
"Apakah bentuk kerjasama dengan istri orang seperti ini yang anda harapkan Tuan Ivan?"
Raka menarik tangan Adelia membawanya pergi dari hadapan Ivan. "Hei apa yang kau lakukan kau menyakitinya."
"Itu bukan urusanmu ini urusan rumah tangga kami." sahut Raka ketus.
Adelia enggan untuk ikut langkah kaki Raka. "Kakak tolong jangan seperti ini, kita sudah bercerai kak. Aku sudah bukan istrimu lagi." pekik Adelia.
Seketika Adelia merasa Dejavu diseret seperti ini oleh Raka. iya jadi teringat satu tahun lalu ketika dirinya hamil.
"Oh Tuhan habislah aku. Apakah setelah ini aku akan disekap lagi." batin Adelia ketakutan.
Adelia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Raka. Raka yang sudah tidak sabar dan merasa Adelia akan kabur darinya lagi, mengangkat tubuh ramping Adelia seperti membawa karung beras lalu berjalan keluar dari restoran itu dengan tergesa dan melemparkannya ke dalam kursi penumpang.
"Jalan Pak." perintah Raka pada sang sopir.
Raka membawa Adelia ke sebuah apartemen mewah yang ada di penthouse. Sepanjang perjalanan Raka menggendong Adelia ala bridal style. Otomatis Adelia mengalungkan kedua tangannya ke leher Raka.
Brakkkk begitu pintu apartemen ditutup. Di dalam apartemen yang mewah dan hanya tinggal berdua membuat nyali Adelia menciut seketika.
"Sebenarnya apa yang kau mau, aku masih banyak pekerjaan, kau tidak bisa seenaknya seperti ini." kata Adelia memberanikan diri menantang Raka.
Raka wajahnya terlihat merah padam sama sekali tidak ada senyuman di sana. Beberapa kali Adelia berceloteh seolah dianggap angin lalu.
"Aku sudah mengalah dengan hubungan kalian, kenapa kau masih seperti ini padaku apa yang kau mau katakan?" kata Adelia lalu berdiri dari duduknya berjalan menuju ke Raka, tanpa diduga menonjok wajah Raka. hingga sudut bibir Raka mengeluarkan darah segar.
"Oh good, kau semakin brutal saja baby setelah lama berpisah denganku."
Tangan Raka mengusap sudut bibirnya ya terlihat mengeluarkan darah segar. Raka tersenyum smirk seperti menyembunyikan sesuatu dari Adelia.
"Kita sudah bukan suami istri lagi, aku akan dicekik oleh Vera Jika kau terus seperti ini."
"Aku sudah tidak mau berurusan lagi denganmu dan juga Nita. Kau tahu itu? bahwa saudaramu itu ingin membunuhku."
"Akan Aku pastikan aku akan melenyapkan mereka lebih dulu jika berani menyakitimu."
__ADS_1
"Sekarang katakan apa mau kamu? aku sudah menyerahkan putraku denganmu walaupun dengan berat hati. Tetapi bukan berarti aku mau lagi denganmu." Adelia masih mengulang pertanyaannya sama kali ini dirinya berkacak pinggang.
"Duduklah baby kau akan cepat tua jika terus marah-marah seperti itu."
Raka terdiam bukan berarti ia sedang tidak meladeni Adelia, tetapi ia sedang mengatur emosinya, karena saat ini detak jantungnya begitu cepat.
"Tidak biasanya aku seperti ini berhadapan dengan seseorang. Mungkinkah ada masalah dengan jantungku." batin Raka. Salah satu tangannya meraba bagian dadanya.
"Lakukan apapun yang kau mau, aku akan keluar sebentar. Dan akan balik lagi, apakah kau menginginkan sesuatu?" tanya Raka datar dengan muka babak belur habis kena tonjok Adelia.
"Pergilah. Aku tak butuh itu semua. Jika seperti ini aku akan dipecat oleh paman Kim. Jika aku dipecat oleh paman Kim maka kau harus bertanggung jawab."
Raka berlalu pergi dari hadapan Adelia tanpa berniat menjawab. tidak berapa lama dirinya sampai di sebuah salah satu klinik kesehatan.
"Apakah ada masalah dengan Anda tuan, sebelum saya memeriksa Anda." kata dokter yang saat ini berhadapan dengan Raka.
"Jantungku sedang bermasalah."
"Boleh dijelaskan lebih detail lagi tuan?"
Dokter memberikan saran-saran yang baik kepada Raka, dan Raka menerima saran itu. Lalu Raka kembali lagi ke apartemen dengan membawa belanjaan di tangan kanan dan kirinya dibantu oleh sopirnya.
Sebelum membuka pintu yang menarik nafas terlebih dulu. hari sudah menjelang malam. ketika Raka sampai di apartemen.
Ceklek terdengar pintu apartemen dibuka, Raka mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. tidak menemukan apapun lalu berjalan ke ruang tengah dan ternyata Adelia ketiduran di sofa.
Raka menaruh belanjaannya tadi di meja makan lalu membersihkan diri dan berganti pakaian. tidak butuh waktu lama, Raka kembali lagi mengangkat tubuh ramping Adelia dan membawanya ke kamar utama.
"Tubuhmu begitu ringkih setelah pergi dariku, benarkah Aku sedang jatuh cinta padamu seperti apa kata dokter tadi." lirih Raka pelan.
Lalu Raka ikut menelusup masuk ke dalam selimut tebal itu cuaca memang sangat dingin di kota Paris saat ini. Tangan Raka melingkar di perut Adelia, membuat Adelia seperti ada beban berat yang menimpa tubuhnya.
***
*
__ADS_1
*
Pagi menjelang, sinar matahari tipis-tipis sudah menampakkan cahayanya, Raka semenjak kepergian Adelia tidak bisa tidur nyenyak. Dirinya bisa tidur nyenyak ketika meminum obat tidur. Tapi entah mengapa saat ini tanpa bantuan obat tidur sudah membuat Raka tidur begitu lelap sampai waktu setengah siang.
Begitu pula Adelia, entah Adelia sangat kelelahan dengan pekerjaannya. Hingga membuatnya enggan bangun dari tidurnya.
"Aaaaah tangan siapa ini." teriak Adelia begitu memekik telinga.
Dengan spontanitasnya Adelia terbangun dan melihat ke samping. Ia baru menyadari bahwa semalam dirinya dibawa oleh Raka ke apartemennya dan belum sempat menghubungi Nara, sudah pasti ponselnya saat ini memiliki panggilan yang entah ke berapa kalinya.
"Aku akan pulang tolong jangan menahanku lagi."kata Adelia turun dari ranjang king size milik Raka dengan tergesa-gesa mengambil di mana letak tasnya.
"Oh Tuhan ternyata ponselku mati, pantas saja tidak ada notifikasi apapun." pekik Adelia.
Tidak berapa lama Raka terlihat keluar dari kamar dengan wajah lebih segar. " Kau tidak akan kemanapun, jangan harap kau bisa lepas dariku."
"Tapi kita sudah bukan suami istri lagi, tidak ada alasan untuk aku bertahan di sampingmu dan aku tidak mau merusak hubunganmu dengan Vera."
"Jangan membicarakan perempuan itu lagi, dia sudah bukan istriku dan kaulah istriku satu-satunya."
"Bercandamu tidak lucu tuan."
Tanpa diduga Raka mendekat lalu mencium paksa Adelia. untuk menghentikan Adelia yang sedang melayangkan protesnya tiada henti.
Adelia berusaha mendekat dada Raka untuk bisa lepas dari ceramah mantan suaminya. Adelia bukanya lepas. Tetapi ciuman itu semakin mendalam. Adelia merasa geram dan menggigit bibir Raka.
"Aauuuhh kau menggigitku baby."
"Antarkan aku pulang bukan di sini tempat tinggalku."
"Benarkah kau ingin lepas dariku? apa kau sama sekali tidak ingin melihatmu putramu?"
Mendengar kata Putra membuat Adelia terdiam seketika suasana berubah menjadi mellow.
"Baiklah kalau begitu antarkan aku menemui putraku, tetapi izinkan aku menghubungi Nara dulu. Dia akan sangat khawatir padaku karena semalam kau sudah mencuriku Tuan kejam."
__ADS_1
Bersambung