Married For Pellets

Married For Pellets
Malam Pertama


__ADS_3

Lama berdiam diri di dalam kamar mandi, akhirnya Adelia menampakkan batang hidungnya. Malam ini adalah malam pertama milik mereka berdua. Sepertinya kiriman ilmu pelet pada mereka berdua sangat kuat. Hingga tadi yang awalnya Adelia enggan melihat wajah Raka, kini menjadi sangat merindukan.


Mereka menjadi sama-sama agresif pada malam pertama mereka. Hingga seperti pasangan yang saling mencinta. Jika pasangan saling mencintai, mereka akan melakukan hubungan badan secara sadar. Tetapi berbeda dengan pasangan ini. Malam ini mereka melakukan hubungan badan karena kuatnya ilmu pelet yang menempel pada diri mereka masing-masing.


Baik Adelia maupun Raka, mereka telah dipasangi ilmu pelet hingga di satukan dengan ikatan pernikahan. Mungkin bagi sebagian orang mustahil atau bisa dikatakan hal tabu. Memang inilah yang mereka alami saat ini.


Adelia merasakan rindu yang mendalam pada Raka, begitu juga Raka merasakan rindu yang mendalam pada Adelia hingga dirinya ingin melakukan hubungan suami istri. Tetapi sah-sah saja saat ini.


Sedangkan di tempat lain. Jauh dari sebuah perkotaan. Nita nekat mendatangi dukun. Seorang dukun yang mampu memisahkan suami istri, atau hubungan asmara seseorang, bahkan bisa menyatukan seseorang dengan menggunakan pelet.


Sedangkan medianya sendiri tergantung permintaan dari klien nya mau menggunakan pelet jenis apa. Jauh sebelum pernikahan Adelia dan Raka sepupunya itu. Dirinya telah meminta bantuan mbah Joyo untuk memisahkan hubungan Asmara Adelia dan juga Ivan.


Setelah misi pertamanya berhasil tentu saja dirinya bersorak senang. Tetapi lihatlah korbannya Adelia dan juga Ivan. Seperti orang tak waras. Mereka lebih banyak diam. Tidak ceria seperti biasannya.


Ivan yang biasanya tipikal orang yang luwes banyak wawasan itu mendadak menjadi pria pendiam dan seperti kosong pikirannya. Bukan kosong tetapi seperti ada yang mengendalikan dirinya secara taj sadar.


Sedangkan Adelia yang memiliki sifat ceria mendadak jadi agak sedikit temperamen dan mudah melamun. Bahkan ketika Nita mendekatkan Raka dan juga Adelia pun sama dengan bantuan mbah joyo.


Saat ini di sinilah Nita berada di gubuk tempat tinggal mbah Joyo yang jauh dari keramaian itu. Letaknya di tengah-tengah hutan. Hutan itu sangat rimbun dan sekitar tempat tinggal mbah Joyo seperti tampak sangat angker.


Tetapi demi melancarkan hasratnya yang ingin memisahkan mereka, Nita berbuat nekat.


"Mbah aku mau mereka malam ini saling tergila-gila."


Nita menyampaikan keinginannya kepada mbah Joyo.


"Baiklah tetapi itu semua ragatnya tak murah."


Kata mbah Joyo terus terang. Setelah mereka deal dengan kesepakatan itu. Mbah Joyo segera jampi-jampi mereka hanya dengan media foto mereka saja.

__ADS_1


Nita sepertinya tersenyum puas telah berhasil melakukan aksinya kali ini. Setelah ini giliran Ivan yang akan di jampi-jampi oleh dirinya melalui mbh Joyo.


Soal ragat tak masalah, selama dirinya tak ada masalah dengan ayah dan ibunya Raka, maka uang jajan itu tetap akan mengalir ke rekeningnya. Sepertinya ayah dan ibunya Raka memberikan uang jajan setiap bulannya tak main-main. Uang jajan yang diterima Nita setiap satu bulan bisa digunakan membeli sebuah mobil mewah.


Oleh karena itu Nita bisa melakukan apa saja yang dirinya mau dengan uang itu. Namanya manusia jika hatinya sudah tertanam rasa iri pasti akan sulit disembuhkan.


Bahkan dengan Raka kakaknya sepupu saja dirinya tak begitu menganggap. Kelakuannya ini malah semakin menjadi-jadi. Tetapi Raka buta mata dan hatinya. Dirinya tetap saja menyayangi bocah licik seperti adik sepupunya yang dipungut oleh ibu dan ayahnya.


Setelah menyelesaikan ritualnya mbah Joyo itu keluar dan memberikan sesuatu pada Nita. "Jangan lupa pesanku tadi."


"Agar hubungan mereka semakin kuat, maka curilah ****** ***** milik mereka dan bawalah kemari lagi." Kata mbah Joyo dengan muka serius.


Nita menyimak dengan seksama apa saja permintaan mbah Joyo dan juga bagaimana agar hubungan mereka tak akan terpisahkan.


Sepertinya mbah Joyo membawakan sesuatu ke dalam botol kecil untuk di teteskan pada makanan atau minuman mereka. Agar mereka bisa saling merindukan.


"Baik, satu minggu lagi saya pastikan akan ke sini lagi."


"Huh pacar yang kau bangga-banggakan itu sudah kau buang."


"Kau akan menderita selama hidupmu, menikah dengan orang yang sama sekali tak kau cintai."


Nita bergumam pelan, dengan sebelah sudut bibirnya terangkat menandakan jika dirinyalah pemenangnya saat ini.


***


Pagi harinya Adelia bangun dari tidurnya lebih dulu dari pada suaminya itu, matanya mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang menembus kaca di kamar hotel itu.


Dirinya seperti tak sadar dengan apa yang sudah mereka lakukan semalam. Tetapi pikirannya seperti kosong, tak ada yang dia pikirkan ke depannya dan saat ini. Kemudian turun dari ranjang dengan sangat pelan agar orang yang berada di sebelahnya itu tak terganggu.

__ADS_1


Dengan pelan mengambil tangan yang tadi memeluknya erat. lalu masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Adelia merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk tak berbentuk, apa lagi tubuhnya pada bagian inti. terasa ada sesuatu yang robek di sana. Dan menimbulkan jalannya tadi sedikit aneh.


"Apa yang sudah ku lakukan semalam" gumamnya pelan.


Saat ini dirinya butuh air hangat untuk berendam merilekskan tubuhnya yang rasanya habis seperti di pukuli orang satu kampung.


"Aku tak tahu apa yang terjadi dengan diriku, semua yang aku lakukan ini seperti bukan diriku " gumam Adelia pelan.


Adelia sudah rapi, berganti pakaian, dengan riasan tipis di wajahnya. Kini dirinya tinggal menunggu suaminya bangun.


Setengah jam lebih Adelia menunggu Raka bangun sambil bermain ponsel. Raka bangun perlahan dan duduk dengan kepala di sandarkan pada sandaran tempat tidur.


"Kau sudah bangun" tanya Raka.


"Ehmmm iya" Adelia hanya menjawab singkat pertanyaan suaminya.


"Baiklah aku akan mandi, kau tunggulah sebentar."


Raka perjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang pun yang menempel pada tubuhnya. Tetapi dirinya jalan dengan begitu santai di depan Adelia.


Tentu saja itu adalah hal aneh yang membuat Adelia sangat malu. Tidak tahu saja jika saat ini muka istrinya itu sudah memerah. Adelia memalingkan mukanya melihat ke arah lain.


"Dasar tak tahu malu" gumam Adelia pelan, sehingga tak bisa di dengar oleh Raka.


Raka mandi dengan secepat kilat dan berganti pakaian. Ketika berjalan menyapa Adelia dirinya sempat melihat suaminya itu dengan tatapan kagum.


Tetapi dirinya masih tak mau mengakui, lalu Raka menggandeng tangan Adelia turun kelantai bawah dimana restauran berada.


Mereka makan pagi setengah siang di restauran hotel tempat mereka menginap.

__ADS_1


dan


Bersambung


__ADS_2