
Acara masih berlanjut, Dimana Matheo mengumumkan tentang kehamilan istri nya yang tengah mengandung calon pewaris nya.
Dimana saat ini, Matheo tengah berbicara memberikan kata sambutan bagi para tamu undangan malam ini bersama Diandra di samping nya, Tapi sejak tadi sepasang mata terus menatap ke arah nya.
Ya, Morgan terus menatap ke arah Diandra dengan intens.
Rasa nya tidak terima Diandra terlihat begitu bahagia dan di cintai suami nya, Diandra hanya milik nya, Morgan lah cinta pertama nya maka Morgan juga yang akan memiliki nya.
Memiliki Diandra seutuh nya, Dan soal anak yang di kandung Diandra ? Dia bisa memikirkan nya nanti setelah ini.
Selama Matheo berbicara memberi kata sambutan, Tangan nya tak pernah lepas menggenggam tangan istri nya, Dan dia berusaha sebisa mungkin untuk melindungi istri nya yang tidak nyaman berada di tempat ini.
Dalam keramaian membuat kepala Diandra berdenyut nyeri, Apalagi berbagai macam aroma Parfume yang cukup menyakiti indera penciuman nya yang mengakibat kan mual di perut bumil cantik itu.
" Mau pipis..." Bisik Diandra pada suami nya.
Dia benar benar sudah tidak tahan menahan sesak di perut bagian bawah nya.
" Sebentar lagi princess..."
" Tapi udah gak tahan ..." Matheo mengalihkan pandangan nya pada para pengawal untuk mengawal istri nya karena dia masih akan menyelesaikan kata sambutan nya lebih dulu baru akan menyusul istri nya ke toilet nanti.
Akhir nya Matheo membiarkan Diandra ke toilet dengan di temani para pengawal nya.
Namun, Saat pengawal nya ingin ikut menemani sang nyonya masuk ke kamar mandi, Diandra dengan tegas menolak nya.
Mana mau dia di temani seperti itu ? Dan setelah melakukan perdebatan cukup pajang, Diandra akhir nya di biarkan masuk ke toilet sendirian.
Para pengawal hanya menjaga di depan lorong nya saja.
Cukup lama Diandra di dalam toilet karena gaun nya yang sangat sulit, Entah mengapa dia memilih gaun ini, Karena yang terlintas di pikiran nya saat tadi adalah Matheo yang selalu memanggil nya Princess, Maka dari itu dia memilih gaun seperti princess ini, Tapi karena Hells nya sudah di copot paksa oleh suami nya, Maka rasa nya sedikit ribet karena memakai sendal hotel pula seperti ini, Maka Diandra cukup memakan waktu di dalam kamar mandi.
Deg !
" Ma-mau apa kau ??" Tanya Diandra saat melihat Morgan mendekat ke arah nya, Bahkan tatapan mata pria itu sangat menyeramkan.
Morgan terus berjalan mendekat ke arah nya hingga Diandra terbentur dinding di belakang nya.
Diandra semakin ketakutan saat Morgan terus saja menatap ke arah nya dengan tatapan sulit di artikan nya.
" Mu-mundur..." Ucap Diandra ketakutan saat melihat Morgan masih berada di tempat nya.
" Jangan membuat mu dalam masalah Morgan ! Pergi sebelum suami ku datang kesini dan melihat mu disini. !"
" Kenapa ? Kau takut dia mengetahui aku disini dan kau masih mencintai ku, atau kau takut dia menghajar ku ? Apa aku benar bahwa kau masih mencintai ku ??"
__ADS_1
" Omong kosong apa ini ?? Aku membenci mu ! Bukan mencintai mu !" Morgan hanya tersenyum saya.
Dia terpesona dengan kecantikan Diandra yang semakin terpancar di depan mata nya, Hidung mancung nya, Wajah cantik nya, Kulit putih bersih nya, Dan bibir Semerah Cherry , Morgan jadi penasaran, Bagaimana rasa nya bibir indah itu, Karena dia hanya sekali merasakan nya, Dan setelah itu Diandra Tidka ingin lagi melakukan nya.
Maka Morgan sampai selingkuh dan berpaling dari nya.
Itu bukan alasan Morgan ! Itu tabiat buruk !
" Aku jadi penasaran, Bagaimana rasa nya bibir seksi ini ?"
Plak !
Diandra menepis tangan Morgan yang hendak menyentuh bibir nya, Demi Tuhan dia tidak ingin Morgan menyentuh nya sedikit pun.
Jika dia berteriak, Dia tidak ingin keributan disini, Maka dia memilih bicara baik baik sebelum suami nya mengetahui ini, Dan Morgan akan di hajat oleh Matheo, Lebih baik bicara baik baik bukan ?
Namun dia salah, Morgan telah gelap mata dan tidak mendengar apapun yang di katakan Diandra pada nya.
" Lepaskan aku Morgan ! Pergi dari sini sebelum suami ku datang !"
" Berikan aku sebuah--"
Bugh !
" Aahhhkkk !" Teriak Diandra saat melihat Morgan tersungkur di lantai kamar mandi.
" Bawa Nyonya kalian ! Pastikan dia sampai kerumah dengan selamat !" Matheo benar benar emosi saat ini.
Bagaimana tidak emosi ? Saat dia menyusul Diandra ke toilet, Semua penjaga nya hanya berdiri di ujung lorong ini, Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan calon anak dan istri nya ?
Maka dari itu dia langsung melewati pengawal nya begitu saja, Dan saat dia memasuki bilik toilet, Istri nya di himpit oleh seseorang, Dan terlebih ingin mencium istri nya.
Amarah nya memuncak, Tanpa aba aba dia langsung menghantam pria itu dengan sebuah pukulan telak di rahang nya.
" Sayang..."
" Pulang bersama penjaga mu Princess .." Matheo tidak ingin melihat sedikit pun ke arah istri nya yang saat ini tengah ketakutan melihat nya.
Apalagi kini dia memihak dada Morgan yang tengah terkapar di lantai toilet.
" Tapi---"
" Pulang bersama pengawal mu Princess dan tunggu aku dirumah !!!"
Deg !
Jantung Diandra berdetak dengan cepat karena mendengar suara suami nya yang sangat menyeramkan saat ini.
__ADS_1
Begitu juga dengan Matheo, Dia tidak ingin Diandra melihat kebrutalan yang akan di lakukan nya pada Morgan.
Morgan telah salah membangunkan jiwa psikopat nya, Jiwa terpendam nya selama ini yang selalu berusaha di kontrol nya dan di sembunyikan nya.
Tapi ini sudah kelewatan, Matheo tidak bisa lagi mentolerir nya.
Bahkan rasa nya kini Matheo ingin menemukan seluruh tulang tulang milik pria berkulit putih di wajah nya saat ini.
" Pulang bersama pengawal mu Diandra Anindita King Alexander !!!!" Bentak nya lagi.
Suara menggelegar dari Matheo membuat Diandra sampai kaget dan bergetar.
" Maaf , " Lirih nya sebelum di bawa pulang oleh para pengawal nya.
Matheo hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar, Lalu dia semakin menekan pijakan nya di dada Morgan yang telah berani menyentuh istri tercinta nya.
Bumil cantik nan manja nya ! Princess yang selalu di manja dan di sayang nya dengan seluruh jiwa nya, Lalu dengan mudah bajingan ini ingin menyentuh istri nya ??
Dan apa yang di pikirkan Diandra hingga tidak menjerit meminta tolong sejak tadi ??
Morgan ? Dia menatap sorot mata tajam Matheo yang semakin menggelap menatap nya dan siap untuk menghancurkan nya.
" Ahhhkk..." Morgan hanya bisa mengerang sakit saat kaki Matheo yang berbalut sepatu pantofel mahal itu berpindah ke leher nya.
" Kau sudah bosan hidup rupa nya, Katakan pada ku kau ingin mati dengan cara apa ???" Morgan merasa sekujur tubuh nya merinding saat mendengar kata kata yang keluar dari bibir pria menyeramkan ini.
" A-aku---"
Ketepak !!!
" Aahhhhkkkk !!!" Morgan menjerit kesakitan saat merasakan panas dan kebas sekaligus di wajah nya.
Kaki Matheo menghantam rahang nya, Dan serasa gigi nya pun lepas dari tempat nya.
Mulut nya mengeluarkan darah hingga sepatu mahal milik Matheo juga meninggal kan jejak darah disana.
" Dau dengarkan ini baik baik !" Matheo berjongkok dan menjambak rambut Morgan yang kini terlungkup di lantai dingin toilet wanita saat ini.
" Ini terakhir kali nya aku melihat mu berada di dekat ku dan istri ku, Setelah ini akan ku pastikan kau tidak akan bisa mendekat ke arah istri ku lagi. Jika sampai aku masih melihat mu berani mendekat ke arah istri ku, Maka saat itu juga aku akan pastikan bahwa itu adalah hari terakhir mu menginjak bumi dengan kedua kaki mu, Karena aku sendiri yang kan mengubur mu hidup hidup atau dalam keadaan sudah tak bernyawa ,!"
Dugh...
Matheo menghempaskan cengkraman tangan nya di rambut Morgan hingga membuat wajah nya kembali menghantam lantai dingin itu.
" Coba ku lihat wajah pria yang telah berani menyentuh istri ku !" Matheo menaikan dagu Morgan dengan ujung sepatu mahal milik nya.
" Ck, Menjijikan !!!" Di hempaskan nya kembali wajah Morgan dan membersihkan sepatu nya yang bekas darah Morgan di pakaian pria yang terkapar tak berdaya lagi.
__ADS_1
" Antar kan dia kerumah nya ! Dan katakan salam ku pada Tuan Edgar Ernando ! " Matheo langsung meninggalkan tempat terjadi nya toilet berdarah itu dengan wajah datar nya.