
Saat bangun pagi, Rasa nya tubuh Diandra seperti habis terjatuh dari gedung tinggi.
Kenapa ? Kok bisa ?
Jelas bisa, Karena Matheo sudah berperang dengan Rudal Rusia nya.
Dan rasa nya, Medan pertempuran milik nya terasa perih dan sulit untuk bergerak.
Saat dia bangun, Matheo sudah tidak ada di samping nya lagi, Maka dia berinisiatif untuk berusaha berdiri,.
Sekuat tenaga Diandra berusaha untuk berdiri, Dan berhasil. Diandra bisa berdiri, Namun baru beberapa saat dia berdiri, Kaki nya sudah tidak sanggup menopang berat badan nya sendiri.
Brugh...
Matheo yang berada di ruang ganti nya langsung bergegas keluar saat mendengar sesuatu yang jatuh, Dan betapa kaget nya dia saat melihat istri nya yang terjatuh di lantai kamar mereka.
" Princess..." Matheo langsung berlari ke dah istri nya dan membopong tubuh mungil istri nya.
" Princess...Kenapa tidak memanggil ku sayang ? Lihat, lutut kamu memar, Ya Tuhan Diandra..." Matheo yang panik langsung merebahkan Diandra ke tempat tidur lagi dan mencari kotak obat.
Namun dia tidak menemukan nya di kamar nya, entah terlalu panik sampai dia tidak ingat dimana kotak obat tersebut.
" Kak .."
" Ya Princess, Apa ada yang sakit heum ? Mana yang sakit ? Kita kerumah sakit sekarang oke ??" Diandra benar benar menikmati raut wajah kekhawatiran dari suami nya yang terlihat menggemaskan bagi nya.
Bagaiman wajah tampan bule itu terlihat sangat panik dnegan keadaan nya saat ini.
" Aku baik baik aja kok, Tadi aku bisa berdiri cukup lama, Tapi kok gak kuat, jadi nya jatuh..."
Deg !
Jantung Matheo melemas, Entah kenapa mendengar Diandra mulai bisa berdiri dengan baik membuat hati nya semain panik, Dia takut, Takut jika Diandra meninggalkan nya.
" Kakak gak senang ya aku bisa jalan ?" Wajah nya menatap sendu pada suami nya yang terlihat melamun saat dia memberitahukan tentang progres perkembangan kedua kaki nya.
" Maaf, " Diandra hendak kembali turun dari tempat tidur , Namun Matheo mencegah nya.
Dia langsung memeluk tubuh istri nya dengan erat, menyalurkan rasa sayang dan ketakutan nya sendiri.
Matheo, Sampai kapan kau ingin terus seperti ini ? Sampai kapan ? Mau sampai kapan kau menyembunyikan semua ini dari istri mu ? Kenapa kau begitu pengecut hingga tidak berani mengatakan hal yang sebenar nya pada Diandra ?
__ADS_1
" Kenapa berpikiran seperti itu Princess ? Aku bahagia, Aku sangat bahagia jika kamu bisa berjalan lagi, "
Agar rasa penyesalan ku sedikit berkurang pada mu sayang.
Lanjut Matheo dalam hati, Mana mungkin dia mengatakan hal yang sebenar nya pada Diandra, Dia belum siap kehilangan kebahagiaan seperti saat ini.
" Ayo mandi, Aku akan membantu mu, Setelah ini biarkan aku ke kantor sebentar oke, Nanti akan ada tim dokter yang akan membantu kamu terapi, Tidak perlu kerumah sakit lagi, Setelah pekerjaan ku selesai, dan mengecek kondisi kamu baik baik saja, Kita akan pergi ke London, Disana kita akan berkunjung kerumah Mama dan Papa. " Diandra melepaskan pelukan Matheo pada tubuh nya,.
Dia menatap suami nya saat ini. Tidak ada keraguan sedikit pun, Hanya saja Diandra yang merasa ragu dengan diri nya sendiri, apa. dia pantas bersanding dengan Matheo yang begitu sempurna di mata nya.
Dan keluarga nya pasti juga adalah orang terpandang disana.
Bukan hanya terpandang Diandra, Keluarga suami mu itu adalah keluarga luar biasa berpengaruh nya.
Bahkan sangat berpengaruh disana.
" Sekarang waktu nya mandi princess, Kau harus berjemur dulu sayang..." Diandra mengangguk.
" Tapi bantu berjalan, "
" No, Princess, Aku gendong dulu. "
" Kak..."
" Sayang nya Diandra..."
" Sekali No tetap No Princess, Sudah ayo. " Akhir nya Diandra pasrah saja saat Metheo menggendong nya.
Dan soal berpakaian, Diandra melakukan nya sendiri, Bahkan dia juga memakai make up pagi ini, Dia ingin terlihat cantik untuk suami nya.
Walau belum mencintai Suami nya, Tapi Diandra harus tetap menghargai suami nya bukan ? Dan itu lah yang di lakukan nya saat ini.
Berdandan secantik mungkin untuk sang suami, Diandra tidak munafik, Dia juga takut jika suami nya melirik wanita lain di luar sana yang lebih segala nya di bandingkan Diandra, Maka sebisa mungkin dia membuat suami nya hanya akan mencintai nya saja, Dan dia pula akan mulai belajar untuk mencintai suami nya,.
Dan langkah awal nya sudah mereka mulai dengan pertempuran di Medan perang tadi malam, Untuk pertama kali nya Diandra merasakan pertempuran yang begitu dasyat dengan rudal Rusia milik suami bule super kualitas Import milik nya.
" My Princess...."
Cup...
Matheo menyambut kedatangan istri cantik nya yang di dorong oleh salah satu pelayan rumah mereka.
__ADS_1
" I Love You..." Ucap Matheo penuh dengan cinta untuk istri nya.
Kedua nya mulai sarapan dan Matheo terus mencuri pandang ke arah istri nya, Bahkan sesekali tangan nya menggenggam dan mengecup tangan mungil milik istri nya.
Lihat lah, Seberapa bucin nya seorang Matheo , Tapi dia tidak perduli, Itu istri nya, Kekasih nya, m Hubungan mereka sudah di sah kan oleh negara, Lalu maslaah nya dimana ?
Matheo tidak menganggu milik orang lain, Bukan kekasih orang lain, Bukan istri orang lain, Jadi apa yang harus di takut kan ?
" Aku berangkat Princess, Jaga diri mu dirumah sayang, Jika lelah jangan terlalu di paksakan latihan nya oke. " Diandra mengangguk lucu.
Bibir Nye mengerucut seperti bebek saat Matheo terus saja saja mengulang kata kata nya, Jangan nakal, Jaga diri, Hati hati, Diandra sudah mendengar kan itu bolak balik sejak tadi.
" Iya, Yasudah berangkat sana, Nanti kesiangan dan telat masuk kantor nya. " Matheo tersenyum saja melihat tingkah laku istri manja nya ini.
Kenapa rasa nya berat sekali ingin berangkat pergi ke kantor, Dia tidak rela meninggalkan wanita secantik itu dirumah sendirian, Jika memungkinkan dia akan membawa Diandra ke kantor nya hari ini sambil terus menemani nya bekerja, Tapi sayang nya tidak bisa.
Karena Diandra memiliki beberapa terapi untuk kesembuhan nya.
Dan semoga saja terapi nya berjalan lancar dan mereka akan bisa terbang ke London secepatnya jika kondisi Diandra memungkinkan dan baik baik saja maka mereka akan langsung berangkat ke sana.
Untuk itu Matheo juga harus menyelesaikan semua kegiatan dan pekerjaan nya yang menumpuk di meja kerja nya.
Matheo membungkukan tubuh nya agar sejajar dengan tubuh Diandra yang duduk di kursi roda nya.
" Oke, aku pergi sekarang Princess, And I Love You so much. "
Cup...
Satu kecupan manis mendarat di kening nya Diandra hadiah dari suami nya.
Dan entah berapa kali dia mendapatkan ciuman dan kecupan dari suami nya.
" Ahh ..Sayang sakit..." Rengek Diandra saat dengan sengaja Matheo mencubit kedua pipi nya hingga membuat bibir itu semakin maju beberapa centi dan wajah nya cemberut.
Cup...
" Jangan marah Princess ku sayang, Aku mencintai mu..."
" Dada..." Matheo melambaikan tangan nya setelah membuat istri nya menatap kesal terhadap tingkah laku nya pagi ini yang membuat sang istri cemberut dan merajuk dengan nya.
" Aku aku akan belikan Ice cream untuk mu My Princess, And I Love You More Baby..." Suara terakhir yang di dengar Diandra sebelum mobil suami nya pergi meninggalkan halaman rumah besar ini.
...🌼🌼🌼...
__ADS_1