Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )

Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )
Kejutan


__ADS_3

Hari Minggu, Matheo sudah berpakaian lengkap, Pakaian santai saja.


Dia ingin melakukan sesuatu hal hari ini, Dimana dia akan membawa Diandra jalan jalan, Dan semoga saja Diandra tidak menolak nya hari ini.


Entah lah, Senyuman Matheo terus saja terukir bahkan sejak dia membuka mata di pagi hari yang cerah ini, Dan kini dia juga tersenyum saat akan melakukan kencan bersama Diandra ?


Wait, Kencan ? Sejak kapan ??


Entah lah, Yang pasti Matheo ingin membuat Diandra bahagia dan terus tersenyum untuk nya.


Untuk nya ?? Memang siapa Matheo, Ingin selalu mendapatkan senyuman indah dari Diandra.



" Tunggu aku Diandra..." Sentuhan terakhir Matheo mengambil sebuah kotak di atas nakas dan mengambil ponsel nya.


Dengan segera dia menggunakan mobil Bintang tiga nya, Karena itu yang bisa di gunakan nya untuk membawa kursi roda nya Diandra nanti.


Di sepanjang perjalanan menuju rumah Diandra, Senyuman terus terukir di wajah nya.


Dia terus membayangkan wajah cantik Diandra yang di hiasi senyuman indah, Apakah nanti Diandra menyambut nya ? Tersenyum pada nya juga ? Atau ??


Segera mungkin Matheo menggelengkan kepala nya guna mengusir pikiran buruk yang membuat mood nya hancur.


Dia tidak ingin melupakan malam kelam itu, Tapi dia ingin bisa membahagiakan Diandra, Dan tidak terlalu membuat wanita malang itu semakin terpuruk nanti nya.


Mobil sudah terparkir di halaman rumah sederhana Diandra dan ayah Andra, dengan segera Matheo memasuki rumah itu dan mencari Diandra.


Dan ternyata wanita itu sudah berada di kursi roda nya seperti tengah menunggu seseorang.


Dengan segera Matheo menghampiri nya, Dan berjongkok di depan kursi roda nya Diandra.


" Maaf, Apa kau sudah menunggu ku lama ? Maaf tadi sedikit macet karena ada Kecelakaan sedikit di jalan. "


Deg !..


Jantung Diandra bergedup semakin kencang saat mendengar kata kecelakaan, Dan itu mengingatkan nya kembali pada tragedi malam itu.


Matheo sangat merasa bersalah sekali karena telah berkata jujur pada Diandra, Jika tau begini dia akan lebih memilih berbohong saja dari pada membuat Diandra murung kembali.


" Maaf kan aku...." Sesal nya karena telah membuat mood Diandra kembali buruk.



" Sudah tidak apa, Aku baik baik saja, Walau aku sangat membenci orang itu. "


Nyes...


Ngilu sekali Tuhan ?? Kenapa sesakit ini rasa nya saat wanita yang mulai mengisi hati nya sangat membenci diri nya.


Bagimana cara nya agar Matheo bisa menebus semua kesalahan nya malam itu ?


" Its oke, Ayo berangkat, Oh ya dimana ayah Andra ?"


" Ayah terapi, Mungkin agak sore nanti sudah pulang. " Matheo mengangguk.

__ADS_1


" Kita mau kemana Mr ?" Tanya Diandra saat merasa kursi roda nya di Sorong oleh Matheo.


" Kau menyukai apa ? Mall atau semacam nya ?" Tanya Matheo lagi sambil terus mendorong kursi roda milik Diandra .


" Taman kota saja, Aku lebih suka menghabiskan waktu disana. "


" As you wish princess. "


Blush...


Wajah Diandra bersemu merah karena ucapan Matheo, Princess ?


Princess apa ?


" Yeah ! You like A princess Diandra, So Beautiful !" Puji nya lagi dan semakin membuat kerja jantung Diandra bekerja lebih cepat dari biasa nya.


" Maaf, " Matheo menggendong Diandra dan memastikan bahwa Diandra sudah nyaman dengan posisi nya di dalam mobil Matheo .


" Terima kasih..."


Byur...


Rasa nya tubuh Matheo di guyur hujan setelah puluhan tahun tidak di hujani, Padang pasir yang tandus kini mendapatkan hujan nya, Dia mendapatkan nya.


Mobil mulai berjalan dan Diandra benar benar di bawa oleh Matheo untuk pergi ke taman kota.


" Aku gendong saja mau ?"


" Tidak usah Mr. Naik kursi roda saja. " Diandra juga masih punya rasa malu walau saat ini dia buta dan lumpuh, Tapi urat malu nya masih bekerja dengan baik dan benar.


" Apa kau suka tempat ini ?" Tanya Matheo sambil terus mendorong kursi roda milik Diandra.


" Disini sangat tenang menurut ku, Walau berada di tengah kota, Tapi aku menyukai nya. "


" Ingin makan sesuatu ? Gulali atau semacam nya ?" Tawar Matheo pada nya.


Diandra terlihat berpikir, Lalu berikut nya dia meminta ice cream saja.


Matheo menuruti nya dan membawa Diandra duduk di dekat air mancur yang di katakan Diandra sebelum mereka berangkat tadi.


" Apa air nya sudah berbentuk hati ?" Tanya Diandra pada Matheo.


Matheo kaget ,Apa mungkin ?


" Belum, Memang nya kenapa ?"


" Apakah ini belum jam 4 sore ? Biasa nya jika sudah jam 4 sore ? Biasa nya akan berbentuk hati saat jam 4 dan satu jam berikut nya lagi . " Matheo mulai paham, Ini lah saat nya dia mulai mendekat pada Diandra.


Semoga tuhan dan seluruh isi nya ikut mendoakan yang terbaik bagi nya.


" Dy..."


" Ya ?" Jawab Diandra, Dia terus menjilati ice cream yang di belikan Matheo untuk nya tadi.


" Bisakah memanggil ku biasa saja ? Tidak dengan Mr, Tuan dan sebagai nya, Aku ingin kita lebih akrab lagi . "

__ADS_1


" Untuk apa ? maksud nya apa ?" Tanya Diandra penasaran dengan sikap Matheo saat ini.


" Aku hanya ingin kita semakin dekat dan semakin mengenal saja. hanya itu. " Diandra mengangguk.


Dan kembali menjilati ice cream nya sampai Matheo melihat nya, Dia langsung mengambil sapu tangan nya dan membersihkan sudut bibir Diandra yang ada bekas ice cream nya.


" Maaf,. " Kedua nya saling gugup.


Jantung Diandra berdetak semakin kencang tak karuan, Jika dia bisa melihat, Ingin rasa nya dia menenggelamkan diri nya di dasar lautan yang dalam tanpa harus berada di posisi nya sekarang ini.


Bersama Matheo, Pria yang tidak pernah dia tau sedikit pun rupa dan wajah nya.


Hanya yang di ketahui Diandra Matheo bertubuh tinggi dan tegap nan kekar.


" Aku ada sesuatu untuk mu. " Matheo mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak semakin gugup dan salah tingkah berada di dalam posisi seperti ini berdua bersama Diandra yang sangat cantik hari ini, Dengan gaun sederhana milik nya.


" Apa ?" Matheo mengambil kotak dari saku celana nya dan membuka nya.


" Aku tidak tau kau suka yang model seperti apa, Tapi semoga apa yang aku berikan kau menyukai nya ?"


" Apa maksud nya ?" Tanya Diandra penasaran.


" Sebentar..." Matheo mengambil tangan Diandra dan memasangkan gelang indah di tangan yang indah pula.



" Kau suka ?" Diandra masih meraba gelang yang baru di pakaikan Matheo di pergelangan tangan nya.


" Seperti nya indah, Apa warna batu nya ?" Tanya Diandra antusias.


Matheo ikut senang jika Diandra menyukai pemberian nya.


" Warna hijau, Jika kamu suka, Tolong pakai terus dan ingat aku ya, "


" Terima kasih, Tapi untuk apa aku harus terus mengingat mu ?"


" Karena aku---"


Byuurr....


Tiba tiba hujan turun dengan deras nya, Dan saat itu pula Matheo langsung menggendong Diandra dan membawa nya ke mobil.


Ini adalah pengalaman pertama bagi nya, Pengalaman pertama bisa sedekat ini dengan orang lain selain keluarga nya.


" Maaf, Kau basah, ini di luar kendali ku. " Diandra hanya tersenyum saja.


Dia juga menikmati saat Matheo berlari sambil menggendong nya dan meninggalkan kursi roda nya di sana begitu saja.


Di dalam mobil, kedua nya saling tersenyum.


" Ini seru, Dan terima kasih telah menggendong ku dan memberikan Hadian gelang cantik ini. "


" Pakai terus ya...Agar kau selalu mengingat ku. "


Hening, Diandra tidak bereaksi apapun lagi selain hanya bisa diam dan menunduk saja.

__ADS_1


...🌼🌼🌼...


__ADS_2