
"Apa kau serius dengan keputusanmu itu bahwa kau tidak akan menikah seumur hidup?" tanya Adelia menegakkan punggungnya, menatap intens pada Nara.
Nara meerasa bosan dengan pertanyaan yang dilontarkan Adelia bukan hanya sekali dua kali bahkan beberapa kali. "Apa kau tidak ada pertanyaan yang lain selain yang satu itu?" ucap Nara pura-pura memanyunkan bibirnya.
Nara masih sibuk dengan aktivitas ponsel yang berada di tangannya, "Ck, biar kutebak jika hidupmu akan pulang pergi kerja seperti itu saja setiap hari."
"Aku ada calon untukmu jika kau mau."
"Ck, aku bukan barang yang harus kau tawarkan jika belum laku." ucap Nara berjejak lalu meletakkan kembali ponsel pintarnya di atas meja.
Siang itu Nara tidak jadi kembali ke kantor karena pamannya memberikan kelonggaran untuknya. sehingga di sinilah ia berada seharian bersama El dan juga Adelia.
El sudah tidur bersama pengasuhnya, hingga membuat kedua perempuan itu bisa berbicara dengan longgar.
"Bagaimana dengan Nita kau berhutang penjelasan padaku?"
"Dan juga Vera. Aku sangat ingin menanyakan hal ini kepadamu sejak lama. Tapi karena kita sama-sama sibuk, aku baru bisa mengunjungimu saat ini, ayo jelaskan sekarang mumpung aku di sini sampai nanti malam."
"Kau seperti rentenir yang sedang menagih hutang."
"Aku tidak tertarik membahas mereka, tapi satu pesan yang kuingat bahwa ilmu pengasihan itu ada, dan itu terjadi pada diriku." kata Adelia, lalu menjeda ucapannya.
"Kau tahu? bahwa aku menikah dengan suamiku Raka karena ilmu pengasihan. Karena kejahatan mereka berdua ternyata Vera juga terlibat dalam hal ini. Aku baru menyadari setelah hal ini ada yang aneh dalam diriku, terkadang aku merasa sangat cinta dengan suamiku. Aku melihat Ivan dalam diri Raka, tapi kau tahu bahwa bayang-bayang Ivan yang ada di dalam diri Raka itu karena ilmu pengasihan sialan itu." kata Adelia mengepalkan tangannya kesal. Bukan karena menyesal karena telah menikah dengan Raka. Tapi karena perbuatan kedua perempuan licik itu.
Nita dan Vera bekerja sama dibantu oleh temannya yang menghamili Vera dalam skandal ini, melibatkan ilmu pengasihan pelet dan juga satu dukun yang bernama Mbah Joyo yang sering Vera dan Nita datangi secara diam-diam. Nita yang notabenya saudara sepupu Raka memudahkan dirinya untuk melancarkan aksinya memberikan ilmu pengasihan lewat media makanan tanpa diketahui orang rumah.
"Aku baru menyadari orang yang kuanggap sahabatku selama ini menusukku dari belakang, aku begitu kecewa. Semoga saja ini tidak terjadi dengan." Adelia berhenti dengan ucapannya ekor matanya melirik Nara. Sejurus kemudian darah menyadari ke mana arah ucapan Adelia.
__ADS_1
"Apa kau mau menuduhku bahwa aku ini sama seperti temanmu yang bej*t itu? kau jangan menyamakan aku dengan temanmu yang bej*t itu, aku rasa kau sudah mengetahui aku luar dalam."
"No no aku hanya mengetahui luar mu saja aku tidak mengetahui dalamnya dan tidak mau tahu, hanya suamimu saja nanti ketika unboxing dirimu." kata Adelia menahan tawanya.
"Dan aku tanya padamu, apa kau menyesal menikah dengan Raka karena ilmu pengasihan? kau harus menjawab dengan jujur."
"Haruskah wajib ku jawab pertanyaanmu yang konyol ini? aku rasa itu tidak penting. Kau sudah tahu jawabannya. Aku sudah memiliki El dan aku sangat bahagia dengan hidupku saat ini, lagi pula apa yang aku sesalkan Vera sudah mendapatkan ganjarannya begitu pula Nita. Aku tidak akan melihat lagi ke belakang yang terpenting adalah putraku."
"Yayaya aku percaya bahwa kau saat ini sedang bucin jangan sampai kau dibutakan oleh cinta, sisakan pikiranmu sedikit negatif beberapa persen agar kau tidak dibodohi dengan cinta butamu itu. Dan kau harus bisa berpikir secara logika. Kau tahu bahwa laki-laki sukses itu banyak yang menginginkannya di luar sana, mungkin saja menikah diam-diam contohnya."
"Kau menakuti ku nona,"
"Aku hanya berbicara fakta apa yang pernah kulihat saja."
"Apa karena itu salah satunya, sehingga kau takut untuk mengambil keputusan besar menikah."
***
*
*
Akhirnya Nara tinggal di rumah Adelia dan Raka sampai malam. Nara 0ulang ketika besoknya lagi karena bujuk rayuan Adelia untuk tetap tinggal di rumah mereka. Pada saat itu memang Raka belum kembali ke rumah karena ada urusan yang harus ia selesaikan di perusahaan.
"Aku rasa sudah terlalu lama tinggal di tempatmu ini kau akan bosan jika terus-terusan bersamaku tapi aku tidak bosan jika terlalu lama dengan El."
"Mana bisa begitu? aku rasa kemarin beberapa bulan tinggal bersamamu dan aku juga tidak bosan. Kenapa kau sekarang berbicara seperti itu." kata Adelia tangannya masih sibuk menata sarapan pagi di atas meja makan.
__ADS_1
Semalam memang Raka memberikan kabar dirinya bahwa Raka akan pergi ke luar kota untuk menyelesaikan sesuatu hal dan akan kembali lagi Jika memungkinkan.
Nara masih sibuk bermain dengan El, yang suka lari ke sana kemari dengan tertawa cekikikan dan menanyakan apa saja yang ada di depannya dengan suara cadelnya.
lalu mereka makan bersama setelah makan bersama Nara berpamitan kembali, "Sering-seringlah berkunjung kemari, aku akan senang, jika kau sering kemari."
"Aku jika berkunjung kemari tak akan mengunjungimu lagi, tapi aku mengunjungi bayi tampanmu." kata Nara lalu cpk-cipiki. Dan memberikan beberapa ciuman pada El hingga membuat bayi itu terasa geli dan tertawa.
Adelia mengantarkan sahabatnya itu sampai ke beranda rumah hingga mobil Nara menghilang. Tidak berapa lama terdengar suara mobil masuk ke halaman rumahnya, Adelia yang baru melangkah beberapa. Kembali menengok ke belakang.
"Mana Putra tampanku?" kata Raka lalu memeluk Adelia dan memberikan hujanan ciuman ke beberapa wajah Adelia.
"Ck, baru saja kau datang. Kenapa sudah menanyakan dia. Apakah tidak kangen denganku?" kata Adelia pura-pura memanyunkan mulutnya.
Raka sama sekali tidak menjawab protestan dari Adelia ia malah menarik tubuh Adelia dan menggendongnya ala bradle steel membawa ke lantai 2, sehari semalam tidak bertemu serasa 1 bulan. Sudah pasti terjadi perang dunia ke-2 di atas ranjang King size mereka dengan penuh tanda cinta. "Sepertinya sebentar lagi El akan memiliki adik." kata Loren berbicara pada El.
Loren ikut bahagia melihat Raka yang sekarang, wajahnya penuh dengan binar bahagia, tidak seperti dulu ketika masih bersama Vera.
"Sayang aku capek, biarkan aku berhenti lebih dulu." lenguh Adelia.
"Tapi aku masih menginginkanmu sayang." Raka dengan suara seraknya berkabut gairah.
"Bagaimana bisa bercinta dalam satu ronde tapi bisa puas berkali-kali, ah kau semakin membuatku menjerit tidak karuan saja suamiku." kata Adelia lalu tertawa cekikikan.
Tamat
Terimakasih sudah mengikuti kisah Adelia dan Raka. Selanjutnya aku akan menyelesaikan novel The Idol. boleh mampir ke sana ayukk.
__ADS_1