
***
"Suzu, Dimana Rin'er? kenapa semenjak kejadian kemarin lusa dia tidak menemui bunda lagi?" Tanya bunda Shina sedih.
"Sudahlah bunda. Mungkin Rin'er butuh waktu."
Suzu cemas ibunya akan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Dan kecemasan itu terjadi.
"Katakan pada bunda, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu? Kenapa Rin'er seperti menghindari bunda? Apa ada hubungannya dengan keluarga kita?"
Suzu bingung harus bagaimana menjelaskan semuanya. Ia takut kejadian kemarin lusa akan membuka kembali luka ibunya.
"Tidak ada kok,Bun. Udah lah bunda istirahat gih. Aku akan menemui Rin'er untuk melihat keadaannya. Nanti kalau dia mau, aku akan membawanya pulang." Suzu memegang tangan ibunya.
"Hmm..Baiklah.Katakan padanya bunda sangat khawatir."
"Okay. Bye Bye Mommy."
Suzu pergi dengan suasana hati yang bimbang. Ia benar-benar tidak bisa membohongi ibunya, tapi ia juga tak ingin membuka kembali luka lama itu. Ia tahu sendiri bagaimana perihnya saat mengingat segalanya.
Bertahun-tahun ia dan ibunya berusaha melupakan semua itu. Kini di saat semuanya mulai menghilang dari memori keduanya malah timbul pemicu terulangnya kejadian yang mengerikan itu.
***
Siang hari yang begitu menyengat membuat orang-orang mandi keringat. Chici tampak sedang menikmati semangkuk ice cream di bawah pohon mangga di samping rumahnya.
Namun sepertinya ice cream yang ia makan tak membuat suhu tubuhnya lebih baik.
"Hufff kenapa panas sekali hari ini?" Gerutu Chici setelah semangkuk ice cream nya' habis.
"Benar-benar membuatku mandi keringat. Mau lagi?" Ucap Farka sambil duduk disamping Chici memberikan semangkuk ice cream lagi.
"Hmm.."
Sejenak keduanya menikmati dinginnya ice dimulut mereka.
"Oh ya kak. Nanti sore kakak ikut ke markas ya. Ada yang akan aku bicarakan dengan kalian semua. Ini sangat penting" Ujar Chici teringat sesuatu.
"Hmm? APA yang begitu penting bagimu selain fashion, uang, makan, dan kekuatan? Hhahaha" Ejek Farka.
"Ishh serius kak. Ini menyangkut nyawaku. Aku butuh kerjasama kalian semua. Tidak hanya Blood One saja, tapi kau, dan anak-anak di perusahaan juga."
Farka menghentikan sendok yang hendak memasukkan ice ke mulutnya saat mendengar nyawa Chici.
"Kau jangan bercanda,Chi. Katakan saja sekarang" Farka mulai gelisah.
__ADS_1
"Tidak. Aku.."
"Selamat siang, sayang." Teriak seseorang di belakang Chici.
Chici menengok ke arah sumber suara itu. Ia menelan ludah kasar melihat sosok laki-laki yang ia hindari beberapa waktu lalu. Dadanya terasa sesak, namun tak ada pilihan lain yang harus ia lakukan hanyalah berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
"Nugi.." Lirih Chici sambil melirik ke arah Farka.
Farka diam saja. Keduanya benar-benar tak menyangka akan kedatangan tamu tak diharapkan itu.
"Ha-hai Nugi.." sapa Chici gugup.
"Hei kenapa gugup begitu? Apa segitunya kau merindukanku?Sudahlah aku sudah disini sekarang ayo sini peluk aku" Nugi menghampiri Chici merentangkan kedua tangannya.
"Ti-tidak eh.. emm aku sedang banyak fikiran tolong emm ja-jangan ganggu aku dulu ya." Tolak Chici mendorong tubuh Nugi menjauh darinya.
Nugi mengerutkan keningnya, ia merasa ada yang tidak beres dengan pacarnya itu. Ia melirik ke arah Farka, namun Farka pura-pura tidak tahu kedatangannya.
"Siang Kak Farka. Bagaimana kabarmu?" Sapa Nugi terdengar malas.
"Oh kau?! Aku baik-baik saja. Sejak kapan kau disini?" Farka menyahut tanpa menoleh.
Nugi mengeratkan giginya. Ia yakin sudah terjadi sesuatu sampai membuat pacarnya menghindarinya sejak ia pulang.
"Nu-Nugi.. Emm Kakakku sedang tidak enak badan maafkan dia ya.." Chici mencoba bersikap biasa saja.
"Ya" jawab Farka singkat dan segera pergi membawa tiga mangkuk kosong ke dalam rumah.
"Oh ya Nugi, ada apa kamu kemari?" Tanya Chici mengalihkan perhatian Nugi dari kakaknya.
"Hah? Apa aku tidak boleh menemui kekasihku sendiri?" Kata Nugi dengan manja.
Chici hanya tersenyum tipis. Namun jauh dalam lubuk hatinya ia menjulurkan lidahnya, merasa jijik dengan kata-kata itu. Hal yang samapun terjadi pada farka yang belum jauh dari sana. Bahkan ia sengaja berpura-pura batuk.
"Umm.. Sayang aku bawakan ice cream kesukaan mu. Kamu mau makan sekarang?"
"Ehh. Tidak tidak.. Tidak perlu aku sudah makan ice cream banyak sekali tadi sama kak Farka. Buat kamu aja, lagian cuacanya panas kamu juga dari depan kesini jalan kaki cukup jauh pasti haus kan" Chici memaksakan senyumnya.
"Emm baiklah."
'Aduhh apa yang harus ku lakukan? Ingin sekali rasanya menjambak rambutnya itu. Erghh Menyebalkan sekali' batin Chici sangat kesal.
***
"Ehh kak Farka?! Dimana Rin'er?" Tanya Suzu yang baru saja sampai.
__ADS_1
"Hahh sedang di ganggu setan kodok" jawab farka dengan malas.
"Pfftttt..Setan kodok dari mana? Apa sejelek itu hatinya?"
"Bukan hanya hatinya, rupanya juga tidak berbeda jauh dari kodok. Haihh dia itu kodok mata duitan"
"Hhahaha mana ada kodok mata duitan? Sudah sudah aneh-aneh saja. Aku mau ke sana dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengannya." Suzu menepuk pundak Farka dan berlalu ke samping rumah.
"Cihh kalau tak percaya lihat saja di sana" teriak Farka pada Suzu. Suzu hanya tertawa kecil mendengarnya.
*
"Chiyo, aku mau mengajakmu makan malam di luar nanti malam. Apa kamu mau?"
"Ermm Sepertinya tidak bisa. Nanti malam aku ada acara dengan teman-teman ku. Lain kali saja ya." Tolak Chici berbohong.
"Ohh.. Baiklah..Tapi..."
"Rin'er.." Teriak Suzu memotong kalimat Nugi.
Mendengar suara Suzu, ia langsung berdiri dan menghampirinya yang tengah berlari ke arahnya.
'Ohh jadi ini setan kodok mata duitan nya? Hahaha aku harus menjauhkan Rin'er ku dari setan ini hihihi'
"Bun..Bunda..Bunda..Dia.." Suzu bicara terbata-bata.
"Bunda kenapa? " Tanya Chici panik.
"Kau harus ikut aku ke rumah. Bunda membutuhkanmu. Tolong ikutlah sebentar" Suzu tampak memelas.
"Chiyo ada apa? Bunda? bunda siapa? yang mana?" tanya Nugi tak mengerti
"Akan ku ceritakan nanti. Aku harus pergi dulu sekarang.Kau pulanglah dulu. Akan ku kabari lagi nanti" ucap Chici terburu-buru
"Tunggu-! Aku ikut denganmu saja" Nugi menghalangi langkah Chici
'Ck setan ini'
"Maaf tuan, tapi bunda tidak suka bertemu orang asing, apalagi kondisi nya sedang buruk. Lain kali saja kami membawamu. Kami permisi dulu." Kata Suzu cepat lalu menarik tangan Chici berlari dari sana.
"Ckk sialan. Siapa sebenarnya dia? Berani-beraninya dia begitu dekat dengan Chiyo" Gerutu Nugi melihat mereka berlari meninggalkannya.
Sedangkan Suzu tertawa terbahak-bahak melihat rencananya berhasil untuk mengerjai Nugi, Chici pun mengelus dada merasa lega lepas dari setan kodok itu.
--------------------#🕊️TBC.....
__ADS_1
Mohon dukungannya di novel ku yang satu lagi ya. Judulnya The Queen Of True Adventurers, semoga menjadi awal yang baik. Tinggalkan likenya ya.. 😄🌸