Married For Pellets

Married For Pellets
Tersesat


__ADS_3

Adelia yang tadinya mengantuk kini matanya jadi cerah kembali melihat pemandangan indah di depannya,Adelia berjalan menuju pantai


Sedangkan Raka berbincang-bincang dengan Ibrahim temannya. Adelia saking senangnya jalan menuju ke sana kemari tanpa di temani Raka, hingga sore hari dirinya lupa jalan kembali, karena di sana banyak berdiri resort-resort baru.


Raka pergi ke kamarnya, dikira istrinya itu berada di sana, dicarinya di seluruh ruangan, mulai dari kamar mandi, balkon, dapur, tetapi semua itu tak ada.


"Ibra aku boleh mintak tolong dirimu?" Kala dirinya kembali menemui temannya Ibrahim.


"Ada apa, kenapa wajahmu begitu panik?" Tanya Ibrahim yang melihat wajah Raka di landa rasa cemas.


"Iya istriku tak ada di kamar, aku sedang mau mencarinya, "


"Apa sudah kamu cari di seluruh ruangan?" Tanya Ibrahim.


"Sudah, kalau ada tak mungkin aku menemuimu ke sini."


"Baiklah kamu tenang dulu, aku akan mengerahkan orang-orangku,"


Raka tak mungkin dirinya tinggal diam begitu saja, sementara istrinya itu entah tersesat dimana, langit semakin sore dan hujan sepertinya akan turun, karena suana mendung.


Sementara Adelia bingung dirinya mau jalan kemana, Adelia sudah tersesat, dan orang-orang sudah pada sepi dikawasan lintasan yang dirinya lewati.


"Kak Raka tolong aku " Adelia menangis sesenggukan, dirinya merasakan haus di tenggorokannya, ponselnya ia tinggal di dalam tas tadi, pada hal niatnya hanya berjalan-jalan saja, tapi saking asyiknya hingga tak tahu jalan mana yang ia lewati.


Adelia berhenti di gubug di pinggir jalan, hujan sudah turun. Dirinya menangis, posisinya duduk dan memeluk ke dua lututnya, petir bersahut-sahutan. Kedua tangannya menutup telinganya sambil melafalkan doa-doa yang dia bisa.


Raka tiba di gubuk itu dengan menggunakan mobil jeep, ia sudah menduga kemungkinan besar jika istrinya sedang mencari tempat teduh di gubuk sederhana itu, kemudian turun dan memasuki gubuk itu, tangan kirinya membawa payung.


"Adelia." Istrinya mendongak menatap Raka. Air matanya luruh semakin deras, namun masih terdiam di tempatnya.


Lalu Raka menghampiri Adelia dan mengangkat tubuh tubuh istrinya, refel Adelia mengalungkan kedua tangannya di leher Raka.


Adelia tersesat lumayan jauh, di tempuh dengan mobil saja dengan perjalanan memakan waktu lima belas menit.


Lalu membawa istrinya masuk ke dalam resort dan meminta tolong pada salah satu pegawai Ibrahim, jika istrinya sudah di temukan, agar pencarian segera di hentikan.

__ADS_1


Raka terdiam, lalu memandikan istrinya dan mengambilkan baju ganti, Adelia sepertinya masih shock tersesat di tempat baru tanpa alat komunikasi, dan di saat sepi orang melintas.


Raka memesan makanan untuk mereka, namun dirinya lebih mementingkan istrinya, sehingga menyuapkan makanan pada Adelia terlebih dahulu.


"Bukaklah mulutmu." Perintahnya.


Adelia hanya diam melihat makanan yang ada di sendok yang di pegang Raka.


"Nanti kamu akan sakit jika tak kemasukan makanan, ayo bukaklah mulutmu, jika kamu sakit, makan jalan-jalan besuk akan di hentikan."


Ternyata manjur sekali dengan kata jalan-jalan, Adelia mau membuka mulutnya dan mengunyah satu suapan dari tangan Raka.


"Kak Raka."


"Iya kenapa??"


"Aku....aku minta maaf?"


Raka menautkan alisnya sebelah, bingung harus menjawab istrinya apa, sepertinya di saat-saat seperti ini belum waktunya menanyakan banyak hal hingga Adelia tersesat.


"Karena aku sudah menyusahkan kak Raka." Air mata Adelia luruh tanpa permisi. Pikirannya tak menentu saat ini.


"Sudahlah tak usah membahas soal itu lagi."


Raka menyuapi Adelia hingga makanan di piring itu habis tak tersisa, lalu baru dirinya memulai makan. Tetapi setelah Adelia merasa lebih tenang dari pada sebelumnya, baru dirinya meninggalkan duduk di sofa.


Raka pergi ke balkon, dirinya memikirkan apa yang sebenarnya yang terjadi dengan dirinya dan juga Adelia. Saat ini dirinya masih belum menemukan titik terang dari inti permasalahannya.


Sementara di lain tempat Nita menanyakan dimana keberadaan pengantin baru itu. Dirinya harus memberikan ramuan dari mbah Joyo supaya mereka tak terpisahkan lagi.


Nita mondar mandir di dalam kamarnya, mencari cara agar ramuan ini sampai pada mereka, tetapi bagaimana caranya.


"Ayo otak berpikirlah." Berbicara sendiri seperti orang yang sedang panik.


Bagaimana tidak panik, kekuatan pelet yang di pasangkan pada dua insan itu masih lemah, dan harus diberikan lagi dan lagi supaya berpisah dengan Ivan kekasihnya. Sungguh kejam telah memisahkan sepasang kekasih yang saling mencintai dan sekarang menyatukan dua insan yang tak saling mengenal.

__ADS_1


Nita ini benar-benar wanita yang tak memiliki hati, dirinya sudah di butakan dengan sifat iri dengkinya. Sehingga menutup mata dan juga hatinya untuk berlapang dada menerima takdir hidupnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan." Tanya ibunya Raka kala melihat Nita yang sedang berjalan bolak balik di teras belakang rumah.


"Tidak ada ma, kapan ma kira-kira kak Raka pulang ke rumah?" Mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa?"


"Ti...tidak ma, aku hanya merindukan kak Raka saja " Kilahnya beralasan.


"Baru saja tak ada dirumah dua hari kamu sudah mencarinya. Apa sebegitu kangennya."


"Mungkin satu minggu atau bisa lebih." Kata mamanya Raka santai.


"Hah lama sekali ma."


"Iya lah, biarkan saja, mereka kan sedang bulan madu." Sahutnya wanita paruh baya itu.


Padahal maksud Nita bukan soal bulan madunya, tetapi takut jika mereka akan berpisah, lalu mereka akan pulang ke rumah masing-masing, jika seperti itu maka rencananya akan gagal memberikan ramuan tambahan dari mbh Joyo.


Perkiraan sekitar satu atau dua Minggu harus di berikan lagi supaya hubungan mereka menjadi kuat dan tak ada keraguan lagi.


Nita dalam hati terus meramalkan doa-doa semoga pelet mereka masih menempel di tubuh Raka dan Adelia.


Tidak mungkin kan jika dirinya harus mereka yang sedang berbulan madu, nanti akan terlihat konyol di mata orang, seperti penguntit saja.


Baiklah besuk pagi-pagi dirinya harus ke rumah persinggahan mbah Joyo lagi untuk meminta solusi yang pas saat tak bisa di beri ramuan dari mbah Joyo lagi.


Nita adalah wanita yang sangat berambisi, maunya menang sendiri dan harus menjadi prioritas utama, tetapi juga memiliki sifat iri dan dengki.


Tetapi semua ini ia lakukan dengan rapi, sehingga seolah-olah orang-orang mengetahui jika dirinya anak yang manis dan polos.


Bagaimana bisa Raka yang lemah lembut itu bisa memiliki saudara sepupu yang bagaikan ular, bermuka dua. Baik jika di depan orang dan jika di belakang ingin menusuk orang yang telah berbuat baik padanya.


Raka saat ini mungkin tak mengetahui reaksi dalam dirinya, karena memang masih awal dan baru, tidak tau nanti bagaimana, jika aksi Nita itu terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2