
Hari ini Diandra menjadi perawat Dadakan, Dimana ini adalah pertama kali nya dia mengurus pria bule yang sedang sakit, Dan pria bule itu adalah Matheo King Alexander, Suami nya sendiri.
Diandra masuk ke kamar nya dan melihat bahwa suami nya sudah bangun dan masih memegangi kepala nya yang mungkin saja masih pusing.
" Apa masih pusing ?? " Tanya Diandra sambil meletakan nampan yang isi nya sup iga yang di minta suami nya tadi.
Kini dia mengecek suhu tubuh suami nya yang memang panas, Wajah suami nya juga terlihat pucat.
" Mau makan sekarang ? Aku suapi ya, Mau ??" Matheo hanya bisa mengangguk saja, Karena memang kepala nya benar benar pusing saat ini.
Kepala nya memang terasa berat sekali, Rasa nya seperti sedang di timpah batu besar yang membuat nya berdenyut denyut .
" Bagaimana ? enak ?? " Tanya Diandra saat siapa pertama sup iga itu sampai di mulut suami nya.
Matheo hanya tersenyum saja, Walau dia juga tidak tau rasa nya enak atau tidak, Karena pada dasar nya saat ini hanya rasa pahit yang di rasakan nya.
Mulut nya Benat benar pahit, Tidak bisa merasakan apapun selain rasa pahit nya.
" Sebentar lagi dokter akan datang sayang, Dia akan memeriksa kamu, Apa memang harus di rawat atau tidak. "
" Aku tidak ingin di rawat Princess, "
" Kamu harus di rawat jika memang itu harus !"
" Tapi aku tidak sakit sayang, Aku hanya kelelahan saja, Aku hanya butuh istirahat saja, Lagi pula sudah ada kamu, Jadi aku baik baik saja. " Penolakan dari Matheo membuat Diandra kesal.
Apa maksud suami nya ini ? Dia tidak bisa merawat atau menjadi perawat, Ini saja dia sudah menjadi perawat Dadakan, Merawat bayi besar nya yang ternyata memang manja saat sedang seperti ini.
Ini adalah kali pertama nya bagi Diandra mendapati suami nya sakit, Karena selama hampir 17 tahun ini adalah kali pertama nya Matheo sakit dan Diandra pula yang mengurus nya.
" Jika di rawat, Aku ingin dirumah saja, Aku tidak ingin dirumah sakit. "
__ADS_1
" Iya, Terserah kamu, Tapi habiskan duku sup nya, Ini sengaja aku tambahkan kentang nya, Agar kamu kenyang dan bisa minum obat nanti nya. " Tak lama Pelayan mereka memanggil, Memberi tahu bahwa dokter sudah ada di depan pintu kamar mereka.
Dengan segera Diandra memakaikan kaos untuk suami nya, Dia tidak rela keindahan yang terpahat dengan sempurna milik Matheo di lihat banyak orang.
Oh, Tentu tidak bisa Bestie ! Karena Matheo hanya milik nya saja, Bukan milik orang banyak !
" Masuk !" Ucap Diandra setelah selesai memakaikan baju untuk suami nya.
Deg !
Dokter ini ? Kenapa harus dokter ini yang datang ??
Apa tidak ada lagi dokter yang lain ? Bukan kah dokter ini adalah dokter yang pernah terang terangan memegang tangan suami nya ?
Diandra menatap sengit pada suami nya saat ini, Jika tadi wajah nya terlihat sangat lembut dan penuh kasih sayang, Kini tidak ada lagi wajah lembut itu, Yang ada hanya ada wajah datar dan garang menatap pada suami nya.
Sementara yang di tatap, Tidak mengerti apapun selain hanya bisa menggelengkan kepala nya saja, Dia juga tidak tau, Kenapa bisa dokter Kila yang datang ?
Akila Larita, Dokter muda yang baru di rumah sakit, Rumah sakit dimana tempat dokter Anwar, Dokter keluarga nya bekerja.
Dia tidak ingin meledak hanya karena rasa cemburu nya pada Matheo dan dokter muda itu,.
Tapi saat Diandra hendak pergi, Matheo mencegah nya, Tidak ingat kah Diandra ? Bahwa suami nya ini tidak bisa bersentuhan dengan orang lain ? baik itu wanita atau pria sekaligus ? Selain diri nya dan keluarga nya ?
" Disini saja Princess, Aku tidak ingin jauh dari kamu. " Terpaksa Diandra kembali duduk bersama suami nya.
Bahkan kini Matheo juga memeluk istri nya, Hingga mau tak mau Diandra juga memeluk suami nya.
Akila, Dokter yang bertugas itu harus mencoba baik baik saja saat ini, Apalagi pria yang di yakini nya adalah cinta pertama nya itu ternyata sudah memiliki istri, Dan lihat lah istri nya ini ?
Sangat cantik dan berkelas, Wanita yang sangat sederhana jika dirumah, Hanya memakai daster, Walau dia tau juga daster itu bukan daster 35000 yang biasa di pakai ibu author, Bahkan jika sudah koyak bagian ketiak nya pun masih di pakai, Itu di hitung sebagai kipas angin tambahan, Agar semakin silir dan sejuk.
" Maaf, " Dokter Akila hendak memeriksa Matheo, Tapi dengan cepat Matheo mencegah nya, Dia tidak ingin di sentuh wanita ini.
__ADS_1
" Biarkan istri ku yang melakukan nya ! Dan kau hanya mendengarkan nya saja !" Demi Tuhan, Ini adalah pertama kali nya Ada pasien seperti Matheo ini, .
Sakit tapi tidak mau di periksa langsung eh nya, Dan malah meminta istri nya untuk memeriksakan keadaan nya.
" Ah, Baik lah Tuan, Silahkan Nyonya, Pegang ini, Dan letakan di dada Tuan nya, Maka saya yang akan mendengarkan nya.
Terpaksa Diandra melalukan nya, Dia meletakan stetoskop di dada suami nya, Dan dokter Akila lah yang menganalisis nya.
" Sejak kapan demam nya Tuan ?" Matheo hanya diam saja.
Dia sama sekali enggan menjawab nya, Wajah nya bahkan terlihat sangat datar, Tidak mau menatap siapa pun selain istri nya, Karena saat ini juga Matheo masih memeluk tubuh istri nya.
" Sejak jam 7 pagi tadi Dok, Apa karena mandi terlalu pagi ? Karena suami saya mandi dnegan air dingin ??" Dokter Akila hanya menatap pasien nya sekilas dan menjelaskan pada istri pasien nya, Bahwa Matheo hanya kelelahan dan kurang istirahat saja, Selebih nya semua baik baik saja.
" Baik saya permisi Tuan, Nyonya, Dan obat nya di minum sehari 3 kali setelah makan ya. " Diandra mengangguk dan tersenyum.
Sementara suami nah, Dia tidak bereaksi apapun selain wajah datar nya saja.
" Berikan uang nya sayang, Dan aku tidak ingin dokter lain selain dokter Anwar ! Dia hanya boleh datang jika kamu dan Baby Twins saja yang membutuhkan nya, Selebih nya aku tidak ingin dia !" Ya Tuhan, Sakit nya hati dokter Akila, Apa sebegitu jauh nya kah dia di bawah istri nya Pria tampan ini ?
Bahkan melirik nya saja pun pria ini tidak, Padahal Akila juga tidak jelek, Banyak pria yang memuji nya, Tapi hanya pria ini saja yang tidak melihat nya sama sekali.
Seakan kehadiran nya tak kasat mata di disini.
" Baik, Jika begitu saya permisi Tuan dan Nyonya, Semoga lekas sembuh. " Setelah kepergian dokter Akila, Diandra mencubit lengan suami nya.
" Kenapa harus berkata seperti itu ? Aku memang cemburu pada nya, Tapi tidak perlu menyakiti hati nya dengan kata kata seperti itu, Lagi pula dia tidak salah, Dia baru datang ke Negara ini, Dia juga orang abru di kota ini, Karena selama ini dia tinggal di Tokyo ! Jadi tidak perlu sampai seperti itu sayang. "
" Tapi aku tidak biasa seperti itu, "
" Terserah kamu ! Ayo minum obat nya dan istirahat ! Aku harus mandi dan membersihkan diri dulu !" Diandra pun membantu suami nya memberikan obat dan kembali membantu suami nya untuk istirahat agar cepat pulih kembali.
" Aku mencintai mu princess..."
__ADS_1
" Aku tidak !" Diandra langsung meninggalkan Matheo dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya karena memang ini sudah siang, Dan sebentar lagi juga anak anak nya pulang sekolah.
...🌼🌼🌼...