Married For Pellets

Married For Pellets
Pertemuan


__ADS_3

Satu tahun berlalu, kebusukan Nita telah dibongkar oleh Nara sahabat Adelia. Nita saat ini sudah bercerai dengan Ivan.


Hal itu membuat Nita depresi lalu dirawat oleh keluarga Raka di rumah sakit jiwa. Beberapa kali Nita berusaha mau membunuh Adelia.


Tetapi salah sasaran, hal itu terjadi beberapa kali hingga suatu ketika terungkap. Dan berita ini sampai ke telinga Raka.


" Oma El membawa mainan yang lucu." teriak El dari kejauhan.


Saat ini Raka sedang berkunjung ke rumah kedua orang tuanya dengan membawa El dan juga Ben. Raka juga sudah bercerai dengan Vera.


Beberapa kali Raka mendapatkan laporan tidak sedap mengenai kecurangannya merawat El yang tidak baik. Bibi Loren sangat tidak tega menyaksikan hal itu hingga menyuruh Raka untuk melihat CCTV yang ada di rumahnya.


Hingga membuat Raka murka dan saat itu juga mengusir Vera dari rumah besarnya. Tanpa membawa Ben dan hanya memberikan uang pesangon saja.


Anak buah Raka menyeret Vera sampai keluar dari rumah besarnya. Sebelum itu Raka juga menunjukkan hasil tes DNA dirinya dan juga Bentley bawa Raka sama sekali tidak pernah menidurinya tetapi ia malah mengaku pernah ditiduri Raka hingga membuatnya kehilangan Adelia.


Raka memutuskan untuk merawat El dan juga Bentley seorang diri dengan dibantu bibi Loren dan pelayan yang lainnya. Raka juga sudah memutuskan untuk mengangkat Bentley sebagai anak angkatnya. Walaupun Bentley bukan anak kandungnya, tetapi sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri sama seperti El.


"Bagaimana kabar kalian sayang." kata nyonya Maheswara lalu merentangkan kedua tangannya menyambut cucu-cucunya yang sudah sampai di rumah besarnya.


"Kau ayah yang sangat tega membatasi pergerakan mereka." kesal nyonya Maheswara.


"Di mana papa?"


"Ada di belakang ayo kita masuk dulu."


"Sayang kalian boleh main dulu di sana bersama bibi Loren, Oma sudah menyiapkan banyak mainan, kalau mau memberikan makan pada kelinci tinggal ambil sayur kangkung atau wortel di situ ya." tunjuknya nyonya Loren.


"Mereka baru satu tahun lebih, kenapa sangat lincah dan tumbuhnya mengalami signifikan seperti anak usia 5 tahun." kata tuan besar Maheswara.


"Itu karena aku mencukupi kebutuhan nutrisi di dalam tubuhnya."


"Yayaya aku percaya dengan hal itu, bagaimana Apa kau sudah menemukan Adelia?"

__ADS_1


Maheswara mengambil tempat duduk, di gazebo belakang sambil mengawasi anak-anak. Raka mengikuti ayahnya sedangkan nyonya Maheswara mengambil snack dan juga minuman.


"Aku tidak tahu keberadaannya di mana, sama sekali tidak bisa dilacak."


"Ck, berusahalah lebih keras son." kata tuan Maheswara menepuk pundak putranya.


"Aku sudah mengerahkan semua anak buahku. Mereka semua sama sekali tidak bisa diandalkan."


"Kalau begitu kenapa tidak kau sendiri yang turun tangan."


"Aku begitu sibuk dengan pekerjaanku dan juga mengurus kedua putraku."


"Kalau begitu kau bisa menitipkan mereka di sini, agar kau bisa mencarinya. Atau jangan-jangan kau sudah tidak mengharapkan kehadirannya lagi?" tebak tuan Maheswara random.


"Raka terdiam sejenak ia masih meyakinkan hatinya."


"Baiklah pikirkanlah baik-baik mereka masih membutuhkan ibu. Mereka masih terlalu dini untuk memahami hal ini. Aku rasa keputusanmu yang terbaik jangan sampai salah langkah."


Tuan Maheswara sudah mengetahui laporan penganiayaan cucunya terutama pada El yang masih bayi. Diberlakukan tidak adil, sering tidak diberikan susu bahkan sering terlambat memberikan susu, hingga terkadang salah makan.


"Bagaimana kabar Nita Apakah sudah membaik?" tanya Raka.


Raka sama sekali belum tahu jika Nita pernah bertemu Adelia, yang Raka tahu Nita beberapa kali mencoba melakukan pembunuhan dan menyebut-nyebut nama Adelia. Padahal yang Nita bawa sebilah pisau untuk menyakiti seseorang.


"Belum ada perubahan, sepertinya dia semakin menjadi-jadi. Entahlah Apa yang membuatnya seperti ini aku rasa dia jarang berinteraksi dengan Adelia." kata tuan Maheswara.


Nyonya Maheswara muncul dengan membawa snack dan juga minuman. "Aku rasa dia pernah ada dendam tersembunyi dengan Adelia, jika melihat tingkahnya yang seperti itu." kata ibunya Raka.


Raka terdiam menyimak penjelasan dari ibunya. lalu Raka berdiri menjauh dari kedua orang tuanya dan menelepon seseorang. Nita pernah berkunjung ke mana saja dan bertemu dengan siapa saja.


"Mah pah, aku rasa aku akan menitipkan El dan juga Ben beberapa hari di sini, atau bahkan mungkin beberapa minggu apakah kalian keberatan?" tanya Raka pada ibu dan ayahnya bergantian.


tentu saja nyonya Maheswara dan juga Tuhan Maheswara sangat senang. Malah bisa bermain sepuasnya dengan cucu-cucunya nya ini.

__ADS_1


Raka baru saja mendapatkan laporan bahwa Adelia berada di Paris. Hari ini juga dirinya akan pergi menuju ke Paris. Meminta pada asistennya untuk menyiapkan pesawat pribadinya.


***


*


*


"Apa kau sedang tidak enak badan?"


"Ya aku rasa Hari ini aku akan izin dari Paman Kim."


"Baiklah aku akan pergi bekerja sendirian. Ini minum obat mu aku rasa kau hanya batuk flu saja, istirahat dan minum obat lalu makan buah-buahan yang ada di lemari pendingin maka akan cepat sembuh. Jika tidak aku akan memanggil dokter kemari." ancam Adelia pada Nara.


"Ah tidak aku sangat tidak suka bertemu dengan dokter."


"Maka menurutlah jika disuruh minum obat, oke bye aku pergi dulu, baik-baik di rumah ya."


Hari ini seperti biasa Adelia duduk di meja kerjanya menyelesaikan desain yang kemarin diminta oleh Ivan. beberapa kali Ivan ingin bertemu dengannya dengan dalih pekerjaan.


Tapi sama sekali Adelia lihat tidak mau menemuinya. bukan Ivan namanya jika menyerah begitu saja. Ivan bahkan meminta tuan Kim agar mengijinkan karyawannya yang bernama Adelia bertemu dengannya.


hal itu terkadang membuat Adelia kesal. "Apa lagi, aku rasa desain yang aku buat ini sudah perfek. Baiklah jika kau tidak mau aku akan menjual nya pada perusahaan asing." kesal Adelia.


Saat ini mereka berada di restoran dekat kantor Adelia. Raka baru saja sampai di kota Paris. Karena jam makan siang dan ingin segera mengisi perutnya membuat Raka berhenti di sebuah Restoran western.


Baru saja Raka duduk netranya menangkap hal yang membuat nya ingin segera menghampiri mereka. "Oh jadi kalian berencana akan balikan lagi."


Adelia dan Ivan yang sedang aduh argumen menoleh pada suara bariton. Adelia seketika terdiam, hanya terlihat memucat.


Detik berikutnya Adelia sudah bisa menguasai situasi. "Aku rasa itu bukan hak Anda lagi tuan."


Raka bertepuk tangan, tersenyum smirk. Senyum yang menakutkan bagi Adelia.

__ADS_1


"Apakah bentuk kerjasama dengan istri orang seperti ini yang anda harapkan Tuan Ivan?"


Bersambung


__ADS_2