Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )

Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )
Galery


__ADS_3

Hari ini Weekend, Tapi Tidak bagi seorang Matheo, Dia akan terus bekerja jika itu memang masih ada pekerjaan.


Matheo bukan lah orang yang menunda muda pekerjaan, Dia akan langsung mengeksekusi pekerjaan nya saat itu juga.


Seperti hari ini, Weekend nya Orion harus tertunda bersama para kekasih nya karena harus bekerja lagi bersama Matheo di akhir pekan.


Entah kapan pria itu akan merasa lelah, Bahkan saat sakit dan terbaring di ranjang rumah sakit saja pria itu masih bisa menjalankan meeting nya, Luar biasa sekali bukan ?


Worka Holic ? Mungkin bisa di berikan dan di sematkan pada diri seorang Matheo King Alexander !.


" Bagimana Orion ? Apa sudah selesai ?" Tanya Matheo saat mereka sudah sampai di lokasi.


Sebuah lahan kosong, Dimana lahan luas itu akan di buat sebuah Galery, Entah apa tujuan nya tapi Otak Cerdas Matheo sudah memikirkan nya.


" Sudah Mr, Lahan ini sudah menjadi milik kita ! Dan surat surat nya juga sudah berada di notaris. Selanjut nya akan mulai di lakukan pengerjaan nya. " Matheo mengangguk.


" Aku ingin bangunan ini hanya dua tingkat saja, Dimana lantai pertama nya full Galery seni, Dan Lantai kedua nya adalah Opera. Di sana, Apa bisa kita membangun danau buatan disana ?" Tunjuk Matheo lagi ke arah depan sana.


" Jika ingin danau buatan, Itu akan semakin memakan waktu pengerjaan nya Mr. Lagi pula, Biaya nya juga semakin besar nanti nya. " Jelas Orion.


Matheo hanya mengangguk saja mendengarkan penjelasan dari Orion, Di kira nya Matheo menerima saran nya namun tidak !


Dengan santai nya Matheo menjawab, " Lakukan ! Aku tidak perduli berapa pun biaya yang akan ku habiskan untuk Proyek ini. Walau uang tabungan ku habis ! Buat juga taman indah dan air mancur di tengah nya ! Aku ingin ada taman bermain mini untuk anak anak, seperti perosotan, ayunan dan jungkat jungkit ! Lakukan apa yang aku katakan ! Secepat nya kita kan memulai pembangunan nya ! Katakan pada Devisi Desain, Hari Senin aku sudah ingin Sketsa gambar mereka di meja kerja ku !" Ini lah sisi gila nya seorang Matheo jika sudah bekerja.


Lembur lagi lembur lagi dan Orion lah yang harus menjadi tumbal nya !


" Senin ? Mereka akan terburu buru mengerjakan nya Mr, Apa mereka mampu ?" Tanya Orion lagi dan lagi lagi jawaban Matheo membuat urat nadi Orion hampir putus.


" Aku tidak akan membayar mereka dan mempekerjakan mereka jika mereka tidak mampu ! Jika mereka tidak bisa menyelesaikan nya, Suruh mereka menyerahkan surat pengunduran diri nya ke meja kerja ku !" Matheo langsung meninggalkan Orion yang masih menatap tak percaya pada bos nya.


Sudah Tidak mau di sentuh siapa pun selain keluarga nya, Pemaksa dan kerja rodi, Tapi untung nya semua ada timbal balik nya dengan apa yang mereka dapat kan pula dari Matheo.


Bonus yang tidak sia sia masuk ke dalam rekening mereka.


" Satu lagi, Pastikan kemanan Tempat ini, Bangun tembok yang kokoh dan tinggi untuk membentengi lahan ini. Aku ingin Proyek ini secepat nya selesai. !"


" Aku beri waktu tidak lebih dari setahun. dari sekarang ! Aku tidak perduli berapa banyak orang yang kalian butuh kan ! Lakukan saja dan aku ingin hasil yang terbaik !" Semakin tersiksa urat nadi Orion saat mendengar titah mutlak sang Mr. Panutan nya itu.


" Ya Mr. Hamba akan melaksanakan nya !"


" Bagus ! Pergi ke showroom dan pilih mobil yang kau inginkan ! Hanya di kisaran angka 7 jika kau bisa menyelesaikan nya tepat waktu. " Ini lah yang di sukai Orion !


Matheo selalu menantang nya dan hadiah nya juga tidak main main.

__ADS_1


" Itu jika kau Mampu menyelesaikan nya dalam kurun waktu satu tahun ! "


" I get it Mr. I get it !" Ucap nya penuh percaya diri.


Matheo kembali bekeliling sampai dia menemukan sebuah pohon besar, dia jadi berpikir, Untuk apa ada pohon sebesar ini di tempat seperti ini, Mengingat itu Matheo mulai mendekati nya.


Dan saat dia sampai disana, Dia melihat pohon besar itu dan semakin mendekati nya.


Saat sampai disana, Matheo melihat tulisan di pohon besar tersebut.


" D ❤️ ?"


" Apa ini ?" Dia menyentuh bekas tulisan di pohon itu dan semakin menatap nya .


Tapi detik berikut nya Matheo meninggalkan nya Karena merasa itu tidak penting sana sekali bagi nya.


" Mr. Hari semakin sore, Kita harus kembali. " Matheo mengangguk dan dia juga ikut ke mobil bersama asisten playboy nya.


Sepenjang perjalanan, Matheo terus menatap keluar kaca jendela mobil nya, Dan itu adalah kebiasaan baru nya setelah kejadian naas malam itu.


" Kita Pulang Mr ?" Tanya Orion yang sedang mengemudi.


" Toko bunga ! Dan belikan juga Coklat untuk Diandra. "


" Aku menyuruhmu untuk ke toko bunga ! Bukan mencampuri urusanku !" Orion bungkam.


Dia tidak akan sanggup dan mampu lagi jika sudah seperti ini, Matheo adalah pria dingin yang murah senyum, Kekurangan hanya tidak biasa bersentuhan dengan orang lain.


Itu saja, Tapi jika Sikap arogan nya sudah keluar, Maka sulit untuk mengerti nya .


Orion mengangguk, Dia menurut apa yang di katakan Bos nya, Untuk ke toko bunga dan Membeli sekeranjang Coklat Beraneka ragam dan rasa isian nya.


" Ada lagi Mr ?" Tanya Orion...


Matheo hanya mengangguk saja, Dia memainkan ponsel nya yang sekarang di penuhi dengan foto foto cantik Diandra .



" Diandra ..." Gumam nya dengan lirih tanpa di dengar siapa pun.


Hanya Matheo saja yang mengetahui nya.


Dirumah nya, Diandra baru saja menyelesaikan kegiatan nya, yang menata Bunga di dalam Vas kaca nya, Namun Pekerjaan nya terhenti saat mendengar ketukan sepatu pantofel mahal milik Pria yang baru di kenal nya beberapa waktu lalu semakin mendekat ke arah nya.

__ADS_1


" Sore Dy..." Diandra masih diam dan enggan menjawab Matheo.


" Diandra, Im so sorry..."


" Maaf ? Untuk apa ?" Tanya Diandra.


Matheo hanya bisa menghela nafas nya saja dan Diandra juga mendengar nya.


" Sengaja atau tidak sengaja karena aku telah membuat mu tidak nyaman..."


" Apa pengaruh nya dengan anda ? Kita tidak saling mengenal satu sama lain, Jadi untuk apa ??"


" Diandra, Plis..."


" Maaf Mr. Anda tidak salah, Tapi keadaan ku lah yang salah ! Maaf telah merepotkan Anda. " Diandra hendak menjalankan kursi roda nya, Namun berhasil di tahan oleh Matheo.


" Dy..."


" Suster ! Suster Ani ?? Sus...." Diandra berteriak memanggil Suster nya dan suster nya berlari tergopoh gopoh menghampiri nya.


" Iya, Nona..."


" Bawa saja ke kamar, Saya lelah mau istirahat. "


" Diandra ..."


" Sudah malam bukan ?? maka saya ucapkan selamat malam Mr. Matheo! "


" Dy, Diandra ..I so sorry Dy, Diandra...." Panggil Matheo lagi namun tidak di dengar oleh Diandra.


Mood nya tidak baik saat setelah pulang dari rumah sakit tadi, Apalagi saat dokter mengatakan, Sulit untuk mengembalikan kaki nya lagi untuk bisa berjalan, Tapi Semoga terapi nya berhasil.


Dan hal itu pula yang membuat mental Diandra down seketika .


" Diandra baru pulang dari rumah sakit, Entah apa yang di katakan dokter pada nya, Tapi mungkin sesuatu hal yang membuat Mood nya hancur. " Matheo melihat siapa yang datang.


" Selamat malam Tuan..."


" Panggil saja Ayah seperti Diandra agar kita semakin akrab. "


" Baik Ayah. Saya permisi. Nanti akan saya tanyakan apa yang terjadi di rumah sakit saat Terapi pertama Diandra. " Ayah Andra mengangguk dan melepas kepergian nya Matheo dari kediaman sederhana milik nya.


...🌼🌼🌼 ...

__ADS_1


__ADS_2