Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )

Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )
Perkenalan


__ADS_3

Diandra sudah mulai tenang, Dia di bawa suster ke taman untuk mendapatkan udara bebas nya.


Karena selama beberapa hari kemarin dia terus saja berdiam diri di kamar nya, Apalagi setelah mendengar kabar bahwa ibu nya meninggal.


Hal itu menjadi hantaman besar bagi mental nya, Tapi dia teringat ayah nya dirumah yang juga tidak bisa melakukan banyak hal karena Stroke yang di alami nya.


Hati Diandra berkali kali di hantam batu besar, Ibu nya meninggal, Ayah nya stroke, Dan dia lumpuh serta buta.


Apa lagi yang harus di lakukan nya selain mengakhiri diri nya saja ??


Dia ingin pergi bersama ibu nya, Dimana ibu nya di makam kan, Bagaimana keadaan ayah nya saat ini Diandra tidak tau bagaimana kabar nya lagi.


Saat dia tengah menikmati sengatan Matahari siang ini, Di bawah pohon Kamboja, Diandra meratapi nasib nya terdengar suara derap langkah yang mendekat ke arah nya.


Apa itu suster nya ?? yang ingin menjemput nya ??


" Sus ?? Tolong bawa saja ke kamar. "


" Aku bukan Suster." Diandra mengerjapkan kedua kedua kelopak mata nya walau tidak melihat apapun selain yang di rasakan nya kegelapan yang menyelimuti diri nya.


" Si-siapa kau ??" Tanya Diandra was was.


Dia cukup khawatir, Karena tidak ada yang bisa di lakukan nya lagi.


" Aku ?" Matheo menghela nafas nya sebelum di berlutut di hadapan Diandra.


Di tatapnya wajah cantik Diandra yang tidak sepucat beberapa hari yang lalu.


Walau dia tau, Jika Diandra masih memendam kepedihan dan kesedihan nya.


" Aku Matheo Alexander, " Suara Berat Pria itu menembus pertahan telinga Diandra.


Sementara Matheo, Dia terus menatap wajah wanita di depan nya saat ini, Hati nya semakin di rundung rasa bersalah yang mendalam saat melihat mata indah itu.


Tidak bisa melihat dan kehilangan rona nya saja mata itu tetap indah, Apalagi dia memiliki rona nya ??


Matheo jadi semakin penasaran dengan Diandra yang dia tau adalah seorang model pendatang baru dan harus kehilangan segala nya karena ulah Matheo .



" Apa kau mau berteman dengan ku ??" Diandra masih bingung.


Dia membuang pandangan nya, Walau dia tau semua itu tetap sama, Tapi setidak nya dia menghindari tatapan pria yang berada di depan nya saat ini.


" Dia..."


Deg !


Suara berat itu semakin melembut, apa tadi kata nya ??

__ADS_1


Dia ?? Apakah itu Diandra ???


Dan kenapa hati Diandra bergetar di saat mendengar panggilan itu.


" Diandra..." Ulang nya lagi.


" A-aku tidak mengenal mu, Ja-jadi pergi dari sini. " Matheo harus sabar bukan ??


Dia benar benar harus menyetok rasa sabar nya.


" Di--"


" Berhenti memanggil nama ku ! Aku tidak mengenal mu, Jadi jangan pernah mendekati ku lagi. Permisi. " Sebisa dan sekuat tenaga nya Diandra mengayuh kursi roda nya agar bisa menjauh dari sana.


Tapi dia kembali kesusahan, Mata nya yang buta dan kedua kaki nya yang lumpuh tidak bisa melakukan apapun lagi.


" Hati hati. Mari aku bantu. "


Plak !


" A-aku tidak butuh bantuan mu ! Pergi dari sini. "


" Setidak nya biarkan aku membantu mu ke kamar. Dan setelah itu aku bisa meninggalkan mu "


" Sudah ku katakan aku tidak butuh bantuan mu sama sekali ! Aku tidak mengenal mu jadi kau tidak perlu membantu ku ! Aku bisa melakukan nya sendiri. "


" Apa karena aku buta ?? Dan lumpuh kau mengasihani ku ?? Maaf, Aku tidka butuh belas kasih mu ! Suster, Suster ??? Bantu aku ke kamar ku. "


" Biar aku bantu Diandra !!"


" Kau tuli ?? Aku tidak butuh bantuan mu !" Bentak Diandra.


Matheo menegang kaku saat menerima bentakan dari wanita lemah di depan nya ini.


Dia juga merasakan kehancuran dan kerapuhan dari Wanita malang di depan nya.


" Baik, Aku panggilkan suster. " Akhir nya Matheo mengalah.


Dia memanggilkan Suster untuk membantu Diandra kembali ke kamar nya.


Sementara Matheo, Dia akan menemui Pria yang menjadi ayah nya Diandra, Pria lemah yang juga terkena Stroke dan bingung dengan keadaan mereka saat ini.


Setelah memastikan Diandra sampai di kamar nya, Matheo langsung menemui Orion di loby rumah sakit yang sudah menunggu nya untuk bertemu dengan ayah Diandra .


Sepanjang perjalanan, Matheo terus menatap ke arah luar jendela mobil nya, Hati dan pikiran nya sedang tidak baik baik saja memikirkan nasib Diandra ke depan nya.


" Apa kau yakin ini rumah nya ?" Orion mengangguk.


"Benar Mr. Semua sudah di konfirmasi sebelum nya, Lagi pula sudah ada 2 orang pelayan dirumah ini sesuai perintah anda !" Oke Matheo mengerti.

__ADS_1


Saat ini dia hanya Butuh pembicaraan lanjutan nya saja, Bagaimana tentang kehidupan dua orang itu.


Matheo siap untuk menanggung segala nya jika memang harus.


" Permisi, Saya Matheo, Dan saya--"


" Saya tau. Saya mohon, Saya tidak akan mempermasalahkan kecelakaan ini, Walau saya tau, Nyawa istri saja, Dan keadaan putri saya saat ini, ---"


" Saya minta maaf atas kejadian itu. Saya kesini hanya untuk membicarakan masalah ini. " Jelas Matheo lagi.


Dia sudah berharap bahwa Pria tua itu memaki nya atau bahkan membuat kasar dan mengumpat nya, Tapi tidak sama sekali.


" Anda sudah melihat keadaan saya bagaimana ,Jadi saya mohon, Jika anda Sudi, Tolong tanggung kehidupan kami, Tidak harus mewah, Yang penting kami bisa hidup layak, karena Stroke yang saya derita ini, Saya harus berdiam diri dirumah, Membiarkan Putri ku bekerja, Dan sekarang keadaan nya seperti itu, Maka saya minta dengan sangat, Agar anda Sudi menampung hidup kami. " Pria tua itu sedikit terbata karena memang bibir nya yang sudah merot karena penyakit yang di derita nya.


Tapi Matheo masih dapat mendengar nya dengan jelas bahwa kata kata pria itu begitu menyayat hati nya.


Seharus nya disini Matheo lah yang memohon dan meminta maaf, Bukan pria tua itu.



" Anda tidak perlu memohon begitu tuan, Saya akan menanggung seluruh biaya kehidupan anda dan putri anda. Saya juga akan melakukan serta membiayai perobatan anda dan Diandra. Saya akan mengusahakan agar Putri anda bisa berjalan dan melihat kembali. Saya akan mengusahakan nya, Tapi saya butuh waktu untuk semua itu. "


" Terima kasih karena telah Sudi menanggung beban hidup kami. " Ya Tuhan...


Ras Anya sakit sekali hati Matheo melihat pria tua yang sudah hancur tapi bersikap tegar untuk segala Masalah yang menimpa nya.


Sekuat tenaga pria itu menahan laju air mata nya agar tidak lirih dan jatuh dari kedua mata nya.


Pria tua itu bersikap tegar untuk segala masalah yang di hadapi nya, Walau rasa nya ingin sekali dia menangisi semua ini.


" Saya berjanji akan mengembalikan semua kehidupan anda seperti semula. Tapi mohon bantuan nya, Saya butuh waktu untuk bisa mendapatkan donor mata itu, Dan saya akan mengutamakan kesembuhan mental Diandra lebih dulu. Jika anda berkenan, Saya dan asisten saya bisa membawa anda kerumah sakit untuk bertemu Diandra. " Pria tua yang bernama Delson itu mengangguk.


Dia juga ingin menemui putri nya, Namun dia tidak tau harus kemana dan berkata apa nanti nya.


" Terima kasih nak, Terima kasih ,"


" Jangan sungkan. Panggil saja Theo pak. " Walau sebenar nya dia berat Matheo tetap menerima uluran tangan pria yang menjadi ayah Diandra .


" Maaf Tuan, Mr. Matheo tidak terbiasa bersentuhan dengan orang lain. Jadi saya mohon anda mengerti. !" Matheo melotot tak percaya pada Orion yang mengatakan apa yang sebenar nya.


" Tidak papa. Seharus nya saya yang minta maaf karena tidak tau kondisi nak Matheo. "


" Sekali lagi, Maafkan saya. !" Matheo menunduk.


Dia bukan Bis arogan yang tidak bisa minta maaf dan sombong, Dia hanya tidak biasa bersentuhan dengan orang lain, Itu saja yang membuat nya terlihat seperti orang yang sombong .


Padahal sebenar nya tidak sama sekali.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2