
" ARSHEILA....ARSHEELA !!!" Teriak Diandra untuk yang entah keberapa kali nya.
Karena sejak tadi mereka semua sudah siap tapi sih kembar belum juga siap, Entah apa saja yang di lakukan anak kembar nya itu.
" Princess, Sabar sayang. Jangan berteriak seperti itu. " Matheo terus mencoba menyabetkan istri nya yang selalu saja tegang urat saat menghadapi kedua putri nya yang sangat luar biasa itu.
Sementara Prince ? Dia langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri kamar kedua adik nya.
" Tidak bisa kah jika tidak membuat keributan dirumah ? Lihat ? Mymy sudah marah, Kenapa kalian suka sekali membuat kegaduhan dirumah ??" Tanya Prince yang menatap kedua adik kembar nya yang entah sedang mencari apa.
Pasti hal yang tidak penting lagi, Dan benar saja, Jawaban dari kedua nya membuat Prince kesal.
" Kaos kaki Shei tidak ada sebelah yang sama dengan milik Sheel. "
" Pakai yang ada ! Jika tidak ada tidak perlu memakai nya dan cepat turun. " Kedua nya langsung membuka sepatu mereka dan membuka kaos kaki nya, Jika kakak mereka sudah turun tangan habislah kedua nya.
Tak lama, Matheo dan Diandra melihat ketiga anak nya turun, Dimana sih kembar turun lebih dulu dan ada kakak nya di belakang mereka.
Saat Diandra ingin membuka mulut nya, Prince di belakang sana menggelengkan kepala nya karena dia sudah mengurus kedua nya.
" Maaf membuat semua nya menunggu. " Ucap kedua bocah kembar itu.
Mereka datang dengan senyuman indah, Berharap kedua orang tua nya tidak marah, Lebih spesifik nya sang Mommy yang siap memangsa tubuh mungil mereka berdua.
" Maaf Mom, Dad, Kak..." Ucap mereka lagi berharap tidak ada lagi keributan.
Karena memang mereka yang salah, Sementara Prince ? Dia hanya menatap jengah pada keluarga nya ini, Seperti tertukar, Kedua adik nya ini sudah seperti Arkana saja, Yang menyebalkan.
Apa memang karena mereka berdua sering bermain dengan Arkana ? Maka sifat nya menurun ?
Prince hanya bisa menghela nafas nya kesal saat ini, Wajah dingin nya membuat semua ornag paham bahwa saat ini sang pangeran tidak baik baik saja.
" Sudah, Ayo berangkat, Kita sarapan di jalan saja, Karena jika kita terlambat Grandpa akan marah nanti nya, Dan lagi pula istri nya Uncle Sky tengah mengandung, Jadi dia pasti lelah. " Matheo langsung membawa anak anak nya ke mobil.
Prince tidak, Dia lebih memilih mengendarai motor nya saja, Lagi pula sebelum ini dia kan mencari buku lebih dulu, Buku yang akan di pelajari nya.
Kenapa mereka tidak lompat kelas ? Karena mereka sudah berjanji untuk tetap bersama, Lebih tepat nya Janji Arkana.
Mereka sudah sampai di bandara, Dimana mereka tengah menunggu kedatangan keluarga besar Alexander Guero.
__ADS_1
Semua nya gugup, Apalagi Prince, Dia pasti akan kembali di repot kan oleh Leon, Adik sepupu nya yang menyebalkan itu.
Tak lama, Terlihat sudah rombongan para orang kaya yang keluar dari jalur VVIP.
Bahkan jika di ibaratkan, Aroma uang nya tercium sampai ke hidung para pengunjung bandara.
Semua mata menatap keluarga orang kaya itu.
" Yeye...." Pria bule yang di panggil Yeye itu hanya bisa mendesah Frustasi, Sementara istri Ch*na nya itu terlihat tersenyum bangga saat suami bule nya di panggil Yeye.
Panggilan kebesaran dari pihak anak laki laki nya, Luar biasa sekali bukan ?
" Nainai...I Miss you..." Teriak anak kembar bule nya Matheo.
Tarisa tersenyum penuh kemenangan disana, Anak bule itu lebih memilih memanggil nya Nainai dan memanggil suami bule nya dengan sebutan Yeye.
Betapa bahagia nya Tarisa saat ini.
" I Miss you to Babies..." Balas Tarisa pada kedua cucu bule nya itu.
Semua nya berpelukan, Tapi tidak dengan sih kembar, Yang tidak berani memeluk Uncle nya yang memiliki rambut berwarna ungu itu.
" Baby, Beri salam pada Uncle Sky dan Aunty Starla sayang..." Kedua nya saling tatap, lalu melihat ke arah Daddy nya dan kembali menatap ke arah uncle mereka yang bersama istri cantik nya.
" And I Arsheela..." Kedua nya bergantian memperkenalkan diri mereka, Karena mereka belum pernah sekali pun bertemu dengan Uncle mereka.
" Hay, Im Galaxy Sky Alexander Guero, " Sky mengulurkan sebelah tangan nya, Dan betapa bahagia nya Sih kembar.
Mereka berebut mengambil tangan Sky dan mencium nya, Kaget ? Jelas Sky kaget.
Bukan kah tadi mereka itu sangat menggemaskan ? Lalu kenapa saat ini mereka terlihat menyebalkan ?
" Sorry, Aku terlambat. " Pandangan semua orang terlihat ke arah tujuan, Seorang anak muda usia 16 tahun yang baru datang dengan wajah Asia nya.
" Kakak...." Sudah Prince duga.
Pasti orang yang lebih dulu menyambut nya adalah Leon, Anak menyebalkan itu.
' Oh, Hay..." Balas Prince melerai pelukan adik sepupu nya itu.
" Sudah, Ayo kita kerumah. Lagi pula istri Sky juga tengah mengandung bukan ? Maka kita harus istirahat. " Alex membawa rombongan keluarga nya menuju rumah yang di beli nya dulu, Saat masa perasingan nya untuk Tarisa, Dan Matheo lebih memilih tinggal disini bersama para pelayan nya aja.
__ADS_1
Rombongan keluarga besar itu langsung pergi ke mobil masing masing yang sudah berjajar rapi di depan pintu keluar, Semua orang menatap ke arah mereka, Orang kaya mana yang datang ? mobil sebegitu banyak nya ?
Namun saat Alex hendak memasuki mobil nya, Dia kembali melihat penjual rujak saat Risa hamil dulu, Hamil Sky saat mereka berkunjung ke Indonesia.
Dan kini usia Sky sudah 37 tahun, Dan pria itu masih berjualan rujak ??
Setua itu ??
Jangan remehkan ingatan seorang Alexander, Karena ingatan nya sangat luar biasa.
" Hey..." Itu lah Alex, Dia tidak tau bagaimana cara memanggil orang dengan benar.
Pria sepuh yang kini memakai kaca mata itu menatap ke arah nya, Cukup lama dia meneliti nya, Dan tiba tiba saja senyuman nya merekah sempurna.
" Jangan bicara ! Kenapa anda masih bekerja di usia setua ini ??" Tanya Alex.
Dia juga masih Punya hati nurani, Pria tua itu di usia nya yang mungkin sudah menginjak 70an lebih masih berjualan ?
Membawa gerobak itu ? bahkan Alex masih ingat bahwa motor itu juga hasil uang yang di beri nya dulu.
" Saya harus tetap kerja Tuan Kaya, Karena ada istri saya yang sedang sakit, Dan anak anak kami tidak ada yang perduli pada kami, Mereka sudah hidup bahagia dengan keluarga mereka masing masing. " Rahang Alex mengetat sempurna.
Pria tua ini harus tetap bekerja demi istri nya yang sakit ??
Sementara anak anak nya tidak perduli pada nya ? Menyebalkan sekali ??
Bahkan rasa nya Alex ingin memenggal kepala anak anak penjual rujak ini.
" Pulang dan bagi bagikan rujak ini pada orang ! Anak buah putra ku akan membantu anda ! Katakan dimana rumah anda, Maka mereka akan membawa anda pulang dan istri anda berobat ! Aku akan menjamin kehidupan kalian ! Jangan pernah bekerja lagi ! Jika pun ingin berjualan, Jualan dirumah, Buka toko sembako, Jangan berjualan keliling, Sudah tua, Jika anda mati di jalan siapa yang tau??" Tatap setia dengan mulut pedas nya.
" Tapi Tuan Kaya--"
" Aku bilang pulang ! Dan kenal kan, Ini semua keluarga ku, Ini anak ku yang dulu di kandungan istri ku saat kami pertama kali berkunjung ke indonesia. " Sky memberi penghormatan pada pria sepuh itu.
" Semoga kebahagiaan menghampiri kalian semua orang orang baik. " Doa pria sepuh itu.
" Cepat pulang, Dan tanyakan pada menantu ku, Dia ingin buah mu atau tidak ? Tapi ini bersih bukan ?"
" Ini beralih tuan, Masih seperti yang dulu. "
" Maka berikan pada anak menantu Kum !" Alex kembali memakai kaca mata hitam nya dsn masuk ke dalam mobil setelah memberikan uang pada pria tua itu.
__ADS_1
...🌼🌼🌼...