Married For Pellets

Married For Pellets
Mengerjap


__ADS_3

"Bagaimana dokter Apakah keadaannya sudah membaik?"


"Untuk saat ini keadaan nyonya sudah lumayan membaik Tuan, tapi masih memerlukan perawatan intensif, beberapa bagian kulitnya melepuh, untuk perawatan dokter terbaik kita bisa mengirimkan dokter spesialis kulit terbaik dari Korea Selatan."


"Lakukan apa saja untuk memulihkan istriku dokter."


Ya pada saat itu memang Raka belum menandatangani surat cerai, dan Raka masih aktif mengirimkan uang nafkah dengan nominal yang tidak sedikit setiap bulan di rekening Adelia. Tetapi Adelia sama sekali tidak menggunakannya bahkan mengecek saldonya saja tidak pernah. Adelia sendiri takut keberadaannya dilacak oleh Raka pada saat itu.


Namun jika takdir menyatukan mereka, sejauh apapun berusaha menghindar dan juga memisahkan diri seakan alam tidak merestui mereka berpisah hingga mempertemukan kedua sejoli itu untuk bersatu. Tapi sayangnya dalam keadaan tragis.


Setelah Raka menemui dokter yang merawat Adelia, Raka masuk ke dalam ruang perawatan Adelia. Di sana telah terbujur istrinya yang belum bisa membuka matanya. Jika boleh digantikan dirinya saja yang mendapatkan hukuman ini.


Raka sangat menyesal untuk saat ini kenapa tidak dari dulu ia menambahkan bodyguard untuk Adelia, mungkin setelah ini Raka akan memperketat pengawasan untuk Adelia dan juga putranya.


Sebelum pulang ke rumah, Raka memberitahukan hal ini kepada kedua orang tuanya bahwa Adelia baru saja mendapatkan jebakan dari mantan istrinya Vera. Kedua orang tuanya begitu terkejut mendengar berita ini. Sehari sebelum kejadian Vera mendatangi kediaman kedua orang tuanya ingin meminta hak asuh putranya.


Tidak terasa satu minggu sudah Adelia di dalam ruang perawatan insentif dengan mendatangkan dokter terbaik spesialis kulit dari Korea Selatan. Penanganan dan pengobatan terbaik dilakukan begitu cepat.


Selama seminggu itu Raka sama sekali tidak beranjak meninggalkan Adelia, bahkan semua pekerjaan Raka diantar oleh asistennya, dan dikerjakan Raka di dalam ruang perawatan Adelia.


Seperti saat ini Raka sedang membuka MacBook yang ada di hadapannya dengan dokumen yang sudah bertumpuk di sampingnya, Raka selesaikan untuk tanda tangan persetujuan.


Hanya dengan coretan hasil dari tangannya semua urusan di perusahaannya akan berjalan lancar, tapi setumpuk dokumen itu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya satu persatu coretan darinya.


Sesekali mata elangnya memperhatikan perkembangan istrinya, Raka begitu sibuk dengan urusan tender yang harus Ia selesaikan tepat waktu agar tidak mengecewakan para kliennya.


"Mantan istrimu sudah ku bereskan Apakah ada tugas lagi." terdengar suara Mala dari seberang telepon.

__ADS_1


"Oh good, aku rasa cukup aku belum bisa membalasmu."


"Baiklah akan aku pikirkan nanti balasan apa yang cocok darimu."


"Ck, aku rasa kau sudah memiliki semuanya, Apakah masih ada yang belum kau miliki?"


"Ya aku saat ini belum memiliki keluarga yang lengkap sepertimu, ah tidak aku tidak akan menikah seumur hidupku. Kau tahu itu, aku rasa hanya kau saja yang mengetahui hal ini."


Raka dan juga Mala sahabatnya yang merupakan salah satu sosok mafia paling berpengaruh berbicara panjang lebar pada Raka, di tengah-tengah pembicaraan kedua sejoli itu Raka mendengar Adelia mengerjapkan matanya dan melenguh, seperti mencari sesuatu. Kemudian Raka berpamitan pada Mala.


"Aku rasa istriku sudah sadar dari tidurnya, baiklah ku matikan dulu."


"Baiklah semoga istrimu segera sembuh by."


Sekelebat bayangan-bayangan yang membuat Adelia trauma itu masih melintas di dalam ingatannya, Adelia masih mengingat dengan jelas bagaimana sebelum ia terkapar di dalam rumah sakit.


"Aku baru saja bangun, dan kau bertanya seperti wartawan, lalu Apakah semua pertanyaan wajib kujawab?"


Raka terkekeh mendengar jawaban dari istrinya. "Tidak honey aku hanya khawatir saja."


"Lain kali jika terjadi sesuatu dengan dirimu tolong bicarakan dulu padaku, jangan mengambil tindakan bodoh. Aku tidak suka, mulai saat ini kau adalah milikku dan jangan berharap lepas dariku kau mengerti."


"Aku rasa aku sudah menceraikan dirimu dan kita sudah bukan suami istri lagi, kenapa baru sekarang kamu mengungkapkan ini? Itu sangat tidak lucu."


"Aku tidak pernah menandatangani surat sialan itu, asistenku sudah membatalkan gugatan cerai yang kau ajukan. Dan kau tahu aku masih rutin mengirimkan jatah bulananmu. Tapi kenapa kau tidak pernah mengeceknya?" tanya Raka matanya menajam, rahangnya terlihat mengeras jika mengingat hal itu.


Adelia membuang muka, seolah ia tidak mau berhadapan muka dengan Raka. Mungkinkah ia merasa bersalah atau malu atas perbuatannya.

__ADS_1


"Jawab Hani kenapa kau diam saja?"


"Aku sudah ke berbagai negara melancong untuk mencarimu, tapi sepertinya kau lebih licik dariku. Ini tak bisa ku remehkan."


"Jangan berprasangka buruk dulu, maksudku bukan ingin meninggalkanmu dan juga El, tapi aku tak kuat jika dalam pernikahan harus ada orang ketiga. Apalagi dia yang dulunya menjadi sahabatku. Kau tahu betapa hancurnya hatiku saat aku mengetahui hubungan kalian."


"Lalu dengan siapakah kau kabur? Apakah dengan temanmu yang bernama Nara itu, ah Jika benar aku rasa aku harus menjauhkanmu darinya. Di masa depan dia akan sangat berbahaya untuk keluarga kita."


"Oh my sepertinya setelah ini aku akan menjadi tawanan lagi. Oh tidak... Aku tidak mau seperti itu, laki-laki ini sebenarnya apa yang dia mau."


"Jangan berpikir untuk kabur dariku lagi Honey, El sudah menunggu kedatangan kita dan kau sudah menghancurkan rencana indah kita. Sudahlah lupakan sekarang fokus dulu pada kesehatanmu." kata Raka lalu mengecup salah satu tangan Adelia seolah memberikan kekuatan.


"Bagaimana kabar El? ah aku rasa tidak mungkin dengan seluruh tubuhku yang babak belur begini bertemu dengannya. Pasti sekarang dia sudah pintar."


"Dia tumbuh menjadi lelaki yang sangat tampan dan juga gagah,"


"Lalu bagaimana dengan anaknya wanita itu?"


mendengar pertanyaan Adelia membuat Raka mengerti kemana arah pembicaraannya bahwa Adelia ada sedikit kekhawatiran tentang putranya jika bertumbuh bersamaan dengan anaknya Vierra terlepas itu darah daging Raka atau bukan ada rasa cemburu di hati Adelia.


"Ada apa dengan diriku, bukankah dia putranya Raka. Kenapa aku harus cemburu. Lagi pula dia masih anak kecil." batin Adelia. Dadanya terasa sesak jika mengingat hal seperti ini.


"Tenanglah honey, dia sudah ada yang mengadopsi. Temannya papa yang tidak memiliki anak, dan kami memberikannya, daripada bertumbuh bersama kami tapi ada kecemburuan sosial maka akan tidak baik baginya."


"Apakah benar saat itu kamu selingkuh?" Adelia mengatakan hal ini dengan sangat berat, Adelia menanyakannya pada Raka daripada mati dibuatnya penasaran.


"Kenapa kau malah tersenyum jawab dulu pertanyaanku?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2