
Malam tadi, Menjadi malam panjang bagi Matheo dan Diandra.
Bukan malam panjang karena pertempuran panas, Tapi menjadi malam panjang mereka saling bercerita yang bertukar pikiran.
Bagaimana Diandra yang merindukan dunia modeling nya, dan Merindukan teman teman semasa sekolah nya dulu.
Jika dulu Diandra begitu banyak memiliki teman semasa sekolah nya, Maka tidak bagi Matheo.
Dia benar benar sendirian, Sulit bergaul bahkan tidak pernah sama sekali bergaul bersama teman nya.
Berbeda dengan Alta yang memang sulit bergaul, Tapi memiliki teman seperti Arkana dan Husein, Itu adalah hal yang lebih baik lagi.
Setidak nya Prince Alta tidak seperti diri nya yang dulu.
Kedua nya masih bergelung di balik selimut bersama, Namun pintu kamar mereka sudah di gedor begitu saja oleh kedua putri mereka yang entah mencari apa.
" Mommy,Daddy...Wake Up .."
" Mommy, Wake up Plis...Daddy...Good morning..." Teriakan Sheel memang selalu luar biasa.
Seperti nya Suara melengking Diandra turun pada Arsheela yang selalu saja berteriak.
Perlahan Matheo melepaskan pelukan hangat nya pada Diandra dan membuka pintu kamar mereka, Dan ternyata benar saja, Setelah Matheo membuka pintu kamar nya, Kedua anak itu langsung berlari menuju istri nya yang masih bergelung di tempat tidur mereka.
" Mommy, Hey...Wake up, Ayo bangun...Mom, Kita ada acara gathering di sekolah..."
" Mommy,...." Mereka berdua membuat kegaduhan, Dimana Arsheila dan Arsheela terus saja membuat guncangan di tempat tidur mereka hingga istri nya bangun.
" Kenapa sudah membuat keributan di pagi hari ??" Twins Ars langsung ikut merebahkan diri bersama Mommy nya di tempat tidur.
Bahkan kedua nya juga langsung memeluk Mommy nya dengan sangat erat.
" Sayang jangan begitu, Nanti Mommy sudah bergerak . " Matheo langsung menarik kedua putri nya dan menggendong mereka berdua.
Lihat lah, Betapa kuat nya Daddy mereka itu.
" Kenapa sudah membuat keributan pagi pagi sayang ?" Matheo mencium kedua pipi putri nya bergantian.
Diandra tersenyum menatap mereka bertiga yang saling menyayangi dan mencintai itu.
Dimana kedua putri nya begitu nyaman bergelayut manja di tubuh Daddy mereka.
__ADS_1
" Kami ada acara di sekolah, Dan Mommy harus ikut, Mommy harus cantik hari ini, Karena pasti mama nya anak anak sombong itu akan datang dengan berbagai macam pakaian mereka. Maklum Dad, ibu sosialita dengan berlian Segede batu koral di tangan mereka. "
" Memang nya seperti apa batu koral ??" Tanya Matheo yang cukup heran karena anak anak nya tau baru koral.
" Baru nya seperti apa Sheel ? Yang kamu lemparkan pada pohon mangga kemarin yang mengenai Paman Jaka ?" Arsheela langsung terdiam saat kakak nya menanyakan hal itu.
Apalagi saat ini Daddy mereka langsung menatap ke arah nya, Begitu juga dengan Mommy nya.
" Sheel, Kenapa tidak bilang pada Mommy ? Jadi bagaimana keadaan Paman Jaka ? " Diandra langsung turun dari tempat tidur dan Matheo meletakan kedua anak nya di sofa.
" Sheel kan tidak sengaja Mom, Sheel hanya ingin mangga merah nya saja, Tapi Tidak bisa mengambil nya, Dan saat Sheel melempar batu nya, Malah mengenai Paman Jaka yang tiba tiba saja lewat di bawah nya." Lihat lah, Kedua anak nya itu begitu santai menjawab nya.
Lagi pula memang dia tidak sengaja, Bukan nya dengan sengaja melemparkan batu itu pada Paman Jaka kan ?
" Bukan perkara sengaja atau tidak nya Baby, Tapi Mommy bertanya bagaimana keadaan Paman Jaka ? Apa dia terluka ??"
" Kening Paman Jaka benjol, Dan sedikit luka Mom, Dad. " Diandra hanya bisa menghela nafas nya dengan berat.
Begitu juga dengan Matheo, Dia harus membawa Anak nya ini menemui Jaka dan meminta maaf.
Jika di tanya siapa Jaka ? Maka jawaban nya adalah supir anak anak nya.
Sementara Matheo, Dia mengusap kepala istri nya yang terlihat menghembuskan nafas nya berat.
Dengan senyum manis nya Matheo menenangkan istri nya.
" Sudah jangan terlalu di pikirkan, Sekarang bersiap dan berdandan lah, Anak anak akan mengomentari penampilan mu hari ini, Karena mereka ingin memamerkan Mommy nya yang cantik ini, Jadi jangan marah dengan mereka ya, Luaskan terus hati mu princess, Anak anak memang begitu. " Usapan di pipi nya dari tangan besar Matheo membuat Diandra merasa nyaman dan tenang.
Selalu begini, Di saat dia merasa lelah dengan anak anak nya, Matheo selalu hadir menjadi penyemangat bagi hidup nya.
Luar biasa sekali memang suami nya ini.
" Ayo mandi, Jangan berendam, Nanti kamu terlambat dan mereka kan datang lagi kesini. " Sepasang suami istri itu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
Berada di kamar mandi yang sama, Dalam keadaan naked, Matheo lah yang terhebat dalam mengontrol seluruh diri nya.
Bukan dia tidak normal, Tolong catat itu, Tapi dia lah yang terbaik dalam mengontrol emosi jiwa nya.
Setelah mereka selesai, Matheo dan Diandra keluar dari kamar nya dan menemui Jaka.
Supir anak anak dan istri nya,.
__ADS_1
Disini lah mereka saat ini, Di meja makan dengan Jaka di dekat mereka.
Lagi lagi Diandra harus mengontrol emosi nya, Apalagi saat melihat benjolan di kening Supir nya.
" Sheel, Minta maaf pada Paman Jaka. !" Arsheela langsung menatap Mommy nya yang terlihat marah pada nya.
" Mom, Sheel sudah minta maaf pada Paman Jaka kemarin, Dan lagi pula Paman Jaka bilang tidak apa apa. Tidak sakit yakan paman ??" Supir mereka yang bernama Jaka terpaksa harus mengangguk.
Jika bukan begitu apa lagi yang harus di lakukan nya selain itu ?
Lagi pula bukan kah Nona nya itu tidak sengaja ??
Jadi tidak perlu sampai seperti ini lagi, Dia merasa tidak enak hati saat melihat anak anak yang seperti keponakan nya sendiri itu di marah oleh Nyonya rumah.
" Saay tidak apa apa Nyonya, Lagi pula ini tidak sakit. "
" Mana ada tidak sakit ! Itu biru Ka, Benjolan itu bahkan hampir sama dengan bawang Bombay, Dimana letak tidak sakit nya ??" Arsheela baru sadar, Bahwa luka yang di sebabkan nya bisa menjadi sebesar itu.
" Paman, Tapi kata Paman kemarin tidak apa apa dan tidak sakit, Lalu bagaimana bisa itu menjadi sebesar itu ??"
" Dek, Lain kali jangan seperti, Itu bisa sangat berbahaya, Itu terkana Paman Jaka, Lalu bagaimana jika terkena kak Shei ? Itu bisa luka parah dan bocor, Jangan lakukan itu lagi !"
" Maaf kak, Sheel janji tidak nakal lagi. " Matheo pun merasa bangga dengan anak anak nya, Yang bisa memimpin dan menyadari kesalahan nya dan mau mengaku salah dan minta maaf.
Karena memang itu harus.
" Bukan hanya adik Sheel saja, Tapi kakak Shei juga harus paham apa arti bahaya. Mengerti ??"
" Mengerti Dad. " Jawab kedua anak kembar itu.
Mereka langsung minta maaf dan memeluk tubuh Paman Jaka mereka.
Paman yang selalu menunggu mereka dengan sabar di sekolah mereka, Betapa sabar nya bukan paman supir mereka ini ?
" Tapi paman menyukai Miss Via Dad, Kemarin Paman Jaka terlihat bertukar nomor ponsel dengan Miss Via, Dan Sheel rasa Paman Jaka dsn Miss Via pacaran, Yakan kak Shei ??"
Duaarrr !
Tubuh Jaka menegang kaku, Ternyata anak anak ini tau akal bulus nya, ,mengapa dia tahan menunggu hingga siang hari tanpa melakukan hal apapun, Ternyata ini alasan nya.
Diandra dan Matheo menatap ke arah Jaka dan menggelengkan kepala nya saja.
Karena Jaka, Sheila, Dan Sheela adalah satu paket, Paket membuat kegaduhan π€¦π½ββοΈ
__ADS_1
...πΌπΌπΌ ...