
Walau sedikit kecewa dengan apa yang di sembunyikan Matheo, Diandra tatap memaklumi nya, Dia berharap semua nya akan baik baik saja, mengingat bagaimana pria itu telah berjuang banyak untuk nya.
Maka biarkan lah Diandra berkorban kali ini untuk hidup nya dan ayah Andra.
Ayah yang di kira nya selama ini adalah malaikat pelindung nya, Ternyata adalah ayah sambung nya.
Yang ternyata Ayah kandung nya adalah Robert, Pria yang baru di ketahui nya pertama kali saat pemakaman dan kini baru di ketahui nya sebagai ayah kandung nya ?
Kecewa ? Pasti ! Tapi bagaimana lagi jika Matheo menceritakan segala nya ? Tentang Ayah kandung nya yang pernah menolak kehadiran nya dan membuang nya begitu saja dengan ibu nya, Coba bayangkan, seperti apa lagi hancur nya hati dan perasaan Diandra ?
" Princess..." Panggilan lembut yang selalu memanggil nya setiap hari, Kini akan selalu di dengar nya sebagai panggilan dari suami untuk istri nya.
" Princess...Sayang..."
" Saya ?" Senyum Matheo terbit saat melihat betapa polos nya tatapan mata itu terhadap nya.
" Lita sudah sampai Princess...Welcome home Sayang..." Diandra langsung mengalihkan pandangan nya menatap ke arah sekitar nya, Dan ternyata rumah ini sangat mewah.
Sungguh luar biasa mewah nya rumah Matheo, Dan sekarang pun dia akan ikut tinggal Dirumah ini.
Lalu bagaimana jika kamar mereka berada di atas ? Bagaimana cara Diandra menuju kamar nya ?
" Ayo Princess...kita masuk, Dan berkenalan dengan Para pelayan dirumah kita. " Matheo langsung mengajak Diandra masuk, Menggendong nya tapi Diandra enggan.
Dia lebih memilih duduk di kursi roda nya saja dari pada terus terusan di gendong begitu.
" Selamat datang Tuan Theo, Nona Diandra .." Sapa para pelayan rumah besar ini.
Diandra mengangguk dan tersenyum, Dengan polos nya dia menunjuk satu persatu pelayan itu dan menghitung nya.
" 13 orang ?" Ucap Diandra dengan polos nya.
Hal itu membuat mereka semua tersenyum saja, Bagaimana reaksi Diandra saat mengetahui pelayan dirumah utama keluarga Alexander yang berjumlah 27 orang ? Dua kali lipat dari jumlah merek disini, Belum lagi para pekerja di luar rumah nya lagi, Para penjaga yang berada bergantian selama 24 jam ?
Diandra akan kaget melihat betapa megah nya istana Keluarga besar Alexander disana ??
" Kenalkan ini Bibi Maura sayang, Dia lah yang merawat ku sejak pindah kesini..."
" Sebelum nya Kakak tinggal dimana ?"
" Sayang princess...Panggil Sayang..."
Blush...
Wajah Diandra langsung memerah saat Matheo meminta nya untuk memanggil sayang, Diandra menjadi malu sendiri, apalagi saat ini mereka berdua di saksikan banyak orang.
Betapa malu nya Diandra saat ini karena ulah Matheo.
__ADS_1
" Bibi, Tolong mulai sekarang bantu aku untuk menjaga nya dirumah ini, Mohon bantuan nya Bibi. "
" Baik Tuan Muda..." Matheo mengangguk.
Sementara Diandra, Dia tidak menyangka bahwa Matheo bisa selembut dan sedekat ini dengan para pelayan nya.
Yang biasa nya, Majikan dan Bawahan akan banyak yang semena mena dengan bawahan, Tapi yang di lihat nya Matheo tidak begitu.
Dia sangat lembut dengan para pekerja rumah besar ini.
" Mohon bantuan nya semua, Ayo berteman..." Mereka mengangguk dengan keceriaan dan kepolosan dari istri Tuan Muda mereka.
Terlihat sangat cantik, Anggun dan baik hati, Apalagi sebelum nya dia adalah model pendatang baru yang sangat bersinar.
Tapi semua nya hancur saat musibah menimpa nya.
" Ayo Princess...Kamu harus membersihkan diri, Biar mereka yang membantu mu, Aku ingin menghubungi Papa ku dulu, Tadi saat acara pernikahan kita berlangsung, Beliau menghubungi ku, Jadi aku ingin memastikan sesuatu dulu. " Diandra seperti enggan di tinggal oleh nya, Entah apa yang sedang di rasakan istri nya, Matheo kurang paham.
" Bagimana mereka membawa ku kesana Kak ? Kamar kamu --"
" Kamar kita Princess, Lagi pula disini sudah ada lift sejak dulu, Jadi kamu tidak perlu repot, Bahkan kamu sendiri pun bisa naik turun menggunakan nya Princess, Dan mulai saat ini, Biasakan panggilan sayang untuk ku oke ?" Ya Tuhan, Jika begini terus, Diandra bisa terkena diabetes.
Kenapa Matheo semakin hari semakin manis saja sikap nya ? Kenapa ?
Rasa nya jika seperti ini terus, Diandra tidak kuat ! Matheo bisa membuat nya Obesitas dsn menderita diabetes jika begini.
" Princess ..Hello ..." Matheo melambaikan sebelah tangan nya di wajah Diandra dan tidak ada respon apapun.
Apa yang sedang di lamunkan istri nya itu hingga begitu larut dan nyaman dalam angan nya ?
" Auhh...Sakit..." Merengek dengan manja saat pipi nya di cubit oleh pria bule di hadapan nya saat ini.
" Apa yang membuat mu tersenyum dan melamun Princess ?" Kini Matheo berlutut di hadapan istri nya.
" Kenapa melamun Princess ?" Dengan polos Diandra menjawab pertanyaan suami nya.
" Jangan pake Jeans, Jangan pake kaos Pres body, Jangan pake Jogger Pant, Jangan Pake celana santai. " Matheo tersenyum sumringah dengan penuturan istri nya.
Sangat menggemaskan sekali istri nya ini, Apa Diandra sedang di Landa api cemburu ?
Jika iya, Apa boleh Matheo merayakan nya ? Merayakan kebahagiaan nya ini ?
Dengan Diandra yang mendikte penampilan nya,.
" Jadi aku harus pakai pakaian apa Princess ? Jika semua yang kamu katakan itu yang biasa suami mu ini kenakan di rumah, Jika Jeans aku hanya menggunakan nya di waktu tertentu saja, Apa kamu mau aku hanya memakai kolor dan bertelanjang Dada ??"
" No !!" Terdengar kekehan dari para pelayan di depan nya saat mendengar dia berteriak menentang Matheo.
__ADS_1
Bukan nya seram, Malah Matheo dan yang lain nya terkekeh dengan tingkah polos nan menggemaskan nya.
" Maaf..."
" Sudah tidak Apa Princess, Maafkan aku...Sekarang ayo bersihkan diri mu bersama mereka, Aku menunggu kamu di Ruangan kerja ku. "
Cup...
Matheo meninggalkan kecupan manis di kening Diandra sebelum para pelayan nya membawa istri nya membersihkan diri dan dia menuju ruang kerja nya.
Cukup lama dia menghubungi nomor Papa nya, Namun tidak juga di angkat, Lalu mencoba menghubungi Mama nya pun tetap sama juga, Siapa lagi yang bisa di hubungi nya ?
Thunder, Apa dia harus menghubungi Thunder ? Tidak biasa nya Nomor Mama dan Papa nya tidak bisa di hubungi seperti ini.
Dia melihat jam saat ini sudah menunjukan pukul 6 sore, Yang berarti di London masih jam jam 11 siang, Bukan kah ini waktu senggang ?
Mencoba sekali lagi, Akhir nya Ponsel Mama nya di angkat dan tersambung.
" Hallo Ma, Apa disana baik baik saja ?" Tanya Matheo langsung, Karena perasaan nya tidak enak sejak panggilan telepon dari Papa nya tidak terjawab oleh nya.
" Hallo Brother, Im Jupiter. "
" Oh, Hallo Boy, Dimana Mama ?"
" Kami sedang menghadiri pemakaman Kak Mawar, Dan cuaca buruk, Jadi Mama dan Papa menyuruh ku untuk kembali ke mobil. "
" What ? Are you kidding me boy ?"
" No ! Im not joking with you ! Mawar memang sedang di makam kan, Dan Mawar meninggal karena tertembak oleh Uncle Arthur, Dan apa kakak tau ? My Best Bro, Sky, Membunuh Uncle Arthur di depan Grandma dan Grandpa, Dan Grandpa juga meninggal karena melihat kejadian itu. " Matheo memijat pangkal hidung nya, Bagaimana bisa ini semua terjadi ??
Mawar meninggal dan Arthur serta Kakek nya juga meninggal ? Bagaimana bisa ?
" Katakan Pada Mama dan Papa, Salam kan duka ku pada mereka, Aku akan pulang beberapa hari lagi setelah pekerjaan ku selesai, Dan sampai kan salam ku juga untuk Sky,. "
" Kak Sky seperti orang gila, Dia tidak lagi berbicara sejak malam hingga tadi, Bahkan dia juga tidak ikut ke pemakaman. " Ya Tuhan, Apalagi ini.
Jika Sky terguncang seperti ini, Bagaimana keadaan Mama nya disana ? Sementara Rain dan Cloud yang berada di asrama, Secepat nya Matheo harus membawa Diandra menemui Mama dan Papa nya.
Ya, Dia memang harus.
" Oke, Thanks for your information. "
" Bawakan aku buah salak dari Indonesia, Because i love salak !"
" Yeah, See you Boy,. "
" See You Big Bro .."
__ADS_1
...🌼🌼🌼...