
Matheo merasa bersalah karena membawa Diandra kerumah ini, Dimana rumah yang sudah lama tidak di datangi nya ternyata sudah banyak yang berubah, Dan yang lebih parah nya lagi adalah, Rumah ini tidak lagi menyimpan kehangatan nya,.
Dimana dulu, Saat pertama kali dia di bawa kerumah ini, Dia sangat bahagia, Karena kehangatan serta kedamaian rumah besar ini.
Namun kini sirna sudah, Maka dari itu, Dia akan membawa Diandra berlibur selagi mereka disini, Dia akan membawa Diandra jalan jalan.
" Morning Princess..."
Cup...
Di kecup nya kening Diandra lalu Matheo bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Dia meninggalkan istri nya yang masih betah bergelung dengan selimut tebal milik nya, Hingga saat Matheo selesai mandi pun Diandra belum juga membuka mata nya.
Matheo yang merasa gemas pun langsung membangunkan istri nya.
" Princess sayang, Ayo bangun...ini sudah siang, Ayo latih kaki indah mu lagi, kita akan jalan jalan hari ini. " Namun sang istri juga belum menunjukan tanda tanda akan membuka mata indah nya.
Dan hal itu semakin membuat nya gemas.
" C'mon Princess, Wake up Baby, " Matheo pun menciumi seluruh permukaan wajah Diandra hingga membuat sang pemilik raga membuka kedua mata nya karena buku buku di wajah suami nya menganggu tidur lelap nya.
" Morning..."
Cup...
Matheo mengecup bibir istri nya setelah sang Princess berhasil di bangun kan nya.
" Ahh ..jangan cium, Belum mandi..." Matheo hanya tertawa saja dengan tingkah menggemaskan istri nya yang kembali menggulung tubuh nya dengan selimut karena tadi malam dia kembali menerima kunjungan di medan perang nya.
Dan kedatangan Sang Rudal Rusia membuat seluruh tubuh nya lemas seperti tak bertulang lagi.
Kedua kaki nya bergetar karena Matheo mulai nakal saat bermain.
Masih teringat di kepala Diandra bagaimana nakal nya Sang Rudal Rusia tadi malam hingga membuat nya terjaga sampai jam 1 dini hari.
Tapi, Kenpa rasa nya berbeda dari yang pertama ? Rasa nya seperti ???
" Apa yang sedang kamu pikirkan Princess ? Pertempuran kita di Medan perang tadi malam kah ?"
Blush...
Wajah nya langsung tersipu malu karena ketahuan oleh suami nya memikirkan pertempuran mereka tadi malam.
__ADS_1
" Sudah ayo aku bantu ke kamar mandi, Air hangat nya sudah aku siapkan, Kamu bisa berendam agar tubuh mu lebih baik lagi. "
" Aahh...Gak mau, Aku bisa sendiri, Nanti kamu ---"
" Kamu apa heum ???" Goda Matheo semakin mendekat kan wajah nya ke wajah menggemaskan Diandra.
Rambut acak acakan, Wajah polos tanpa Make up, membuat Matheo selalu merasa gemas setiap kali melihat istri nya yang baru bangun tidur seperti ini.
" Sudah ayo, Aku bantu. Aku tidak akan berkunjung ke Medan perang lagi, Karena aku tau bahwa Princess ku ini sedang lelah bukan ?" Diandra mengangguk saat Matheo mengangkat tubuh nya dan membawa nya ke dalam kamar mandi.
" Bisa ?" Tanya Matheo lagi, Karena setelah dia menurunkan Diandra di kamar mandi, Istri nya belum juga membuka selimut nya.
" Bisa, Sayang keluar saja lebih dulu, Aku mau berendam. " Matheo mengangguk sebelum luar.
" Oke, Panggil aku jika membutuhkan sesuatu. Aku menunggu mu di luar, Ada pekerjaan sedikit. ".
" Iya..." Jawab Diandra sambil mengangguk.
Diandra benar benar merendam diri nya dengan busa busa yang telah di berikan wewangian oleh suami nya, Dan ras Anya sangat nyaman sekali, Seakan busa busa wangi itu memijat seluruh tubuh nya.
Setelah di rasa nya cukup, Diandra membilas tubuh nya dan dengan air shower dan luar dari kamar mandi dia pun melihat suami nya yang udah siap dengan pakaian nya.
Jeans, Kaos pressbody berwarna hitam, Di tambah Sneaker berwarna putih membuat Diandra menatap kesal ke arah suami nya.
" Kenapa Princess ? Apa ada yang salah dengan yang ku kenakan saat ini ? " Matheo bertanya pada istri nya yang tengah sibuk dengan kegiatan nya saat ini di depan meja rias nya.
" Princess .." Panggil nya lagi karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari istri nya.
" Jika kamu tidak menyukai nya, Aku ganti saja ya ? Pakai apa ? Kemeja saja atau Jaket ?" Semakin kesal Diandra jadi nya.
Suami nya ini memang tampan, Pasti mengenakan apapun akan tetap tampan.
Apalagi jika mengenakan Kemeja polos dengan lengan nya di gulung, Kedua kancing atas nya terbuka, Tidak !
Diandra tidak akan membiarkan nya ! Lalu Matheo harus mengenakan apa ? apa Kaos nya saat ini di tambah jaket saja ?
Mungkin itu lebih baik menurut nya.
" Tambahkan saja jaket nya ! Apa tidak ada kaos yang lebih besar lagi ? Kenapa otot nya terlihat semua seperti itu ?" Oh...
Matheo paham, Istri nya sedang cemburu kah ?
Apa saat ini istri nya mulai memperhatikan diri nya ? Jika iya, Matheo akan sangat bahagia saat ini.
" Oke, Aku alan menambahkan jaket nya Princess, Sudah jangan cemberut lagi, King Matheo hanya milik Princess Diandra seorang, Dan yang lebih penting lagi, King Matheo hanya mencintai Princess Diandra saja. " Sebuah kecupan mendarat di puncak kelapa Diandra yang masih berbalut handuk putih.
__ADS_1
Dia pun kembali menyelesaikan make up nya, Namun saat Matheo keluar dari ruang ganti dengan Jaket yang membalut tubuh kekar nya, Diandra kembali cemberut.
Karena ini semain membuat suami nya terlihat gagah dan aahh...Diandra tidak rela suami nya di tatap banyak orang, Apalagi wajah bule nya, Tubuh kekar nya, Senyuman manis nya, Diandra tidak rela membagi nya dengan siapa pun, Wanita manapun lagi.
" Kenapa lagi Princess ? Apa masih salah pakaian ku ??"
" Tau ah...kesel ih..." Diandra menghentikan kedua kaki nya dan memasuki ruang ganti nya.
Dia kesal kenapa Jadi nya Matheo semakin tampan dengan jaket kulit nya ??
" Princess Sayang ?? Jangan marah ? Katakan , Kamu ingin aku memakai apa ? Atau kamu mau aku memakai Buruk ? Jika iya maka aku akan melakukan nya untuk kamu sayang, Asal jangan marah pada ku oke..."
" Awas ih, Kesel tau gak, Kenapa pake baju apapun tetap tampan ? Kenapa coba ? Gimana nanti kalau kamu di lirik cewek cewek bule London ? Gimana hayo ? " Matheo menggeleng kan kepala nya di bahu istri nya.
Sambil memeluk tubuh Sang princess dari biang, Matheo mengusap perut rata istri nya.
" Apa dia akan segera hadir di antara kita princess ?" Tanya Matheo lembut membuat Diandra menegang kaku.
Usapan lembut di perut nya membuat nya terlena dan tersentuh dengan apa yang di lakukan suami nya saat ini.
" Apa kakak ingin dia segera hadir di antara kita ? Bagaimana jika nanti saat aku hamil dan mengandung menjadi gendut dan jelek ? Apa kakak akan tetap seperti ini ?" Matheo langsung mengangkat kepala nya dari bahu istri nya.
Di putar nya tubuh Diandra dan kini mereka saling berhadapan. Di tatap Matheo wajah istri nya dengan penuh cinta.
" Apa jika mengandung anak kita membuat mu takut ? Takut jika aku tidak melihat mu lagi ?" Diandra mengangguk.
" Maka jika begitu, Aku bersumpah Atas nama ku, Bahwa Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, ini janji ku, Bukan hanya janji saat kita menikah, tapi ini juga janji ku untuk mu, Bukan kah aku telah berjanji di hadapan Tuhan ? Bahwa aku akan mencintai mu di sepanjang hidup ku, Di setiap hembusan nafas ku ? Apapun keadaan mu ? Masih ingat ?" Diandra tertunduk malu karena semua ucapan suami nya memang benar.
" Aku berjanji, Setelah kamu melahirkan, Jika kamu tidak percaya diri dengan keadaan mu nanti setelah melahirkan, Aku akan mendatangkan dokter kecantikan terhebat untuk merawat mu, Apa itu cukup ? atau kita harus ke Korea untuk melakukan perawatan ?"
Bugh...
" Tidak seperti itu, Maksud ku---"
" Sudah, Jangan di pikirkan lagi, sekarang ayo turun untuk sarapan, Jika kita terlambat nanti, Ayah mertua mu akan marah pada ku, Apa kamu ingin Ayah mertua mu itu memarahi kita ,?"
" Enggak..."
" Maka ayo turun ! Nanti kita bisa terlambat untuk sarapan pagi. " Akhir nya kedua pasangan manis semanis gulali permen kapas itu pun turun ke lantai dasar untuk ikut bergabung di meja makan.
Karena jika mereka terlambat, Bisa saja ayah mertua nya yang seram itu akan marah dan melotot lagi.
Membayangkan nya saja membuat Diandra merinding sendiri.
...🌼🌼🌼...
__ADS_1