Married For Pellets

Married For Pellets
Bulan Madu


__ADS_3

Layaknya pengantin baru para umumnya yang mereka lakukan, bagaiman tidak. Mereka berjalan dengan tangan saling bertautan. Senyum merekah dari bibir keduanya.


Adelia dan Raka duduk di restauran itu memposisikan tubuh berhadap-hadapan. Tak lama berselang, pelayan datang dengan membawa buku menu.


"Selamat datang nona tuan, silahkan mau pesan menu apa?" sapa pelayan itu ramah, sambil menyodorkan buku menu di meja didepan mereka.


"Mau pesan menu apa?" tanya Adelia pada suaminya.


"Terserah kau saja" Raka mengikuti kemauan istrinya saja.


Adelia memesan menu aneka macam olahan seafood dan dua buah gelas es lemon Thea. Pelayan itu mencatat pesanan mereka kemudian berlalu pergi dari sana.


"Ingin bulan madu dimana?" tanya Raka memecah keheningan.


"Terserah kakak saja." jawab Adelia singkat.


"Benarkah?" tanya Raka memastikan.


"Hemmm" jawab singkat Adelia tak ada minat berbicara pada suaminya.


Adelia masih sangat lelah akibat pertempuran semalam. Di acara pernikahan mereka Adelia juga mengundang mantan kekasihnya bernama Ivan, tetapi sepertinya Ivan tak bisa hadir di sana karena suatu tugas yang benar-benar tak bisa ditinggalkan.


"Baiklah setelah ini kemasi barang-barangmu, kita akan berangkat setelah ini" ucap Raka.


Sontak saja Adelia yang tadinya mengantuk kini matanya melotot ke arah suaminya akibat mendengar kata-kata tak lazim dari itu.


"Secepat itu?" tanya Adelia tak percaya.


"Ehmmm iya, aku sudah tidak sabar ingin mengajakmu ke suatu tempat" kata Raka cuek.


Adelia hanya melirik sekilas ke arah Raka. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Tak berapa lama pelayan datang membawa berbagai menu olahan seafood pesanan Adelia.


"Terimakasih mbk" sapa Adelia ramah.


Dengan cueknya Adelia melahap makanan di depannya itu seperti orang yang tak makan setahun. Mungkin karena kemaren dirinya tidak makan setengah hari hingga malam. Sehingga dirinya sangat kelaparan.


"Pelan-pelanlah kalau makan, tak akan ada yang memintanya" kata Raka suaminya sambil mengusap ujung bibirnya yang dipenuhi saus.

__ADS_1


Sesaat istrinya itu diam membeku diperlakukan manis seperti ini. Bagaimana tidak semua wanita tentu saja akan meleleh pada pasangannya jika diperlakukan manis bagaikan ratu.


"Kak...ehmmm, apa tak bisa jika besuk-besuk saja perginya?" tanya Adelia hati-hati, rupanya masih ada hal yang mengganjal di dalam pikirannya.


Raka menoleh ke arah istrinya, mengamati dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Tidak," jawab Raka singkat, tak ada alasan apa pun dibalik jawaban yang dirinya berikan tadi.


Dengan berat hati tentu saja Adelia mengikuti kemana pun suaminya pergi. Tak akan mungkin mau dirinya di tinggal.


"Baiklah terserah kakak saja" jawabnya malas.


Selesai makan, mereka kembali ke kamarnya dan mengemasi barang-barangnya dan juga milik suaminya. Raka tak bisa berdiam diri saja melihat istrinya kerepotan seperti itu. Dirinya membantu mengemasi barang-barang kedalam koper.


Nanti akan ada orang suruhannya yang datang kemari membantu membawakan barangnya.


"Sudah, tak ada yang ketinggalan?" tanya Raka pada istrinya.


"Aku rasa sudah tidak ada, ayo" ajaknya.


Tanpa di duga mereka langsung pergi ke bandara dengan pesawat pribadi Raka. Hasil kerja kerasnya selama ini tanpa mengandalkan kedua orang tuannya. Dirinya telah sukses membangun kerajaan bisnisnya di berbagai negara maju.


"Ayo..." Raka menggandeng tangan istrinya memasuki kabin pesawat itu. Disana tersedia kamar pribadi dan berbagai fasilitas mewah lainnya, seperti mini bar dan mini market.


Awalnya Adelia masuk hanya biasa saja. Tapi setelah mengamati isi di dalam pesawat itu menjadi sangat takjub dengan interiornya dan desainnya yang sangat lengkap fasilitasnya.


Sampai dirinya terdiam beberapa saat di tempatnya, menelisik seluruh ruangan disana. "Kenapa," tanya Raka yang mengamati istrinya itu berhenti jalan dan terdiam sebentar.


"Tidak" Adelia menggeleng pelan. Lalu kembali berjalan, disana diarahkan suaminya dengan kursi mewah yang view nya langsung memandang ke arah luar. Tetapi tidak, mereka tidak jadi duduk di sana, melainkan di kamar pribadi Raka.


Raka membawa istrinya ke sana, dan mereka melakukan adegan suami istri di sana. Hingga tubuh istrinya itu lemah tak berdaya.


"Ada apa dengan diriku, tak biasanya memiliki hasrat yang begitu menggebu" gumamnya pelan di samping istrinya yang sudah terlelap.


Pernikahan ini tak ada perasaan cinta tak ada pendekatan. Mereka di satukan dengan ikatan pelet. Entahlah jika energi pelet ini sudah habis apa yang akan terjadi pada mereka.


Energi pelet memang luar biasa, mbah Joyo melakukan tugasnya dengan sempurna hingga mereka saling ingin berdekatan tak mau berpisah barang sebentar pun .

__ADS_1


Bahkan energi pelet ini bisa membuat seseorang menjadi temperamen jika tak bisa bertemu orang yang dirindukan, dan menyebabkan seseorang itu ingin berhubungan intim.


Sehingga wajar saja jika mereka melakukan hubungan suami istri itu berulang, bisa jadi itu bawaan energi pelet yang menempel pada tubuh mereka.


Tapi sialnya kedua orang itu tidak menyadari apa yang terjadi. Yang ada saling merindukan. Raka merindukan Adelia, begitupun Adelia merindukan Raka. Sehingga ada magnet tarik menarik pelet yang dikirim oleh mbah Joyo itu.


Benar-benar luar biasa efek dari magnet tersebut. Telah membuat keduanya seperti ada yang mengendalikan.


Kali ini mereka akan berbulan madu ke Maldives. Dimana disana disuguhkan pemandangan laut yang sangat indah. Terdiri dari pulau-pulau kecil dengan pemandangan sangat mengagumkan bagi wisatawannya.


Beberapa menit sebelum pesawat mendarat. Adelia sudah dibangunkan oleh suaminya. Lalu membersihkan diri dan berganti pakaian dengan rapi. Rencananya mereka akan berkeliling di resort yang ada di Maldives itu. Baik Raka sendiri maupun Adelia mereka belum pernah mengunjungi wisata ini.


Tetapi Raka ada salah satu teman yang memiliki resort ini, sehingga diminta dirinya menjemput di bandara dan langsung menuju resortnya.


"Apa kau masih mengantuk tanya suaminya?"


"Ehmm iya." Memang benar dirinya masih membutuhkan waktu istirahat setelah di gempur habid-habisan oleh suaminya itu.


"Nanti setelah sampai di sana kau bisa beristirahat sepuasmu" kata Raka.


"Ehmm iya" Adelia hanya menjawab singkat saja.


Tak lama mereka menunggu, mobil jemputan itu datang dan mempersilahkan mereka masuk, menuju resort di sana.


Dirinya telah disambut oleh temannya yang bernama Ibrahim. "Selamat datang kawan ke tempat kami yang apa adanya" sapa Ibrahim pada Raka. Mereka saling berpelukan ala sahabat lelaki.


"Kau datang bersama siapa?"


"Apa dia adikmu?" tanya Ibrahim bertubi-tubi.


"Kenalkan dia istriku" jawab Raka.


"Kau sudah menikah?, lalu kenapa kau tak mengundangku" tanya Ibrahim bertubi-tubi.


"Maafkan aku, tapi lain kali kami akan mengundangmu ke tempat kami" setelah perkenalan singkat mereka. Akhirnya mereka beristirahat memasuki salah satu resort itu.


Adelia yang tadinya mengantuk kini matanya jadi cerah kembali melihat pemandangan indah di depannya, dan...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2