang terjadi?"


"Jika kalian ingat kata-kata nona tadi, lalu gabungkan semuanya jadi satu, kalian akan tau apa yang akan terjadi mulai besok pagi." jawab Zhan sambil meraih pedangnya.


"Zhan jangan bermain teka-teki!" bentak Wixi kesal.


"Huhhhh.. Bagian selatan, saat kita berada disana kita melawan hewan buas tidak terlalu banyak dan tanaman beracun yang tidak seberapa berbahaya bagi kita,lalu wilayah yang kita lalui membentuk persegi panjang,tidak persegi. Bagian Utara, disana adalah kerajaan tanaman beracun.


Jika anggap bagian selatan adalah uji coba kemampuan dan ketahanan kita, bagian Utara adalah kerajaan tanaman beracun, maka bagian barat adalah..."


"Hewan buas?!" celetuk seseorang.

__ADS_1


"Ya. Seperti yang nona bilang, disini tidak ada tanaman beracun. Itu artinya bagian barat dihuni makhluk hidup yang lain."


"Dan selain tanaman, hanya ada hewan di pulau ini. Itu artinya bagian barat adalah wilayah kekuasaan seluruh hewan buas di pulau ini." sambung Fino.


Mereka tampak terkejut dan tubuhnya semakin bergetar. Bukan karena takut, tapi kondisi mereka yang tengah kelelahan bisa berakibat fatal jika mereka bertarung,lagi.


"Kalian tenang saja. Hewan buas di pulau ini tidak aktif di malam hari. Jadi jika ingin memulihkan tenaga kalian jangan membuat cahaya yang terlalu terang agar tidak memancing mereka bangun dan menyerang" ujar Chici sambil menyeret seekor anak harimau.


***


Malam yang gelap membuat Chici dan yang lainnya meningkatkan kewaspadaan meskipun dalam keadaan setengah tidur.


Mereka tidak bisa tidur terlalu pulas, banyak kemungkinan yang akan terjadi di tengah hutan yang gelap dan asing itu.


Chici terbangun dan duduk menopang kepalanya. Ia sama sekali tidak bisa tidur, fikirannya terlalu kacau. Akhirnya Chici memutuskan untuk berlatih saja.


Sekitar satu meter dari tempatnya tadi, Chici menyalakan api unggun yang cukup besar berusaha memancing hewan mendekatinya.


Rencananya berhasil, kera dan hewan lainnya mendekati Chici. Mereka berusaha menyerang Chici, namun Chici terus menghindar. Chici menggunakan hewan disana sebagai lawan latihan pertahanannya. Ia terus mengelak dan membalas serangan, tapi tidak sampai mengenainya.


Tak berselang lama, tiba-tiba muncul banyak orang mengelilingi Chici. Chici mengira kalau mereka adalah orang orang Tim dan Tom yang sejak pertama bertemu terus mengganggunya.


Chici mengurangi kayu bakar agar cahayanya tidak terlalu terang, tapi cukup untuk menerangi pertarungannya.


"Hei bocah! Sejak pertama datang kau sudah seperti bintang saja. Semua pendekar banyak yang mengagumimu bahkan memujamu. Setiap kelompok yang kita temui selalu saja membicarakan mu. " ujar seorang wanita di depannya.


"Ohh, kukira kalian orangnya Tim dan Tom, ternyata hanya ayam yang iri pada elang. Siapa kalian?" tanya Chici santai.


"Kau mengenal pimpinan preman Pulau Teratai?" tanya sang wanita sedikit mundur.


"Ya aku kenal mereka. Kenapa kau mundur? Ayolah bantu aku mengisi waktu, aku tidak ngantuk." ujar Chici memanas-manasi keadaannya.


"Emm.. Kami adalah anggota mafia Utara negara X."


"Ohh, Sungguh beruntung. Aku mengundang mu untuk berangkat bersama besok pagi,sampaikan pada ketua kalian" ucap Chici sambil memadamkan api dan berlalu.


"Apa ini?" celetuk seseorang.


"Kita akan tau besok pagi" ujar sang wanita yang masih bingung dengan apa yang terjadi.


-------------------

__ADS_1


**Ngerti gak ngerti, seru gak seru baca aja ya.. Jangankan kalian akupun kadang merasa bosan karena kurang seru, tapi baru segini kemampuan ku.. 😅


Buat kalian yang punya ide atau sarannya ditunggu banget.. 😅🤗**


__ADS_2