
Raka dan Arka sudah berteman sejak di bangku kuliah. Tetapi Arka kakak tingkat Raka. Mereka sering berkumpul di event event kampus tertentu. Karena memang mereka dulu tergabung dalam sebuah organisasi.
"Aku rasa sangat konyol berbicara formal seperti ini." kata Arka.
"Bukankah memang kita sedang bekerja, dan bertemu sebagai seorang klien." Raka
"Ck, menyebalkan, bagaimana? apa kau sudah menikah?" tanya Arka pada Raka.
"Ya aku sudah menikah, dan aku memiliki dua istri, "
"Rupanya kau kemaruk juga."
"Terserah apa katamu, tetapi ini bukan sebuah keberuntungan bagiku, tapi sebuah musibah. Entahlah aku pusing."
"Baiklah lain waktu kita bahas lagi, bagaimana apa kau sudah menemukan model?"
Ya mereka saat ini sedang membahas kerja sama. Dilanjutkan dengan obrolan obrolan ringan sewaktu kuliah dulu, sampai jam makan siang lewat. Barulah pertemuan itu berakhir.
Icha saat ini menata makanan dimeja makan besar. Menyuruh Adelia duduk manis tanpa melakukan apapun.
"Ck, menyebalkan aku seperti tidak berguna saja jika berdiam diri seperti ini." keluh Adelia mencebik.
"Ssstt, diamlah. Kau memang tidak digunakan untuk saat ini." kata Icha. Tangannya masih sibuk menata makanan di meja makan.
Dua orang yang memiliki usia tidak jauh itu lalu makan bersama di meja makan besar. Icha dan juga Adelia berbincang-bincang kecil sambil sesekali tertawa.
"Setelah ini aku akan berpamitan kepadamu. Oh ya makasih ya makan siangnya, besok lagi jika aku ke sini lagi beritahu chef-mu untuk memasak yang enak-enak seperti ini." kata Icha masih sibuk mengunyah makanannya.
Mendengar pernyataan Icha baru saja membuat Adelia cemberut, pasalnya Ia senang memiliki teman yang menyenangkan seperti Icha.
"Kenapa bibirmu manyun seperti itu, kau semakin jelek Jika seperti itu. Kondisikanlah dengan baik bibirmu. Apalagi jika sedang makan seperti ini."
"Aku akan kesepian lagi tinggal di rumah besar ini. Padahal aku sudah sangat senang dengan keberadaanmu di sini."
__ADS_1
Icha berusaha bersabar menghadapi bumil yang satu ini. Icha memberikan pengertian agar ada Adelia tidak tersinggung dengan perkataannya bahwa Icha sebentar lagi akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan Tour manggungnya.
"Rupanya kau seorang aktris juga."
Icha mengangguk membenarkan ucapan Adelia baru saja. Makanan yang mereka makan sudah selesai. Lalu Icha berpamitan pulang.
"Bye sampai bertemu lagi entah kapan pertemuan kita selanjutnya." kata Icha lalu berpelukan pada Adelia dan mengecup pipi kanan pipi kirinya.
***
*
*
Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa kini Adelia melahirkan seorang bayi tampan yang sangat lucu. Adelia bingung dengan kisah hidupnya saat ini, pasalnya kedua orang tuanya sama sekali tidak datang ketika dirinya melahirkan. Adelia pergerakannya sangat terbatas berada di bawah genggaman Raka.
Rencananya setelah Adelia melahirkan ia akan menyerahkan bayi tampan itu kepada Raka. Lalu dirinya mengajukan surat cerai yang sudah ditinggalkan di kamar perawatannya.
Raka baru saja selesai meeting dengan kliennya berada di hotel bintang 5.
Saat ini sudah mendekati tengah malam Raka baru membuka ponselnya lalu melihat beberapa panggilan tidak terjawab ada sekitar 25 panggilan lebih. Jika sudah seperti itu pasti jawabannya adalah darurat.
"Maaf tuan nona Adelia sudah melahirkan di rumah sakit. Bayi Anda lahir dengan selamat. Anda akan memiliki penerus di perusahaan anda, sekali lagi selamat atas kelahiran putra tampan anda. sekarang anda bisa datang ke rumah sakit ibu dan anak di jalan X."
Raka tidak menjawab, dirinya langsung berlari keluar hotel mencari sopirnya untuk diminta mengantarkan sampai ke Rumah sakit ibu Dan Anak di mana Adelia dirawat.
Perjalanan yang ia tempuh tidak memakan waktu lama sudah sampai, Raka bertanya pada perawat di mana ruang perawatan Adelia berada. Seorang perawat mengantarkan di ruang VVIP yang memiliki fasilitas sangat lengkap.
Raka diantar oleh perawat di mana ruangan bayi berada. Ia begitu terharu melihat Putra tampanya lahir. Saat ini belum sempat dirinya mengabari keluarganya, rencananya setelah ini dirinya akan mengabari ibu dan ayahnya dan juga kedua orang tua Adelia.
"Anakku." lirih Arka.
"Eldorado Allison Maheswara, putra tampan Daddy." lirih Raka.
__ADS_1
Setengah jam lebih Raka memandangi wajah tampan putranya. Wajah tampan El kombinasi antara dirinya dan juga Adelia. Hidung mancungnya lebih mirip Adelia. Sedangkan bentuk mukanya dan mulutnya lebih mirip Raka.
setelah puas memandangi wajah tampan El Raka baru mengingat bahwa dirinya sama sekali belum membesuk Adelia.
"Antarkan aku ke ruang istriku."
Perawat yang sejak tadi membersamai Raka mengangguk, lalu menunjukkan jalannya sampai ke ruang perawatan Adelia.
Begitu membuka pintu kamar perawatan yang terlihat interiornya sangat mewah itu Raka begitu terkejut di dalam sana sama sekali tidak ada penghuninya. Nizia pelayan perempuan yang tadi menunggui Adelia pamit pulang untuk mengambil pakaian-pakaiannya.
Arka berteriak pada perawat. "Di mana istriku berada kenapa tidak ada di ruang perawatan."
Seluruh rumah sakit saat ini sibuk mencari keberadaan Adelia, tapi sama sekali tidak menemukan jejak perempuan yang baru saja melahirkan itu. Kondisi rumah sakit yang tengah malam memang sangat sepi. Sejak tadi semua perawat dan orang yang berjaga sibuk dengan tugasnya masing-masing.
"Apa kau gila, meninggalkan anakmu bersama pelakor itu." geram Nara.
"Aku tidak punya pilihan lain, mungkin ini jalan terbaik."
"Jalan terbaik dengan memberikan suami dan anakmu pada perempuan licik itu." geram Nara.
Sampai di sini Nara tidak menghakimi Adelia lagi. Kondisi ibu baru melahirkan sangat rentan dan sensitif. Nara bahkan takut dengan kondisi Adelia saat ini, takut terkena baby blues. Apalagi kedua orang tuanya tidak ada yang mendampingi bahkan mereka tidak bisa dihubungi sama sekali.
"Baiklah kalau begitu ayo kita terbang saat ini juga menuju Paris."
Nara membawa Adelia terbang ke Paris menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Nara. Di sana keluarga Nara memiliki usaha butik yang sudah terkenal dan memiliki banyak koneksi. Sehingga soal data pribadi penerbangan hari ini bisa dimanipulatif.
Adelia pergi dengan Nara tanpa menggunakan pakaian yang layak seperti selayaknya orang yang sedang bepergian. Hanya menggunakan pakaian yang dipinjamkan Nara seadanya dan jalannya terlihat tertatih-tatih karena memang habis melahirkan.
3 hari 3 malam di Rumah sakit ibu Dan Anak itu disibukan oleh kepergian Adelia rumah sakit itu bahkan akan dibekukan neraka tetapi berkat bantuan Arya dan vano tidak jadi dibukukan.
Ya Arya dan Vano adalah sahabat Ivan tapi saat ini menjadi tangan kanan Raka untuk mengelola di beberapa negara perusahaannya yang sudah berkembang.
"Kau tenanglah, dinginkan dulu pikiranmu. Sekarang masih ada El yang harus kau pikirkan." kata vano menepuk pundak Raka.
__ADS_1
Bersambung