
"Kau kenapa apakah terjadi sesuatu dengan dirimu?" Nara mencecar Adelia begitu Adelia keluar.
Adelia menggelengkan kepalanya seolah tidak terjadi sesuatu pada dirinya. "Tidak ada ayo kita makan."
Mereka berdua makan dalam diam sama sekali tak ada pembicaraan, Nara juga enggan memulai pembicaraan lebih dulu, sepertinya situasinya untuk saat ini tidak baik-baik saja.
"Kau lebih banyak melamun. Ayo cepat habiskan makananmu."
"Dia adalah mantan pacarku dulu."
"What's?" teriak Nara membuatnya tersedak dari makanan yang Ia kunyah.
Lalu Nara mengambil gelas yang berisi air putih menyesatnya perlahan. "Katakan dengan jelas Apakah tuan Ivan yang kau maksud mantan pacarmu?"
Adelia mengangguk lemah. Pandangan matanya berubah sayu, "Jika dia mantan pacarmu lalu apa penyebabnya kalian putus apakah karena si perempuan tadi?"
"Aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi aku merasa ini semua ada sesuatu yang ganjil pada diriku. Jika aku melihat Raka aku seperti melihat Ivan. Padahal dia Raka bukan Ivan."
Nara menyimak pembicaraan Adelia dengan seksama lalu menyimpulkan benang-benang kusut itu. "Apakah kau mendengarku kenapa diam saja berikan komentarmu." kata Adelia. yang merasa dirinya diabaikan oleh Nara.
"Ya sekarang aku tahu permasalahanmu, kenapa kalian bisa putus dan menikah dengan orang yang sama sekali tidak kau cintai."
Nara menaruh sendok dan garpunya, makanannya sudah habis dan ia segera mencuci piring. Lalu duduk di depan sofa ruang santai diikuti oleh Adelia di belakangnya.
"Aku menunggu komentarmu kenapa kau lamban sekali."
"Ck, sabarlah Aku sedang merajut benang-benang permasalahan kalian."
"Jika disimpulkan lebih dalam lagi, masalahnya hanya satu kau tahu itu apa?"
Adelia menggeleng dengan muka kosongnya menunggu jawaban dari Nara. "jika aku tahu aku tidak akan menunggu seperti orang bodoh." bantah Adelia mencebik.
"Supranatural."
"Supranatural Apa itu?" tanya Adelia yang memang tidak begitu memahami ilmu pelet.
__ADS_1
" Coba ceritakan permasalahanmu dari awal bagaimana Aku ingin mendengarnya."
"Sudah ku jelaskan bahwa dulu aku berpacaran dengan Ivan dari SMA hingga kuliah, setelah aku wisuda dia melamarku dan kami berencana menikah."
"Tiba-tiba saja kami berpisah dan aku menikah dengan Raka. Setiap kali aku melihat wajah Raka aku seperti melihat wajah Ivan. Itu terjadi sekitar 3 sampai 5 bulan."
"Kau tahu terkadang aku saat itu juga ingin berpisah dari Raka. Aku sendiri tidak tahu penyebabnya. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Dan terkadang ada bayangan nenek-nenek yang seperti mengikutiku ke manapun aku pergi."
"Sudah jelas jika kau terkena ilmu supranatural atau yang disebut dengan pelet."
"Apa itu pelet, supranatural. Aku tidak mengerti sama sekali jelaskan sejelas-jelasnya."
"Oh Tuhan Aku begitu sangat ingin mencubit pipi gembulmu ini."
"Pipiku sudah mulai menirus jangan kau cubit-cubit." omel Adelia, tangannya memegangi kedua pipinya dari serangan Nara.
Nara lalu menjelaskan Apa itu pelet yang berhubungan dengan supranatural. Bahwa telah terjadi penyatuan antara laki-laki dan perempuan yang tidak wajar yang disebut dengan pelet, dengan bantuan orang tertentu yang bisa memberikan isyarat.
"Apakah bisa dikatakan married for peletts pernikahanku dengan Raka? begitu pula dengan pernikahan Nita dan juga Ivan?"
Bisa menggunakan media minyak wangi. Jika si laki-laki itu menyukai perempuan, dan ingin menggunakan ilmu pelet maka dia bisa melakukannya sendiri dengan pandangan matanya. Alis yang diberi minyak wangi. Lalu perempuan manapun yang memandang laki-laki itu akan jatuh hati saat itu juga. Supranatural ini sangat berbahaya jika disalahgunakan.
"Oh Tuhan aku memiliki nasib yang Malang"
"Apakah ini bisa dikatakan sebuah keberuntungan atau sebuah kesialan aku bingung menyebutnya."
"Jika sebuah kesialan aku sudah melahirkan anakku yang sangat tampan. Jika sudah begini aku jadi teringat Putra tampanku, bagaimanakah kabar dia Aku sangat merindukannya." kata Adelia lalu kedua tangannya menutup matanya agar tidak keluar air mata.
"Sudah ku ingatkan agar bertahan dengan rumah tanggamu, tapi kau tetap kaku dengan pendirianmu, tapi ya sudahlah jangan diingat lagi, Jika dia besar nanti dia akan mencarimu."
"Tapi bagaimana jika dia lupa padaku, aku sangat putus asa dan aku merasa menjadi ibu yang tidak baik telah meninggalkan dia dengan ibu sambung."
"Padahal aku tidak berniat meninggalkannya, Aku meninggalkan dia dengan Raka agar kelak dia hidup dengan kecukupan."
"Dan yang pasti kau mengalah dengan perempuan penghianat itu." kesal Nara.
__ADS_1
***
*
*
Semenjak pertemuannya dengan Adelia tadi siang Ivan sama sekali tidak mau disentuh oleh Nita, ya saat Raka dan juga Adelia pergi dari kotanya. Nita dan juga Ivan telah melangsungkan pernikahan secara diam-diam dan privat.
Saat ini mereka sudah menjadi suami istri, tapi Ivan jarang menyentuh Nita. Kalaupun menyentuh Nita itu karena ilmu pengasihan yang menempel padanya sehingga wajah hitam menyerupai wajah Adelia.
"sayang aku sudah menunggumu di kamar kenapa kok masih sibuk bekerja." protes minta pada Ivan.
Nita sudah menggunakan pakaian haram seksi agar terlihat lebih menarik di hadapan Ivan. Tapi sama sekali Ivan tak melihat nya. " Pergilah Aku masih sibuk menyelesaikan pekerjaanku." kata Ivan datar.
Pikiran Ivan saat ini dipenuhi dengan wajah Adelia dan kenangan-kenangan di masa lalunya.
"Tidak aku akan duduk di sini saja menunggu dirimu."
Nita sama sekali tidak mengindahkan perintah dari Ivan, Nita malah berjalan menuju tempat duduk Ivan dan duduk di pangkuannya. lalu berusaha mencium bibir Ivan.
Tetapi sialnya Ivan menepis dan mendorong Nita sampai jatuh ke lantai. "Sayang kok mendorongku."
"Sudah kubilang Aku ingin sendiri, tapi kau malah ngotot. Pergilah jika tidak aku saja yang pergi." kata Ivan, lalu berjalan keluar dan menutup pintunya dengan keras hingga terdengar sampai di ruang tengah.
Nita bangkit dari duduknya berlari mengejar Ivan, tapi langkah lebar Ivan sama sekali tidak bisa dijangkau.
"Sialan ini semua gara-gara perempuan tidak tahu diri itu, awas saja aku akan membuat perhitungan." gumam Nita tangannya mengepel giginya gemelutuk.
Jika mungkin dilihat oleh orang lain. Wajahnya terlihat merah padam akibat kemarahannya. Jika saat ini dirinya bukan berada di Paris, Nita akan langsung pergi ke Mbah Joyo untuk memberikan kekuatan supranatural agar dijauhkan dari pengganggu. Nita menganggap bahwa Adelialah pengganggu rumah tangganya.
Ivan pergi ke sebuah bar untuk menenangkan pikirannya. di sana ia tidak sengaja menabrak seseorang lelaki tampan yang gagah.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Raka.
Ivan mendongak melihat pemilik suara itu. "Kau ada disini juga?"
__ADS_1
Bersambung