
" Kak..."
" Ya Princess ?" Jawab Matheo saat Diandra memanggil nya.
" Ada apa sayang ?" Tanya Matheo lagi melihat Diandra yang seperti nya kurang nyaman saat ini.
Ya dia tau, Pasti kekasih sekaligus calon istri nya itu tidak nyaman berada disini, apalagi disini banyak orang yang sama sekali tidak di kenal nya.
Matheo maklum untuk itu, Karena apa ? Karena memang Diandra dan konsisi nya saat ini yang membuat kepercayaan diri nya runtuh.
" Its oke princess, Ada aku bersama mu sayang..." Matheo mengusap bahu Diandra dengan sayang.
Dan itu berhasil membuat Diandra tenang dan mulai percaya diri lagi.
Kembali Matheo mendorong kursi roda Diandra menuju pemakaman Tuan Robert, yang baru tadi di ketahui Diandra sebagai teman ayah nya dan ya begitu lah.
" Sayang ..Kamu datang nak ?" Diandra mengangguk.
Acara pemakaman berlanjut sampai dimana ada seorang wanita tua yang menatap sinis ke arah nya dan Diandra menunduk karena takut di lihat dengan tatapan tajam begitu.
Tanpa sengaja Diandra mengeratkan genggaman tangan nya pada lengan Matheo.
Sementara Matheo yang tengah fokus pada prosesi pemakaman merasa heran saat Diandra mengeratkan genggaman tangan nya.
Di tatap Matheo wajah Diandra yang terus saja menunduk karena takut itu.
" Kenapa princess ?" Tanya Matheo saat ini.
Dia menunduk untuk melihat wajah kekasih nya yang kini sedang ketakutan.
" Kenapa sayang ?" Ulang nya lagi saat Diandra tidak merespon nya juga.
__ADS_1
" Pulang..." Pinta nya dengan manja saat melihat wanita itu terus menatap nya.
" Sebentar lagi sayang, Setelah ini kita pulang oke..." Diandra mengangguk tapi dia tetap merangkul tangan besar Matheo.
Sampai saat dia menyadari nya, Bahwa Diandra terus menatap ke arah wanita tua dengan wajah sangat yang menatap ke arah kekasih nya
Matheo masih menahan diri nya sampai dimana semua pelayat pergi meninggalkan area makam baru lah Matheo beraksi.
" Jangan pernah berani menatap kekasih ku seperti itu Nyonya. Kau tidak mengenal nya, Jadi jaga pandangan mu !" Nyonya Dildara yang berstatus ibu dari Tuan Robert menatap tak terbaca ke arah nya dan Diandra.
" Dia kekasih ku, Jadi siapa pun yang berani menatap ke arah nya, aku tidak akan segan segan memberi pelajaran yang setimpal untuk itu. "
" Ck, Ternyata wajah polos nya mengingatkan ku pada sosok wanita murahan yang menjual diri nya, Oh tidak, Berselingkuh. " Rahang Matheo mengeras.
Dia tidak suka Diandra di rendahkan seperti ini, Apa maksud dari perkataan wanita tua itu ? Apa dia ingin merasakan menjadi gelandangan di jalan ? Tidak memiliki apapun lagi ?
Jika iya, Dengan senang hati Matheo mengabulkan keinginan wanita tua yang sudah berani menatap ke arah Diandra dengan tatapan merendahkan nya.
Bahkan dengan gamblang nya Matheo Mengatakan bahwa dia adalah istri nya, dan Diandra sangat terharu untuk itu.
" Kak..." Matheo melihat ke arah Diandra yang menatap nya dengan tatapan polos nya.
" Pulang..." Ujar nya lagi dan Matheo menyetujui nya.
Dia tidak ingin berlama lama di tempat ini yang bisa saja memancing emosi nya.
Dan saat Diandra pamit ke makam ibu nya, Diana, Saat itu juga Nyonya Dildara semakin menatap tajam ke arah nya.
" Bunda...Rara pulang dulu ya...nanti Rara datang lagi kesini, Rara sayang bunda..."
" Kau---" Tunjuk nya pada Diandra.
__ADS_1
Emosi nya sudah hampir meledak, Namun saat melihat kedua mata Diandra, jantung nya seakan berhenti berdetak.
Kenapa mata itu terlihat seperti mata Robert putra nya ? Tidak itu bukan hanya terlihat tali memang sama, persis, dan saat dia menatap mata Diandra, dia seperti melihat putra nya yang memohon pada nya dulu saat mengatakan ingin kembali pada Diana, Wanita miskin yang mati matian di asingkan nya, di jauhkan nya dari jangkauan Robert hingga menjebak Diana dan Andra saat itu.
Hingga terjadilah perpisahan di antara mereka berdua.
Padahal jelas jelas saat itu, Nyonya Dildara tau, bahwa anak itu Anak yang sangat di benci nya itu adalah keturunan asli nya.
Keturunan Robert.
" Jaga batasan anda Nyonya Dildara, Sejak gadi saya diam bukan berarti saya membiarkan Anda berbuat sesuka hati anda pada putri ku. "
" Ck, Dia memang putri mu, Mana Sudi aku mengakui nya sebagai putri nya Robert. " Ayah Andra tersenyum.
" Dan jangan anda pikir anda bisa melakukan hal seperti yang anda lakukan di masa lalu, Karena saat ini, Putri yang terbuang itu, Putri cantik tanpa dosa itu kini memiliki seseorang yang sangat mencintai nya, Bahkan jika anda ingin mengetahui nya, Kekayaan yang anda banggakan itu tidak ada seujung kuku nya dengan pria yang berdiri di samping putri cantik kami, Karana aku dan Robert, Kami mencintai nya dengan tulis, Walau terlambat, tapi setidak nya, Robert memberikan apa yang di miliki nya untuk putri semata wayang nya, Salah satu dari dalam diri Robert tumbuh dan akan teru hidup bersama nya. " Nyonya Dildara sedikit tersentak dengan keberanian pria miskin di hadapan nya saat ini.
Tapi seperti nya pria miskin itu sekarang semakin Berani pada nya.
" Jika dulu aku diam karena aku tidak memiliki apapun, Maka sekarang tidak lagi, Karena aku memegang surat kuasa atas pengalihan sebagian besar aset Robert atas nama Diandra. " Kontan bola mata Nyonya Dildara melotot horor, Robert mewariskan seluruh aset nya untuk wanita itu ?
Tapi bagaimana bisa ?
" Apa anda terkejut Nyonya ? Bahkan saat ini, Seluruh aset Robert yang berbatas namakan anda, sebagian besar sudah menjadi milik nya, Yang anda miliki hanya rumah besar yang selalu menjadi kebanggaan anda itu beserta isi nya, Tapi perusahaan dan aset aset lain nya sudah atas nama Diandra kami, Jadi jangan berniat jahat pada nya jika tidak ingin menjadi gelandangan, "
" Aku pamit Rob, Aku akan menjaga seluruh harta peninggalan mu untuk Diandra kita, Walau sudah ku katakan pada mu, Bahwa pria yang bersama nya itu jauh lebih dari segala nya dari mu, dan dari ku. " Setelah mengatakan hal itu, Ayah Andra langsung pergi meninggalkan Nyonya Dildara yang masih membatu dengan semua penjelasan Andra, Pria miskin yang sangat di benci nya.
" Robert ? Apa ini nak ? Kenapa kau melakukan ini semua ? dan apa yang kau tinggalkan untuk nya nak ? Apa yang telah kau tinggalkan pada nya Robert ? Kenapa kau tega pada ibu mu nak ?" Ayah Andra yang masih mendengar kan semua ucapan Nyonya Dildara hanya tersenyum saja.
Tega ? Seharus nya dia bertanya kepada diri nya sendiri, kenapa dia tega memisahkan ayah dan anak hingga sebesar itu ? Dan memfitnah menantu nya yang berhati seperti malaikat itu.
Miris sekali bukan ?
__ADS_1
...🌼🌼🌼...