
Diandra merasa kesal karena Matheo buru buru menyuapi nya hari ini, Padahal biasa nya suami nya itu begitu memanjakan nya dan menemani nya makan setiap hari.
Tapi ini, Suami nya terkesan terburu buru menyuapi nya hingga bahkan lupa memberikan ciuman di kening nya.
Entah lah, Diandra merasa aneh dengan diri nya sendiri, Dimana dia merasa marah dan kecewa pada Matheo, Tapi rasa haus akan kasih sayang nya lebih besar ketimbang rasa marah nya.
Maka dia menjadi uring uringan seperti ini, Misuh Misuh tak karuan, Bahkan dia terus berteriak meluapkan kekesalan nya pada Matheo dengan memukuli bantal membayangkan bahwa itu adalah tubuh Matheo.
" Kesel sama kamu, Benci sama kamu, Kamu udah gak sayang sama aku lagi, Udah gak perduli sama aku lagi. Aku benci kamu..."
" Aku bisa makan sendiri ! Aku gak mau makan di suapin kamu lagi, Pokok nya aku marah !!!" Ungkap nya lagi sambil terus memukuli bantal guling nya.
Namun tiba tiba dia menangis tersedu sedu saat dia ingin berenang bersama suami nya, Dia melihat di YouTube bahwa berenang bagus untuk ibu hamil tapi tetap dalam pengawasan ketat.
Mengingat itu dia jadi kembali menangis dan itu membuat para pelayan bingung harus melalukan apa pada istri Tuan mereka.
Menghubungi Matheo ?
Tidak mungkin karena sebentar lagi juga Matheo akan pulang.
Tapi sampai malam pun pria yang bernama Matheo pun belum juga pulang kerumah besar itu.
Sementara istri nya ? Dia kembali menangis karena sudah lapar, Maka dia memaksa untuk makan sendiri dan kembali seperti itu lagi, Dia terus muntah sampai seluruh tubuh nya lemas.
Diandra terus menangis, Hidung nya perih, Dan tenggorokan nya juga sakit, Tapi sampai jam 9 malam suami nya belum juga pulang.
Tapi tepat jam 10 malam, Matheo masuk kerumah nya dengan pakaian yang berantakan, Dia merenggangkan seluruh otot otot nya di sofa, sampai tiba tiba dia mengingat sesuatu dan ternyata dia melupakan Diandra dan makan malam nya.
Dia langsung berlari menuju kamar dimana istri nya berada, Dan benar saja kan, Istri nya itu terlihat pucat dan seperti habis menangis.
Mata nya sembab, Dan hidung nya juga memerah.
Hati nya merasa sakit sekali melihat istri nya seperti itu, Lalu di usap nya pipi lembut Diandra dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
Namun gerakan tangan nya membangunkan Diandra yang baru saja tertidur.
__ADS_1
Awal nya dia bahagia melihat Matheo pulang, Namun semua nya sirna saat mengingat Matheo tidak pulang dan menemani nya makan membuat Diandra menatap kesal pada nya.
Apalagi dia yang kelaparan sampai harus mencoba makan sendiri hingga berakhir seperti itu.
Muntah sampai lemas.
Brugh...
" Princess..." Matheo kaget saat Diandra mendorong nya hingga terduduk di lantai.
" Ngapain pulang ?? Masih inget istri dirumah ? Masih inget pulang ??" Matheo diam saja.
Dia benar benar melupakan Diandra malam ini, Pekerjaan nya banyak sekali hingga membuat nya lupa.
" Kenapa diem aja ?? Kenapa gak bisa jawab ? "
" Gara gara kamu gak pulang aku harus makan sendiri. Aku paksa makan biar aku dan anak aku gak kelaparan, Tapi semua nya sia sia, Aku muntah lagi, Hidung aku perih, Tenggorokan aku sakit, Perut aku juga lapar, Dan kamu tau apa yang paling sakit ? "
" Hati aku yang sakit gara gara kamu ! Kalau udah bosan sama aku bilang, biar aku pulang kerumah ayah, Biar aku pergi dari sini. " Matheo langsung menggeleng.
" Maaf, Maafkan aku Princess, Maaf kan aku, Aku benar benar lupa sama kamu dan --"
" Lupa ? Gampang banget kamu bilang lupa ya, Lupa sama aku ??"
" Bukan begitu maksud ku princess, Aku banyak pekerjaan di kantor, Jadi aku harus menyelesaikan nya lebih dulu. Aku harus lembur menyelesaikan semua nya," Jelas Matheo pada Diandra .
" Pergi ! Aku gak mau liat kamu. " Diandra langsung merebahkan diri nya lagi dan menurut seluruh tubuh nya dengan selimut sambil memunggungi istri nya.
Tubuh Diandra bergetar menahan tangis nya, Matheo semakin tidak tega melihat istri yang menahan tangis nya seperti itu.
" Princess, Sayang, Maafkan aku..."
" Pergi, Aku gak mau liat kamu, Mulai besok aku mau pulang kerumah ayah, aku gak mau liat kamu lagi. "
" Sayang...Kamu gak boleh pergi kemana mana, Kamu harus tetap disini, Maafkan aku yang lupa sama kamu tadi, Aku benar benar minta maaf. " Matheo sangat menyesal karena telah melupakan istri nya, Jika tau begini dia lebih memilih lembur dirumah sampai pagi sekalian, Dari pada di kantor menyelesaikan semua nya, Tapi melupakan anak istri nya hingga berakibat seperti ini.
__ADS_1
" Maafkan aku Princess..." Ucap Matheo lagi sambil mengusap punggung istri nya yang bergetar.
Dia sangat merasa bersalah sekali pada Diandra, Pasti istri nya itu kelaparan, Karena terus terusan muntah karena tidak makan di suapi oleh nya.
" Aku mandi dulu ya, Setelah ini kita keluar untuk cari makan malam, Kamu mau kan ? " Diandra tidak menjawab nya.
Dia masih senggugukan di balik selimut karena Matheo yang melupakan nya dan anak nya tadi.
" Aku mandi dulu Princess..." Matheo pun bangkit dari tempat nya dan meninggalkan Diandra di kamar mereka.
Secepat mungkin dia mandi dan membersihkan diri nya dan kembali ke kamar nya lagi, Dimana Diandra berada.
" Princess, Ayo kita keluar, Pakai Jaket kamu, Kamu belum makan kan ? Kita makan di luar saja ya, Kebetulan ini weekend, Jadi ayo kita kencan. "
" Princess, Sayang..." Di buka Matheo dengan lembut selimut yang menutupi wajah istri nya dan di kecup nya lagi kening Diandra.
Cup...
" Maaf, Tadi siang aku juga melupakan nya, Apa pekerjaan ku benar benar menumpuk tadi, Dan aku menyelesaikan nya untuk bisa menghabiskan waktu bersama mu besok, Kita berenang mau ? Kan kata nya berenang bagus untuk ibu hamil. " Diandra melengos begitu saja, Dia tidak ingin melihat wajah Matheo yang terlihat sangat tampan di bawah sinar lampu pendar seperti ini dan membuat nya semakin tidak bisa berlama lama marah dengan suami tampan nya ini.
Dan hal itu semakin membuat nya kesal.
Kenapa hati nya lemah sekali jika sudah melihat wajah tampan suami nya ? Kenapa kau harus selalu terpesona seperti ini Diandra ?? Kenapa ??
Dia terus merutuki diri nya yang tidak bisa jauh dari Matheo saat seperti ini.
Bisa di katakan Manja, Tapi gengsi, Dan mungkin itu lah yang di rasakan nya saat ini.
" Princess sayang, Ayo ..." Di tarik nya dengan lembut tangan halus milik istri nya hingga Diandra pun terpaksa mengikuti langkah suami nya.
Ralat, Bukan terpaksa, Tapi memang dasar nya dia saja yang ingin selau dekat dengan suami nya.
Jika tidka gengsi saja, Mungkin Diandra akan ikut ke kantor setiap hari nya bersama Matheo dan menemani nya bekerja atau hanya sekedar agar bisa terus melihat wajah tampan suami bule nya itu.
...🌼🌼🌼...
__ADS_1