
Saat ini Matheo sedang berada di rumah nya Diandra, Dia menemani wanita cantik yang selalu di panggil nya Princess itu sedang membuat Sponge Cake.
Dia ingin tau, Seberapa hebat nya Calon Nyonya Matheo saat di dapur.
" Kakak, Tolong, Masukan ini ke dalam Oven nya, 180 derajat saja, sekitar 15 menit oke. "
" Sesuai permintaan mu Princess..."
Cup
" Kakak...."
" Hahaha ..Kau cantik Princess ..Dan aku menyukai nya. " Lagi lagi Diandra tidak bisa mengontrol diri nya saat ini, Matheo begitu manis, perlakuan lembut nya membuat hati Diandra terus di hujami ribuan bunga yang bertebaran dimana mana.
Sesuai nama nya bukan ? King !
Berarti dia Raja, Dan dia ?? Seharus nya Queen bukan ? Kenapa ini Princess ? Karena Princess pasangan nya adalah Prince,.
" Princess...are you oke?" Matheo melipat kedua tungkai panjang nya hingga kini sejajar dengan tubuh Diandra yang masih menggunakan kursi roda nya.
Selalu begini, Soal usap mengusap pipi adalah kesukaan Diandra saat Matheo melakukan hal selembut itu pada nya.
" Kak .."
" Yes Princess ?" Jawab Matheo dengan sikap tegas nya.
Inilah yang di sukai Diandra, Matheo bisa tegas sekaligus dan bisa lembut di waktu yang bersamaan.
Dimana sikap tegas nya membuat Diandra merasa terlindungi dan sikap lembut nya membuat Diandra merasa begitu sangat di cintai nya, Ahhh...Indah sekali dunia ini bukan ?
Ya, Saat ini memang indah Diandra, Tapi apa kau tau di masa depan nanti ? Kau belum tau apa yang akan terjadi di depan nanti sayang...
Hahahaha....Author tertawa jahat memberikan niat jahat nya !
" Apa kakak tau siapa pendonor mata ini ? Kenapa dia bersedia memberikan kedua mata nya untuk ku ?" Matheo sejenak berpikir dan menenangkan detak jantung nya.
Bagaimana cara dia menyampaikan nya ? Dia juga bingung harus bagaimana menyikapi nya.
" Bukan kah kita sudah membahas ini sebelum nya princess ?"
" Tapi kak, Aku hanya ingin tau saja. !"
" Apa yang ingin kamu ketahui ? Apa tidak cukup dengan apa yang sudah ku jelaskan ?"
__ADS_1
" Bukan begitu maksud nya kak...Tapi aku---"
Ting...
Diandra tidak bisa melanjutkan kata kata nya saat alarm oven nya berbunyi dan itu berarti Cake nya sudah matang dan siap untuk di keluarkan dari oven.
Matheo segera memakai sarung tangan anti panas untuk mengeluarkan cake tadi dari dalam oven .
Dia melakukan nya karena tidak ingin lagi membahas soal donor mata yang selalu di tanyakan Diandra setiap hari nya.
Dan itu membuat nya sedikit terbebani, Jika bukan karena janji nya, Matheo tidak akan bersusah payah seperti ini menyembunyikan sebuah fakta yang mungkin dulu menurut nya tidak penting.
Karena dulu nya hidup Matheo hanya di isi dengan pekerjaan dan pekerjaan.
Tidak ada yang lebih penting dari urusan kantor, Tapi sekarang ? semenjak mengenal Diandra, Apapun itu akan menjadi penting bagi nya jika berhubungan dengan princess nya.
Sepenting apapun pekerjaan nya, Jika sudah menyebut nama Diandra, Matheo akan segera meninggalkan nya saat ini juga demi Diandra nya.
Tak lama ponsel nya bergetar dan itu dari Orion.
" Ya ?" Kata Matheo saat telepon tersambung.
" Tuan Robert meninggal Tuan, " Matheo langsung menatap ke arah Diandra, Apa yang harus di katakan nya pada wanita yang tengah menatap nya dengan tatapan keingin tahuan nya yang sangat besar.
Sebelah tangan Matheo terulur untuk menyentuh puncak kepala Diandra dan menghadiahi nya dengan sebuah kecupan manis nan hangat.
" Persiapkan segala nya, Aku dan Diandra akan datang menghadiri acara pemakaman nya. "
" Tapi beliau ingin di makam kan di dekat Nyonya Diana, Mantan istri nya, Itu pesan terakhir yang saya dengar dari Tuan Andra ," Penjelasan dari Orion membuat kepala Matheo berdenyut nyeri.
Masalah apa lagi ini ? menjelaskan pada Diandra mengapa ayah Andra bisa disana saja rasa nya berat untuk nya, Apalagi ini ingin di makamkan di dekat Diana ? Yang notaben nya adalah ibu nya Diandra ?
Apa yang harus di lakukan nya saat ini ? Sementara wanita cantik itu terus menatap nya dengan mata kucing nya yang berbinar ingin tau.
" Lakukan saja ! Aku akan segera sampai disana nanti. " Setelah memutuskan sambungan telepon nya pada Orion, Matheo memejamkan mata nya merasa kepala nya mulai berdenyut dan semakin berdenyut lagi.
" Kak..." Matheo baru membuka mata nya dan tersenyum pada Diandra.
" Mandi dan bersihkan diri kamu Princess, Kita akan pergi. "
" Kemana ?" Tanya Diandra saat melihat Matheo seperti sedang gelisah.
" Ke pemakaman rekan bisnis ku Princess, Gunakan pakaian yang sopan oke. " Diandra mengangguk dan pergi dari Matheo menuju kamar nya, disana suster Ani sudah menunggu nya.
__ADS_1
Akhir akhir ini Matheo merasa tubuh nya seperti tidak baik baik saja, Apa karena terlalu banyak pekerjaan dan membagi waktu nya dengan Diandra hingga dia melupakan rutinitas nya seperti biasa, Olahraga teratur dan mengonsumsi makanan bergizi, Kini pola hidup nya berubah.
Karena Diandra lah pola hidup nya saat ini.
Menunggu cukup lama, Akhir nya Diandra sudah selesai dengan persiapan nya seperti yang di inginkan Matheo tadi.
" Kak..."
" Sudah siap Princess ?"
" Apa ini tidak berlebihan kak ? Memakai gaun semahal ini ?" Diandra tidak bodoh, Memang dia sebelum nya adalah model terkenal.
Tapi dia selalu memakai pakaian yang terbilang biasa di kalangan model model lain nya, Maka dari itu dia sedikit kurang nyaman dengan pakaian nya saat ini.
Bahkan di lemari nya sudah berubah semua Karen ulah Matheo yang terlalu memanjakan nya.
Belum lagi Mini Cooper merah yang beberapa hari lalu di datangkan Matheo untuk nya.
Dan besok besok entah apa lagi yang akan di berikan Matheo pada nya.
Berdoa saja semoga bukan bom ! Dan mana mungkin juga Matheo memberikan nya Bom, karena pria itu sangat menyayangi nya bukan ?
" Ayo berangkat ! Ajak suster Ani sayang, Dia harus menemani mu nanti jika aku sibuk dengan rekan kerja ku, Dan aku rasa ayah juga disana . "
" Ayah ? kenapa ayah bisa disana ?" Tanya Diandra penasaran, Karena setahu nya ayah nya bukan pebisnis seperti Matheo.
Sejak dulu ayah nya hanya seniman, Dan guru Seni di sekolah dan les Privat, Lalu apa kapan ayah nya bergaul dengan pengusaha ?
" Sudah ! Jangan memikirkan apa pun yang membebani mu. Cukup bahagiakan saja hidup mu, Aku tidal akan mengijinkan mu memikirkan hal lain selain aku dan kehidupan mu, Ayo pergi. " Kursi roda nya di dorong oleh Matheo dan suster Ani mengikuti nya.
Cukup lama mereka dalam perjalanan yang cukup padat menjelang jam pulang kantor, Akhir nya mereka sampai di sebuah pemakaman yang di ketahui Diandra adalah tempat dimana bunda nya di makam kan.
" Kamu bisa sekalian mengunjungi makan ibu mu princess. "
" Apa rekan kerja kakak juga di makam kan disini ?"
" Ya ! Karena dia teman ayah dan bunda di masa lalu, Maka nya dia meminta di makam kan di sini juga. Di dekat bunda. " Alis Diandra terangkat sebelah menandakan bahwa dia semakin penasaran dengan masa lalu ayah dan bunda nya bersama rekan kerja calon suami nya.
Tapi sebelum mengetahui nya, Matheo kembali mengultimatum diri nya untuk tidak memikirkan hal yang tidak penting bagi nya !.
Dan mau tidak mau Diandra harus mengikuti nya bukan ? Maka dia harus menurut saja lah.
...🌼🌼🌼 ...
__ADS_1