
Jika kemarin hari hari Matheo sangat indah, Maka saat ini Tidka seindah apa yang di rasakan nua saat ini.
Setiap hari dia selalu mendapatkan kabar, Bahwa Prince putra nya semakin tidak berinteraksi apapun lagi dengan Mommy nya.
Dan yang paling membuat nya sedih adalah Diandra juga yang semakin menjauh dari nya, Karena memang Prince yang sama sekali tidak lepas dari nya jika sudah melihat nya, Terkadang Matheo harus menelan kecewa saat ingin bersama istri nya namun Sang Prince tidak mau tidur jika bukan dengan nya.
Dan saat dia sudah menidurkan Prince, Diandra sudah tertidur dengan berlinang air mata nya
Hal itu semakin membuat nya bersedih dengan keadaan rumah tangga nya saat ini, Bagaimana dia menginginkan waktu bersama istri nya, Tapi anak nya tidak mengijinkan nya.
Lalu Matheo harus bagaimana lagi ? Belum lagi yang setiap hari nya dia harus berusaha menjelaskan pada Diandra untuk bersabar pada Prince, Dan tidak mengijinkan nya untuk kembali bekerja .
Hal itu terus di lakukan Matheo agar hubungan keluarga nya baik baik saja tanpa ada jarak seperti ini.
" Princess ..." Panggil nya dengan lembut pada istri nya dan ternyata benar saja kan ?
Diandra tertidur dengan berlinang air mata kembali, Dan ini lah yang paling sakit di rasakan nya.
Apalagi mengingat janji nya pada Sang pemilik mata yang kini berada di tubuh istri nya.
" Jangan pernah membuat mata nya menangis untuk hal apapun, Aku tidak menginginkan nya menangis, Tapi aku menginginkan nya bahagia dan selalu bahagia degan hidup nya. "
" Aku berjanji akan membuat nya terus bahagia dan tersenyum. "
" Jangan membebani nya dengan kehidupan, Karena hidup nya sudah berat sejak aku mengusir nya bersama bunda nya dulu. "
" Aku bersumpah atas nyawa ku sendiri, Bahwa aku akan terus membahagiakan nya Selema hidup ku. "
" Aku terima semua janji mu Matheo. "
" Ya !"
Entah mengapa setiap kali mengingat janji itu dan melihat keadaan istri nya saat ini, Matheo merasa sangat berdosa pada Papa Mertua nya yang mungkin juga mengetahui bahwa putri nya menangis setiap hari.
" Maaf kan aku Princess, Ku mohon bersabar lah demi aku dan Prince, Aku mencintai mu sayang..." Di kecup Matheo dengan lama kening istri nya yang memang sudah tertidur karena hari memang sudah larut.
Matheo memeluk tubuh istri nya yang mungil dan tenggelam dalam dekapan tubuh besar nya.
Keesokan pagi nya, Matheo sudah bangun, Dia langsung kaget saat tidak melihat istri nya lagi di tempat tidur yang dia tau tadi malam di peluk nya.
__ADS_1
Namun pagi ini sudah tidak terlihat lagi di kamar nya.
Matheo langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya karena memang ini sudah cukup siang untuk nya berangkat ke kantor bukan ?
Maka dari itu dia bersiap untuk hari nya.
" Princess sayang, Diandra dimana kamu ??" Matheo langsung mencari dimana keberadaan istri nya yang sejak dia membuka mata tidak lagi di lihat nya.
Hanya pakaian nya saja yang sudah di siapkan oleh Diandra, Dan itu sudah terjadi berkali kali dan setiap hari.
Dia tidak lagi melihat keberadaan istri manja nya setiap pagi saat dia membuka mata nya, Dan saat tidur pun dia tidak lagi melihat mata indah itu.
Matheo benar benar merindukan istri nya, Sangat merindukan nya.
" Diandra sayang, Dimana kau princess ?" Panggil Matheo lagi saat di meja makan pun dia tidak menemukan istri nya juga.
Taman , Apa mungkin di taman ? atau di kolam ikan ?
Matheo langsung menuju istri nya, Yang memang berasa di dekat kolam renang, Bukan kolam ikan seperti dugaan nya tadi.
Melihat istri nya yang tersenyum pada nya membuat hati Matheo berdebar kencang seperti pertama kali bertemu.
" Sayang...." Matheo hendak menghampiri istri nya, Namun tangisan sang putra membuat nya lemas seketika.
Apalagi saat melihat wajah istri nya yang tiba tiba saja murung.
" Aku baik baik saja. Lihat lah Prince, Mungkin dia membutuhkan kamu. "
" Sebentar oke, Aku akan kembali...Tunggu aku sayang..."
" Ya !" Diandra mengatakan iya, Tapi dia meninggalkan Matheo begitu saja.
Apalagi saat Prince sudah berada di gendongan nya.
" Princess, Sayang tunggu Diandra, " Matheo mengejar istri nya.
Dia juga berhasil meraih tangan istri nya, Tapi Diandra menolak nya dengan halus, Tapi terkesan menggores luka untuk nya dan untuk istri nya sendiri.
__ADS_1
" Di, Tunggu sayang., Ayo kita sarapan bersama, Mungkin Prince merindukan Mommy nya sayang. "
" Aku sudah makan tadi, Yasudah, Aku pergi dulu. Hari ini ada pemotretan. " Kedua bola mata Matheo membulat sempurna.
Bukan kah dia sudah mengatakan tidak memberikan izin pada Diandra untuk bekerja ?
Lalu kenapa tiba tiba istri nya ini mengatakan bahwa dia memiliki jadwal pemotretan ?
Matheo tidak pernah memberikan nya izin, Jadi kenapa bisa ?
" Sayang, Kita sudah membicarakan hal ini bukan ? Aku tidak mengijinkan mu untuk bekerja lagi, Jadi aku tidak akan mengijinkan nya. "
" Maaf, Tapi aku sudah menandatangani kontrak nya, Lagi pula aku bisa terkena denda yang besar jika membatalkan kerja sama ini, Hanya pemotretan iklan mobil saja Jadi--"
" Persetan dengan iklan itu Diandra !! Aku tidak menginginkan mu bekerja lagi ! Aku bisa memberikan apapun yang kamu inginkan ! Bahkan aku bisa membayar semua pinalti dari kontrak itu !" Matheo mulai terpancing emosi nya saat ini.
Dia lelah, Dia merindukan istri nya, Dia juga harus terus membujuk Prince agar mau bersama Mommy nya dan tidak membuat Mommy nya bersedih, Tapi bagaimana cara nya ? Sementara bayi mereka masih berusia 20 bulan, Jadi apa yang bisa di lakukan nya saat ini.
Diandra yang mendapatkan amarah dari suami nya hanya bisa memejamkan mata nya, Dia ingin menangis tapi dia menahan nya sebisa mungkin agar tidak menangis.
" Maaf, Aku harus pergi sekarang, "
" Bagaimana kau harus mengatakan pada mu Diandra ?? Bagaimana cara nya agar kamu mengerti ? Ini semua juga tidak mudah bagi ku ! Aku tau ini sulit bagi mu, Tapi kita harus sabar menjalani nya, Berusaha lah untuk terus mendekat pada anak kita, Kamu Mommy nya, Jadi kamu yang tau tentang nya. "
" Dengan cara apa ? Coba katakan pada ku dengan cara apa aku mencoba nya ? Bahkan melihat ku menangis pun dia tidak perduli pada ku, Bahkan melihat ku saja pun Prince enggan, Lalu aku harus apa ? aku harus apa ? Katakan ? aku harus apa jika anak ku saja tidak membutuhkan ku sama sekali, Katakan aku harus apa ???" Ya Tuhan, Kenapa rasa nya sakit ini ?
Dia kembali gagal menepati janji nya pada tuan Robert mertua nya, Karena saat ini Diandra kembali menangis.
Dan lihat, Betapa sedih nya Diandra saat ini, Melihat Diandra yang begitu sedih, Matheo pun merasa tidak tega, Dia benar benar tidak kuat melihat wanita yang paling di cintai nya menangis seperti itu.
" Prince, Lihat Mommy sayang, Mommy bersedih, Lihat Mommy sayang, Kasihan Mommy nak,. " Matheo berusaha mendekatkan Prince pada Diandra, Namun bukan nya merespon apa yang di katakan nya, Prince malah semakin enggan berada di dekat Mommy nya, Dan malah semakin mengencang kan genggaman tangan nya di jas sang Daddy.
" Prince, --"
" Pergi lah, Aku baik baik saja !" Diandra langsung meninggalkan Matheo bersama dengan Prince.
Matheo menatap kecewa pada istri nya yang terlihat semakin tidak baik baik saja.
Apalagi meninggalkan nya dengan tangisan dan air mata yang terus membasahi pipi nya.
__ADS_1
...🌼🌼🌼...