
Seminggu setelah pasca Operasi, Matheo sudah harap harap cemas saat ini, Bagimana tidak cemas ?
Pekerjaan nya banyak, Proyek Galery seni yang di peruntukan nya pada Diandra sudah mulai berjalan dan masih banyak lagi yang harus mereka lakukan saat ini.
Tapi yang paling membuat bahagia dan khawatir sekaligus adalah saat dimana sebentar lagi Perban Diandra akan di buka dan inilah penentuan nya, Bisa atau tidak nya Diandra melihat lagi.
Sumpah demi apapun ini adalah hari paling menegangkan bagi Matheo, Bahkan saat berhadapan dengan Papa nya saja tidak semenakutkan ini.
Lalu bagaimana nanti jika dia menceritakan kejadian waktu itu ? Apa dia harus menceritakan nya atau tetap diam seperti ini ?
Perlahan tapi pasti, Dokter membuka perban yang melilit di kepala Diandra di bagian mata nya, Dan bukan hanya Matheo saja yang tidak nyaman.
Diandra juga sana khawatir nya dengan dia saat ini.
" Perlahan saja Diandra, Jangan di paksa. Katakan apapun yang anda rasakan. " Diandra mengangguk saat dokter memberikan nya pengarahan.
" Bisa di buka sekarang mbak..." Sekali lagi Diandra mengangguk.
Perlahan tapi pasti dia membuka mata nya, Awal nya terasa sangat perih yang di rasakan nya hingga mata nya berair dan kata dokter itu biasa.
Tapi percobaan kedua juga Diandra masih belum terbiasa karena cahaya yang di lihat nya terlalu terang dan suster mematikan lampu nya.
Di percobaan yang ketiga, Diandra bisa melihat walau masih belum jelas, Tapi ada ayang aneh disini.
Dia menangkap sosok pria tinggi, Tapi bukan genderuwo ya gaes Plis !.
Kembali lagi Diandra membuka mata nya, Dia benar benar ingin memastikan nya sekali lagi dan tetap sama.
Pria itu disana, Pria bule itu berada disana.
Benar kah yang di lihat nya saat ini ? Bahwa pria itu adalah ??
Tidak ! Diandra menepis pikiran nya saat ini, Sejak pagi dia belum mendengar suara Matheo yang kata nya memiliki banyak pekerjaan.
Iya, Itu pasti tim dokter, Tapi detik berikut nya Dia kembali di kaget kan dengan usapan di pipi nya.
Diandra tau, Tangan siapa yang mengusap pipi nya saat ini.
Matheo .
" Kak..." Panggil Diandra saat merasakan usapan di pipi nya.
" Iya Princess ini Aku..." Di coba Diandra sekali lagi membuka mata nya dan betapa kaget nya Diandra saat yang di lihat nya kembali wajah Pria bule itu.
" Ka-kamu..." Diandra kaget.
Sementara Matheo ? Dia menatap heran ke arah Diandra, Kenapa seperti nya Diandra kaget saat melihat diri nya ??
" Dimana Kak Theo ?" Semakin heran Matheo di buat nya.
Kenapa bertanya lagi, Dia berada di hadapan nya saat ini, Sedekat ini masih bertanya dimana Matheo ?
__ADS_1
Oh ayolah Diandra, Kamu hanya Operasi Mata, Bukan Geger otak dan amnesia !
Tapi Matheo kembali sadar, Bahwa Diandra belum pernah melihat nya bukan ? Maka wajar dengan reaksi nya yang di tunjukan saat ini.
" Apa kamu merasakan nya ?" Diandra mengangguk.
" Apa ada yang sakit ?" Dia menggeleng.
Tak lama dokter menjelaskan segala nya, Bahwa Operasi nya berhasil di keseluruhan nya di nyatakan berhasil.
" Princess..." Matheo kembali memanggil Kekasih nya yang kini masih terlihat bingung menghadapi nya.
" Kenapa kamu diam sayang ?" Tanya Matheo lagi saat tak kunjung mendapatkan jawaban dari Diandra nya.
Perlahan tapi pasti Matheo duduk di samping Diandra dan mengangkat wajah nya agar bisa melihat nya.
" Princess..."
" Sa-saya..." Jawab Diandra.
Matheo tersenyum lembut dan itu membuat Diandra bisa gila gila begini terus.
" Kenapa diam saja sayang ? Kamu gak nyaman dengan ku disini heum ?"
Cup...
Astaga Naga buah Naga Dada dada, Belum normal kerja jantung Diandra kini semakin di buat gila oleh Matheo.
Aaahhhkkk....Diandra ! Jangan gila dulu kamu ! Umpat nya dalam hati saat mendapatkan perhatian seperti ini dari Matheo.
" Sayang....Princess, Kenapa malu sayang ? Bukan kah kemarin kita sudah melakukan lebih dari ini ?"
Duar !!!
Meledak sudah jantung Diandra di dalam sana !
Ini gila ! Ini benar benar gila dan Diandra tidak sanggup menahan nya lagi, Wajah nya sudah memerah tak karuan lagi.
" Jangan di liatin begitu ! Malu...Jauhan dikit. " Matheo hanya tersenyum saja melihat reaksi atas penolakan yang di lakukan Diandra pada nya.
Ralat, Ini bukan penolakan, Tapi apa ya ? Diandra juga bingung menanggapi nya.
" Sudah bisa melihat ku ?" Diandra mengangguk.
" Apa yang kamu lihat ?"
" Ganteng ." Lagi lagi senyum Matheo terbit saat mendengar jawaban yang keluar dari bibir mungil nya.
" Benarkah aku tampan ? Coba lihat lagi ?" Diandra langsung menggeleng.
Berada di dekat Matheo seperti ini saja dia sudah ketar ketir, Lalu apa kabar jika harus menatap wajah pria bule itu ?
__ADS_1
Rambut Blonde, Rahang tegas, Brewokan,hidung mancung, Bibir tebal yang seksi, Alis tebal nya dan mata indah berwarna abu abu itu terlihat sangat sempurna.
Tidak ! Kenapa dia bisa mengabsen satu persatu wajah pria itu ? Apa sekarang otak Diandra juga ikut terganggu ?
" Jangan melamun princess...ini memang aku, Matheo..."
" Tapi kok bisa ?" Yakin lah saat ini Matheo gemas setengah mati melihat tingkah Diandra yang terus menunduk dan tidak berani menatap wajah nya.
Bukan kah tadi Diandra bilang bahwa wajah nya tampan ? Lalu kenapa tidak mau menatap nya ?
" Kok bisa ?" Ulang Matheo.
" Apa yang tidak bisa princess, Ini benar aku, Kekasih mu, Pria yang mencium bibir mu kemarin dan tadi. "
" Tapi kenapa harus pria yang ku tabrak di cafe waktu itu ?" Alis Matheo terangkat sebelah.
Dia kaget atas penuturan yang di berikan Diandra ? Pria di cafe ? Apa sebelum nya mereka pernah bertemu ?
Oh, Ayolah, Kenapa di saat seperti ini otak cerdas nya tidak bisa mengingat apapun lagi ?
Cafe ? Cafe mana ? yang di maksud Diandra nya ?
" Bukan di cafe, Tapi di Restoran A, A-aku menabrak pria bule yang saat itu mengenakan setelan jas Abu abu nya, Tapi saat aku tida sengaja menabrak nya yang sedang fokus pada ponsel nya, Bukan nya marah atau memaki ku seperti ornag orang kaya lain nya, Dia malah meninggalkan ku begitu saja yang berantakan akibat latte yang tumpah. Jangan kan memaki ku, Melihat saja tidak ! Seakan aku tidak terlihat bagi nya. " Ayo Matheo ayo.
Restoran A ? Tabrakan ? Ponsel dan Latte ? Lalu Jas abu abu ??
Kapan Matheo mengenakan setelan itu ? Kenapa dia tidak bisa mengingat nya ? Apa karena saat itu bagi nya Diandra tidak penting, Maka dia tidak berniat melihat nya sedikit pun.
" Apa saat itu aku menyakiti kamu ?"
" Tidak" jawab Diandra sambil menggeleng.
" Lalu ?"
" Kakak hanya meninggalkan ku begitu saja. Bahkan saat aku memanggil pun kakak tidak berbalik lagi."
" Maafkan aku princess. Maaf jika aku melupakan hal itu. "
" Padahal aku pengen minta maaf, Karena udah numpahin latte di jas kakak. Tapi karena orang kaya sombong itu pergi ya jadi aku biasa aja sih. Walau kesal juga, Kenapa ada pria sombong itu ?"
" Aku bukan sombong Princess, Aku hanya tidak bisa bersentuhan dengan orang lain, Selain keluargaku, Dan hanya kamu lah wanita pertama yang ku cium, Ku sentuh an ku manjakan dengan tangan ku selain Mama ku. "
" Masak ?" Tersenyum lah Matheo dan kau tau ? Saat kau tersenyum seperti itu.
Hati Diandra semakin di obrak obrik tak karuan !.
" Nanti kita masak dirumah kita ! dan setelah ini bersiap lah ! Karena kita akan menikah. "
Jeder !!!
Petir mana yang telah menyambar hati nya ?? Tolong katakan dimana ada nya hujan badai ? Kenapa bisa hati nya di sambar petir seperti ini ??
__ADS_1
...🌼🌼🌼...