
Matheo memijat pangkal hidung nya saat merasakan kepala nya semakin berdenyut.
Dirumah utama sedang tidak baik baik saja, Lalu apa yang harus di lakukan nya saat ini ? Sementara Bapak Mawar juga mendekam di penjara karena kasus pemerkosaan seorang wanita.
Masalah bertubi tubi, Bagaimana cara dia menyelesaikan nya, Tubuh dan pikiran nya lelah, Tapi maslaah ini tidal bisa di baurkan berlarut larut.
Belum lagi pekerjaan disini, Rasa nya banyak sekali beban nya saat ini.
" Kak..." Lamunan nya terhenti saat mendengar suara ketukan pintu ruangan kerja nya.
Suara lembut itu pasti suara istri nya, Matheo langsung bangkit dari kursi kerja nya dan membuka pintu ruangan kerja nya.
" Princess..."
Cup...
" Cantik sekali istri ku ini..."
Blushh...
Selalu begini, Saat Matheo melancarkan rayuan nya, Diandra akan selalu tersipu malu seperti ini.
Matheo memang ahli nya dalam membuat hati Diandra melambung di angkasa.
Perlakuan manis nya, sungguh benar benar membuat hati Diandra berbunga bunga di buat nya.
" Kakak kenapa ?? Apa kabar keluarga Kaka disana ?" Tangan nya terulur untuk mengusap kening suami nya yang berkerut, Matheo berlutut di depan nya dan tangan lembut dari Diandra membuat Matheo merasa nyaman.
Rasa nya damai sekali saat tangan lembut itu menyentuh nya.
" Kak..."
" Panggil Sayang Princess..."
" Malu..."
" Plis..." Diandra mencoba menguatkan hati nya, Bisa kah dia memanggil Panggilan yang dulu di berikan nya pada Morgan kini di tujukan nya untuk Matheo yang berstatus suami nya ?
" Sayang..."
Cup...Cup...Cup...Cup...
Seluruh wajah Diandra basah oleh kecupan dari suami nya dan hal itu membuat Diandra kesal karena make up nya pasti berantakan karena ulah suami nya itu.
" Ihh ..Jorok ih, belum mandi..."
Cup...
" Ayo kita ke kamar, Aku akan mandi dulu, Temani aku, Atau kamu juga ingin mandi lagi mungkin ???"
" His...Menyebalkan !" Matheo hanya tertawa saja.
Diandra yang begitu sangat menggemaskan bagi nya mampu menghapus sedikit kegundahan di hati nya karena masalah keluarga nya.
__ADS_1
Matheo tidak habis pikir, Bagaimana bisa Sky membunuh Arthur di depan orang tua nya langsung ?
Apa sebegitu menyeramkan nya kah adik nya yang sangat menyebalkan itu ?
" Jangan gitu ih...malu..." Diandra merasa malu saat suami nya terus saja menggoda nya seperti itu.
Apa apaan Matheo itu ? Yang benar saja dia membawa nya ke dalam kamar mandi.
" Bantu aku keramas Princess..."
" Gak ! Gak mau...." Namun Matheo terus saja menggoda nya sampai kini Diandra sudah melihat tubuh Bagian atas suami nya sudah tidak terhalang apapun lagi.
" Princess...."
" Aaahhhkkk ..." Diandra berteriak histeris saat Matheo meloloskan begitu saja celana bahan nya hingga kini tinggal menampilkan boxer nya saja.
Dan hal itu semain membuat Matheo tersenyum puas melihat wajah ketakutan istri nya.
Ralat, Bukan takut, Tapi mu, Diandra benar benar malu saat melihat tubuh hampir telanjang suami nya.
Gila Diandra bisa gila jika terus berada di tempat itu, Bisa bisa jantung nya copot, Melihat Matheo bertelanjang dada saja sudah membuat nya merinding seluruh bulu tubuh nya, Apalagi membayangkan jika Matheo berada di atas nya dan mereka menyatu ???
Diandra langsung menggeleng gelengkan kepala nya, Dia berharap segala pikiran buruk nya bisa hilang.
Hilang bersama angin yang berhembus.
Entah mengapa, Diandra tertarik dengan kamar suami nya ini, Kamar yang begitu luar, Mewah dan semua nya tertata dengan sangat rapi.
Mencoba menggeser nya, Hingga berhasil, Diandra pun bisa menikmati malam hari nya di balkon kamar suami nya.
Luar biasa indah nya, Taman indah dengan lampu lampu neon yang yang berjajar rapi menerangi taman, Lalu Kolam air mancur di halaman depan rumah, Diandra benar benar merasa nyaman berada disini,.
Apalagi malam ini, Bintang dan bulan sama sama menunjukan keindahan nya, Bersama sama menerangi Gelap nya malam.
" Kenapa kesini Princess ?" Diandra kaget saat tiba tiba Matheo membalut tubuh nya dengan selimut mahal yang terdapat banyak. ya huruf H disana sini.
Apalagi saat Matheo mengecup puncak kepala nya.
" Ingin makan malam disini atau kita ke bawah Princess ??" Diandra mendongak menatap wajah suami nya.
Cup...
Lagi lagi kecupan manis mendarat di kening nya.
Lalu Matheo membawa Diandra untuk duduk di kursi santai yang berada di balkon kamar merek, Tolong catat, Mulai sekarang kamar nya ini juga akan menjadi kamar istri nya, Kamar mereka berdua.
Sepasang pengantin baru.
" Sudah lebih hangat ?" Diandra mengangguk saat Matheo memeluk nya dan membetulkan selimut nya, Kini kedua nya berada di posisi yang sangat intim, dimana Diandra duduk di atas tubuh suami nya dan suami bule nya memeluk tubuh nya.
" Kenapa kesini Princess ? disini dingin. " Diandra menggeleng.
__ADS_1
" Sekarang udah gak dingin, lagi pula pemandangan nya cantik. "
" Tapi menurut ku lebih cantik kamu lagi, Lihat, wajah ini, Wajah yang selalu membuat ku jatuh cinta di setiap saat nya. " Diandra grogi saat ini, Siapa yang tidak grogi jika terus terusan di perlakukan seperti ini.
Apalagi saat ini posisi mereka berdua sanga luar biasa dekat nya, Dan tangan besar Matheo mengusap pipi mulus yang yang membuat Diandra merasa nyaman.
Angin berhembus cukup kencang membuat rambut indah Diandra berterbangan hingga menutupi sebagian wajah nya.
Di singkirkan Matheo helaian rambut yang membuat pandangan mata nya terganggu oleh beberapa helai rambut istri nya.
Mata kedua nya saling terkunci, Saling memuja dan mengagumi, Dan entah siapa yang memulai nya lebih dulu, Kedua bibir sepasang anak manusia yang baru terikat jalanan cinta dalam sebuah ikatan suci pernikahan sudah mulai menyatu dan bertaut.
Diandra memejamkan mata nya saat di rasakan nya bibir tebal suami nya terus bergerak menyesap dan melummat bibir mungil nya.
Saat terbuai dengan permainan suami nya, Diandra langsung mengalungkan kedua tangan nya di di leher kokoh sang suami.
Sementara Matheo terus memperdalam ciuman mereka hingga benar benar membuat Diandra terbuai dan terhanyut dalam gelora yang di ciptakan nya dan di sambut oleh Diandra.
Hap !..
Matheo langsung membawa Diandra dalam gendongan nya tanpa melepas tautan bibir kedua nya,.
Di rebahkan Matheo tubuh mungil Diandra dengan lembut di atas tempat tidur dingin milik nya yang Sebentar lagi akan menjadi tempat tidur hangat bahkan bisa saja berubah menjadi panas.
" Kakak .."
" Call me Sayang Princess..."
" Aahh...Sayang Hmphhhh---" Bibir Diandra kembali di bungkam oleh Matheo.
Dia sudah membulatkan tekad nya untuk menyatu dengan Diandra malam ini juga, Dia akan membuat Diandra hamil dan mengandung anak nya.
Ya, Matheo harus melakukan nya untuk menjamin keutuhan rumah tangga nya saat ini mau pun nanti.
" Sayang....." Dia Drs kaget saat melihat Piyama tidur nya sudah terbang melayang akibat ulah tangan besar suami nya.
Berrr.....
Diandra meremmang hebat saat Kedua tangan besar Matheo menyusup ke punggung nya dan membuka kaitan barang berharga milik nya yang masih menutupi buah buahan milik nya.
Tik..
Berhasil terbuka dan Matheo langsung membuang nya Begitu saja, Hingga kini Kedua mata nya menatap binar pada pemandangan di hadapan nya.
Diandra yang merasa mu di tatap begitu memuja oleh Matheo pun ingin menutupi aset kembar nya.
Namun Matheo melarang nya, " Biarkan aku melihat keindahan ini Princess...Aku benar benar benar ingin merasakan nya, Bagaimana rasa nya keindahan ini. "
" Sayang... Aahh...." Diandra mulai mendesah saat kedua tangan Matheo meremmas dan mempermainkan Mainan kenyal yang mungkin akan menjadi mainan Favorit nya saat ini dan seterus nya.
" Aahhh ...Sayang ..." Dada nya membusung saat tanpa permisi Matheo menyesap pucuk buah milik nya.
" Aku menyukai suara mu Princess, Dan aku meminta hak ku malam ini !"
__ADS_1
...🌼🌼🌼...