Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )

Matheo King Alexander ( Look At Me Dear )
Hampir Saja


__ADS_3

" Kak, Mau kemana lagi ?" Tanya Diandra saat setiap hari nya semenjak dia bisa melihat, Matheo selalu datang menjemput nya.


Setiap hari, Entah itu hanya untuk makan siang bersama atau jalan jalan sore di taman atau ke .


Entah lah, Diandra juga merasa heran disini, Kenapa Matheo selalu membawa nya seperti ini, Dan hari ini weekend bukan ?


Mau kemana mereka pagi ini, Karena memang ini masih jam 10 pagi.


" Membuat mu semakin cantik sebelum hari pernikahan kita princess. "


" Tapi kak, Apa harus secepat ini ? Kita harus banyak melakukan persiapan. " Matheo menghela nafas nya sejenak.


" Yang harus kamu persiapkan hanya diri mu sendiri princess, Sedangkan yang lain nya biarkan aku yang mengurus nya oke ?" Diandra masih diam tidak menyahuti perkataan pria bule di depan nya saat ini.


" Tapi kita mau kemana ?" Tanya Diandra pada Matheo dan Matheo hanya tersenyum saja.


" Kita ke mana ? Itu rahasia, Ayo aku gendong. "


" No ! Pakai kursi roda saja. " Tolak nya dengan cepat.


Apa apaan pria ini ? Ingin menggendong nya sembarangan.


Walau dia suka, dia tetap malu bukan jika harus di perlakukan seperti itu terus ?


" Sudah, Sama saja bukan ? Nanti saat masuk ke mobil aku akan menggendong mu juga ?" Pasrah saja Diandra.


Kamu tidak akan bisa melawan nya, Dia adalah Matheo King Alexander, Walau bukan real garis keturunan nya, Ya setidak nya ada yang di turun juga juga.


But, Its oke, Semua masih dalam batas wajar kan ? Jadi yasudah, Jalani saja dulu semua nya.


Jalan ? Gendong maksud nya.


" Terserah kakak .."


Cup...


" Kak...ih..."


" Kau menggemaskan Princess..." Diandra hanya cemberut saja saat metheo mencium kening nya spontan dan itu sering di lakukan nya.


" Jangan seperti itu princess, Wajah mu akan semakin menggemaskan jika seperti itu sayang..." Diandra tetap cemberut.


Dia malas melihat ke arah Matheo yang terus saja menggoda nya.


Jika bersama Matheo, Diandra seperti anak remaja yang selalu di manja dengan ice cream,coklat dan cemilan lain nya.


Padahal kan usia nya sudah sudah menginjak 24 Tahun, Lalu kenapa Matheo masih menganggap nya seperti anak anak ?

__ADS_1


" Princess...sayang..." Panggil nya lagi, Di ambil nya tangan mungil Diandra yang akan hilang kala tangan besar nan hangat milik nya menggenggam tangan mungil itu.


" Sayang..." Panggil Matheo lagi.


" Saya ?" Jawab Diandra dengan wajah cemberut nya.


" Jangan marah oke, Aku akan menuruti keinginan mu, Tapi jangan marah lagi. "


" Princess Diandra ? Sayang ku..."


" Diandra sayang...Princess Diandra..." Luar biasa kamu Matheo, Kamu benar benar luar biasa, Bisa sesabar itu menghadapi Diandra mu.


Jika itu Alex, Papa mu mungkin saja Diandra sudah akan di tenggelamkan nya di sungai Amazon atau sungai sungai mengerikan lain nya di dunia ini,.


Tapi apa ada sungai yang lebih mengerikan lagi dari sungai Amazon ?


Jika ada tolong beritahu Matheo, Jika ada dia ingin menenggelamkan Nenek nya Diandra yang terus saja mencari tau tentang kehidupan nya setelah beberapa hari pasca pemakaman ayah kandung Diandra .


" Mau apa sayang ? Katakan saja, Kita ke mall ? Kata nya kamu ingin sepatu kaca, Seperti princess di Disney itu bukan ?" Diandra menggeleng.


" Sayang..."


" Mau MC D, Burger Doble cheese. " Matheo menghela nafas nya berat.


Bukan dia tidak ingin menuruti keinginan Diandra, Tapi tau sendiri bukan ? Apa itu junkfood ? Matheo tidak menyukai nya.


" Sayang ..Tidak bisa kah mengurangi makanan seperti itu ? Boleh, Aku tidak melarang mu, Tapi tolong perhatikan kesehatan mu sendiri, Kamu masih proses penyembuhan bukan ? Maka tolong, Aku mohon tolong perhatikan diri mu dan kesehatan mu. " Diandra menunduk merasa bersalah.


Dan Matheo tau itu.


" Its oke, Lain kali ya..." Di elus nya puncak kepala Diandra dengan lembut penuh kasih sayang.


" Mau Cake aja, Sama es Boba boleh ?" Matheo tersenyum.


Itu boleh lah, Cake dan es Boba, Manis, Tapi lebih baik dari pada junkfood bukan ?


" Mau beli dimana ?" Tanya Matheo lagi saat melihat mood Diandra sudah lebih baik dati sebelum nya.


" Terserah kakak aja. " Mengangguk dan mereka kembali melanjutkan perjalanan di dalam mobil mencari toko kue dan Stand Boba di pinggir jalan, Ya setidak nya harus bersih itulah yang utama bagi Matheo.


Bukan hanya untuk diri nya, Tapi Diandra juga harus begitu.


Memulai pola hidup sehat nya mulai dai sekarang, Matheo sudah merencanakan segala nya, Bahkan setelah ini nanti Matheo akan membawa Diandra untuk mengecek kesehatan nya, Karena Matheo ingin Diandra segera mengandung.


Kau memang sungguh luar biasa Matheo, Segala nya telah kau rencanakan dan kau persiapkan .


Kenapa Matheo ingin Diandra segera mengandung ? Jawaban nya adalah, Jika suatu saat apa yang telah di sembunyikan nya terbongkar, Diandra akan lebih memilih bertahan disisi nya karena ada anak di antara mereka berdua.

__ADS_1


Dan boleh kah Matheo berdoa untuk Diandra tidak bisa berjalan lagi dan akan terus duduk di kursi roda seperti ini ? Agar wanita itu tidak bisa meninggalkan nya ?


Apa tidka terlalu jahat untuk nya berpikir seperti itu ? Jika di tanya apa Matheo takut, Dengan tegas dia akan menjawab takut !


Dia takut jika Diandra akan meninggalkan nya setelah apa yang di lakukan nya malam itu.


Tapi ini sudah takdir, Takdir yang tidak ingin di jalani nya, Hidup dalam rasa ketakutan berlebih seperti ini, Ketakutan kala Diandra meninggalkan nya.


Apalagi soal mimpi nya tadi malam, Diandra membenci nya.


Membenci nya hingga ke seluruh aliran darah nya, Membenci nya karena nya lah dia kehilangan bunda nya, Bunda Diana.


Tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Sebuah butik terkenal di Ibukota.


Butik yang memiliki banyak nya gaun gaun indah, Gaun ala princess seperti yang di impikan Diandra .


" Kak, Kok kita kesini ?" Diandra langsung meletakan Cake dan ice Boba milik nya saat mobil hitam mengkilap yang mereka tumpangi saat ini berhenti di depan Ruko 2 tingkat dengan mungkin ada 4 pintu.


" Kita akan mencari gaun indah untuk princess ku ini. "


" Kok cepet banget sih ?"


" Lebih cepat lebih baik bukan ?"


" Tapi secepat ini ? Apa memang harus ?" Anggukan dari kepala Matheo membuat Diandra tidak bisa melakukan apa apa lagi.


" Sudah ayo, Jangan terus makan, Nanti gaun nya tidak bisa dipakai lagi. "


" His, Dasar..." Walau begitu Diandra tetap mengalungkan kedua tangan nya saat Matheo menggendong nya.


Diandra tidak melihat kursi roda nya, Apa Matheo sengaja meninggalkan nya ? Hingg akan terus menggendong nya seperti ini ? dan mereka menjadi pusat perhatian banyak orang ?


" Iya princess, aku meninggalkan kursi roda mu, Karena aku yang akan menjadi kaki untuk mu berjalan. "


" Tapi kan malu, Kenapa hari seperti ini ? Lihat, mereka menatap ke arah kita. " Bersembunyi adalah hal yang terbaik saat ini.


Dan dada bidang Matheo lah tempat terbaik untuk nya agar bisa menyembunyikan wajah nya yang bersemu merah seperti ini.


" Mereka kagum dengan kecantikan mu sayang, Kau cantik, So Beautiful. " Puji nya lagi.


Jangan Matheo, Jangan lagi, Jangan terus membuat Diandra berdebar dan bersemu merah seperti itu.


Apa kau ingin menjadi duda sebelum menikah ? Tidak bukan ? Maka jagan lakukan itu lagi !


Cukup, Jika terus begini, Diandra tidak sanggup menahan segala nya lagi.


...🌼🌼🌼...

__ADS_1


__ADS_2